Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Pertahanan Runtuh.


__ADS_3

Sorot mata penuh ketulusan yang Eldrick pancarkan itu berhasil menembus ke dalam lubuk hati Freya yang paling dalam.


Entah sadar atau tidak, Freya menangkup wajah Eldrick dan mendaratkan bibirnya ke bibir Eldrick.


Mereka pun berciuman lembut untuk saling mencurahkan rasa cinta pada pasangan mereka.


Setelah lima belas detik, Freya melepaskan tautan bibirnya di bibir Eldrick.


"Apa artinya ini Fe? Apa ini artinya kau menerima lamaran ku?" Tanya Eldrick.


Freya menggigit bibir bawahnya lalu menganggukkan kepalanya tanda kalau ia menerima lamaran Eldrick.


"Benar kah? Jadi kau mau menikah dengan ku?!" Tanya Eldrick tak percaya.


Sekali lagi Freya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Eldrick.


"Tapi.. " Freya menggantung kata-katanya.


"Tapi apa?"


"Tapi kita tidak menikah secepatnya kan?"


"Tidak sayang, aku akan menikahi mu setelah aku menyelesaikan kuliah ku. Ya mudah-mudahan tahun ini aku bisa menyelesaikan kuliah ku." Jawab Eldrick.


Freya pun bernafas lega mendengar jawaban Eldrick. Sepertinya ia belum siap kalau harus menikah dalam waktu dekat. Tapi kalau sampai Eldrick menyelesaikan kuliahnya, mungkin saat itu dia sudah siap untuk menjadi pendamping hidup seorang Eldrick Puth.


"Sambil menunggu saat itu datang, kau pikirkan lah konsep apa yang akan kau pakai untuk pernikahan kita nanti." Ucap Eldrick lagi.


Freya tersenyum malu-mali sambil menganggukkan kepalanya.


"Apa kau tidak mau memakaikan cincin itu ke jari ku?" Tanya Freya karena Eldrick tak kunjung menyematkan cincin yang masih berada dalam kotak beludru ke jari manisnya.


"Aku rasa tidak perlu, karena cincin ini sangat mahal, aku takut kau menghilangkannya." Jawab Eldrick becanda. Bukan Eldrick namanya kalau tidak membuat Freya kesal.


"Ish.. ya sudah sana kau simpan saja cincin itu!!! Kalau tau begitu untuk apa kau menunjukkan cincin itu pada ku!!" Kesal Freya.


Eldrick tertawa terbahak-bahak melihat Freya yang entah sudah keberapa kalinya ia buat kesal hari ini.


"Aku becanda sayang. Sini kemarikan jari mu."


Dengan wajah cemberut Freya pun menjulurkan tangannya untuk Eldrick sematkan cincin di jari manisnya.


"Sebaiknya di sematkan di tangan sebelah mana yah?" Tanya Eldrick bingung.


"Ya disitu saja." Jawab Freya sambil menunjuk tangan sebelah kanannya.


"Bukannya cincin pernikahan letaknya di jari manis sebelah kanan. Kalau aku menyematkannya di jari manis sebelah kanan mu, lalu nanti cincin pernikahan kita mau di sematkan dimana?" Perkara letak cincin mau disematkan dimana mereka kembali berdebat.


"Kalau begitu disini saja." Jawab Freya sambil menjulurkan tangan kirinya.


"Tangan kiri mu jelek Fe, tidak cocok disematkan cincin semahal ini." Ejek Eldrick becanda.


"Sialan kau!! Kau sebenarnya mau atau tidak menyematkan cincin itu di jari ku, hah!!" Freya kembali terpancing emosi dengan gurauan Eldrick.


"Hahaha... iya..iya..iya, begitu saja kau langsung marah-marah." Eldrick pun menyematkan cincin itu ke jari manis di tangan sebelah kiri Freya.


"Jangan di jual yah, awas kalau berani kau jual!" Eldrick memberi peringatan pada Freya sambil memasukkan cincin di jari manis Freya.


"Tenang saja tidak akan aku jual paling hanya aku gadaikan saja." Balas Freya.


"Coba saja kalau berani." Balas Eldrick sambil memberikan tatapan tajam pada Freya.


Freya tak memperdulikan tatapan tajam yang diberikan Eldrick, ia malah asyik mengagumi cincin berlian yang tersemat di jari manisnya sambil tersenyum bahagia. Wanita mana yang tidak bahagia di berikan cincin berlian, di berikan cincin emas satu gram saja sudah jejingkrakan.

__ADS_1


"Apa kau suka?" Tanya Eldrick saat melihat wajah bahagia Freya.


"Suka, sangat suka. Tapi, kenapa ukurannya bisa sangat pas yah?"


"Itu tandanya kita memang berjodoh Fe." Jawab Eldrick. Freya tidak tau saja kalau Eldrick memang sudah mengukur jari manis tangan kiri Freya sebelumnya saat Freya sedang tertidur.


Freya mencebikkan bibirnya menanggapi kata-kata Eldrick.


Melihat Freya mencebikkan bibirnya, Eldrick langsung menarik pinggang Freya.


"Kenapa kau mencebikkan bibir mu, hah? Apa kau tidak suka berjodoh dengan ku?"


"Siapa juga yang mencebik karena tidak suka. Aku hanya mengejek tingkat kepercayaan diri mu saja kok." Balas Freya.


"Apa kau bilang, hah!!" Eldrick menggelitik perut Freya.


"Aakh.. El stop, geli El, stop!!" Teriak Freya sambil berusaha melarikan diri dari Eldrick yang terus menggelitiknya.


Sampai akhirnya ia terjatuh di atas ranjang dan otomatis Eldrick pun ikut jatuh di atas ranjang dan menimpa tubuh Freya.


Bola mata mereka pun saling beradu beberapa detik.


"Aku mencintai mu Freya." Ucap Eldrick sambil merapihkan anak rambut yang mengenai wajah Freya.


"Aku juga mencintai mu El." Balas Freya.


Eldrick pun mendekatkan bibirnya ke bibir Freya dan menempelkan bibirnya disana. Bibir Eldrick bukan hanya sekedar menempel tapi lu•matan lembut Eldrick berikan di bibir kekasihnya itu. Dan Freya pun membalas lu•matan bibir Eldrick dengan lembut.


Lu•matan yang tadinya lembut kini semakin memanas, bahkan bukan hanya bibir mereka yang saling beradu, lidah mereka pun juga ikut beradu dan saling membelit.


Eldrick melepas tautan bibir mereka untuk membiarkan Freya mengambil nafas, tapi bibir Eldrick tak diam begitu saja, kini bibir itu sedang mengeksplor bagian leher Freya dan meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Aaah..." Desauan seksi pun keluar dari mulut Freya. Dan desauan yang keluar dari mulut Freya itu membuat Eldrick semakin di kuasai hasrat bi•rahi, apalagi sekarang anakondanya juga sudah meronta minta dikeluarkan dari sarang kainnya dan di masukkan ke dalam sarang lembab menggigitnya.


"El..." Lirih Freya dengan nafas yang terengah-engah, matanya juga sudah sayu. Sama seperti Eldrick, hasrat Freya juga sudah di ubun-ubun.


"Please, Fe. Aku sudah tidak tahan ingin memiliki mu seutuhnya." Ucap Eldrick lagi.


Freya pun mengangguk tanda ia menyetujui untuk menjadi milik Eldrick seutuhnya.


"Lakukan lah El, jadi kan lah aku milik mu seutuhnya." Jawab Freya.


Mendengar Freya menyetujui permintaannya, tak ingin menunggu lebih lama lagi, Eldrick pun kembali mendaratkan bibir nya di bibir Freya. Tangannya yang dulu selalu ia tahan sekuat tenaga untuk tidak memegang buah ken•yal milik Freya, sekarang ia bebaskan menjalar kemana-mana.


Freya pun pasrah saat tangan Eldrick mulai mengeksplor bagian dadanya, bahkan sekarang Freya menikmati sentuhan tangan Eldrick.


Permainan pun semakin memanas, hasrat mereka juga semakin bergejolak. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, tapi yang jelas sekarang mereka sudah sama-sama dalam keadaan polos.


Kini Eldrick sudah siap memasukkan anakondanya ke dalam lembah lembab menggigit milik Freya.


"Apa kau yakin dengan ini Fe? Masih ada kesempatan untuk merubah pikiran mu." Tanya Eldrick sebelum anakondanya menerobos masuk ke dalam lembah lembab menggigit itu.


"Aku yakin El, lakukan lah. Jadi kan lah aku milik mu seutuhnya." Jawab Freya mantap.


Eldrick pun mulai mengarahkan anakondanya ke depan bibir lembah.


"El, tunggu."


"Kenapa? Apa kau mau merubah pikiran mu ?"


Freya menggelengkan kepalanya.


"Apa kau tidak memiliki pengaman?" Tanya Freya.

__ADS_1


"Astaga!!!" Pekik Eldrick. Sangking terbawa suasananya, ia sampai lupa harus menggunakan pengaman. Lagi pula Eldrick juga tidak pernah menyetok pengaman di dompetnya, karena memang dia tidak pernah jajan di luar.


"Aku tidak punya pengaman Fe. Ini pertama kalinya bagi ku." Jawab Eldrick.


"Apa kau serius El, ini pertama kalinya bagi mu?" Tanya Freya masih tak percaya.


"Apa untungnya aku berbohong pada mu Fe." Jawab Eldrick.


"Lalu bagaimana? Apa mau di teruskan atau kita sudahi saja?" Tanya Eldrick.


Freya menarik leher Eldrick untuk mendekatkan wajah Eldrick dengan wajahnya.


"Teruskanlah El." Jawab Freya.


Sambil bibir mereka beradu, dibawah sana tangan Eldrick mengarahkan anakondanya masuk ke dalam lembah lembab menggigit milik Freya.


Meski agak susah karena lembah itu masih sangat sempit, tapi dengan sekali sentakan yang kuat akhirnya anakonda pun berhasil membenamkan dirinya di dalam lembah lembab menggigit milik Freya.


"Aaargh..." Teriak Freya saat anakonda Eldrick menerobos masuk ke dalam lembah lembabnya.


Darah segar pun mengalir dari dalam lembah lembab sebagai tanda hilang lah sudah kesucian lembah lembab itu.


"Apa itu sangat sakit?" Tanya Eldrick saat melihat wajah kesakitan Freya.


Freya tak mampu berkata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Eldrick.


"Apa kau mau berhenti?"


"Tidak. Lanjutkan lah. Tapi pelan-pelan saja." Jawab Freya.


Eldrick pun mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur.


"Oh... Ya ampun!! Ternyata begini rasanya. Pantas saja Bram dan Greg ketagihan, karena rasanya sangat enak." Racau Eldrick.


Freya tak menghiraukan racauan Eldrick karena sekarang dirinya juga sedang menikmati sensasi luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan.


Hampir lima belas menit Eldrick memompa Freya, gerakan pinggul yang tadinya lembut, makin lama semakin kasar.


"Aah El.." racau Freya sambil menjambak rambut Eldrick.


"Apa kau sudah mau kli•maks?" Tanya Eldrick saat merasakan lembah lembab semakin menceng•kram anakondanya.


"Entah lah. Sepertinya begitu." Jawab Freya. Karena ia tidak tau bagaimana tanda-tanda wanita merasakan kli•maks.


"Aku juga sudah mau keluar Fe. Ayo sama-sama kita keluarkan." Jawab Eldrick.


Eldrick pun semakin mempercepat gerakannya. Dan tak sampai satu menit erangan panjang pun keluar dari mulut keduanya.


"Aaargh..." Erang panjang keduanya sambil membusurkan tubuh mereka masing-masing.


Eldrick pun ambruk seketika di atas tubuh Freya sambil mengatur nafasnya.


Setelah anakondanya kembali tertidur, baru lah Eldrick mengeluarkan anakondanya dari dalam lembah lembab dan membaringkan tubuhnya di samping Freya. Eldrick menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan Freya lalu menarik tubuh Freya agar memeluk dirinya.


Ciuman bertubi-tubi pun Eldrick berikan di kening Freya.


"Terimakasih Fe, terimakasih sudah menjadi milikku seutuhnya dan memberikan mahkota berharga mu pada ku." Ucap Eldrick.


"Jangan pernah meninggalkan ku El." Balas Freya.


"Tidak akan pernah sayang. Bahkan sekalipun kau yang pergi meninggalkan ku, aku akan pastikan aku akan selalu berada di sampingmu dan menunggu mu kembali pada ku." Jawab Eldrick.


Dan mereka pun berpelukan dengan sangat erat sampai tertidur.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2