
"Sebenarnya kau mau membawa ku kemana sih?" Tanya Freya yang masih sangat penasaran.
"Sudah jelas-jelas ini di hotel, masih bertanya." Jawab Eldrick ketus.
"Cih..aku tau ini hotel. Tapi untuk apa kau membawa ku ke hotel, bodoh!!" Balas Freya tak kalah ketus.
"Kau yang bodoh!! Menurutmu, kalau seorang pria mengajak seorang wanita ke hotel untuk apa?" Tanya Eldrick dengan tatapan tak biasa. Sengaja Eldrick mengatakan itu, karena ia ingin mengerjai Freya.
Dan benar saja, wajah Freya pucat seketika. Otaknya langsung nyambung dengan pertanyaan yang Eldrick lontarkan padanya.
"Hahahaha..." Melihat wajah Freya yang ketakutan, Eldrick tertawa terbahak-bahak.
"Ish.." Freya memutar bola matanya malas, tau kalau dirinya sedang di kerjai Eldrick.
Ting. Pintu lift pun terbuka.
Ternyata Eldrick membawa Freya di rooftop hotel.
"Wuaaah." Freya takjub dengan pemandangan yang ia lihat dari rooftop hotel tertinggi di negaranya itu.
"Indah bukan?" Tanya Eldrick.
Freya menganggukkan kepalanya.
"Selain indah, tempat ini adalah tempat teraman untuk......" Eldrick menggantung kalimatnya dan kembali memberikan tatapan tak biasa pada Freya.
Freya tak menanggapi kata-kata Eldrick. Ia mengira Eldrick pasti mau mengerjainya lagi.
Tapi ternyata apa yang Freya kira itu salah, karena tiba-tiba Eldrick langsung menarik tangannya, menahan tengkuknya dan mel•umat bibir Freya dengan sangat rakus.
"Hemph...hemph..hemph.." Freya memukul-mukul lengan Eldrick agar bisa terlepas dari serangan bibir dadakan yang di berikan Eldrick.
Eldrick pun melepaskan lu•matan bibirnya dari bibir Freya.
"Kurang ajar!!" Maki Freya seraya menaikkan tangannya ke udara, hendak melayangkan tamparan ke pipi Eldrick. Tapi sayangnya belum juga telapak tangan Freya sampai di pipi Eldrick, Eldrick sudah lebih dulu menahan tangan Freya.
"Jangan galak-galak. Aku cuma minta bayaran ku karena sudah menolong mu." Ucap Eldrick.
"Tapi tidak mencuri ciuman dari ku juga!!" Bentak Freya.
"Memangnya kalau aku meminta baik-baik, kau mau memberikannya?"
__ADS_1
"Cih..mimpi kau!!" Decih Freya seraya memalingkan wajahnya dari Eldrick.
"Aku sering ke tempat ini untuk menyendiri, dan paling sering di malam hari, selain pemandangan yang indah dari atas sini, suara hiruk pikuk kota juga tidak terlalu bising di malam hari." Ucap Eldrick sambil melangkahkan kakinya menuju bangku panjang yang ada di rooftop itu.
"Untuk apa kau menyendiri?" Tanya Freya mengikuti langkah kaki Eldrick.
"Bodoh!!! Yah karena aku ingin sendiri lah pastinya." Jawab Eldrick ketus.
"Cih..orang di tanya baik-baik jawabnya ketus!!!" Lirih Freya namun masih bisa terdengar oleh Eldrick.
"Apa kau mau bekerja di hotel ini?" Tanya Eldrick tiba-tiba. Ia teringat akan Freya yang sudah tidak memiliki pekerjaan.
"Tidak perlu. Aku bisa mencari pekerjaan sendiri." Tolak Freya.
"Apa kau mau mencari pekerjaan di club lagi, hah?" Tanya Eldrick dengan raut wajah tak suka karena Freya menolak tawarannya.
"Yah..kalau memang upah yang ku dapatkan di club bisa memenuhi semua kebutuhan ku. Kenapa tidak?!" Jawab Freya dengan mimik wajah nyolotnya.
"Apa kau tidak takut kejadian seperti tadi terulang lagi, hah?" Tanya Eldrick dengan nada suara yang meninggi.
"Itu sudah resiko pekerjaan. Lagi pula aku punya bela diri, jadi aku bisa mengatasi hal-hal seperti itu."
"Cih..mengatasi apanya! Kalau saja aku tidak datang, mungkin sekarang kau sudah jalan terseok-seok keluar dari ruangan itu." Decih Eldrick meremehkan ucapan Freya.
"Aku tidak mau! Aku tidak mau bekerja dengan koneksi dari mu. Biar aku cari kerja sendiri." Jawab Freya.
Eldrick menghela nafasnya dan tidak lagi memperpanjang perdebatan. Tapi ia tidak menyerah begitu saja agar Freya tidak lagi bekerja di club malam.
"Baik lah, terserah pada mu saja." Ucap Eldrick.
Suasana pun menghening sejenak.
Tring. Tiba-tiba suara notifikasi pesan di ponsel Freya memecah keheningan rootop itu.
Freya pun mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya.
Ternyata notifikasi m-banking yang memberitahu kalau gaji Freya sebulan full telah di transfer oleh pihak club.
"Wuaaah, mereka benar-benar tak memotong gaji ku satu perak pun." Gumam Freya dalam hati.
"Siapa? Kekasih mu?" Tanya Eldrick saat melihat raut wajah Freya yang berubah saat membaca isi pesan masuk di ponselnya.
__ADS_1
"Bukan. Ini dari pihak club. Mereka benar-benar mengirimkan gaji ku utuh." Jawab Freya.
"Oh.." Eldrick hanya ber Oh ria.
"Sampai kapan kita disini? Aku mengantuk." Tanya Freya seraya memasukkan kembali ponselnya di dalam saku jaketnya.
"Kau tidak mau membuang emosi mu dulu disini?"
Freya menggeleng.
"Emosi hilang setelah mendapat pesan masuk dari m-banking." Jawab Freya sumringah.
"Cih..dasar wanita." Decih Eldrick mendengar jawaban Freya.
"Ayo lah kalau begitu." Lanjut Eldrick.
Eldrick pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu rooftop, Freya pun mengikuti Eldrick dari belakang.
*****
Kini mereka sudah sampai tepat di depan gerbang kos-kosan Freya.
Freya mengkerutkan keningnya saat melihat mobil putih yang sangat ia kenal, mobil milik ibu Freya, Nyonya Felisya.
"Ini kan mobil mama, kenapa mama ada disini?" Lirih Freya pelan namun masih bisa di dengar oleh Eldrick.
"Ada apa?" Tanya Eldrick penasaran.
"Akh..tidak pa-pa. Makasih sudah menolongku dan mengantar ku. Kau pulang lah sekarang."
"Cih...apa-apaan itu! Apa kau tidak mau mengajak ku singgah di kos-an mu untuk minum teh, hah?"
"Aku tidak punya teh. Jadi kau pulang lah , sudah sana!" Usir Freya.
Eldrick memutar bola matanya malas. Ia pun pura-pura pergi dari depan pintu gerbang kos-kosan Freya. Namun saat Freya sudah masuk ke dalam, Eldrick mendorong motornya dan kembali ke kos-kosan Freya.
Ia penasaran saat melihat raut wajah Freya yang mendadak berubah saat melihat mobil putih terparkir di depan gerbang kos-kosan Freya, yang samar Eldrick dengar dari mulut Freya itu adalah mobil milik ibu Freya.
Eldrick pun mengendap-endap masuk ke dalam kos-an Freya dan mencari dimana kamar Freya.
Eldrick merasa aneh. Kalau memang ibu Freya yang datang, kenapa semua kamar yang ia lalui semua gelap, harusnya paling tidak ada satu kamar yang lampu kamarnya menyala dan pintunya terbuka. Tapi ini, semua kamar yang Eldrick lihat, semua lampu kamar mati dan tidak ada pintu yang terbuka. Padahal, jarak waktu dari Freya masuk ke kos-annya dengan Eldrick yang menyusul masuk tidak sampai sepuluh menit.
__ADS_1
to be continued...