LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
25.PERTEMPURAN DIDALAM HUTAN


__ADS_3

mengikuti kakek itu menyelinap di antara pohon-pohon gelap. Sang puteri menyerahkan segenggam


perhiasan berharga kepada gadis yang lebih muda yang sepertinya adik nya untuk membantu membawanya sebagai bekal.


Dengan perhiasan


di kantung baju yang lebar, dan pedang disembunyikan di bawah baju, mereka bergerak di bawah pohonpohon.


Sementara itu Kim Thian mengikuti dari atas pohon ke pohon,dia tertarik dengan kedua gadis ini.


Sang putri telah mendapatkan kembali pedangnya setelah dicabut dari perut penyerangnya tadi


dan dibersihkan darahnya pada pakaian korban.


Akan tetapi, di mana-mana mereka bertemu dengan pihak musuh dan beberapa kali terpaksa mereka


terpaksa membuka jalan darah dan merobohkan musuh untuk dapat melanjutkan usaha mereka melarikan


diri.


Namun, kakek itu sedapat mungkin menghindarkan diri dari pertempuran, memilih lowonganlowongan untuk keluar dari dalam hutan tanpa diketahui musuh.


Akhirnya, setelah matahari pagi tersembul di antara daun-daun pohon, mereka bertiga telah berhasil lolos


dan keluar dari dalam hutan di mana masih berlangsung perang yang amat hebat itu.


Suara pertempuran


masih terdengar jauh di luar hutan. Baru saja hati ketiga orang pelarian itu merasa lega karena dapat lolos,


dan memasuki sebuah hutan kecil di antara perbukitan yang hanya kadang-kadang saja menyelingi


gundukan perbukitan, tiba-tiba terdengar bentakan keras dan lima orang sudah berdiri di depan mereka

__ADS_1


dengan golok terhunus di tangan!


“Ha-ha-ha-ha, sudah kuduga tentu akan ada yang menyelinap ke sini! Eh, kakek tua, apakah kalian ini


anggota rombongan puteri... ehhhh! Kalian berdua ini begini tampan, persis perempuan...


heiiii, bukankah


kalian perempuan?” Seorang di antara mereka yang bertubuh tinggi besar bermuka hitam bermata lebar


menunjuk dengan goloknya ke arah muka kedua putri itu.


“Ahhhh, dia puteri itu! Tidak salah lagi! Aku pernah melihatnya, dia Puteri !” tiba-tiba terdengar


teriakan seorang tinggi kurus bermuka kuning. Mendengar ini, lima orang itu cepat maju mengurung.


“Ha-ha-ha-ha, benarkah itu, kawan? Kalau begitu, kita telah berhasil menjebak kakap dalam jaring kita! Haha-ha, tuan muda tentu akan memberikan hadiah banyak sekali kepada kita.


Tangkap dia!” teriak si muka


Si muka hitam dan si muka kuning sudah menggunakan golok mereka untuk menerjang kakek itu,


sedangkan tiga orang teman mereka menubruk kedua putri itu


“Plak-plak, dess!”


Tiga orang itu tersungkur karena kedua putri itu sudah memukul dan menendang dua orang, sedangkan


Si putri sendiri merobohkan seorang dengan sebuah tendangan kilat.


“Tranggg...! Cringgg...!”


Kakek itu berhasil menangkis dua batang golok lawan, biar pun dia terkejut sekali karena ketika dia

__ADS_1


menangkis, dia merasa betapa dua kali pedangnya tergetar hebat, tanda bahwa si muka hitam dan si muka


kuning itu memiliki tenaga dalam yang kuat sekali!


Melihat tiga orang temannya tersungkur dan meloncat kembali, si muka hitam tertawa.


“Ha-ha-ha, kiranya


memiliki kepandaian juga si puteri dan pelayannya...!”


“Mulut busuk! Aku bukan pelayan!” bentak yang lebih muda yang marah sekali dan dia sudah menghunus


pedangnya, demikian pula Sang putri..


“Ha-ha-ha-ha, tangkap mereka, jangan sampai mereka terluka. Sang Puteri boleh untuk tuan Muda, akan


tetapi si cantik liar itu untukku saja, ha-ha-ha!”


“Keparat!” si kakek sudah menggerakkan pedangnya menyerang dan dapat ditangkis oleh si muka hitam.


Segera terjadi pertandingan yang seru sekali antara si kakek dikeroyok dua orang yang ternyata


memiliki ilmu silat yang tangguh juga.


Tiga orang anak buah mereka itu sudah mencabut golok dan kini menyerang sang putri dan adik nya itu.


Akan tetapi karena mereka tidak berani melukai, sedangkan dua orang dara itu melawan mati-matian, tentu


saja tiga orang itu menjadi kewalahan, betapa pun lihai ilmu silat mereka.


ke dua gadis itu mulai mendesak


dengan pedangnya dan tiga puluh jurus kemudian, dia sudah merobohkan seorang pengeroyok dengan

__ADS_1


bacokan pedangnya yang hampir memisahkan kepala dari tubuh lawan itu!


__ADS_2