
Sedang kan Lan lan menyimpan ikan yang ditangkap nya kedalam cincin penyimpanan.
Mereka ber tiga lalu berjalan bersama, Kim thian didepan membuka jalan dengan pedang api di tangan, karena hutan ini sangat lebat, rupanya belum pernah di jamah orang, Kim thian harus membabat semak semak di depan nya, biar cepat akhir nya ia mengeluar kan 4 pedang lagi dan menyuruh ke empat nya terbang membuka jalan di depan nya.
Sesekali ada ular besar atau kecil yang ber lari, dan itu membuat Lin lin dan Lan lan takut ,tanpa dia sadari memegang tangan kiri Kim thian.
Bagi Kim thian ini biasa biasa saja ,karena ia masih kecil ,jadi belum mengenal artinya cinta, dengan Ling ling sepupunya pun kadang saling berpelukan.
Banyak binatang buas yang mereka temui, namun Kim thian menangkap nya dan nemasukkan nya ke ruang di mensi Roh nya, dan ini membuat ke dua gadis ini heran, lalu Kim thian menjelas kan nya.
"Bagaimana kalau kalian masuk ke ruang dimensi ku dulu ,sementara aku membuka jalan ,atau aku langsung terbang ke kota raja ,sementara kalian bisa ber kultivasi disana ,di dunia nyata sehari ,di dunia ROH ku setahun lho, sehingga jika kita sampai di kota raja, level kultivasi kalian sudah tinggi".
__ADS_1
"Itu sangat bagus sekali, kenapa dari kemarin kemarin kamu diam saja?".konentar Lan lan..
"Aku mau, masuk kan aku ke dunia batin mu". kata Lan lan bersemangat ...
"Soal nya kita kan baru kenal, sedang kan untuk membawa ke dunia ROH ku ,aku harus memeluk kalian berdua"....kata Kim thian, untuk menakuti mereka ,dan juga ini kesempatan bisa memeluk dua orang gadis cantik ,yang mungkin paling cantik didunia.
"Gak pa pa, cepat masuk kan kamu ke ruang dimensi Rohmu" kata Lan lan, maklum ia masih 13 thn, jadi masih belum mengenal kata cinta dan mencintai ,hanya rasa tertarik dan suka kepada Kim thian yang telah banyak membantu nya ,dan juga memberi pedang terbang yang tidak mungkin dibeli dengan uang, karena didunia ini yang punya Kim thian. Begitu pun dengan Lin lin yang mengangguk, memiliki pikiran yang sama dengan Lan lan.
Mungkin merasa agak pusing, mereka memeluk kim thian dengan kedua tangan nya dan sangat erat, maklum bagi mereka yang belum terbiasa agak pusing bila dibawa pindah dimensi.
Ada setengah jam mereka memeluk kim thian sambil menutup mata, jika khim thian tidak berkata ,mungkin mereka tidak akan melepas pelukan nya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai, tapi maaf ya, ruang Dinensi ROH KU belum ada rumah nya, karena baru saja aku membuat nya".
Lan lan dan Lin lin lalu melepas kan pelukan nya, dan mereka melihat kekanan ,kiri ,depan dan belakang. Sedang kan Kim thian mengeluarkan tenda untuk mereka tidur jika lelah, setelah memasang nya ia juga nengeluarkan kasur yang paling bagus dan mahal yang dibeli nya dikota, bantal dua dan guling juga dua, tidak lupa selimut.
Lalu ia juga mengeluarkan peralatan memasak ,bumbu bumbu ,serta persediaan daging nya.
"Wahhhhh, lengkap sekali ,ada peralatan memasak segala" .komentar Lan lan..
"Harus lengkap dong, kalau ingin bepergian jauh , oh ya, kalian sekalian berlatih pedang terbang ya, suruh saja pedang mu terbang sekitar seper empat meter dari tanah kalu kalian naik ke atas nya, dan suruh pedang terbang pelan pelan supaya kalian bisa belajar menyeimbang kan tubuh kalian". nasehat Kim thian...
"Ya boss!!!". kata mereka serempak
__ADS_1