LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
29.MENDAPAT PENCERAHAN


__ADS_3

Kim Thian tadi malam mendapat pencerahan dari perkataan putri Lin Lin , jika kebahagiaan dan sukacita berasal dari pikiran kita sendiri ,berarti begitu juga dengan ilmu silat , kita bisa menyempurnakan ilmu ilmu kita juga berasal dari kita sendiri ,maukah ilmu kita sempurna atau tidak berasal dari diri kita sendiri ,jika kita malas mencari inti dari ilmu kita ,maka kita hanya mendapat kan kulitnya saja, hanya gerakan kosong dan indah saja tapi tidak mematikan ,ia langsung masuk kedunia dimensi nya, ketika melihat ayah dan ibunya berlatih ,ia secara diam diam masuk kamar dan bermeditasi ,mencari rahasia dari setiap ilmunya ,mencari inti dari setiap ilmunya ,dari ilmu pedang ,ilmu pukulan ,ilmu tendangan , ilmu golok ,ilmu melempar senjata ,ilmu meringankan tubuh ,ilmu berlari cepat,dan lain lain ia teliti semua , dalam waktu sebulan ia sudah mendapat kan pencerahan , setiap ilmu pasti membutuhkan satu kesatuan , misalnya sempurnanya gerakan kita dipadu dengan tenaga dalam dan dipadu dengan kecerdikan kita dan dipadukan dengan kejelian mata kita , maka kita tidak perlu memboroskan banyak tenaga ,hanya perlu sedikit tenaga kita sudah dapat mengalahkan musuh dan bahkan membunuhnya jika perlu , begitu pula dengan ilmu meringankan tubuh ,hanya perlu sedikit tenaga saja kita sudah dapat bergerak dengan sangat cepat , lain bila kita kebanyakan tenaga dalam ,sudah boros dan tidak cepat lagi ,karena tidak tepat menggunakannya .


Contohnya pisau ,disaat kita mengiris ,kita hanya perlu menggunakan tenaga sedikit maka kita bisa mengiris sayur dengan cepat ,karena yang kita butuhkan adalah pisau yang tajam.


Begitupun dengan ilmu pedang , kita tidak perlu memakai tenaga berlebihan , kita hanya perlu kejelian mata kita ,kita hanya perlu kecepatan kita untuk menyarangkan pedang kita pada tempat yang kosong ,bukan pada tempat yang dijaga ketat di oleh musuh.


bulan kedua ia sudah mencapai dua kali dari biasanya ,bulan ketiga meningkat 5 kali semua ilmu ilmunya ,bulan keempat ia sudah mencapai 10 kali dari biasanya .


suatu contoh ,meringankan tubuh, ia hanya perlu sedikit tenaga saja maka sudah dapat melayang seringan kapas, secepat melebihi cahaya.


Setelah istirahat sejenak ia lalu keluar dari dunia dimensi untuk mengikuti kedua putri itu.


bisiknya karena dia telah mimpi tertangkap dan dihadapkan kepada tuan Muda perampok! Ketika


mendapat kenyataan bahwa matahari telah naik tinggi, dia menoleh kepada Lan lan .


“Haiii, adik Lan! Bangun! Sudah siang...!” Dia mengguncang pundak adik nya itu.


Lan lan terbangun dan bangkit duduk, menahan kuapnya dengan punggung tangan kiri. “Wah,


keenakan tidur, enci Lin. Rasanya malas untuk bangun!”


“Hushhh, jangan malas! Matahari telah naik tinggi dan kita masih enak-enak tidur di sini. Perjalanan masih


amat jauh, mari kita lanjutkan, adikku.”


Ceng Ceng sudah bangun berdiri dan kini teringatlah dia akan keadaan mereka. “Aihhh, hampir aku lupa


bahwa kita adalah pelarian yang dikejar musuh! Mari, enci Lin”


Ketika dua orang dara itu melanjutkan perjalanan, tiba-tiba Lan lan memegang lengan puteri dan

__ADS_1


berbisik sambil menuding ke kanan, “Lihat itu...!”


Lin Lin menengok, dan sang puteri menutupkan tangan ke depan mulut menahan jeritnya. Tidak jauh


dari situ tampak tubuh seorang laki-laki setengah tua rebah di atas tanah, telah menjadi mayat dan


mukanya yang terlentang itu memperlihatkan sepasang mata yang terbelalak lebar tanpa sinar. Di


tenggorokan orang itu tampak luka berlubang dan darah masih menetes dari luka itu, tanda bahwa orang


ini belum lama terbunuh.


“Dan di sana itu... lihat, enci!” Kembali Lan lan berbisik.


Kakak nya menengok dan makin terkejut karena di sebelah kiri, hanya terpisah belasan meter dari


situ, juga tampak sebuah mayat yang lehernya berlubang! Mereka berdua saling pandang, kemudian Lan lan menggerakkan kedua kakinya, tubuhnya mencelat ke atas pohon besar dan dari tempat tinggi ini


Namun tidak tampak bayangan seorang pun manusia dan dari tempat tinggi itu dia melihat bahwa bukan


hanya ada dua orang mayat di situ, melainkan ada delapan belas orang! Delapan belas orang telah mengurung tempat


dia dan kakak angkatnya tidur tadi dan kini delapan belas orang itu telah mati semua dengan leher berlubang,


mungkin terkena senjata rahasia yang ampuh! Setelah yakin bahwa tidak ada orang lain di sekitar tempat


itu, dia turun lagi dan menceritakan kepada kakak nya apa yang telah dilihatnya dari tempat tinggi


tadi.


“Ahhh, kalau begitu, tentu mereka itu musuh yang tadinya mengepung kita, dan ada sahabat yang telah

__ADS_1


menolong kita,” kata sang puteri.


Lan lan mengangguk-angguk, akan tetapi alisnya berkerut. Dia juga dapat menduga demikian, akan


tetapi hatinya tidak senang kepada penolongnya yang bersikap rahasia itu! Kalau memang orang


bersahabat, mengapa tidak menolong secara berterang? Pula, dia pun belum dapat yakin benar bahwa


delapan belas mayat itu adalah pihak musuh.


“Lebih baik kita cepat pergi dari sini, enci,” katanya. Lin Lin hanya mengangguk, dan berangkatlah


mereka melanjutkan perjalanan dengan cepat meninggalkan tempat yang mengerikan itu.


Sore hari mereka tiba di sebuah dusun yang terpencil, sebuah dusun yang cukup besar di kaki gunung.


Karena letaknya yang terpencil ini, maka dusun itu agaknya menjadi pos peristirahatan mereka yang


melakukan perjalanan di daerah itu, dan di situ terdapat pula sebuah rumah penginapan sederhana dan


sebuah warung nasi. Karena merasa ngeri dengan pengalaman mereka tadi, dua orang gadis itu


mengambil keputusan untuk bermalam di rumah penginapan.


Para pelayan rumah penginapan hanya sebentar memandang dengan heran karena dalam keadaan kacau


seperti itu, daerah yang sering kali terjadi perampokan ,terlalu sangat mengherankan jika melihat dua orang gadis yang berpakaian seperti


petani biasa dan memakai caping lebar, melakukan perjalanan berdua saja.


Banyak sudah wanita-wanita muda yang ketakutan akan perampokan dan pemerkosaan.

__ADS_1


__ADS_2