LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
250.JIN RAISA.


__ADS_3

Akhir nya raisa pun selesai memasak dan meletak kan nya dimeja makan.


Kim Thian dan raisa pun makan bersama.


"Hmm,makanan apa ini, nggak enak sama sekali", pikir Kim Thian penasaran.


Kim Thian secara diam diam membuang nya ke dunia batin berisi hewan nya waktu raisa menoleh.


Selesai makan raisa menarik tangan Kim Thian ke kamar nya, ter nyata dia ngajak perang.


Ternyata jin dengan manusia tidak sama, jin tubuh nya sangat dingin seperti es, sedang kan manusia hangat.


Mereka berperang sampai siang hari nya.


"Nes, kenapa hari ini kamu beda banget yaaa", tanya Raisa penasaran.


"Apa nya yang beda?, aku ber buru dulu ya", kata Kim Thian .


"Ya sudah, aku nggak bisa ikut, aku nggak kuat bangun lagi", kata raisa cemberut.


Kim Thian langsung menghilang dan muncul di hutan, dia berencana mencari buah sebanyak banyak nya.


Kim Thian mendengar suara pertempuran di kejauhan, dia pun terbang ke arah sana.


Ternyata ada tiga kereta yang lagi di rampok, para pengawal lagi bertempur seru melawan para perampok.


Trang, tringg, trangg.


Kim Thian hanya menonton di atas pohon sambil memakan buah buahan sambil memindai isi kereta.


Kereta pertama berisi dua orang gadis cantik dan orang tua nya.


Kereta kedua berisi kotak kotak yang berisi kristal.


Kereta ketiga berisi senjata dan macam macam armor.

__ADS_1


Kim Thian lalu menggunakan ilmu menghilang dan mencuri semua isi kereta satu dan dua, lalu dia kembali lagi ke atas pohon.


Ternyata para perampok hampir menang, karena para pengawal kalah jumlah, setelah semua pengawal mati, barulah Kim Thian turun tangan membunuh para perampok dengan sangat mudah sekali.


Kim Thian lalu membuka pintu kereta dan melihat para penumpang yang ketakutan.


"Sudah aman,para perampok sudah kubunuh", kata Kim Thian .


"Trimakasih nona yang telah menyelamat kan kami", kata si ayah, sedang kan kedua gadis dan ibu nya masih takut.


Si ayah keluar dari kereta, dia melihat 300 pengawal nya mati semua, begitu pula dengan 400 para perampok juga mati, mayat bertumpuk tumpuk di sekitar kereta, sedang kan pengemudi kereta tidak kelihatan ada dimana.


"Ahh,semua orang mati, Nona dari sekte gunung maut ya?" , tanya nya.


"Ya, saya lagi berangkat berburu", jawab Kim Thian .


"Untung ada nona, kalau nggak ada, entah bagaimana jadi nya", jawab si ayah.


"Lalu, siapa yang mengemudikan kereta nya?", tanya Kim Thian .


"Kenapa nggak di jadikan satu saja isi nya, biar gampang membawa nya?", kata Kim Thian .


"Wahh,nggak cukup kalau jadi satu,sebab dua kereta ini hampir penuh isi nya", jawab si ayah sambil membuka pintu kereta tengah.


"Hahh,kenapa hilang?, waduh saya bisa di gantung karena kehilangan ini", kata nya sambil membuka pintu kereta terakhir yang ter nyata kosong juga.


"Jawab saja kalian dirampok ,kan beres, ini kan tidak sengaja", saran Kim Thian .


"Tetap saja nona, saya harus mengganti atau saya di hukum pancung", kata nya menyesal.


"Yang aman lari saja,kan kalian bebas kalau lari, atau ber lindung di sekte saya saja, atau sekalian daftar menjadi murid sekte", saran Kim Thian .


"Yahh,memang itu jalan yang teraman, bisakah nona membawa kami ke sekte?", pinta nya.


"Tentu saja bisa", jawab Kim thian sambil menyatu kan semua kuda, lalu mengikat kereta yang kosong di belakang nya", dia pun mengemudikan kereta ke arah sekte nya, di ikuti oleh si ayah sekeluarga.

__ADS_1


Sekitar dua jam sampai lah mereka di sekte, Kim Thian memperlihat kan medali nya, dan kereta pun di boleh kan masuk, dia terus membawa kereta ke rumah nya.


Kim Thian membawa keluarga ini kerumah guru nya yang berada 10 meter dari sini.


"Hormat guru?", salam Kim Thian .


"Masuk lah murid ku", balas guru nya.


Kim Thian membawa sekeluarga menemui guru nya.


"Guru,mereka tadi di rampok di hutan, jadi mereka saya bawa menghadap guru untuk menjadi murid guru", kata Kim Thian .


"Karena kamu yang membawa mereka, baik lah aku terima menjadi muridku, bawalah mereka kerumah kosong", kata si guru.


Kim Thian pun membawa mereka ke rumah kosong di dekat rumah nya setelah menerima lencana dan seragam sekte dari guru nya.


"Terimakasih nona atas bantuan nya", kata mereka yang di balas anggukan oleh Kim Thian .


Kim Thian lalu masuk kekamar nya, dia mengeluar kan semua senjata dan armor ,ternyata semua level lima, sangat rendah, jadi semua dia masuk kan kantong penyimpanan dan dia memasuki rumah guru nya.


"Ada apa murid ku?", tanya guru nya yang lumayan cantik.


"Ini guru, saya mendapat rampasan perang", kata Kim Thian sambil mengeluar kan semua isi kantong.


"Hahh,banyak sekali?,ini mirip dari kerajaan", kata nya.


"ohh,ini milik kerajaan ya, ini yang di kawal oleh mereka, karena semua pengawal mati, jadi saya curi semu", kata Kim Thian .


"Bagus sekali muridku, dengan ini sekte kita menjadi sangat kuat dan tak terkalah kan, selama ini sekte kita menjadi nomer lima, kita bisa merubah semua simbol nya menjdi simbol sekte kita, tapi semua ini sangat banyak, bagaimana mungkin bisa masuk kantong sekecil it", tanya guru nya.


Kim Thian lalu mengajar kan cara menggunakan kantong ini, sehingga guru nya sangat senang sekali.


Sang guru pun membawa mereka semua ke kepala sekte,dia hanya mengambil 10 macam saja.


Kepala sekte samgat senang sekali melihat ini.

__ADS_1


__ADS_2