LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
431. LIN LIN DAN LAN LAN.


__ADS_3

Di sisi kiri, Lan Lan menggulung piyamanya ke atas, Lan Lan lalu memeluk kepala Kim Thian dan menempelkan dua puncak besarnya ke kepala Kim Thian yang sedang berciuman,


Kim Thian menoleh dan wajah nya sekarang terkubur di dalam dua benda lembut dan besar Lan Lan.


Kim Thian berhenti berciuman dengan Lin lin, dia melihat bahwa di kedua puncak ada buah ceri merah muda Lan Lan disajikan di depan matanya.


Buah ceri yang berwarna pink ini rupanya sangat terawat , sebab tidak ada warna hitam , tapi merah muda cerah dan bersih.


Kim Thian dengan senang hati memakan puncak ceri Lan lan,


sementara tangan Kim Thian yang lain masih bermain dengan tubuh bagian bawah Lin Lin.


“Ahh …, Suamiku, menghisap lebih kuat.” Lan lan mengerang pelan, Lan Lan benar-benar menikmati keindahan, mabuk ketika ceri nya disedot oleh Kim Thian.


Kim Thian terus mengisap ceri LannLan, sambil bermain dengan tubuh bagian bawah Lin Lin yang mulai kehujaban..


Lin lin mulai melepaskan ikat pinggang dan celana Kim Thian, sementara pakaian dalam Kim Thian sedang dilepas, benda yang mulai mem besar milik Kim Thian segera melambung di depan mata Lin Lin.


Wajah Lin Lin menjadi sangat merah seperti apel, Lin Lin menyentuh tongkat besar Kim Thian menggunakan telapak tangannya.


Lin lin baru menyadari bahwa benda ini jauh lebih besar dari apa yang dilihat nya beberapa bulan lalu , karena beberaps bulan lalu tidak sebesar ini,

__ADS_1


Lin lin masih ingat jelas ketika dia melihat benda besar ini.


Benda yang di pegang nya ini berkedut cukup menakutkan, Lin Lin tidak bisa percaya bahwa belum setahun benda ini sudah sebesar ini , apakah bisa masuk ke tubuhnya,


apalagi benda besar Kim Thian akan mengacak-acak tubuhnya untuk membuat Lin Lin merasakan perasaan terbang di surga ketujuh.


Lin lin mendekatkan wajahnya, dia mulai menjilat benda besar ini,


Lin lin tampak seperti sedang memakan es loli dengan ukuran yang sangat besar, keterampilan menjilat Lin Lin benar-benar luar biasa.


“Ahh …” Kim Thian mengerang, dia merasakan bagian bawahnya tegang, ketika Kim Thian melihat ke bawah, Lin Lin dengan penuh semangat menjilati nya.


Kim Thian benar-benar tidak tahan dengan ke dua wanita cantik istri nya ini, seluruh tubuhnya dimonopoli oleh dua istrinya.


Di atas Lan Lan dengan buah cerinya, bahkan kadang-kadang Lan lan mencium Kim Thian.


“Suami tolong cium aku lebih banyak” Lan lan ingin lebih banyak kesenangan dari Kim Thian.


“Aku juga, tolong mainkan tubuhku sesuka hatimu” Lin lin tidak mau kalah, dia juga ingin menikmati hal-hal menyenangkan dari Kim Thian.


Lin lin membuka mulutnya, dia memasukkan stik besar Kim Thian ke mulutnya.

__ADS_1


Kim Thian mengerang ketika objeknya memasuki terowongan yang hangat dan lembab, lembut dan agak panas, Kim Thian melihat ke bawah, pada saat ini setengah dari objeknya masuk ke mulut Lin lin.


Lin ljn merasa tenggorokannya dipenuhi benda besar Kim Thian, dia bahkan mulai kehabisan nafas karena memenuhi tenggorokannya.


Lin lin tidak menyerah, dia mulai menggerakkan kepalanya ke atas dan ke bawah.


Gigi Lin lin menggaruk adik Kim Thian, ini terasa tidak nyaman.


“Lin er, jangan gunakan gigimu, gunakan lidahmu untuk membungkus bibirku.”


Karena Lin Lin belum bisa melakukannya, dia hanya mendengar cerita gadis yang pernah di tawan dulu,


Kim Thian mengajar sedikit dasar dalam melakukan ini.


Lin Lin mengerti, dia mulai melonggarkan giginya, di dalam lidahnya mulai melayani


Kim Thian.


“Luar Biasa” sekarang Kim Thian merasakan kepuasan tiada banding, pesona Lin lin juga menambah kepuasan Kim Thian,


Kim Thian tidak tahu bahwa dia akan melihat dewi Lin Lin memberinya layanan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2