
Ke esokan harinya ,kim thian dan rombongan berangkat menuju kota raja, disepanjang jalan mereka melihat rakyat yang miskin dan menderita , mereka akhir nya terbang dengan pedang terbang mereka untuk mempercepat perjalanan, 1 jam kemudian sampailah mereka dipintu kota kerajaan dan turun disana.
"Siapa kalian semua,jika ingin memasuki kota,silahkan meninggalkan pedang kalian semua disini" ,teriak para penjaga kota.
"Kami adalah para pejuang dinasty poo yang akan merebut kembali kerajaan kami" ,kata poo kim eng ,yang langsung para penjaga meniup terompet.
"Serbuuuuu" ,teriak para pemuda poo.
Pertempurab pun terjadi dengan seru ,karena para prajurit pada berdatangan dan pintu kota pun ditutup.
“Ayo bunuh semua; meskipun terlalu terlalu banyak musuh. Saya tidak menyangka kita akan mendapat sambutan yang meriah, pada hal kita masih beberapa kilometer jauhnya dari tujuan kita.” kata teriak Poo kim eng dengan penuh semangat, mereka tidak takut kelelahan ,karena telah dibekali pill pemulihan energi oleh kim thian.
Saat dia berbicara, empat perwira musuh berlari ke arah mereka dengan cepat dengan pedang dan tombak besar ditangan. Ketika keempat nya semakin dekat ,ternyata mereka hanya level 15..
“Bang! Bang! Bang ! Bang!”
Dengan cepat keempat nya terbunuh oleh pedang terbang.
Panah ,Api, batu besar dan air ber racun menghujani keluarga poo dari atas benteng yang tinggi nya sekitar 5 meter.
Kulit di wajah Poo kim hong bergetar saat dia mengutuk, “Aku akan menderita kerugian kali ini, bila tidak dibekali pill anti racun oleh kim thian, semuanya minum pill anti racun.” teriak poo kim hong.
__ADS_1
Kim thian berpikir sejenak sebelum berkata, “Para paman, sebaiknya kita berpisah satu sama lain. Aku akan membantu menyerang dari dalam.” kim thian terus merasakan tekanan ketika dia bersama ling ling dengan serangan dari atas ini. Sekarang dia memiliki kesempatan untuk pergi dab dia tidak ragu-ragu untuk membunuh para penjajah.
Kim thian lalu menggunakan ke enam pedang terbang nya diputar seperti baling baling sehingga tidak ada air yang masuk ,lalu terbang keatas tembok kota diikuti kedua orang tuanya dan kedua paman dan bibi nya, Mengeksekusi semua para prajurit, kim thian melonjak dan meninggalkan benteng setelah membunuh semua prajurit ,. Dia meloncat kedalam kota dan melewati para prajurit yang seperti semut,meloncati kepala para prajurit sambil membunuh .
Kim thian mengeksekusi prajurit didekat nya dengan pedang ditangan kanan dan memblokir semua serangan para prajurit dengan 5 pedang terbang nya. Dia terbang dengan cepat ke depan dengan diikuti keluarga nya .
Tiba tiba ada Serangan dari empat jendral musuh yang level 30 menyerang Perisai pedang terbang tanpa henti. Segera, retakan yang tak terhitung jumlahnya terlihat dari pedang besar dari para jendral, sebab yang diserang nya adalah pedang pusaka, meskipun pedang mereka juga dari baja pilihan ,namun tetap kalah kuat ,hanya saja untung nya pedang mereka besar dan tebal, jadi tidak sampai putus.
Poo kim eng dan anak anak muda berdiri di atas rembok kota dan melihat kim thian telah memancing pergi keempat jendral ,“Kakak kim thian, kamu yang terbaik dan terlalu baik!” teriang Ling ling sambil terjun kebawah menyerang para prajurit diikuti semua orang.
Blang!
“Ding!”
“Puci!”
Tiga dari Jendral yang mengeroyok kim thian berteriak sedih. Luka parah muncul di masing-masing tubuh mereka. Darah menyembur dan akhir nya kepala mereka terpenggal kareba pedang mereka telah hancur.
Ketika Li ming melihat Tiga jendral telah mati dan terpenggal kepaa nya, senyum di wajahnya membesar dengan penuh sukacita. Tatapan aneh melintas di mata libme saat dia melihat metinya 3 jendral dan kaget, “Saya tidak berharap kakak kim thian sangat hebat" ,katanya.
Setelah tiga dari jendral terbunuh, tekanan pada kim thian berkurang secara signifikan. Dia mengeksekusi para prajurit dan sepenuhnya juga berusaha membunuh jendral terakhir yang nampak nya mulai ketakutan dan berlindung di balik serangan para prajurit nya.
__ADS_1
Setelah membunuh jendral terakhir dengan pedang terbang nya memeriksa arah, kim thian terus meloncat dari para kepala prajurit sambil membunuh dan menuju ke kota raja yang masih jauh. Dia melirik sekilas ke para keluarga nya yang Ber Perang yang jauh dan dekat pintu gerbang yang membantai para prajurit sehingga membuat banyak musuh nya bergidik ngeri.
Ada Ayah dan ibu nya dengan baju besi emas. Cahaya keemasan yang menyilaukan terpancar dari tubuh mereka, mereka memegang pedang emas sepanjang tiga meter di tangan kanannya dan pedang pendek merah sepanjang satu meter di tangan kirinya membantai prajurit didepan.
Mereka melompat dari satu kepala prajurit yang satu ke prajurit yang lain meniru dirinya. Ketika dia menyapu dengan pedang panjangnya, itu seperti dewa dan dewi perang yang melakukannya,mereka nampak saling bekerja sama saling melindungi. Melawan segala sesuatu di dekatnya, darah disemprotkan ke mana-mana. Satu per satu, dia menjatuhkan musuh dan perwira ,juga para jendral.
Tidak jauh dari mereka ,nampak para paman dan bibi nya juga berpasangan mencontoh orang tua nya, mereka membantai para prajurit tanpa ampun dengan sekali tebasan terkadang 3 orang terbunuh.
Orang tua nya tampaknya merasakan tatapan Kim thian. Dia menoleh dan memberi kim thian senyuman.
Kim thian dengan cepat terbang kedepan dengan ke 5 pedang terbang nya sambil membantai para prajurit. Setelah setengah jam terbang, kim thian sudah bisa melihat siluet istana, Karena dia tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian, dia terus terbang menerobos kepungan ,entah berapa ribu prajurit yang sudah terbunuh.
Dia melihat Istana yang menjulang tinggi dengan tembok nya yang setingi 10 meter ,dijaga ketat oleh musuh ,dengan panah ,kayu besar ,batu besar ,dan entah apa lagi yang tersusun diatas benteng.
Setelah kim thian mendarat, dia segera mendengar tangisan menyedihkan dari para prajurit yang terluka oleh nya di sekelilingnya.
Semakin jauh dia berjalan, semakin menakutkan serangan yang datang dari atas tembok ,karena ternyata ada minyak yang mendidih juga ,tidak perduli ada prajurit yang menjadi korban, kim thian dengan hati-hati melompat ke atas pohon besar yang satu ke atas pohon besar yang lain sehingga lolos dari siraman minyak dan air panas, yang celaka para prajurit yang mengejar nya ,sudah ribuan yang menjadi korban ,banyak jeritan yang menyedih kan terdengar. Dia benar-benar bergerak cepat ,setelah melihat mereka kehabisan minyak dan air panas ,ia pun terbang dengan perlindungan ke 5 pedang terbangnya.
Sekarang dia ada diatas tembok membunuh para penjaga yang berjumlah ribuan, setiap langkah yang dia ambil sangat berbahaya namun penuh perhitungan. Jika dia tidak perhatian, dia akan dibunuh dengan minyak mendidih, kim thian tidak berani ceroboh. Dia melepaskan Sense Spiritualnya saat dia mengelilingi tembok istana sambil membunuh semua penjaga nya.
Karena istana ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi raja dan para pembesar nya, ia mendengar hiruk pikuk suara teriakan para jebdral memberikan perintah , kimthian melihat sekelompok besar pembesar berkumpul di pintu masuk istana pusat yang besar dan megah, ahh ,ternyata dulu istana nya atau kerajaan nya lebih megah dari istana mongol.
__ADS_1
“Saya akhirnya tiba. Perjalanan ini sangat berbahaya. Saya telah melihat banyak prajurit telah mati dengan menyedihkan. Betapa menakutkannya. sebuah peperangan hanya untuk memuaskan ambisi para bangsawan dan rajanya”