LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
24.MULAI BERPETUALANG.


__ADS_3

"Wah kakak sudah keluar, mana pil nya, kakak kan sudah janji? ".


"Ha ha ha, kamu masih ingat ya" .


"Huh, aku tidak akan pernah lupa pada janji mu" .


"Ini pil nya, kakak tidak akan pernah lupa pada janji kakak", sambil mengeluar kan 3 pot pil super dan langsung memberikan nya pada Ling Ling .


"Wah ,banyak sekali, kakak baik deh".


"Oh iya, kakak sekalian pamitan pada mu, kalau hari ini kakak akan pergi mencari paman dan bibi yang lain nya."


"Aku ikut kak".


"Aih, kamu masih kecil, tidak boleh ikut ,belajar dengan rajin dulu menggunakan tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuh, terutama pelajari dan latihlah ilmu pedangmu sampai kamu mengerti pada inti sari dari ilmu pedangmu."


"Ihhh, kakak pelit DECH"...


"Bukan pelit ,tapi demi kebaikan mu sendiri, kalau kmu ikut kakak, tidur ,latihan dan makanmu pasti tidak teratur, sebab kakak berkelana mencari para paman dan bibi yang terpencar ,entah berapa tahun waktu yang dibutuhkan" .


"Baiklah ,aku mengikuti nasehatmu dan akan berlatih sekuat tenaga dan kakak juga harus berjanji akan berlatih meningkatkan level kakak . "


"Jangan khawatir ,kakak pasti berlatih agar lebih kuat lagi, kakak pamit dulu ya dan sekalian pamit kan kepada ibumu juga , selamat tinggal Ling Ling . " sambil mengerahkan jurus memindah raga menuju hutan ,dalam beberapa detik dia sudah pindah dihutan yang jarak nya sekitar 30 kilo meter dari rumah Ling Ling .


"Tringgg ,tranggg , crassss.."


"Ehhhh, sepertinya ada pertempuran disebelah dalam hutan. " maka dia pun berlari dengan cepat melebihi kecepan cahaya menuju suara itu..


Setelah sampai ia langsung sembunyi di atas pohon mengintai , terdengar suara melengking tinggi berulang-ulang, suara itu datangnya dari arah barat, selatan, timur dan utara. Suara


melengking yang agaknya keluar dari orang yang terkena babatan pedang, terdengar teriakan-teriakan dan kegaduhan hebat di luar kereta joli yg terkepung rapat oleh ribuan orang,


ia melihat ratusan anak panah berapi datang bagaikan hujan menyerang tempat itu!

__ADS_1


Di sana-sini sudah terjadi kebakaran pada tenda-tenda dan keadaan menjadi kacau. Para prajurit yang


baru saja terbangun dari tidur dan dalam keadaan panik, lari ke sana ke mari sambil menangkis hujan panah,.


Pasukan-pasukan 500 an disusun dan dibagi empat, menghadapi serangan dari


empat penjuru itu, pihak musuh yang menyerang dari empat penjuru, dan terjadi pertempuran


yang amat hebat. Perang yang terjadi itu amat kejam dan dahsyat, namun sungguh tidak


menguntungkan pihak pasukan .


Mereka sebagian besar masih kaget , masih nanar dan


agaknya pihak penyerang lebih tangkas dan lebih biasa dengan pertempuran di dalam hutan .


Selain itu, segera didapatkan kenyataan yang mengejutkan bahwa jumlah musuh luar biasa banyaknya,


jauh lebih banyak dari pada jumlah pasukan yang lima ratus orang itu. Juga di pihak musuh banyak


Perang tanding mati-matian itu terjadi sampai hampir pagi.


Ia melihat orang yang didalam tandu ternyata dua orang gadis yang sangat cantik berumur dua belas dan tiga belas tahun yang siap dengan pedang di tangan,satunya yang juga memegang pedang. Ada beberapa orang musuh dapat menyelundup


masuk dan gadis yang lebih muda sudah merobohkan empat orang musuh, sedangkan yang lebih tua sendiri yang


selama hidupnya belum pernah bertempur, apa lagi membunuh orang, terpaksa membunuh seorang lakilaki tinggi besar yang hendak menangkapnya. Kini dengan muka pucat dan tubuh menggigil puteri itu


memandangi korbannya. Pedangnya tertinggal di dalam perut korban itu karena merasa terlalu ngeri untuk


mencabut pedangnya!


Tiba-tiba seorang kakek datang dengan muka agak pucat. Seluruh pakaian kakek itu berlumur darah, dan

__ADS_1


mukanya penuh keringat. Pedang di tangan kakek ini pun penuh berlepotan darah dan kelihatannya dia


lelah sekali.


Seperti juga para prajurit dan para pimpinan, kakek ini telah ikut berperang dan mengamuk


seperti seekor harimau.


“... cepatlah persiapkan diri dan tuan puteri! Kita harus melarikan diri, pihak musuh terlalu kuat!”


“Apa? Melarikan diri? Tidak, !” gadis yang lebih muda membantah marah. “Biarlah kita melawan sampai titik


darah terakhir!”


“Hushhhhh! Kau kira kakekmu ini pengecut? Kita tidak boleh memikirkan diri sendiri, kita harus


menyelamatkan sang puteri!”


Barulah gadis itu teringat. Dia menoleh dan melihat Sang putri berdiri pucat memandang orang yang


telah ditusuk perutnya dengan pedangnya itu. Orang itu masih berkelojotan di depan kakinya!


“Bagaimana kita bisa melarikan sang puteri, kongkong? Tempat ini sudah terkurung.”


“Cepat, kalian berdua pakai pakaian ini dan mari ikut dengan aku!” Kakek itu memberikan dua stel


pakaian petani kepada dua orang gadis itu dengan nada memerintah. “Sekarang yang terpenting adalah


menyelamatkan tuan puteri. Ini sudah diatur oleh kami, komandan pasukan dan aku sendiri.


Kita berdua harus dapat mengawal dan menyelamatkan puteri keluar dari tempat ini!”


Dua orang gadis itu tidak banyak membantah lagi, lalu mengenakan pakaian petani yang agak kebesaran

__ADS_1


itu, menutupi pakaian mereka sendiri, menata rambut seperti model laki-laki sambil ditutupi dengan topi.


__ADS_2