
Setelah Tere keluar dari rumah itu, Nick pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dari sisa percintaannya dengan Tere. Setelah selesai membersihkan diri, ia pun keluar dari dalam kamarnya dan berniat ingin keluar dari rumah itu, ia ingin menjemput Bella dari tempat kerjanya di toko tas branded.
Namun baru saja beberapa langkah ia keluar dari dalam kamar, samar-samar Nick mendengar suara ponsel yang ia bisa pastikan itu bukan suara ponselnya. Nick pun berjalan ke arah kamar Tere untuk memastikan apa suara ponsel itu adalah suara ponsel Tere. Dan ternyata bukan. Tak ada suara apapun dari dalam kamar Tere saat Nick masuk ke dalam kamar Tere.
Nick pun keluar dari kamar Tere. Seiring Nick berjalan keluar dari kamar Tere, suara ponsel itu pun tak lagi ia dengar.
"Mungkin itu hanya halusinasi ku saja." Gumam Nick.
Nick pun melanjutkan langkah kakinya menuju pintu.
Namun belum sampai ia di depan pintu, suara ponsel itu kembali ia dengar.
Nick mengernyitkan keningnya dan menajamkan telinganya untuk memastikan apa suara itu nyata atau hanya halusinasinya saja.
"Sepertinya suara itu dari lantai atas." Gumam Nick setelah merasa yakin kalau suara ponsel itu nyata adanya.
Nick pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil benda yang bisa ia pakai untuk memukul, takut-takut orang yang ada di lantai atas adalah maling atau orang jahat sejenisnya. Benda yang Nick temukan adalah linggis.
Dengan linggis di tangannya, Nick pun menaiki anak tangga dengan sangat pelan sambil terus menajamkan telinganya.
Langkah kaki Nick pun terhenti tepat di depan kamar anak tirinya.
Nick menempelkan telinganya di pintu untuk memastikan apa benar suara ponsel itu dari dalam kamar Freya. Dan ternyata benar, bahkan samar-samar Nick mendengar suara Freya dari dalam kamar.
Senyum licik Nick pun merekah dari pipinya. Ini kesempatan emas baginya, apalagi sekarang rumah dalam keadaan kosong.
Nick pun meletakkan linggis yang sejak tadi ia pegang, lalu perlahan memutar handle pintu, tapi sayangnya pintu itu terkunci.
"Sial!!!" Umpat Nick.
Nick pun menghela nafasnya. Sepertinya ia tidak bisa melakukan serangan mendadak sepertinya yang baru saja terlintas di otak mesumnya.
Tok.. Tok.. Tok.
Nick mengetuk pintu kamar Freya.
"Siapa di dalam? Apa itu kau Fe?" Teriak Nick.
Sedangkan di dalam kamar, Freya yang kaget mendengar suara ketukan pintu di tambah lagi suara si buaya Nick, cepat-cepat mematikan suara ponselnya yang masih berdering.
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok.
Suara ketukan pintu sekali lagi.
"Fe, apa itu kau?!" Teriak Nick lagi dari depan pintu.
Jantung Freya makin berdegup kencang.
Tapi tiba-tiba ide cemerlang muncul di kepalanya, sebuah ide untuk membuat bukti kebe•jad-an Nick.
Freya pun mengaktifkan mengubah suara ponselnya menjadi senyap, lalu menyalakan video di kamera ponselnya, setelah itu menyelipkan ponselnya di selipan buku-buku yang ada di rak buku. Dari tempat Freya menyelipkan ponselnya, terlihat jelas seisi kamar Freya yang tidak terlalu besar itu. Jadi bisa di pastikan mulai dari Nick masuk ke dalam kamar, hingga nanti Nick melakukan sesuatu yang tidak-tidak seperti feelingnya, semua akan terekam jelas di kamera ponselnya.
Setelah semua persiapan selesai baru lah Freya berjalan mendekati pintu kamarnya yang masih terketuk.
Freya menghela nafasnya kasar sebelum membuka pintu itu.
Dengan perlahan Freya memutar handle pintu.
Ceklek.
"Ternyata itu kau, Fe." Ucap Nick saat Freya membuka pintu.
"Mau apa kau!" Tanya Freya ketus.
"Kau bukan ayah ku!! Kau hanya lah seorang benalu dan penjahat ke•lamin!" Hina Freya.
Nick menggertakan giginya mendengar hinaan Freya.
"Oh..ya?! Tapi sayangnya mama mu yang bodoh dan haus akan kasih sayang itu sangat mencintai si benalu dan si penjahat ke•lamin ini sayang." Jawab Nick, yang tak mau terpancing emosi.
"Itu tidak akan lama Nick! Aku bisa pastikan itu!"
"Ya..ya..ya, kita lihat saja nanti." Bukannya merasa takut, Nick malah menantang Freya. Ia merasa ucapan Freya tidak akan pernah terwujud.
"Oh iya, sedang apa kau disini? Apa kau merindukan ku baby girl?" Tanya Nick dengan tatapan liar.
"Jangan mimpi kau! Aku kesini karena merindukan mama ku, bukan kau!"
"Oh ya? Tapi sayangnya, aku merindukan mu sayang." Nick pun makin mendekatkan dirinya dengan Freya lalu mendorong pintu yang sedari tadi Freya tahan agar tidak terbuka lebar.
__ADS_1
"Mau apa kau Nick!! Minggir kau!!" Teriak Freya sambil menahan pintu agar tidak terbuka lebar. Itu Freya lakukan hanya untuk melengkapi dramanya karena sekarang aksi mereka sedang terekam dalam kamera ponselnya.
BRAAK. Pintu pun berhasil terbuka lebar.
"Mau apalagi sayang, kalau bukan mau bersenang-senang dengan mu." Jawab Nick sambil berjalan mendekati Freya.
Saat Nick melangkah maju, Freya pun melangkah mundur.
"Bukan kah kau bekerja di club malam? Berarti sekarang kau sudah pintar bukan melayani pria di atas ranjang?" Tanya Nick dengan tatapan liarnya.
"Kau pikir orang yang bekerja di club itu seperti yang ada di otak kotor mu, hah!!! Tidak semua orang yang bekerja di club malam seperti yang kau pikirkan!" Jawab Freya tidak suka.
"Jangan munafik sayang, ayolah kita praktekan apa yang sudah kau pelajari selama kau bekerja di club. Aku ingin melihat keganasan mu baby girl."
Tubuh Freya pun mentok di dinding.
"Pergi kau!! Jangan mendekat!!!" Teriak Freya.
"Jangan berteriak sayang. Berteriak lah saat kita bergulat di atas ranjang." Tiba-tiba saja Nick langsung menarik tangan Freya dan langsung membuang tubuh Freya ke atas ranjang.
Sebenarnya, Freya bisa saja melawan dan langsung menendang pedang tumpul Nick. Tapi itu tidak Freya lakukan karena Freya ingin mendapatkan bukti sampai Nick mencoba memperkosanya.
Kini Nick sudah mengungkung dan mengunci tubuh Freya. Freya pun pura-pura meronta untuk menyempurnakan drama.
"Lepas Nick! Lepaskan aku! Aku akan memberitahu mama atas aksi be•jad mu ini!" Teriak Freya.
Bukannya takut, Nick malah tertawa terbahak-bahak.
"Katakanlah Fe!! Mama mu yang bodoh itu tidak akan pernah percaya pada mu, ia sangat mencintai ku, jadi dia pasti lebih mempercayai aku dari pada kau!!" Balas Nick.
Nick pun mulai mengeksplor leher Freya.
"Aaaaaaa....a lepas, lepas Nick!!!" Jerit Freya sambil meronta.
Sengaja ia membiarkan ayah tirinya itu mengeksplor lehernya agar sang mama makin percaya kalau suami brondongnya itu adalah lelaki be•jad.
Lima detik sudah Nick memainkan bibirnya di leher Freya. Dan Freya merasa waktu lima detik aksi be•jad Nick itu sudah cukup mambuat sang mama percaya.
Kini saat nya Freya menunjukkan kekuatannya. Freya pun mengumpulkan tenaganya untuk mendorong Nick.
__ADS_1
Saat Freya sedang berusaha mendorong Nick dari atas tubuhnya, tiba-tiba...
to be continued...