LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA

LEGENDA PENDEKAR DUA DUNIA
167.BERBURU BERDUA.


__ADS_3

Senyum lembut menyinari wajahnya yang Sangat cantik saat dia mengamatiku dengan lembut, mata nya ke hijau an terasa indah walau agak aneh, mungkin dia seorang malaikat?.


"Aku ingin berburu untuk menstabil kan kultivasiku,apa kamu ingin ikut?" ,tanya Kim thian.


"Aku bisa ikut, kurasa aku ingin tetap bersamamu selalu." Pipi nya memanas


dengan rona merah.


"Apa kamu tidak ingin pulang? ,Tanya Kim thian.


"Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi,semua keluargaku terbunuh oleh rampok" ,jawab nya dengan wajah duka dan air mata nya hampir jatuh ke pipi nya.


"Maaf kan aku ya, telah membangkit kan kesedihan mu?" , Kata Kim thian .


"Ga pa pa, aku sudah terbiasa" ,jawab nya.


"Lalu siapa orang orang yang mati bersamamu?" , Tanya nya.


"Ohh,mereka kakak kakak seperguruan ku di sekte malaikat" , jawab si gadis.


"Apa kamu tidak ingin kembali ke sekte mu?" ,Tanya Kim thian.


"Nggak ah,di sana aku cuma di bully terus, jadi aku berusaha keluar untuk melarikan diri, untung ada mereka yang mau membawa ku" ,kata nya dengan wajah lebih sedih lagi.


"Sekarang kamu kan sudah kuat,sudah level 10000" , saran nya.


"Iya sih, tapi aku sudah trauma di bully terus karena miskin" ,jawab nya.


"Bagaimana kalau ku belikan rumah di desa?" ,Saran Kim thian.


"Betul kah? Aku mau kalau di belikan rumah" ,jawab nya dengan wajah kembali cerah dan penuh senyum.

__ADS_1


"Di sini mata uang nya pakai apa? " ,Tanya nya.


"Emas bisa, batu permata bisa, kristal malaikat juga bisa, pill pun bisa juga" ,si gadis menerang kan.


"Yuk berburu dulu,setelah itu membeli rumah untuk mu" ,


"Beli rumah nya yang jauh dari sekte ya, nanti aku di tangkap oleh mereka" , pinta si gadis.


"Jangan kuatir,serah kan saja kepadaku" ,jawab nya.


Kim thian lalu merangkul pacar nya dan membawa mereka ke hutan.


Mereka meniti jalan setapak menuju kedalaman hutan.


Dengan Kim thian sebagai perisai, mereka membunuh banyak sekali binatang level tinggi dan menyimpan tubuh mereka di cincin milik teman pacar nya untuk di jual nanti nya.


Bersama-sama kami melakukan pendakian yang sulit di jalan berbatu yang belum pernah di jamah orang. rumput hijau dari


dataran digantikan oleh semak berduri dan pinus rumit. Medan menjadi kasar.


"Jangan kuatir,ada aku aman" ,jawab nya sambil tersenyum.


Salah satu sisi jalan yang menyempit adalah lereng bukit dan jurang yang curam dengan bebatuan yang berlumut dan basah karena ada mata air bawah tanah.


Sisi lain kadang penurunan cepat menjadi agak curam.


sedikit hutan di bawah kami di mana lereng bukit telah menyimpan ribuan tahun yang belum pernah didatangi orang.


Batu bergerigi dan tajam, konsekuensi yang keras dan terakhir bagi mereka, yang tidak waspada akan mudah celaka jatuh ke jurang.


Gerrr.

__ADS_1


Tiba tiba seekor singa yang besar menyerang, dan karena terkejut si gadis


terpeleset di salah satu batu basah dan masuk ke jurang, dia mencoba untuk mendapatkan keseimbangan dengan memegang batu batuan,namun gagal.


Dia pun mengerah kan ilmu tali Roh melilit si gadis dan mengangkat nya, sedang kan ke dua tangan nya menangkis serangan si singa.


Dia bisa melihat ekspresi ketakutan si gadis yang langsung melompat Ke dalam pelukan Kim thian sambil menangis.


Kim thian pun mengelus elus rambut nya yang berwarna putih mengkilap dengan tangan kiri, sedang kan tangan kanan nya memukul kepala singa sampai hancur.


"Kurasa sudah cukup untuk di jual, buat beli rumah" , kata Kim thian sambil memasuk kan singa ke dalam cincin.


Dia lalu mengeluarkan rajawali emas dari dimensi Roh nya.


Kreaghhhh.


kerrrrr, kurrrr


Si rajawali langsung mengelus kan kepala nya ke bahu Kim thian.


"Lama nggak jumpa " ,kata Kim thian sambil mengelus kepala rajawali.


"Bagus sekali bulu nya" ,kata si gadis yang sudah berhenti menangis.


"Apa kamu mau?" ,


"Apa aku boleh memiliki nya?" ,tanya nya penuh harap dan penuh senyum.


"Tentu saja boleh, tetes kan setetes darah mu ke dahi nya,biar kamu bisa memiliki nya" ,saran Kim thian.


Si gadis pun menggigit ujung jari nya dan menetes kan setetes darah nya ke dahi si rajawali.

__ADS_1


Wengggg.


"Ehh,aku bisa merasa kan pikiran si Rajawali" kata si gadis.


__ADS_2