
Tak terasa hari ini adalah hari jadi Eldrick dan Freya yang ketiga bulan, itu tandanya juga sudah tiga bulan Eldrick dan Freya menjalin hubungan dan sudah tiga bulan juga Eldrick dan Freya tinggal seatap. Tiga bulan berpacaran, hubungan mereka semakin romantis tapi romantis ala mereka. Karena Eldrick yang pemaksa dan Freya yang sudah mulai tidak mau di paksa, membuat mereka sering bertengkar-bertengkar mesra.
Perjanjian taruhan pun sepertinya tidak berlaku, Freya pernah memergoki Eldrick menyuruh Greg menyelesaikan tugas kampusnya. Freya sangat marah, dan mengancam akan memutuskan hubungan mereka jika Eldrick tak mengerjakan tugasnya sendiri. Mau tak mau mulai saat itu Eldrick tak lagi menyuruh Greg dan Bram untuk mengerjakan tugas kampusnya.
Eldrick juga jarang mengambil job manggung di kafe-kafe karena ia ingin fokus kuliah dan memperbaiki nilai-nilainya, Eldrick sudah tidak sabar ingin menyelesaikan kuliahnya tahun ini, karena dia sudah membulatkan tekad akan menikahi Freya jika dirinya sudah lulus kuliah nanti.
Dan karena Eldrick fokus kuliah, Eldrick pun tidak memiliki pemasukan. Jadi mau tak mau kartu unlimited yang di berikan Nyonya Puth terpaksa Eldrick pakai untuk memenuhi kebutuhannya dengan Freya.
Mengetahui anaknya akhirnya memakai kartu unlimited darinya, Nyonya Puth senang bukan main, yah walaupun yang Eldrick pakai setiap bulannya masih sangat sedikit, padahal mau Nyonya Puth, anaknya itu menghabiskan uang yang ada di dalam kartu unlimited itu minimal seratus juta perbulan. Tapi ternyata anaknya hanya menghabiskan uang perbulan hanya sepuluh juta. Meski uang yang di habiskan anak semata wayangnya sedikit, tapi Nyonya Puth tetap senang karena akhirnya anaknya menggunakan kartu pemberiannya.
Disaat Nyonya Puth sedang merasa senang karena perubahan Eldrick, di tempat lain ada Anne yang masih menyesali perbuatannya kepada Freya. Bahkan sudah tiga bulan sejak kejadian itu, Freya masih belum bisa memaafkan Anne. Berkali-kali Anne mendatangi Freya di kampus dan memohon agar Freya kembali tinggal bersamanya. Tapi tetap saja Freya belum bisa melembekkan hatinya. Apalagi Freya sudah mendengar kabar tentang Nick dan Tere serta kehamilan Tere.
Dan yang lebih mencengangkan dua bulan lalu, datang juga seorang perempuan ke rumah Anne dan mencari Nick, perempuan itu datang untuk meminta pertanggung jawaban Nick. Perempuan itu adalah Bella, selingkuhan Nick yang lain yang ternyata juga sedang hamil anak Nick. Mengetahui itu, Anne pun jatuh sakit karena stress. Tapi sayangnya, meski Anne sudah jatuh sakit Freya tak sekalipun menjenguk Anne, hanya Eldrick yang datang menjenguk Anne menggantikan Freya.
Meski begitu, Freya tetap mencari tau tentang kondisi sang mama melalui Eldrick yang rajin berkabar dengan Anne atau sesekali ia menyuruh bodyguard Eldrick untuk mengantar buah atau kue ke rumah sang mama.
*****
Kembali ke Eldrick dan Freya.
Karena hari ini adalah hari jadi Eldrick dan Freya yang ketiga bulan, dan jatuh di Malam Minggu, Eldrick pun meminta Lala untuk meliburkan Freya selama tiga hari, mulai hari ini sampai hari Senin karena Eldrick ingin membawa Freya ke suatu tempat untuk merayakan hari jadi mereka yang ketiga bulan. Perayaan yang sudah jauh-jauh Eldrick rencanakan, karena hari ini Eldrick berniat ingin melamar Freya.
"Kita mau kemana sih El?" Tanya Freya saat motor yang Eldrick kendarai masuk ke sebuah hutan.
"Sudah diam, nanti kau juga tau." Jawab Eldrick.
Tak sampai lima belas menit mereka pun sampai di sebuah Sabana atau padang rumput yang luas dan di tumbuhi beberapa pohon yang menyebar.
Eldrick menghentikan motornya disana, mereka pun turun dari atas motor.
Mata Freya berkeliling melihat sekitar.
"Apa yang mau kita lakukan disini El?" Tanya Freya lagi. Freya pikir sabana itu lah tempat tujuan Eldrick. Tapi ternyata Freya salah, sabana itu hanya lah tempat peralihan. Peralihan dari menggunakan motor ke mobil gunung.
Karena tujuan Eldrick sebenarnya membawa Freya ke puncak gunung yang ada di depan mereka.
"Nanti kau juga tau. Tunggu lah dulu, sebentar lagi mereka juga datang." Jawab Eldrick.
"Mereka?" Tanya Freya bingung.
Eldrick hanya menjawab dengan anggukan sampai akhirnya Eldrick melihat lima mobil Jeep dari kejauhan.
"Itu mereka." Ucap Eldrick sambil menunjuk lima mobil Jeep yang berjalan kearah mereka.
Makin mengkerut saja kening Freya melihat lima mobil Jeep itu.
"Siapa mereka? Ada apa ini? Kemana sebenarnya tujuan Eldrick." Freya bertanya-tanya dalam hati.
Freya sama sekali tidak kepikiran Eldrick akan membawanya ke puncak gunung dengan medan yang sangat jelek dan curam.
__ADS_1
Di pikiran Freya saat Eldrick mengajaknya ke suatu tempat untuk merayakan hari jadi mereka yang ke tiga bulan, Eldrick akan membawanya ke suatu tempat yang romantis. Seperti makan malam di pinggir pantai atau makan malam di private room restoran bintang lima, atau menyewa satu bioskop dan menonton film romantis. Tak ada sama sekali di pikiran Freya kalau Eldrick akan membawanya ke tempat-tempat ekstrim.
Mungkin Freya lupa kalau Eldrick bukan lah pria yang romantis yang suka dengan tempat-tempat romantis.
Kelima mobil pun makin mendekat dan kini kelima mobil itu sudah berhenti tepat di hadapan Eldrick dan Freya.
Trent pun dari dalam salah satu mobil.
"Trent." Lirih Freya saat melihat sosok Trent.
"Kenapa kau membawa banyak sekali pasukan Trent?" Protes Eldrick.
"Maaf Tuan Muda, ini perintah Tuan Besar." Jawab Trent.
"Haish menyebalkan!! Kalau begini bagaimana aku bisa fokus melamar Freya nanti." Gumam Eldrick dalam hati.
"Tenang saja Tuan Muda, kami membawa tenda. Jadi Tuan Muda dan Nona Muda bebas melakukan apapun di dalam Vila." Ucap Trent. Ia paham apa yang menyebabkan Tuan Mudanya kesal.
"Bagus. Kau memang orang yang paling pintar membaca pikiran ku." Jawab Eldrick bangga dengan rasa empati yang di miliki Trent.
"Ini Tuan Muda kunci mobilnya." Trent menyerahkan kunci mobil yang tadi Trent pakai pada Eldrick.
"Lalu motor ku?"
Trent pun menjentikkan jarinya memberi kode pada salah satu anggotanya untuk turun dari dalam mobil.
"Baik." Jawab salah satu anggota Trent itu kemudian berjalan mendekati motor Eldrick dan membawa pulang motor Eldrick ke studio musik.
Setelah salah satu anggota Trent pergi dengan motor kesayangan Eldrick, Eldrick pun menarik tangan Freya dan berjalan mendekati mobil Jeep itu.
"Kita mau kemana sih El, terus tadi Trent menyebut kata Vila. Vila dimana El?" Tanya Freya masih penasaran.
"Kau bisa diam tidak? Sudah kau tenang saja, kalau perlu kau tidur saja nanti di perjalanan. Kita masih harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam lagi." Jawab Eldrick sambil menaikkan Freya ke kursi penumpang bagian depan.
Setelah Freya duduk, baru lah Eldrick memutar langkahnya untuk naik ke kursi pengemudi. Tak lupa Eldrick memasangkan sabuk pengamannya dan sabuk pengaman untuk Freya sebelum ia menyalakan mesin mobil.
Setelah sabuk pengaman terpasang, Eldrick pun menyalakan mesin mobilnya lalu mulai menjalankan mobil itu mengikuti satu-satunya jalur menuju puncak gunung.
Melihat mobil Tuan Mudanya sudah jalan keempat mobil yang berisi para bodyguard penjaga Eldrick pun ikut jalan, dua mobil di depan mobil Eldrick dan dua mobil di belakang mobil Eldrick.
Satu mobil berisi empat bodyguard, berarti total bodyguard untuk menjaga Eldrick bermalam di puncak gunung ada enam belas bodyguard.
Freya yang masih buta situasi pun memilih memejamkan matanya sesuai perkataan Eldrick yang menyuruhnya untuk tidur saat perjalanan. Tapi baru lima belas menit matanya terpejam, ia terpaksa membuka matanya kembali karena merasakan jalanan yang bergejolak karena bentuk jalanan yang berbatuan.
Freya mengkerutkan keningnya mencoba menerka-nerka sendiri kemana arah tujuan mereka. Tak lama matanya membelalak saat menyadari kemana tujuan Eldrick membawanya.
"El, jangan bilang kau mau membawa ku kepuncak gunung itu." Tanya Freya menyelidik.
"Oh.. kau sudah tau." Jawab Eldrick dengan santainya.
__ADS_1
"Jadi benar kau akan membawa ku kesana?" Pekik Freya.
"Iya. Memang kenapa?"
"Astaga El, apa tidak ada tempat lain? Kenapa kau membawa ku ke atas gunung, hah?"
"Di atas sana itu sangat romantis Fe, percaya lah pada ku, aku yakin setelah ini kau akan merengek pada ku minta ke tempat itu lagi."
"Tapi kalau ada binatang buas disana bagaimana El?"
"Aku rasa para bodyguard ku lebih buas dari para binatang buas." Jawab Eldrick. Lagi dan lagi Eldrick menjawab pertanyaan Freya dengan santainya.
"Terserah kau lah!! Awas saja kalau tempat itu menyeramkan, aku tidak mau bicara lagi dengan mu!!!" Ancam Freya.
"Tapi kalau tempat itu menyenangkan bagaimana?"
"Aku akan mengabulkan semua permintaan mu." Jawab Freya.
"Oke. Deal?"
"Deal."
Mereka pun saling sepakat tanpa berjabat tangan karena tidak mungkin juga Eldrick melepaskan tangannya dari kemudi karena kondisi jalanan yang curam dan berbatu membuat Eldrick harus menahan kuat kemudinya.
*****
Satu jam kemudian mereka pun sampai di puncak gunung. Terlihatlah ada satu Vila yang terbuat dari kayu berukuran tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.
Begitu mobil yang Eldrick kendarai berhenti, cepat-cepat Freya turun dari dalam mobil. Ia sudah tidak tahan untuk mengeluarkan isi perutnya. Jalanan yang bergejolak membuat perutnya juga bergejolak. Dan ini adalah kedua kalinya Freya mengeluarkan isi perutnya.
"Hoeeek..Hoeeek." Freya pun memuntahkan isi perutnya tepat disamping mobil Eldrick.
Melihat Freya muntah-muntah lagi, Eldrick pun menyuruh Trent untuk mengambil air hangat.
"Apa kau tidak pa-pa?" Tanya Eldrick sambil memijat-mijat tengkuk Freya.
"Kepala mu tidak pa-pa!! Kau sudah lihat aku lemas begini, bisa-bisanya kau bertanya apa aku tidak pa-pa." Omel Freya.
"Memang dasar fisik mu saja yang lemah, baru di ajak offroad saja sudah langsung muntah-muntah." Bukannya merasa bersalah dan menenangkan Freya, Eldrick malah membalas omelan Freya dengan tak kalah ketusnya.
"Terus mau mu fisik ku harus sekuat fisik mu, hah?!"
"Kau kan kekasih ku, jadi mental dan fisik mu harus sekuat fisik ku. Makanya aku ingin melatih itu dari sekarang, agar saat kau menjadi istri ku nanti kau sudah siap menghadapi hal-hal yang paling sulit sekalipun." Jawab Eldrick dengan penuh percaya diri.
"Cih.. istri!! Memangnya siapa yang mau menjadi istri dari laki-laki pemaksa seperti kau! Sudah pemaksa tidak romantis lagi!"
"Kau!!!" Geram Eldrick. Ingin rasanya Eldrick memiting leher kekasihnya itu, tapi niatnya itu ia urungkan karena tiba-tiba Trent datang membawa air hangat yang ia minta tadi.
to be continued...
__ADS_1