LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
284.MEMBUAT ANAK.


__ADS_3

"Kamu telah melukai kakak ku,sekarang terimalah pembalasan ku, aku Chin nio" kata si gadis sambil mengeluar kan pedang nya.


Kim Thian ", yang salah bukan aku,kakak mu menggunakan senjata api lebih dulu".


"Aku nggak peduli,hiatttt", teriak Chin nio sambil mengayun kan pedang nya.


KIM THIAN mengelak, lalu menotok jalan darah kaku dan jalan darah bisu si gadis, si gadis pun menjadi tidak bisa bergerak.


KIM THIAN mengambil pedang dan menyimpan nya, dia lalu memeluk Chin Nio dan memasuk kan nya ke dunia batin nya yang berisi istana.


KIM THIAN membaringkan Chin nio di kasur, dia lalu membuka semua baju gadis ini dan juga baju nya.


"Aku akan membuat anak melaluimu sebanyak banyak nya,aku ingin anak ku menguasai seluruh dunia dan seluruh alam", kata KIM THIAN sambil melepas kan totokan bisu chin nio.


"Lepas kan aku, apa yang ingin kau lakukan padaku?", Teriak Chin nio.


"Aku hanya ingin meminjam tubuh mu untuk memperbaiki keturunan ku,agar memiliki anak raksasa seperti tubuhmu", kata KIM THIAN .


"Jangan macam macam jika tidak kamu akan tahu pembalasan ku,aku putri mahkota ,pasti akan mencarimu", kata chin nio.


Akhhh. Ahhhh.


KIM THIAN mulai berkultivasi ganda dengan chin nio, sambil mengerah kan kekuatan Roh nya dia mengatur agar benih nya lebih kecil sedikit dari telur Chin nio ,sehingga anak anak nya mewarisi terbanyak gen ibu nya.


KIM THIAN membuat anak dengan dua cara, kesatu mirip bayi tabung tapi di percepat , cara KEDUA yaitu cara normal namun di percepat di perut Chin nio.


KIM THIAN sekarang dapat membuat anak hanya dalam waktu tiga menit, ini semua dari pengalaman nya yang terdahulu.


Dalam satu jam KIM THIAN membuat 120 anak dari gen ibu nya, dia membesar kan nya sampai umur 7 tahun, memberi ilmu silat dan cara berkultivasi, dan mengirim nya ketempat murid murid nya.


Chin nio yang awal memberontak akhir nya diam saja, pasrah.


KIM THIAN lalu mandi dan berpakaian, dia lalu keluar dari dunia batin nya.


Ketika dia baru keluar di jalan beberapa menit, sebuah mobil sport yang sedang melaju menderu-deru berhenti di samping nya.

__ADS_1


Tidak menyangka mobilnya akan berhenti, KIM THIAN menarik jaketnya lebih erat dan berbalik untuk melihat Liu Yi Fei menatapnya dengan mobil sport Lamborghini-nya.


Garis pahanya bahkan lebih terlihat di bawah pencahayaan.


“Naik.” Dua kata itu meninggalkan bibir cantik Liu Yi Fei.


Tanpa membuang waktu, KIM THIAN membuka pintu dan duduk di kursi depan sebelah Liu yi fei.


Suhu tubuh KIM THIAN disambut hangat nya pemanas mobil.


“Apakah Anda mencoba untuk membekukan diri Anda sampai mati dengan mengenakan begitu sedikit baju setiap saat?” Liu Yi Fei menyesuaikan pemanas sedikit lebih tinggi dengan melirik KIM THIAN .


Dia membuka mulut nya tetapi menyadari bahwa dia tidak akan kembali. Pada akhir nya, dia bertanya, “Apa yang bisa saya bantu?”


Liu Yi Fei berhenti, wajah nya yang cantik tanpa cela tampak sedikit lebih ramah. “Aku akan membawamu ke pesta. Kami akan kembali besok. Saya sudah memberi tahu bibi saya, Anda tidak perlu khawatir tidak akan pulang. “


Tidak ada ruang untuk berdebat saat dia menginjak pedal gas dan melaju.


Ketika Kim Thian tersadar, dia sudah berada di belakang wilayah pegunungan dan menaiki jet pribadi Liu Yi Fei ke Negara M.


Kim Thian berseru dalam hati. Ah, dia ditipu.


Jet pribadi Liu Yi Fei terbang di atas New York, mendarat di bandara kota.


Karena ini adalah pesawat pribadi dan mereka tidak perlu transit bersama transportasi lain, penerbangan memakan waktu kurang dari sepuluh jam.


Karena perbedaan waktu antara Negara Z dan Negara M, waktu Negara M sudah enam sampai tujuh malam sementara itu hanya sekitar jam enam pagi untuk Negara Z.


Mereka tepat pada waktu nya untuk jamuan makan.


Kim Thian tidur nyenyak di pesawat. Ini adalah pertama kalinya dia tidur nyenyak sejak dia berpetualang. Pada saat dia bangun, pesawat sudah mendarat.


Menggosok mata nya, Kim Thian bangkit dari bantal manusia yang lembut. Dia meregangkan tubuh tetapi tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Bantal manusia?


Dia berbalik dan terkejut bahwa dia benar-benar tidur di pangkuan Liu Yi Fei.

__ADS_1


Apa yang terjadi?


Dia ingat bahwa Liu Yi Fei tidak menjelaskan situasinya kepadanya setelah mereka naik jet pribadi. Saat dia menatap pemandangan di luar jendela, dia menjadi mengantuk dan tertidur.


Meskipun demikian, dia telah memilih tempat yang empuk dan nyaman di kursi pesawat untuk tidur. Mengapa kepalanya bertumpu di pangkuan Liu Yi Fei ketika dia bangun? Apakah dia memindahkannya ke kakinya?


Kim Thian mengatupkan bibirnya sambil memikirkannya.


Bahkan jika dia telah memindahkannya dari bantalan kursi ke pangkuannya, bagaimana mungkin dia tidak merasakan apapun?


Seharus nya tidak demikian. Bagaimana dia bisa lengah dan tertidur tanpa peduli?


Kamu sudah bangun? Suara merdu Liu Yi Fei datang dari atas nya.


Kim Thian mendongak untuk melihat profil sisi menawan Liu Yi Fei saat dia berbalik, tangan yang adil dan jari-jarinya yang panjang mengacak-acak rambut hitam pendeknya yang agak berantakan. Ada semburat merah di telinganya.


Menelan, Kim Thian mengatup kan bibir nya menjadi senyuman kaku. “Apakah kita sudah di sini?”


“Ya.” Liu Yi Fei mengangguk dan membuka pintu jet. Berbalik, tubuh panjang nya melompat.


Kim Thian membungkuk dan mengikutinya untuk turun dari pesawat.


Ketika dia mendarat, Liu Yi Fei meraih tangannya dan berjalan ke jalan.


Itu mengejutkan Kim Thian dan dia merasa kan tangan Liu Yi Fei sangat lembut sekali.


Dia tidak bisa menunjukkan perasaan apa ini.


Jamuan para elit biasanya dimulai sekitar pukul delapan malam. Mereka masih punya waktu luang.


Sambil tersenyum indah, Liu Yi Fei memegang tangan hangat kecil Kim Thian saat dia membawa mereka ke toko pakaian mewah.


Ini adalah toko ritel perancang busana internasional di New York, mereka jarang menerima pelanggan. Jika ya, pelanggan mereka biasanya adalah orang-orang terkenal.


Saat Yi Fei menarik Kim Thian ke dalam toko, Kim Thian melihat dua pria berusia dua puluhan berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Ketika mereka berdua melihat tangan mereka yang terjalin, mereka tidak bisa berhenti dalam keadaan pingsan sebelum segera pulih dan berjalan ke Liu Yi Fei. “Nona Muda, pakaian resmi nya sudah siap”, kata mereka sambil membungkuk sedikit,


Kim Thian terkejut juga saat melihat mereka berdua. Inilah orang-orang yang berdiri di samping Liu Yi Fei, di kiri dan kanannya, saat dia pertama kali bertemu dengannya sebagai pengawal pribadi nya.


__ADS_2