Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Studio Musik Eldrick.


__ADS_3

Saat Eldrick sedang memikirkan tentang keanehan itu, samar-samar ia mendengar suara orang yang sedang meronta tapi dalam keadaan mulut yang terbekap.


"Emmm...emmm." begitulah suaranya.


Eldrick pun mendekati kamar yang menjadi sumber suara samar itu.


Tok..tok..tok. Eldrick mengetuk pintu salah satu kamar kos an itu.


"Fe, Freya." Panggil Eldrick dari depan pintu yang terkunci dari dalam.


"El...to... Aakh." Teriakan Freya dari dalam tiba-tiba terhenti berganti dengan jeritan seperti mendapat pukulan.


Mendengar itu Eldrick tak mau bersopan-sopan menunggu orang dari dalam membuka pintu, Eldrick langsung menendang pintu itu hingga terbuka lebar.


"Fe...Freya!!" Teriak Eldrick. Kamar yang gelap membuat Eldrick berjalan menerka-nerka kondisi kamar yang tidak terlalu besar namun ada fasilitas kamar mandi dan dapur di dalamnya.


"Fe..Freya!!" Panggil Eldrick lagi.


Tiba-tiba.


BUGH. Pukulan benda tumpul di belakang kepala Eldrick.


Dan Eldrick pun jatuh seketika, tapi untungnya tidak sampai membuat Eldrick pingsan. Eldrick hanya berpura-pura pingsan, agar bisa melihat sosok yang telah memukulnya dari belakang.


Pelaku pemukulan pun berjalan melewati Eldrick yang pura-pura terkapar di lantai, berjalan menuju dapur tempat si pelaku menyembunyikan Freya yang sedang pingsan.


Begitu si pelaku melewatinya, dengan sisa tenaga yang ada, Eldrick bangkit berdiri, dan berjalan menuju dapur.


BUGH..BUGH..BUGH.


Eldrick menarik jaket yang di pakai si pelaku dan langsung memukulnya membabi buta.


Serangan Eldrick yang mendadak membuat si pelaku gelagapan menerima pukulan Eldrick.


"Eugh..." Lenguh Freya yang tersadar dari pingsannya.


Dan lenguhan Freya membuat fokus Eldrick terpecah. Eldrick menoleh ke arah suara lenguhan Freya.


Dan itu menjadi kesempatan si pelaku untuk melarikan diri.


Sadar si pelaku kabur, Eldrick pun mengejarnya.


"Hei..!!!" Teriak Eldrick sambil berlari.


BRAAK. Dengan cepat si pelaku menutup pintu kamar Freya. Dan itu membuat Eldrick terjeduk pintu.


"Auw.." ringis Eldrick sambil mengusap keningnya.


"El..kau kah itu?" Suara lirih Freya dari dapur.

__ADS_1


Mendengar suara Freya, Eldrick pun berjalan ke dapur.


Ia menyalakan senter yang ada di ponselnya.


"Fe, apa kau baik-baik saja?" Tanya Eldrick sambil menyenter wajah Freya.


"Senter mu bodoh! Kau mau membuat mata ku silau." Protes Freya.


"Ups, sorry." Lampu senter pun Eldrick arahkan ke arah lain.


"Kau tidak pa-pa?" Tanya Eldrick sekali lagi.


"Sepertinya rahang ku retak." Jawab Freya. Karena memang si pelaku tadi memukul pipinya sangat kencang hingga membuat dirinya pingsan.


"Benarkah?" Eldrick yang panik refleks mengarahkan senternya ke wajah Freya.


"Woaaah. Pipi mu bengkak sebelah Fe, seperti sedang sakit gigi."


"Ya, aku juga bisa merasakannya." Ucap Freya sambil meraba pipinya.


Tanpa meminta persetujuan dari Freya, Eldrick langsung menggendong Freya.


"Aakh...kau mau apa El!!! Turunkan aku!!!" Teriak Freya sambil memukul-mukul dada Eldrick.


"Diam kau! Nanti orang pikir aku sedang menculik mu!!" Balas Eldrick.


"Makanya turunkan, aku bisa jalan sendiri!!"


Freya pun memilih untuk diam dan pasrah kemana Eldrick membawanya.


Setelah sampai depan gerbang kos-kos an Freya, baru lah Eldrick menurunkan Freya.


Lalu memakaikan helm ke kepala Freya.


Setelah helm terpasang di kepala Freya, Eldrick pun naik ke atas motornya.


"Naik." Perintah Eldrick.


"Tapi kita mau kemana?"


"Tidak usah banyak tanya, aku bilang naik yah naik!" Perintah Eldrick lagi.


"Cih.." decih Freya. Meski bersungut-sungut, tetap saja Freya naik ke atas motor.


"Pegangan yang kencang!" Perintah Eldrick lagi setelah Freya naik ke atas motornya.


Tak ingin berdebat, Freya pun menuruti perintah Eldrick. Freya memeluk pinggang Eldrick sangat erat.


Eldrick pun mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. Tujuannya adalah ke studio musik milik Eldrick.

__ADS_1


Tidak sampai setengah jam, motor yang Eldrick kendarai sampai juga di studio musiknya.


"Rumah siapa ini?" Tanya Freya.


"Ini studio musik ku." Jawab Eldrick sambil berjalan menuju pintu. Kemudian menekan enam digit kode password pintu studio Eldrick.


"Masuk lah." Perintah Eldrick setelah pintu terbuka.


Freya menggelengkan kepalanya, ia takut sampai di dalam Eldrick berbuat senonoh padanya.


"Baik lah kalau kau tidak mau masuk, kau disitu saja sampai ada pemuda mabuk mendatangi mu dan menggoda mu seperti laki-laki di club tadi." Eldrick pura-pura masuk ke dalam dan hendak menutup pintunya kembali. Bukan tipe Eldrick merayu dan membujuk wanita.


"Eh..tunggu, aku masuk." Teriak Freya sambil menahan pintu yang hampir tertutup.


Eldrick pun tersenyum penuh kemenangan sambil membuka lebar pintunya.


Eldrick pun berjalan lebih dulu menyusuri lorong kecil sepanjang lima meter sebelum sampai di ruang tamu sekaligus dapur. Ada tiga ruangan di studio milik Eldrick.


Ruangan pertama yang di dapat setelah menyusuri lorong, adalah ruang tamu namun ada dapur dan kamar mandi juga di dalam ruangan itu.


Ruangan kedua adalah studio musik Eldrick. Tempat dimana Eldrick, Bram, Greg dan kedua teman Eldrick yang lain, Lynch dan Sam biasa bermusik saat mereka masih sama-sama kuliah. Namun sekarang ruangan itu jarang di gunakan karena ke empat teman Eldrick sudah selesai kuliah dan sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Apalagi Lynch dan Sam mendapat pekerjaan di luar kota A. Jadi ruangan itu hanya di pakai sesekali saat Bram dan Greg mempunyai waktu saja.


Dan ruangan ketiga, terletak di tengah-tengah ruangan pertama dan ruangan kedua. Ruangan yang paling besar dari dua ruangan pertama dan kedua, yaitu kamar tidur Eldrick.


"Duduk lah." Perintah Eldrick pada Freya.


Freya pun duduk.


Sedangkan Eldrick, ia meneruskan langkahnya menuju dapur. Eldrick membuka kulkas dan mengambil es batu kemudian ia masukkan ke dalam kantong kompres. Dengan kantong kompres yang sudah ia isi es batu di dalamnya, Eldrick kembali berjalan ke ruang tamu.


"Sini." Tanpa basa-basi Eldrick langsung menarik pipi Freya yang bengkak lalu meletakkan kantong kompres di pipi Freya yang bengkak itu.


"Auw..pelan-pelan El!!!" Pekik Freya karena Eldrick meletakkan kantong kompres dengan kasar.


"Siapa laki-laki yang ada di kamar kos mu tadi? Bukan kah kau bilang itu mobil mama mu?" Tanya Eldrick tak menghiraukan kesakitan Freya karena ulahnya.


"Ayah tiri ku." Jawab Freya. Meski lampu dalam keadaan mati, tapi aroma parfume dan suara yang di keluarkan laki-laki itu, Freya sangat yakin kalau itu adalah sang ayah tiri.


"Ayah tiri? Tapi dari postur tubuhnya dia seperti masih sebaya dengan ku." Tanya Eldrick bingung.


"Memang. Umurku dengan ayah tiri ku hanya beda tujuh tahun. Mama ku menikahi brondong teng•ik. Yang hanya modal ke•la•min saja." Jawab Freya mengumpat sang ayah tiri.


Eldrick memicingkan matanya, ia makin penasaran dengan kehidupan Freya.


"Kenapa kau sangat membencinya? Apa dia pernah berbuat kasar pada mu?" Tanya Eldrick penasaran.


"Bukan hanya kasar. Bahkan dia sudah berhasil mencuci otak mama ku sehingga membuat mama ku lebih percaya padanya di banding aku putri kandungnya." Jawab Freya.


"Memangnya apa yang di lakukan laki-laki itu?"

__ADS_1


Freya pun menceritakan tentang sang ayah tiri yang mencoba memerkosanya berkali-kali. Dan saat ia mengadu pada sang ibu, sang ayah tiri malah mengatakan kalau Freya mengarang cerita karena Freya tidak menyukai sang ayah tiri, dan hal itu membuat Freya menjadi kena marah oleh sang mama.


to be continued...


__ADS_2