Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Fungsi Mulut.


__ADS_3

Sesampainya di dapur, mata Freya membelalak sempurna karena melihat dapur yang seperti kapal pecah.


"Apa yang sedang kau lakukan El?" Tanya Freya dari arah belakang Eldrick yang sedang serius bereksperimen.


Suara Freya yang tiba-tiba itu berhasil membuat Eldrick terkejut.


Eldrick pun menoleh ke belakang dan tanpa sengaja menjatuhkan saus mashroom yang sedang ia olah.


PRAAANG. Saus mashroom pun berserak di atas lantai.


"Aaargh!!! Kenapa kau mengagetkan ku!!!gagal kan mahakarya ku!!" Geram Eldrick. Ia malah menyalahkan Freya.


"Mahakarya? Memangnya apa yang sedang kau buat, hah?" Tanya Freya lagi sambil berjalan mendekati Eldrick.


"Jangan kau kesini, sana duduk manis di sofa!" Usir Eldrick saat Freya ingin mendekatinya.


Tapi bukan Freya namanya kalau langsung menuruti Eldrick. Ia tetap berjalan mendekati Eldrick dan melihat apa yang sedang Eldrick lakukan.


"Kau memasak?" Tanya Freya dengan raut wajah heran.


"Bukan. Aku sedang mencuci pakaian." Jawab Eldrick ketus.


"Cih.." decih Freya.


"Bukannya kau bisa memasak? Tapi kenapa semua amburadul begini?"


"Aku hanya bisa memasak steak dan spaghetti, selebihnya aku tidak bisa." Jawab Eldrick.


"Lalu makanan apa yang ingin kau masak kali ini?" Tanya Freya lagi. Kini ia sudah berada tepat di depan saus mashroom yang tumpah di lantai.


"Aku ingin memasak wagyu mess steak with mashroom sauce. Dan yang tumpah ini mashroom sauce nya."


"Hanya membuat itu saja, kau membuat berantakan seisi dapur?"


"Kenapa kau cerewet sekali sih! Ini pertama kalinya aku berurusan dengan bahan-bahan yang tidak familiar, jadi wajar kalau aku memberantaki semuanya. Lagipula ada Trent, Asher dan Damian nanti yang membereskan semuanya, jadi kau tidak usah cerewet." Omel Eldrick.


"Sekarang kau duduk manis di sofa biar aku mengulang membuat mashroom saucenya." Eldrick pun menggiring Freya untuk menjauhi dapur.


Tapi Freya menepis tangan Eldrick.


"Biar aku yang masak. Kau bereskan saja kekacauan yang sudah kau buat." Ucap Freya.


"Tidak usah, kau duduk saja. Nanti selesai masak biar bodyguard ku yang membereskan ini semua."


"Kau yang membuat kekacauan kenapa bodyguard mu yang membereskannya?! Harus kau juga yang membereskannya!!" Omel Freya.


"Ya ya ya..baiklah, aku sendiri yang akan membereskannya. Puas kau?" Jawab Eldrick pasrah.


"Sekarang kau duduk manis saja, biar aku melanjutkan masakan ku, oke. Jangan cerewet." Ucap Eldrick lagi.


Eldrick pun kembali menggiring Freya untuk duduk di sofa.


"Diam di situ dan jangan mendekati dapur atau kau akan menerima khilaf ku." Ancam Eldrick. Eldrick pun kembali berjalan ke dapur.


Freya menelan salivanya susah payah saat Eldrick mengucapkan kata khilaf, di pikiran Freya khilaf yang Eldrick maksud adalah khilaf di atas ranjang. Mau tak mau Freya pun duduk manis di atas sofa sambil memandang punggung Eldrick yang sedang berjalan menuju dapur.


*****


Lima belas menit kemudian, wagyu mess with mashroom sauce pun terhidang di meja makan kecil yang ada di dapur itu.


Eldrick pun mendekati Freya yang sedang membaca majalah musik di sofa. Majalah yang ia dapatkan dari bawah meja ruang tamu.


"Ayo makan." Ajak Eldrick.


"Kenapa majalah ini semuanya tentang musik? Harusnya kau juga membaca majalah bisnis El." Tanya Freya.


"Kenapa kau cerewet sekali sih?! Ini bukan waktunya berdebat, ini waktunya makan, setelah makan baru kita berdebat. Ayo kita makan." Ajak Eldrick lagi sambil mengambil majalah dari tangan Freya lalu menarik tangan Freya dan menggiring Freya ke meja makan.


"Duduk tenang dan jangan banyak bicara. Pergunakan mulut mu sesuai fungsinya saja, yaitu makan!!" Ucap Eldrick dengan nada mengintimidasi.


Freya memutar bola matanya malas.

__ADS_1


Dan mulai mengambil garpu dan pisau untuk memotong wagyu mess, lalu memotong wagyu itu dengan tenang dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sama seperti Freya, setelah mendudukkan dirinya ia pun mulai memotong wagyu mess yang ada di piringnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Eldrick setelah berhasil menelan daging yang sudah ia kunyah.


Freya diam tak menjawab tapi dalam hatinya ia berkata, enak.


"Hei, apa kau bisu?" Tanya Eldrick lagi tapi kali ini dengan nada sedikit meninggi.


Freya masih bersikeras untuk diam.


Kesal karena Freya yang tak juga mau menjawab, Eldrick pun mengambil pisau dari tangan Freya yang sedang Freya gunakan untuk memotong wagyu nya.


"Apa sih mau mu El!! Kau menyuruh ku tidak banyak bicara dan menggunakan mulut ku sesuai fungsinya, tapi kenapa sekarang kau malah mengajak ku bicara, hah!!" Bentak Freya dengan bola mata melotot hampir keluar.


"Tapi bukan berarti kau tidak menjawab saat orang sedang bertanya padamu kan?!" Balas Eldrick tak mau mengalah.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Eldrick lagi.


"Biasa saja. Puas kau!!" Jawab Freya ketus. Ia pun merampas kembali pisau dari tangan Eldrick dan kembali melanjutkan makannya.


"Cih biasa saja!! Orang enak begini kok!!" Lirih Eldrick dengan tatapan tidak suka.


Eldrick pun melanjutkan kembali makannya.


Kini makanan yang ada di piring mereka pun kandas dan telah berpindah ke lambung mereka.


Freya pun membereskan piring-piring kotor yang baru saja mereka pakai makan.


"Sekarang bereskan dapur ini." Perintah Freya pada Eldrick setelah menaruh piring kotor di wastafel piring kotor.


"Hemh." Jawab Eldrick malas.


Freya pun meninggalkan Eldrick sendiri di dapur. Ia berjalan ke arah sofa yang ada di ruang tamu. Niatnya ia ingin memandori Eldrick dari sana.


Tapi bukan Eldrick namanya kalau tidak punya seribu satu cara untuk terlepas dari tugas bersih-bersih dapur.


Eldrick memutar tubuhnya dan berjalan mendekati Freya.


"Fe, sepertinya sabun cuci piring habis. Ayo kita ke supermarket dulu untuk membeli peralatan yang habis." Ajak Eldrick.


"Tidak usah di lihat, ayo." Eldrick tetap menarik tangan Freya sampai keluar dari ruang tamu, ia pun membuka pintu studio dan berjalan menuju mobil Damian dan mobil Trent yang ada di seberang studio musiknya.


Ia memilih untuk memakai mobil Damian.


"Turun kau." Perintah Eldrick pada Damian.


Damian pun turun dari dalam mobil, melihat Damian turun, Trent dan Asher pun ikut turun.


Sedangkan Eldrick, ia memasukkan Freya terlebih dahulu ke dalam mobil sebelum memberi perintah pada tiga bodyguardnya untuk membereskan kekacauan yang ada di dapurnya.


"Kalian bertiga masuk ke studio ku dan bersihkan dapur ku sampai mengkilap." Perintah Eldrick.


Mendengar perintah Eldrick, jelas saja tiga bodyguardnya menganga.


"Cepat lakukan, apalagi yang kalian tunggu." Perintah Eldrick lagi.


"Damian, Asher kalian lakukan perintah Tuan Muda, biar saya mengawal Tuan Muda pergi." Perintah Trent pada Damian dan Asher. Berhubung Trent adalah kepala bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga Eldrick, jadi Trent berhak memberi perintah pada Damian dan Asher.


"Aku tidak butuh pengawalan." Tolak Eldrick.


"Tuan Muda harus tetap dalam pengawalan, kalau tidak kami bertiga yang akan kena hukuman Tuan Besar." Jawab Trent.


"Ya sudah lah." Ucap Eldrick pasrah.


Eldrick pun hendak masuk ke dalam mobil. Namun baru saja Eldrick menarik hendle pintu mobil, Trent kembali memanggil Eldrick.


"Password pintu nya Tuan Muda?"


"Pintunya tidak ku tutup rapat, masuk lah." Jawab Eldrick.


Eldrick pun masuk ke dalam mobil lalu mengendarai mobilnya menuju supermarket yang paling jauh dari studio musiknya, tujuannya agar ketika ia sampai dapur sudah dalam keadaan bersih.

__ADS_1


Setelah dua jam meninggalkan studio, dan setelah Eldrick merasa Asher dan Damian selesai membersihkan dapurnya dan setelah ribuan kali Freya ngomel-ngomel, maka Eldrick memutuskan untuk pulang ke studionya.


Kini mereka telah sampai di depan studio Eldrick.


Asher dan Damian pun juga sudah menunggu di depan studio.


Cepat-cepat Freya turun dari dalam mobil karena sudah kesal dengan Eldrick. Bagaimana tidak kesal, setelah membeli perlengkapan untuk membersihkan dapur, Eldrick hanya berputar-putar di jalan.


Setelah Freya turun, Eldrick pun juga turun dari dalam mobil lalu menyerahkan kunci mobil pada Damian.


Setelah itu barulah Eldrick berjalan menuju pintu studionya.


Eldrick mengernyitkan keningnya saat melihat pintu studionya sudah terbuka.


"Siapa yang membukanya? Apa Fe tau kode nya? Kalau tau darimana dia tau, sedangkan aku belum memberitahu padanya. Apa Fe tau dari Greg atau Bram?" Eldrick bertanya-tanya dalam hati.


Eldrick pun masuk ke dalam studionya dan langsung berjalan ke ruang tamu, untuk mengecek kondisi dapurnya.


"Astaga." Kaget Eldrick.


Ia kaget bukan karena penampakan dapurnya yang sudah kinclong. Melainkan karena Freya berdiri di depan meja makan sambil melipat kedua tangannya di dada dengan tatapan membunuh.


"Jadi ini alasan kau berputar-putar di jalan, hah?!" Tanya Freya mengintimidasi.


"Apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti." Jawab Eldrick pura-pura tidak tau.


"Tidak usah pura-pura bodoh! Kau tau apa yang ku maksud."


"Aku memang tidak tau apa maksud mu. Bicaralah yang jelas!"


"Kenapa dapur mu bisa bersih seperti ini? Padahal waktu kita pergi kondisi dapur tidak seperti ini. Apa kau yang menyuruh anak buah mu untuk membersihkan ini semua, hah!"


"Oh..itu. Aku tidak menyuruh mereka tapi itu inisiatif mereka sendiri. Jadi jangan salahkan aku. Karena mereka sangat berbakti pada ku." Jawab Eldrick dengan sombongnya.


"Cih.." decih Freya.


"Kau sendiri, darimana kau tau kode password studio ku?" Gantian, kini Eldrick yang bertanya pada Freya.


"Dari mu." Jawab Freya singkat.


"Dari ku? Kapan aku memberitahu mu. Kalau memang aku sudah memberitahu mu, kenapa kau tidak langsung pulang ke sini tadi dan kenapa harus pulang ke rumah mama mu?!"


"Kau memang tidak memberitahu ku, tapi aku sendiri yang mencari tau saat kau sedang membuka pintu tadi." Jawab Freya.


"Cih..tukang ngintip." Decih Eldrick.


"Terserah kau mau bilang apa!" Balas Freya.


Freya pun berlalu dari hadapan Eldrick.


Namun dengan cepat tangan Eldrick menangkap tangan Freya.


"Apa lagi?" Tanya Freya ketus.


"Kau mau kemana?"


"Mau tidur, aku lelah. Besok aku ada kuliah pagi dan setelah kuliah aku ingin mencari pekerjaan, aku harus mengumpulkan uang untuk membayar uang kuliah ku dan biaya hidup ku."


"Apa kau sudah baik-baik saja?" Tanya Eldrick masih mengkhawatirkan keadaan Freya.


Freya menganggukkan kepalanya.


"Aku sudah biasa. Jadi kau tidak perlu khawatir."


"Apa kau yakin?"


"Yakin. Sangat yakin." Jawab Freya mantab.


"Jadi sekarang lepaskan tangan ku dan biarkan aku tidur."


Eldrick pun melepaskan tangan Freya.

__ADS_1


Setelah Eldrick melepaskan tangannya, Freya pun meninggalkan Eldrick. Tapi sayang nya Eldrick juga mengikuti Freya dari belakang.


to be continued...


__ADS_2