Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Tentang Nick.


__ADS_3

"Nick.." panggil Tere.


"Hemh.." jawab Nick seadanya.


"Mau sampai kapan kita begini? Kau bilang ingin menceraikan Nyonya Anne dan menikahi ku." Tanya Tere mengingatkan Nick akan janjinya empat bulan lalu. Lebih tepatnya beberapa hari setelah Freya pergi meninggalkan rumah itu.


"Sabar sayang. Setelah aku berhasil mendapatkan sertifikat rumah dan kafe serta menjadikannya atas nama ku, baru lah kita menikah. Jadi sabar yah." Jawab Nick dengan lemah lembut sambil mengusap pipi Tere.


Tere yang masih dua puluh tahun dan masih polos itu pun hanya menganggukkan kepalanya, percaya dengan ucapan Nick.


Tanpa Tere tau, kalau di luar sana Nick ternyata juga memiliki seorang kekasih yang sering ia bawa keluar-masuk hotel. Dan yang pasti Nick menjanjikan hal yang sama seperti yang ia janjikan pada Tere.


*****


Tentang Nick.


Nick yang tidak pernah puas dengan pelayanan Anne di atas ranjang, ditambah lagi dirinya yang sangat penasaran dengan rasanya kevirginan, karena sebelum menikah dengan Anne, Nick selalu menjalin hubungan dengan tante-tante yang pasti sudah tidak virgin.


Karena itu lah Nick nekat ingin memperkosa Freya, tapi sayang aksinya selalu gagal karena ternyata Freya memiliki ilmu bela diri. Tapi untungnya Nick, Anne sangat mencintainya sehingga dengan mudah Nick membalikkan fakta dan malah menyalahi Anne.


Setelah Freya keluar dari rumah, Nick pun mulai tertarik dengan Tere. Tubuhnya yang padat depan belakang, membuat Nick yakin kalau Tere masih virgin. Padahal Tere tidak pernah menggunakan pakaian ketat dan seksi, tapi mata buaya Nick bisa tau kalau di balik pakaian Tere yang kebesaran, ada harta karun yang belum pernah terjamah lelaki manapun.


Nick pun mulai mendekati Tere yang ia ketahui masih polos meski usianya sudah menginjak dua puluh tahun. Pendekatan yang lembut tapi pasti. Dengan bermodalkan kata cinta dan rayuan pulau kelapa serta berjanji akan menceraikan Anne dan menikahi Tere, akhirnya Tere pun luluh dan memberikan mahkotanya pada Nick.


Ternyata kevirginan pun tak membuat Nick puas, Nick kembali mencari mangsa baru yang lebih agresif. Tak perlu virgin, yang penting agresif. Hal yang tak ia dapat dari Tere maupun Anne.


Nick pun menemukan apa yang ia cari, Bella, wanita kedua yang menjadi selingkuhan Nick yang sering Nick bawa keluar masuk hotel. Wanita yang agresif meski sudah tidak virgin. Dan wanita ini juga lah yang pernah di foto bodyguard Eldrick.


*****


KRIIING...KRIIING.


Nada dering di ponsel Tere memecah keheningan dalam kamarnya.


"Nyonya Anne." Lirih Tere saat melihat nama majikannya tertera di layar ponsel.


"Angkatlah." Suruh Nick.


Tere pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya lalu mengaktifkan pengeras suara ponselnya.


"Iya Nyonya."


"Tere, apa suami ku ada di rumah?" Tanya Anne.


Nick menggelengkan kepalanya seolah memberi kode pada Tere untuk tidak memberitahu Anne kalau dirinya ada dirumah.


"Tidak ada Nyonya." Jawab Tere.

__ADS_1


"Kemana dia? Apa dia tidak mengatakan sesuatu pada mu?"


"Tidak ada Nyonya."


"Ya sudah, apa kau bisa datang ke kafe. Ada banyak pelanggan hari ini."


Nick menganggukkan kepalanya, memberi kode pada Tere untuk mengatakan iya.


"B-baik Nyonya, saya segera kesana." Jawab Tere terbata-bata. Padahal ia masih ingin istirahat. Rasa-rasanya pinggangnya mau patah semua karena tiga ronde bergulat dengan Nick.


Panggilan pun berakhir.


"Aaargh..rasanya aku malas sekali bergerak Nick, tulang-tulang ku rasanya mau rontok semua." Rengek Tere.


"Pergi lah sayang. Daripada Anne curiga pada kita." Bujuk Nick.


"Kenapa Nyonya Anne mau curiga, kan tadi sudah ku bilang kau tidak ada di rumah."


"Ya mana kita tau, bisa saja Anne menyuruh mu datang kesana hanya untuk mengetest kau saja." Nick terus mencuci otak Tere. Padahal Anne, mama Freya adalah orang yang gampang percaya dengan orang lain. Apalagi dengan mulut manis Nick.


"Baik lah." Jawab Tere malas.


Tere pun beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah Tere masuk ke dalam kamar mandi, Nick langsung turun dari atas ranjang, memungut pakaian yang teronggok di lantai lalu memakainya. Setelah selesai memakai pakaiannya kembali, Nick pun keluar dari dalam kamar Tere dan berjalan menuju kamarnya dengan Anne.


Nick pun menghubungi Anne dan memberitahu Anne kalau dirinya sedang ada wawancara pekerjaan, makanya dirinya sengaja menonaktifkan ponselnya.


Dan bodohnya, Anne percaya dengan alasan yang di berikan Nick.


Setelah menelpon Anne, Nick kembali melakukan panggilan. Kali ini, ia menghubungi Bella dan mengatakan ingin mengajak Bella keluar malam ini. Keluar kemana lagi kalau bukan ke hotel.


Sekalipun sudah tiga ronde bermain bersama Tere, tapi Nick masih belum puas karena Tere terlalu pasif dalam permainan. Sedangkan dengan Bella, meski hanya satu ronde, Nick sudah bisa langsung merasa puas.


Panggilan dengan Bella pun berakhir, Nick pun keluar dari dalam kamarnya dan kembali ke kamar Tere untuk melihat Tere, apakah Tere sudah selesai bersiap-siap.


Ceklek. Nick membuka pintu.


Begitu Nick membuka pintu, Nick melihat Tere sudah berpakaian lengkap, siap untuk pergi.


"Aku sudah menelpon Anne, dan mengatakan padanya kalau aku sedang ada interview kerja. Nanti kalau Anne bertanya pada mu, bilang saja kau tidak tau apa-apa yah, oke?!"


"Ya aku mengerti."


Tere pun mengambil tas nya dan keluar dari dalam kamarnya.


Nick pun hanya mengantar Tere sampai di depan pintu, ia tidak berani keluar rumah karena takut ada tetangga yang melihatnya ada di dalam rumah dan mengantar Tere.

__ADS_1


"Apa kau tidak mau mengantar ku?" Tanya Tere.


"Apa kau gila Tere, mana mungkin aku mengantar mu. Bisa kelihatan nanti sama tetangga, sedangkan aku sudah mengatakan pada Anne kalau aku sedang tidak di rumah dan keluar memakai taksi." Jawab Nick.


Tere menghela nafasnya.


"Baik lah. Aku pergi kalau begitu." Pamit Tere.


Tere pun keluar dari rumah itu meninggalkan Nick.


Tanpa mereka sadari kalau di rumah itu bukan hanya ada mereka berdua, tapi ada Freya juga yang sedang tertidur di lantai dua, di kamarnya.


*****


Di studio musik Eldrick.


Eldrick yang baru pulang dari mengisi acara di sebuah kafe, di hebohkan dengan ketidakberadaan Freya di studio musiknya.


Sama seperti Freya yang tidak mempunyai nomor ponsel Eldrick, Eldrick juga tidak memiliki nomor ponsel Freya.


Untungnya Eldrick bukan lah dari kalangan orang biasa, jadi sangat mudah untuknya mendapatkan nomor ponsel Freya.


Eldrick pun menghubungi Billy, asisten Tuan Puth.


Di kantor Puth Corp.


Billy yang sedang sibuk membaca pengajuan kerjasama dari beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Puth Corp, konsentrasinya terpecah seketika karena nada dering di ponselnya.


Dengan kesal Billy mengambil ponsel yang ia letakkan di meja kerjanya, mata Billy melongok untuk melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Tuan Muda." Lirih Billy saat melihat nama Eldrick yang ternyata menghubunginya.


"Buat masalah apalagi Tuan Muda yang satu ini." Gumam Billy dalam hati, ada keraguan dalam dirinya untuk menggeser tombol hijau.


"Apa kau hanya akan memandang ponsel mu?" Suara bariton Tuan Puth dari depan pintu ruang kerja Billy membuat Billy refleks mengalihkan pandangannya.


Ini sudah jam pulang kerja, Tuan Puth sengaja mendatangi orang kepercayaannya itu karena yakin kalau orang kepercayaannya itu tak ingat akan jam pulang kerja.


"Akh..Tuan Puth, ini telepon dari Tuan Muda." Jawab Billy.


"Untuk apa dia menelpon mu?"


Billy menggedikkan bahunya.


"Jawab lah." Perintah Tuan Puth.


Mau tak mau Billy pun menggeser tombol hijau dan mengaktifkan pengeras suara di ponselnya.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2