
Kim Thian terus menerus membunuh semua kelelawar yang datang tanpa henti ini, untung nya tubuh si kelelawar besar besar, jadi yang datang hanya dua atau tiga, tidak bisa gerombolan.
Mayat mayat kelelawar ber tumpuk tumpuk di depan gua dan di dalam gua, untuk menghindari ter jebak oleh mayat kelelawar ini, dia bergeser semakin kedalam.
Ter kadang dia menendang mayat kelelawar ini di kumpul kan jadi satu dengan yang lain, kadang dia tendang kepinggir agar tidak gelap.
Semakin kedalam gua, ruangan nya semakin lebar, dan kelelawar yang menyerang pun ber tambah menjadi empat.
Kim thian tidak kenal kasihan, kelelawar besar atau kecil semua dibunuh nya tanpa ampun, dia sampai bergerak cepat mendahului kelelawar nya.
Jadi,ada kelelawar yang masih di atas stalagtit juga dia bunuh tanpa kenal ampun, ter nyata di dalam sangat lebar sekali, maka nya banyak kelelawar raksasa disini ber kembang biak.
Ruangan ini sekitar 100 meter lebar nya ,ini terus kedalam gua semakin lebar dan semakin tinggi .
Kim thian juga melihat tulang tulang disini lumayan banyak, dia menduga sekelompok manusia purba ini melarikan diri dari kejaran hewan purba, mereka masuk ke gua, tapi diserang para kelelawar ini.
__ADS_1
Kim thian akhir nya mengeluar kan enam pedang terbang nya untuk mengimbangi banyak nya kelelawar yang menyerang.
Kim thian pun melayang mendekati para kelelawar dan menebas dan Qi nya ber bentuk bulan sabit memotong lima enam kelelawar .
Setiap kali dia menebas paling sedikit tiga kelelawar ter potong, satu jam kemudian semua kelelawar baru habis dia bunuh.
Kim Thian kembali kedepan mulai lagi memanan inti Qi,cincin,pedang dan inti hewan kelelawar.
Satu hari penuh dia bekerja memanen semua nya yang ada disini.
Ke esokan hari nya Kim thian bangun, dia terus ber jalan kedalam gua,100 meter kemudian.
Di kejauhan dia melihat sebuah cahaya luar biasa bersinar terang.
Lima cahaya yang bersinar ,itu ber warna merah, biru, hijau, kuning, dan ungu meluncur keluar dari dalam gua.
__ADS_1
Dari jauh, itu tampak seperti awan berwarna pelangi yang muncul dari kedalaman kegelapan, tampak mengejutkan, kaya dan sejernih kristal.
Itu adalah tambang batu permata raksasa yang belum pernah ada sebelumnya, nilainya tidak terhitung.
Ada pilar kristal yang sangat besar dan menjulang, dan ujungnya setajam pedang. Pilar-pilar ini miring dalam pola silang-silang, menyebar selebar hutan, berdiri tinggi dan kuat.
5 meter sebelum tambang permata ini, ada dua kerangka, yang satu Raja purba yang bisa dilihat dari mahkota nya, sedang kan satu nya lagi Raja kelelawar yang lagi menggigit leher Raja, sedangkan pedang raja menembus jantung si kelelawar.
Di kedua kerangka raksasa ini mengambang inti Qi yang besar dan inti Hewan yang juga besar.
Kim Thian mengambil ke dua inti ini dan menyimpan nya kedalam dunia batin nya.
Kim Thian pun mulai memanen semua tambang permata yang ada disini, ada berlian putih purba, berlian merah, berlian hitam, ber lian hijau, berlian kuning, berlian ungu, dan berlian biru.
Yang sudah ber bentuk pilar pilar dia memotong nya di bagian bawah nya dengan cara menekuk nya, dia memakai pedang purba tapi tidak tergores sama sekali.
__ADS_1
Sedangkan yang rata di dinding dan lantai, dia menggempur nya dengan Qi yang di padat kan nya, itu melepas kan lapisan lapisan permata ,satu lapis tebal nya ada yang dua senti, ada yang lima senti, ada yang tiga senti.