
Setelah membuat pil Kim Thian lalu keluar dari ruang dimensi dan mencari paman nya, selagi berjalan ia melihat Ling Ling lagi giat berlatih ilmu pedang, ia terus berjalan dan sampai ditoko obat dan melihat paman nya ada disana.
"Paman".
"Oh ,kau sudah selesai membuat pil nak?".
"Sudah paman, mari kita kekamar paman "..
"Baik lah, yuk kekamarku".
mereka lalu berjalan kekamar pamannya ,setelah sampai lalu masuk dan Kim Thian mengunci pintunya.
"Ini ada pil 50 juta biji, ananda ingin mencari paman paman yang lain".
"Wahhhh, banyak sekali dan kapan kau akan berangkat?".
"Hari ini akan berangkat ".
"Kenapa mendadak sekali berangkatnya".
"Iya, mendadak sekali paman, karena pil nya sudah ananda buatkan, makanya mendadak, biar keluarga kita kaya dan bisa cepat membangun kerajaan kita lagi, kalau bisa paman membuka perguruan, jadi kita bisa dapat banyak tenaga".
__ADS_1
"Hmmm, itu usul yang sangat bagus sekali Nak dan apa koin emasmu akan diambil sekarang hasil dari penjualan sebulan ini?".
"Tidak usah paman,koin nya paman gunakan untuk membangun kerajaan kita saja, dan ini 100 pil tingkat tinggi buat paman dan bibi biar kita smua menjadi kuat".
"Ahh, terima kasih lho nak, paman sangat terharu dengan kebaikan hatimu" .
"Paman, ananda akan menemui Ling Ling dulu ya, sekalian pamit mencari paman yang lain".
"Baiklah , hati hati dijalan nak, sekarang banyak penjahat dan perampok".
"Trimakasih paman, ananda pamit dulu".sambil membuka pintu dan berjalan menuju ke taman.
"Haittt"
"Hup ,yeahhh".
"Itu pasti suara Ling Ling yang sedang berlatih ditaman" ,kata nya didalam hati.
Kim Thian lalu mendekat kearah suara itu, namun tidak langsung menampakkan diri terlebih dulu, namun melihat sambil bersembunyi.
"Wah ,tenaga dalam Ling Ling sudah level 21 ,itu sangat bagus, biar dia bisa menjaga diri nya sendiri, ilmu pedang tarian bidadari juga sudah dilatih dengan baik ,meskipun belum sempurna."kata nya didalam hati.
__ADS_1
"Ciattttttt ".
"ilmu meringankan tubuh juga sudah lumayan, loncatannya juga lumayang tinggi, sekitar empat meter an, kelenturan tubuh nya juga lumayan, "kata nya didalam hati .
"Hup, hup ,hiattt".
"Kecepatan serangannya juga lumayan, pengaturan penggunaan tenaga dalam juga lumayan".
"Haitt, hah, hup ,hah".
"Keakuratan pukulan pedang nya sangat kurang, Ling Ling memukul sesuai jurus yang ada ,jadi kurang praktis ,mudah ditangkis sama lawan ,kecuali dia memiliki kecepan yang melebihi musuh nya baru bisa menang, seharusnya sebuah jurus bisa diubah arah pukulannya keatas ,ketengah ,kebawah , atau kesamping sesuai keadaan, menebas atau menusuk " .
"Haittt ,hiattt" .
"Ling Ling terlalu focus pada jurus , lupa pada penggunaan tenaga dalam yang disalurkan ke pedang, jika hanya jurus saja, maka ilmu itu kurang mematikan sebab hanya kulitnya , tanpa isi, lain bila diisi tenaga dalam , angin serangannya saja sudah sangat tajam jika dilatih dengan serius dan menjiwai nya sampai menyatu dengan pedang atau yang disebut jiwa pedang. Jika kita sudah menjiwai pedang kita ,kita dapat mengendalikan pedang dengan sesuka hati kita ,kita dapat terbang dengan pedang kita bila sudah mahir mengontrol atau mengendalikan nya" .
Plok ,plok ,plok
Kim Thian bertepuk tangan untuk memberi semangat dan menyenangkan hati Ling Ling .
" Bagus sekali latihanmu Ling , hanya kurang dalam memakai tenaga dalam saja dan menjiwai serta mengendalikan pedangmu sesuka hati mu" .
__ADS_1