
Di alam dewa tengah,se kelompok orang yang datang untuk menaklukkan para iblis akhirnya mendekati benteng ibu kota kerajaan setelah perjalanan panjang yang sulit.
Tepat ketika mereka mengira mereka sudah terlambat, cahaya merah tiba-tiba memenuhi seluruh cakrawala.
Dia kaget, Jangan bilang? Dia segera memerintahkan, “Bergerak lebih cepat!” Setelah melintasi kota, mereka menjadi tercengang.
Orang orang yang mengepung benteng menjadi tercengang juga, dan semua orang yang telah pergi bersama mereka menjadi terdiam.
Benteng ibu kota iblis yang terkenal dan gigih saat ini sedang terbakar, menderu dengan lautan api.
Jangan bilang orang orang itu melakukan ini ? Semua orang memikirkan pertanyaan yang sama di dalam hati mereka.
Setelah pulih dari keterkejutan, kelompok itu bergegas mendekati benyeng secepat mungkin, tiba di depan benteng ternyata banyak juga yang lebih dulu sampai. Mereka ber sama sama melewati gerbang yang rusak dengan ragu-ragu sebelum menyaksikan pemandangan yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan.
__ADS_1
Di dalam lautan api, di area terbuka telah diwarnai merah oleh darah dan api, ditutupi mayat mayat dengan berbagai senjata yang rusak.
Kim thian dan Bi hwa duduk di tengah alun alun yang ada di depan istana beristirahat. Tepat di belakangnya adalah tumpukan mayat seperti gunung yang terbakar.
Seluruh kelompok orang yang datang, empat atau lima ratus ribu orang, berhenti,sebagian menjarah toko toko yang pintu nya terbuka, Kim thian dan Bi hwa hanya menonton saja. Pria muda dan gadis itu mengeluarkan aura yang tidak bisa didekati seperti dewa dan dewi.
Istana iblis ternyata sudah kosong, anak anak raja iblis,selir selir, mentri serta seluruh keluarga raja sudah tidak ada di dlam istana.
Kim thian dan Bi hwa membuka matanya. “Kalian akhirnya di sini!” Api terpantul di matanya yang jernih, tapi sepertinya api muncul dari dalam dirinya.
Kim thian dan Bi hwa telah membunuh seluruh iblis dan membakar mereka, dan mencoba artefak spiritual, sehingga semua kekuatan dan qi sejati Bi hwa benar-benar terkuras.
Begitu Bi hwa istirahat, dia merasakan gelombang kelelahan yang sangat dalam, jadi dia mulai bermeditasi.
__ADS_1
Di dalam lautan api ini, tempat terbaik baginya untuk beristirahat adalah sebidang tanah kosong tempat dia duduk saat ini.
Bahkan dia sendiri tidak pernah mengira dia akan membentuk pemandangan yang begitu mempesona dengan di saksikan orang orang dari alam dewa.
Ada sekelompok anak muda yang baju nya seragam,mungkin murid murid sebuah sekte, ada sekelompok petani, pedagang ,para pendekar, bahkan prajurit penjaga perbatasan.
Sebagai orang biasa, para petani mengalami terlalu kejutan melihat begitu banyak nya mayat.
Sekelompok anak gadis yang cantik cantik naik dan bertanya, “A-apakah kamu yang melakukan semua ini?” sambil mereka melihat langsung tumpukan mayat di belakang Kim thian. Sensasi panas dan bau daging yang terbakar membuatnya sedikit mual.
"Ya, para prajurit itu saksi nya, ada apakah?" Tanya Kim thian.
"Kami sangat kagum dan berterimakasih sekali,karena telah membunuh dan mengusir para iblis yang telah berkuasa ratusan tahun" ,kata se orang gadis tercantik.
__ADS_1
Kim thian mengangguk dan melompat berdiri. “Saya telah menghancurkan segel formasi dan benteng iblis di sini dan sekarang Saya ingin menjadi kan istri saya sebagai ratu disini, bagaimana menurut kalian?"