LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
132.MENGIRIM UNDANGAN.


__ADS_3

“Li’er.” Ketika Kim thian datang ke taman bunga, dia mengejar Gong Li dan meraih lengannya, menarik dan memeluk nya.


dia berhenti.


“Apa?” Gong Li melihat ke tampang jahatnya itu dan tiba-tiba ingin menggambar beberapa kura-kura di sana,


melihat apakah seperti itu, apakah masih akan ada wanita yang melompat ke pelukannya atau tidak.


“Kamu marah?” kata Kim thian.


“Ah? marah apa? Untuk apa marah?”


Kim thian memegang tangan Gong Li, tidak membiarkannya bergerak dalam pelukan nya, “Jika kamu tidak marah, lalu kenapa kamu pergi begitu saja?".


Gong Li memutar matanya ke arahnya dan berkata, “Aku hanya akan mengambil undangan untuk kubagi kan pada mereka" .


" kalau begitu mari kita pergi bersama". Kata Kim thian.


Situasi sebenar nya, bukankah seharusnya seseorang cemburu dan marah? Baru saja, dia jelas merasakan dia kesal.

__ADS_1


“Apakah kamu akan pergi atau tidak?”


“Keke, pergi, ayo pergi.” Kim thian batuk sekali.


Keduanya pergi ke kamar tidur untuk mengambil udangan .


Kemudian kembali ke ruang makan mengambil tempat duduk mereka. Gong Li membiarkan Kim thian membagikan undangan yang telah di beri nama.


“Undangan , sejak kapan putri Gong Li dilamar orang?” Li bing bing membuka undangan dan membaca nya.


Nada riuh pun terdengar lah, “Bukankah ini terlalu cepat menikah nya? Putri Gong Li sejak kapan anda bertunangan, kenapa kami tidak di undang?”


Bagaimana tidak dengan wajah masam jika seseorang yang mereka sukai dan mereka kejar akan menikahi orang lain?


Mereka tidak mengerti.


Mereka merasa datang terlbat dan keduluan orang lain.


“En, ngomong-ngomong, Kenapa cepat sekali menikah nya?" ,Tanya semua orang.

__ADS_1


"Kalau sudah cocok,ya langsung saja, buat apa nunggu terlalu lama?" ,Jawab Gong li.


“Karena yang laki-laki masih muda, baru 16 tahun, demikian juga yang gadis juga 16 tahun ,umum nya menikah jika yang gadis 18 tahun ,sedang kan yang pria 20 tahun?”.


Kata-kata Li bing bing membuat wajah Gong Li memerah. Maknanya juga sangat jelas, jika mereka ingin merebut Kim thian, itu semua hanya alasan mereka saja untuk memisah kan dia dan Kim thian.


"Memang nya berbeda jika menikah sekarang atau nanti, dan juga apa hubungan nya pernikahan kami dengan kalian?" , tanya Gong Li dengan sabar.


"Jelas berbeda, jika menikah di usia muda banyak tantangan yang terjadi, dan tentang hubungan, ini tidak ada hubungan nya sih, hanya sebagai teman kita wajib memberi tahu " ,kata Li bing bing.


Meski mampu menghindari perzinahan, nikah muda tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, pernikahan di usia muda cenderung memiliki banyak tantangan dan memiliki beragam risiko jika tidak dipertimbangkan secara matang.


Alasan lainnya adalah terkait perekonomian. Beberapa orang tua memilih untuk menikahkan anak perempuannya yang masih belia dengan pria dewasa yang memiliki perekonomian mapan dengan harapan anaknya dapat memiliki kehidupan yang lebih layak kelak setelah menikah.


Kesadaran untuk nikah muda juga lahir dari muda-mudi yang ingin memiliki anak lebih cepat. Mereka menganggap dengan memiliki anak di usia muda, jarak usia dengan anak menjadi tidak terlalu jauh, sehingga anak diharapkan dapat lebih dekat dengan orang tua selayaknya teman.


Pasalnya, banyak tekanan yang akan menghampiri pasangan muda yang telah menikah mulai dari masalah finansial, kesiapan mental, tekanan sosial, hingga kurangnya pengalaman dalam menghadapi masalah pernikahan.


Sedang kan Kim thian sendiri ,dia menikah karena ingin membentuk pasukan secepat nya menyerbu markas iblis yang saat menguasai pemerintahan pusat para dewa.

__ADS_1


Dia juga menduga para iblis sedang mempersiap kan diri untuk menguasai seluruh alam dewa.


__ADS_2