
Kim Thian sangat telaten sekali memanen semua inti Qi, dia tidak ingin menyisakan satu pun ditanah, entah untuk apa nanti nya semua inti Qi ini, dia sebelum pergi memberikan inti Qi level 10000 kepada ayah dan ibu nya.
Kim Thian menemukan inti hewan yang dia temukan warna nya ber beda beda, mungkin hewan nya juga ber beda.
Dia juga menemukan kerangka Rajawali, elang, dan hewan terbang lain nya, dia mengambil cakar dan paruh dan inti hewan nya, sisa nya dia buang.
Kim Thian hampir dua hari memanen semua nya, ternyata semua kerangka ini menuju ke dalam gua yang besar.
Dia berdiri di depan pintu masuk gua yang besar ini, seseorang bisa merasakan embusan angin dingin yang menusuk tulang. Di tebing ini, ada kelembaban tinggi dan kabut tebal, namun gua itu begitu kering dan dingin sehingga hanya dengan berdiri di pintu masuk sebentar, keringat seseorang benar-benar kering.
Bentang alam karst gua adalah hasil dari akumulasi miliaran tahun, membentuk stalagmit yang bergabung bersama dengan stalaktit dan bunga batu untuk membentuk pilar pilar.
Ketika cahaya bersinar ke dalam gua, patung-patung alam ini seperti mengidam giok yang indah, berkilauan dalam segala keindahannya.
Sangat disayang kan sekali, itu di kotori oleh tulang tulang yang berserakan.
Lebar gua itu tidak seragam; di beberapa bagian, itu selebar taman bermain kecil sementara ruang sempit hanya bisa memungkinkan dua orang purba untuk melewati sekaligus.
__ADS_1
Di depan gua dan kekanan di penuhi pohon anggur hijau yang sebesar buah melon.
Kim Thian tetap mengumpulkan inti Qi , hanya saja inti hewan disini sangat berbeda, jika dilihat dari bentuk kerangka nya ini kelelawar penghisap darah.
Kim Thian pun menjadi sangat waspada sambil memanen semua nya, sedang kan tulang nya dia lempar kan keluar gua.
"Cittt!"
Kim thian langsung mengambil pedang besar ditanah dan menebas kan nya ke arah bayangan hitam besar yang menyerang nya,
bayangan ini terbelah dua dan jatuh ketanah.
Jeritan bisa terdengar sangat nyaring dari bayangan hitam saat menyapu melewati nya.
Bayangan hitam tu langsung hampir diiris menjadi dua, namun tetap bisa terbang dengan kecepatan tinggi sampai menabrak stalagmit. Stalagmit hancur berkeping-keping saat jatuh ke tanah.
Di tumpukan puing, sepasang sayap hitam bisa terlihat. Itu benar-benar kelelawar raksasa!
__ADS_1
Kim thian langsung menghampiri kelelawar ini dan mengambil inti hewan nya.
Dia merasa bahwa gua semakin gelap dan diikuti oleh bau amis. Dia mengangkat kepalanya.
10 ekor kelelawar besar hitam muncul di depan nya, ada juga yang masuk dari pintu gua.
Suara kepakan sayap bisa terdengar saat sepetak hitam semakin dekat.
Melihat lebih dekat, mereka menyadari bahwa itu adalah kelelawar yang lebih besar, dengan masing-masing kelelawar besar di luar imajinasi. Bahkan kelelawar raksasa dari sekarang dianggap kecil jika dibandingkan dengan kelompok ini.
Kelelawar kelelawar itu memiliki sedikit bulu emas di daerah perut mereka, sepasang mata ber warna hijau giok dan gigi depan tajam mirip gigi tikus.
Kelelawar kelelawar dipenuhi dengan amarah disaat melihat bangkai teman nya dan mengepakkan sayap mereka, sekali lagi mengaduk bau busuk berdarah.
Kim thian menyiap kan pedang besar nya yang hampir dua meter dan berat hampir 100 kg, lebar nya setengah meter, itu sangat tajam sekali, sebab sekali tebasan ringan sudah membelah si kelelawar.
Kim thian sangat di untung kan dengan pedang panjang dan besar ini, dia mengambil satu lagi, dengan dua pedang, dia menyerbu kelelawar yang datang dari pintu dan membunuh nya dengan sekali ayunan ringan.
__ADS_1
Kim Thian pindah pindah tempat dengan sangat cepat, kedepan dan kebelakang membunuh setiap kelelawar yang mendekat.
Kelelawar kelelawar ini se akan akan tidak ada habis nya, di bunuh lima datang sepuluh, dubunuh 10 datang 20, yang paling banyak dari dalam gua.