
Dua jam kemudian Bi hwa mulai agak terbiasa dengan pertempurab nya ini.
Bi hwa tiba-tiba menghilang; tepatnya, dia diam-diam menghilang di antara pohon pohon di hutan. Dengan kecepatan yang sangat cepat, dia meluncur melewati hutan.
Meskipun kecepatan yang dia gunakan tidak bertahan lama, kecepatannya masih mencapai titik di mana sosok nya bahkan tidak terlihat lagi.
Ditambah dengan konvergensi napas nya dan bantuan dari Qi nya yang level 5200.
Lima orang itu sedang di permain kan oleh Bi hwa, di sayat dan di tusuk, terkadang di tikam, namun semua serang Bi hwa belum ada yang akurat, hanya bisa melukai ringan, dan untung nya, mereka tidak bisa merasakan keberadaan Bi hwa yang cepat, jadi tidak dapat mem perhitung kan bahwa dia berada di mana.
Lima pria berjubah hitam itu berdiri tak bergerak, mereka membentuk lingkaran. Jelas bahwa sedang menunggu Bi hwa muncul.
Mata mereka sangat waspada mencari Bi hwa, tetapi karena dia tidak dapat me nemukan nya, mereka hanya melihat bayangan sekilas lalu lenyap, dia hanya bisa menunggu, tidak dapat meng guna kan pedang mereka untuk menyerang lagi.
Bi hwa tiba-tiba muncul, dan begitu dia muncul, dia memukul telapak tangan pada seorang pria berjubah hitam, sehingga pedang nya jatuh,lalu menusuk nya mati.
Berturut-turut, dia datang di samping pria berjubah hitam lain nya, dan satu demi satu, dia memukul telapak tangan pria berjubah hitam itu dengan hampir bersamaan menusuk nya mati. Hampir dalam sekejap mata, dia sudah menyelesai kan mereka ber lima.
Sisa lima lagi yang berurusan dengan Kim thian, mereka lebih dari cukup, namun, menghadapi Kim thian, mereka hanya dianggap tidak berguna, hanya di amggap mainan saja.
Tentu saja jika Kim thian memotong tangan mereka, atau memukul telapak tangan dengan kejam, dia tidak bisa membuat iblis ini jatuh.
Ke lima nya di beres kan oleh Kim thian hampir ber samaan waktu nya dengan Bi hwa.
Bi hwa napas nya senin kemis, ngos ngosan saling berlomba dengan dada nya yang naik turun dengan cepat, tubuh nya mandi keringat sehingga pakaian nya tercetak dengan ketat.
Kim thian lalu mengambil dua apel purba level 100 dan memberi Bi hwa satu, yang langsung di makan oleh nya dengan cepat sekali.
__ADS_1
Bang.
Bang
Bi hwa pun kultivasi nya naik 100 level, sehingga itu menyegar kan tubuh nya.
"Yuk mandi dulu" ,ajak kim thian sambil berlari menuju gunung di sebelah kiri nya, dia telah memindai di sana ada danau.
Bi hwa pun mengikuti nya dari belakang, untung nya Kim thian lari lari biasa, tidak terlalu cepat, sehingga masih bisa di ikuti oleh Bi hwa.
Kim thian membawa Bi hwa ber lari larian sampai jauh, membunuh setiap iblis per orangan yang mereka jumpai.
Dia mengajak berlari memutari danau untuk membersih kan dari iblis, sehingga tidak ada yang mengintai mereka mandi.
Setiap kali membunuh, semua harta rampasan dia berikan kepada Bi hwa untuk bekal kehidupan nya nanti nya, Kim thian berlari sambil memindai, sampai benar benar bersih dari iblis barulah dia mengajak Bi hwa menuju danau yang banyak pohon dan semak nya.
Bi hwa yang rambut nya di hitam panjam, terlihat sangat cantik sekali, dengan kulit nya yang putih, kaki nya yang langsing dan panjang di gerak gerak kan di imbangi ke dua tangan nya, berenang di danau yang air nya jernih.
Mereka berdua berenang ber kejaran danau yang dangkal yang sejuk dari riak kecil yang di kelilingi pepohonan jati dan pohon lain nya.
Tawa nya yang jernih dan beriak dari ke gembiraan nya menerobos hari
tenang di tempat yang sunyi itu dan bergema di atas dan di bawah semak dan rumput rumput saat dia memercik kan air danau ke Kim thian.
Tawa ceria Bi hwa membuat Kim thian pun ikut tersenyum di samping nya.
"Ach," kata nya keras-keras, "ini yang paling me nyenang kan! Semua orang pasti tahu
__ADS_1
panas sekali hari ini. Namun Semua pohon di sekitar ini membuat nya sejuk"
”serunya, tertawa tawa sambil tangan nya memercik kan air danau tanpa henti,dan di balas kontan oleh Kim thian,
saat dia membuat gerakan memercik kan air dengan cepat sambil mempertahankan keseimbangan nya dengan menggerak gerak kan ke dua kaki nya agar tidak tenggelam.
Di pinggir danau banyak batu-batu besar yang licin karena sering terkena air ,sehingga tumbuh lumut.
Mereka berdua ber larian di atas nya ber kejaran dan akhir nya bermain air lagi karena panas nya matahari yang terik.
Dia memercik kan air ke arah Kim thian dengan gembira saat berenang bersama, Kim thian pun membalas nya juga, mereka tertawa tawa ber sama sama, terkadang berenang sambil ber pelukan.
Tetapi Bi hwa , meskipun lebih kecil badan nya, tapi gesit, dan lincah pada saat yang tidak dijaga dia menangkap pergelangan tangan Kim thian itu dan mendorong nya sehingga dia duduk tepat di air yang dangkal di perairan danau ini.
“Hei, pintar,” dia bersorak dengan nakal saat dia memeluk nya di sana, “kamu akan segar dengan
air danau ini, Anda akan melakukan nya, ya? ”
Kim thian pun membalas memeluk nya sambil ber putar, sehingga Bi hwa berada di posisi bawah.
Bi hwa memejam kan mata nya menikmati pelukan hangat ini, juga di karenakan sejuk nya air danau.
Kim thian lalu mengambil dua botol sabun cair yang sangat wangi dan dua waslap, dia membasahi ke dua waslap dengan air, lalu masing masing dia beri sabun cair.
Kim thian mulai menggosok tubuh Bi hwa yang langsing dan indah, sedang kan Bi hwa langsung membuka mata nya karena mencium bau yang sangat harum.
Kim thian pun membawa Bi hwa ke pinggir dan menduduk kan nya di atas batu besar, dia mulai menyabuni tubuh Bi hwa dengan lembut, mulai dari leher, ke dua tangan nya, lalu dada nya, turun ke bawah,sedang kan Bi hwa memejam kan mata nya lagi menikmati nya sensasi di gosok dengan sabun mandi yang sangat harum ini.
__ADS_1
Kim thian terus menggosok sambil memberi sabun cair ke waslap nya, sampai lah di kedua kaki Bi hwa yang ramping dan indah, Dia lalu ber putar menggosok punggung Bi hwa dari leher terus turun ke bawah sambil menyiram dengan air, sehingga busa nya melimpah.