
Sementara mereka ber perang, semua bayi nya tertidur karena kekenyangan habis meminum satu botol besar susu, demikian juga ayah nya ikut menyusu.
Dua hari dua malam mereka ber perang, hanya ber henti kalau bayi nya menangis dan mengganti susu dan handuk nya karena di kencingi .
Poo Kim Thian pun mandi di kamar mandi yang menjadi satu dengan kamar nya, lalu dia kembali ke kamar Li bing hwa.
Ternyata Li bing hwa tidak ada di kamar nya.
Poo Kim Thian memindai seluruh istana, ter nyata dia ada di dapur lagi belajar memasak dengan buku memasak yang dia berikan.
Sedang kan Li Bing bing lagi ber kultivasi di kamar nya, wajah dan seluruh tubuh nya sampai mandi keringat, karena dia tidak memakai baju sama sekali.
Tubuh Li bing bing agak gemuk, sehingga tidak cocok dengan kepalanya yang agak kecil, terasa janggal kata orang.
__ADS_1
Ber beda dengan tubuh Li bing hwa yang sempurna sekali.
Meskipun tubuh Li bing bing agak gemuk, ter nyata kulit nya putih juga, berarti dia tidak pernah ter kena sinar matahari.
Poo Kim Thian ber jalan menuju ke dapur, para pelayan wanita yang di temui nya membungkuk memberi hormat yang di balas anggukan oleh nya.
Poo Kim Thian tahu para keluarga nya belum pulang, rupanya mereka kerasan di sini, dia juga melihat ayah dan ibu nya lagi ber cakap cakap dengan kedua besan nya.
Sedang kan para saudara sepupu nya lagi memberi petunjuk dan melatih kepada para putra dan putri Raja di tempat latihan silat yang sangat luas sekali.
"Selamat pagi pangeran mahkota" ,sapa para koki, sehingga membuat Li bing hwa menoleh dan ber jalan menghampiri Kim thian dan menarik nya ke kamar mereka.
"Kemana saja koko ku ini?" ,tanya nya.
__ADS_1
"Lagi sibuk menyembuh kan orang yang sakit tentu nya" ,jawab Kim thian.
"Emm,begitu ya" ,kata Li bing hwa sambil memeluk Kim thian dan mencium nya.
Sebelum perang Poo Kim Thian memasang Camcorder atau handycam untuk merekam mereka ber dua, agar baterai nya tidak habis, dia menghubungkan ke generator listrik otomatis nya yang sebesar buku tulis, jadi itu merekam sambil charge.
Mereka pun perang sampai pagi, hanya ber henti untuk makan saja, jika kelelahan mereka minum pill atau makan apel purba level 100.
Li Bing Hwa merasa kurang, akhir nya perang pun di per panjang tiga hari tiga malam , lalu mereka pun ter tidur kelelahan.
Selama tiga hari tiga malam ini Kim thian melihat Li bing bing yang lagi mengintip dari kamar sebelah, rupanya dia sudah membuat lubang kecil.
Selama tiga hari tiga malam juga Li bing bing kepanasan dan ikut ber joget seorang diri di kamar sebelah.
__ADS_1
Rupanya Li bing hwa pun mengetahui nya, hanya saja dia tidak peduli sama sekali.
Setelah tiga hari ,mereka melihat film yang mereka rekam, Li bing hwa merasa heran sekali, karena baru kali ini dia melihat ada alat untuk merekam selama tiga hari tiga malam.