
Setelah tiga puluh menit memberi ruang untuk Freya bersiap-siap dan Eldrick juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian formal, Eldrick pun kembali masuk ke dalam kamar.
Tok tok tok. Eldrick mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Mendengar suara ketukan pintu, Freya pikir yang mengetuk pintu bukan lah Eldrick.
"Masuk." Jawab Freya dari dalam kamar.
Ceklek. Eldrick pun membuka pintu kamar.
"Tumben sopan sekali dia." Gumam Freya dalam hati.
"Apa kau sudah siap?" Tanya Eldrick.
Freya tak menjawab, ia malah memperhatikan penampilan Eldrick yang tak pernah ia lihat memakai pakaian formal.
"Sebenarnya apa yang sedang ia rencanakan. Kenapa dia memakai pakaian formal dan menyuruhku memakai gaun ini? Apa disini ada restoran mewah?" Freya bertanya-tanya dalam hatinya.
"Hei!! Kenapa kau malah melamun? Apa kau sudah siap?" Tanya Eldrick sekali lagi.
"Sebenarnya kita mau kemana El? Kenapa kita berpakaian formal seperti ini?" Tanya Freya.
"Bisa tidak kau jangan banyak tanya." Bukannya menjawab, Eldrick malah mengomeli Freya.
"Sudah ayo." Eldrick pun langsung menarik tangan Freya.
"Eh tunggu." Ucap Freya sambil menarik tangan Eldrick.
"Apalagi Fe?" Tanya Eldrick menggeram.
"Pinjam jas mu." Ucap Freya.
"Untuk apa?"
"Masa aku keluar seperti ini."
Eldrick melihat penampilan Freya, ia baru sadar kalau sedari tadi Freya menutup bagian atas tubuhnya dengan handuk.
"Memangnya kenapa penampilan mu?" Tanya Eldrick sambil menarik handuk yang menutupi bagian atas tubuh Freya.
Mata Eldrick pun membelalak seketika saat melihat gaun yang Freya kenakan yang ternyata berbelahan dada rendah. Eldrick menelan salivanya susah payah, penampakan belahan dada Freya benar-benar menggoda imannya.
Padahal Eldrick sering melihat wanita-wanita yang menggodanya memakai pakaian yang seperti Freya pakai, malah lebih parah, tapi tak sekalipun anakondanya tergiur dengan belahan dada para wanita itu, tapi kenapa saat melihat belahan dada Freya, anakondanya terbangun? Ini benar-benar membuat Eldrick sakit kepala.
Tak ingin melihat pemandangan yang menyakitkan kepalanya lebih lama, cepat-cepat Eldrick membuka jasnya lalu memberikannya pada Freya.
"Pakai ini cepat. Aku tunggu di luar." Ucap Eldrick lalu keluar dari dalam kamar meninggalkan Freya.
Sesampainya di luar kamar, Eldrick mengatur nafasnya yang sejak tadi sudah tak beraturan.
"Sialan kau Trent!! Bisa-bisanya kau memilihkan gaun yang itu untuk Freya!!!" Lirih Eldrick menggeram.
Karena sebenarnya, bukan gaun itu yang Eldrick suruh Trent beli, melainkan gaun yang bagian dadanya tertutup. Entah apa maksud Trent menukar gaun yang ia pilihkan untuk Freya.
"Ayo aku sudah siap." Ucap Freya tiba-tiba dari belakang Eldrick.
Sontak Eldrick pun menoleh ke belakang.
Melihat Freya sudah menutup bagian yang menggoda iman dengan jas nya, Eldrick akhirnya bisa bernafas lega.
"Ayo." Eldrick menjulurkan tangannya untuk Freya genggam.
Freya pun menyambut uluran tangan Eldrick. Dan mereka pun keluar dari dalam vila.
*****
Kini mereka sudah berada di tempat Eldrick menyiapkan kejutan untuk Freya.
"El, kenapa tempat ini gelap sekali? Aku takut El!!" Freya merapatkan tubuhnya pada Eldrick karena tempat mereka berdiri sekarang sangat lah gelap.
"Tutup mata mu!" Perintah Eldrick.
"Untuk apa?"
"Tutup saja, cepat!!" Perintah Eldrick lagi.
__ADS_1
Freya pun menutup matanya.
Melihat Freya menutup matanya, Eldrick pun menjentikkan jarinya, sebagai kode agar Trent menyalakan lampu.
Tempat mereka berdiri itu pun terang seketika.
"Sekarang buka mata mu." Perintah Eldrick pada Freya.
Perlahan Freya pun membuka matanya.
Mata Freya membulat seketika saat melihat pemandangan yang ada di depannya.
Karena saat ini mereka sudah ada di pinggir tebing dan Eldrick menyulap bibir tebing itu dengan lampu-lampu yang menggantung di ranting-ranting pohon. Sudah ada meja dan dua kursi untuk tempat mereka makan malam romantis, diatas meja juga sudah tersedia beberapa menu makanan dan satu botol wine dan dua gelas yang di pakai untuk meminum wine.
"Apa kau suka?" Tanya Eldrick saat melihat raut wajah takjub yang terpancar dari wajah Freya.
"Apa kau yang menyiapkan ini semua?"
"Bukan. Aku hanya memberi ide, tapi yang menyiapkan adalah Trent dan anak buah ku yang lain." Jawab Eldrick jujur.
"Cih..tetap saja kau dalangnya." Decih Freya gemas.
"Ayo kita makan. Setelah makan aku akan menunjukkan kejutan yang lainnya." Ucap Eldrick.
Freya pun menganggukkan kepalanya.
Dan mereka pun berjalan mendekati meja yang sudah tersedia beberapa hidangan itu.
Lima belas menit kemudian mereka pun sudah selesai menyantap makan malam mereka.
Ting. Eldrick mendentingkan sendok ke gelas sebagai tanda agar Trent menyalakan musik klasik dari ponselnya yang sudah tersambung dengan speaker.
Musik pun dimainkan, musik yang lembut menambah kesan romantis malam itu. Setelah musik berbunyi, Eldrick pun menuangkan wine ke dalam gelas milik Freya kemudian ke dalam gelasnya.
"Bersulang." Ucap Eldrick sambil mengangkat gelasnya.
Freya pun mengangkat gelasnya dan mendentingkan gelasnya ke gelas Eldrick.
"Bersulang." Balas Freya dengan senyuman manis dari bibirnya.
Beberapa detik kemudian, kembang api pun meledak di udara dengan sangat cantiknya.
"Woaaah..." Kaget Freya saat melihat kembang api itu.
Saat Freya sedang terpesona dengan indahnya ledakan kembang api di udara, Eldrick berdiri dari tempat duduknya dan berlutut tepat di hadapan Freya.
"Mau berdansa dengan ku?" Tanya Eldrick sambil menjulurkan tangannya ke hadapan Freya.
"Memangnya aku bisa menolak??" Sindir Freya. Freya pun meletakkan tangannya di atas telapak tangan Eldrick, lalu berdiri dari tempat duduknya.
Mereka pun mulai berdansa diiringi musik klasik dari ponsel Trent. Mudah-mudahan tidak ada yang menghubungi Trent tiba-tiba, karena kalau tiba-tiba ada yang menelpon, rusaklah suasana romantis itu.
Eldrick menghentikan sejenak gerakan dansa mereka dan menatap wajah Freya dalam-dalam.
"I love you Freya." Ucap Eldrick dengan penuh ketulusan.
"I love you Eldrick " balas Freya.
Mereka pun berciuman sejenak dengan mesranya untuk meluapkan rasa cinta mereka. Setelah satu menit, baru lah mereka melepaskan tautan bibir mereka.
Eldrick pun merogoh saku celananya untuk mengambil cincin yang sudah ia siapkan untuk melamar Freya. Tapi ternyata cincin itu tidak ada di kantong celananya.
"Sial!! Sepertinya cincin itu ketinggalan di vila." Umpat Eldrick dalam hati.
"Kenapa El?" Tanya Freya saat melihat raut wajah Eldrick yang berubah.
"Sepertinya kita harus segera kembali ke vila." Ucap Eldrick. Dan tanpa basa-basi lagi, Eldrick langsung manarik tangan Freya untuk kembali ke vila.
"Ekkh... Tapi aku belum puas menikmati malam ini El!!!" Teriak Freya, ia menolak kembali ke vila.
"Kita bisa melanjutkannya di vila." Jawab Eldrick. Pikirannya sudah sangat kacau sekarang, karena ia lupa tempat persisnya dimana ia meletakkan kotak cincin itu.
Gara-gara cincin, rusak lah momen romantis yang hampir sempurna itu.
*****
__ADS_1
Kini mereka sudah berada di dalam vila.
"Kau tunggu disini." Perintah Eldrick pada Freya saat mereka sudah berada di dalam ruang tengah.
Setelah mengatakan itu, Eldrick pun meninggalkan Freya di ruang tengah dan berjalan terburu-buru menuju kamar mereka untuk mencari cincin itu.
"Sebenarnya dia kenapa sih!!" Geram Freya.
Freya pun mendudukkan dirinya di atas sofa untuk menunggu Eldrick.
Hampir sepuluh menit, Eldrick pun keluar dari dalam kamar tapi ia tidak langsung menghampiri Freya melainkan melanjutkan langkah kakinya menuju kamar yang satu lagi, kamar dimana tadi dirinya bersiap-siap.
Melihat Eldrick seperti orang kebingungan dan seperti sedang mencari sesuatu pun berdiri dari tempat duduknya dan menyusul Eldrick ke kamar kosong itu.
"Apa kau sedang mencari sesuatu?" Tanya Freya.
"Iya. Sesuatu yang sangat penting bagi ku." Jawab Eldrick sambil mencari keberadaan kotak cincin itu.
"Apa? Biar aku bantu carikan."
"Tidak perlu. Kau tunggu lah saja di ruang tengah." Tolak Eldrick.
"Ya sudah kalau tidak mau." Jawab Freya. Freya pun keluar dari kamar itu dan berjalan ke kamar mereka. Ia berniat ingin membuang air kecil.
Freya pun selesai dengan urusannya di kamar mandi. Baru saja keluar dari dalam kamar mandi, terdengar lah Eldrick yang memanggil namanya.
"Fe.. Freya." Teriak Eldrick.
"Aku disini." Jawab Freya tak kalah berteriak dari dalam kamar.
Mendengar suara Freya dari dalam kamar mereka, Eldrick pun berjalan menuju kamar itu.
Ceklek. Eldrick membuka pintu kamar.
"Apa sudah ketemu yang kau cari tadi?" Tanya Freya begitu melihat Eldrick membuka pintu.
Eldrick menganggukkan kepalanya sambil terus berjalan mendekati Freya.
Eldrick mengatur sejenak pernafasannya kemudian berlutut di hadapan Freya lalu menyodorkan kotak beludru ke hadapan Freya.
"Apa ini?" Tanya Freya.
"Buka lah." Jawab Eldrick.
Freya pun mengambil kotak beludru itu dan membuka kotak itu.
Mata Freya membulat sempurna saat melihat sebuah cincin berlian dengan mata berbentuk hati.
"Menikah lah dengan ku Freya. Jadi lah milikku seutuhnya." Ucap Eldrick masih dalam posisi berlutut di hadapan Freya.
"Apa kau serius El?" Tanya Freya.
"Apa aku terlihat sedang bercanda Fe?" Eldrick malah bertanya balik.
"Aku.. aku.." Freya nampak ragu menjawab lamaran Eldrick itu.
Melihat wajah sang kekasih yang meragu, Eldrick pun berdiri. Ia menangkup wajah kekasihnya itu dengan kedua tangannya.
"Apa kau masih meragukan ku Fe?"
Freya menggigit bibir bawahnya, ia ingin menjawab iya tapi ia takut menyinggung perasaan Eldrick.
"Maaf El." Hanya kata maaf lah yang bisa Freya ucapkan.
Eldrick menghela nafasnya kasar.
"Apa yang membuat mu masih ragu pada ku, Fe. Katakan, aku harus berbuat apa agar kau percaya kalau aku sungguh-sungguh pada mu?!"
"El, menikah itu tidak hanya butuh cinta tapi menikah itu harus memiliki pondasi kepercayaan yang kuat. Maaf kalau aku belum sepenuhnya percaya pada mu, karena aku merasa di hati mu masih ada nama wanita lain. Aku takut, jika suatu saat wanita itu hadir lagi, kau akan memalingkan hati mu lagi padanya. Makanya sampai saat ini aku masih membentengi diri ku untuk tidak sepenuhnya menggantungkan hati ku pada mu."
"Tidak ada nama wanita lain Fe, hanya ada kau di hati ku Fe. Percayalah. Aku sangat sangat sangat mencintai mu." Ucap Eldrick penuh ketulusan.
Sorot mata penuh ketulusan yang Eldrick pancarkan itu berhasil menembus ke dalam lubuk hati Freya yang paling dalam.
to be continued...
__ADS_1