
Sedang kan semua Poo family sudah tahu, bahwa semua yang berasal dari Kim thian pasti ber kaitan dengan kultivasi, begitu mereka menerima apel, mereka langsung memakan nya, ini pun mereka masih terkejut karena satu apel bisa meningkat kan kultivasi mereka sebanyak 100 level.
Paling seru adalah arena pertandingan ,per saingan di arena sangat ketat, namun Li bing bing selalu menjadi juara yang pertama.
Sedang kan yang ke dua sampai ke empat di raih oleh teman teman Li bing hwa, para pemuda bangsawan tidak ada yang bisa menyaingi.
Pill pill nya pun di bagi kan kepada para pemenang.
Dengan ada nya anggur dan pill, nama Kim thian semakin terkenal, baik oleh kaum muda ,maupun oleh kaum tua nya.
Per jamuan pesta terus ber lanjut hingga sore hari ,barulah semua undangan pulang semua dengan perasaan sangat puas sekali.
__ADS_1
Sedang kan yang sudah memenang kan pill, mereka sudah meminum nya langsung, mungkin mereka takut di rampok di tengah jalan.
Kim thian dan Li bing hwa ber jalan menuju kamar pengantin mereka dan menutup pintu nya.
Tangan Kim thian meraih Li bing hwa ,dia membuka kerudung nya ,wajah nya yang sangat cantik lagi ber cahaya, wajah nya memerah karena agak mabuk ,habis minum anggur terlalu banyak, mata nya ter pejam , bau anggur yang sangat keras keluar dari mulut nya.
Dia mem buka baju nya, pakaian dalam yang merah menyala pun langsung ber sinar, dia memuka tali nya dan baju dalam pun meluncur ke bawah, memperlihat kan sepasang seputih salju yang berdiri dengan bangga seperti diukir dari batu giok, ini membawa Kim thian pergi dalam fantasi hayalan nya.
Li bing hwa se akan akan tidak merasa kan ini semua, mata nya tetap ter pejam.
Dia seperti dewi yang dipahat dari batu giok atau marmer putih.
__ADS_1
Setiap lekukan adalah kesempurnaan yang sempurna, sehingga ia menjadi takut untuk me nyentuh nya.
Kim thian meng gendong Li bing hwa ke atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh nya dengan selimut berwarna merah, dia lalu tidur di samping nya.
Ke esokan pagi nya dia bangun lebih dulu,sedang kan istri nya masih tidur dengan lelap,dia lalu mandi di kamar mandi yang menjadi satu dengan kamar nya.
Sehabis mandi dia ber kultivasi di tempat tidur, ini adalah kebiasaan nya tiap hari, meskipun ber kultivasi hanya satu atau dua jam, itu sudah cukup bagi nya.
Dia merasa kan energi Qi di kerajaan Li lumayan padat, hanya saja masih kalah dengan alam dewa pusat, energi Qi nya tiga kali lebih padat di banding kan disini.
Dia juga dapat merasa kan partikel udara nya yang sudah tidak murni lagi, mungkin di katenakan padat nya penduduk disini.
__ADS_1
Semakin banyak penduduk yang ber mukim disini, maka udara nya akan menjadi kotor, tercemar oleh jegiatan semua orang yang ada disini, seperti membakar sampah, menyapu, membangun runah, ber latih ilmu silat, dan lain lain.
Udara yang kotor mempengaruhi tubuh seseorang, karena setiap hari harus ber nafas dan menghirup udara yang kotor ini.