
"Apa kau yakin itu Eldrick dan Cindy?" Tanya Mike. Meski Mike tidak menyukai Eldrick tapi ia juga tidak mau memanfaatkan keadaan untuk keuntungan dirinya sendiri. Bagaimana pun ia tau kalau Freya sangat mencintai Eldrick dan ia juga sudah mengikhlaskan Freya di miliki Eldrick. Tapi jika suatu saat hubungan Freya dan Eldrick berakhir, disaat itu lah Mike akan kembali memperjuangkan cintanya.
Freya mengernyitkan keningnya nampak memikirkan pertanyaan Mike.
Ia sendiri juga tidak tahu apa benar suara yang ia dengar memang suara desauan Eldrick dan Cindy atau bukan, karena ia hanya mendengar suara tidak melihat orang yang mengeluarkan suara itu.
Tring.
Saat pikirannya sedang memikirkan lagi kejadian yang tak mengenakan tadi, tiba-tiba saja ponsel Freya berbunyi. Tanda notifikasi pesan di ponselnya.
Freya pun mengambil ponselnya dan terlihat lah nama Eldrick yang mengirimkan pesan padanya.
Freya pun membuka pesan yang dikirimkan Eldrick, ternyata Eldrick mengirimkan pesan video untuk Freya.
Muncul lah wajah sepasang kekasih yang tertunduk malu dan ketakutan begitu Freya membuka pesan video itu.
"Sekarang katakan lah bahwa kalian lah yang berhubungan intim di belakang kampus tadi!" Terdengar suara Eldrick memberi perintah.
"Maafkan kami. Kami lah yang tadi melakukan hubungan intim tadi di belakang kampus, bukan Eldrick. Kami berani sumpah. Mohon jangan salah paham dengan Eldrick dan jangan laporkan kami. Kami mohon." Ucap si laki-laki yang menjadi pemeran utama yang asli dari suara desauan yang Freya dengar tadi.
Setelah si laki-laki mengakui perbuatannya dan memohon agar Freya percaya pada Eldrick, kini Eldrick mengarahkan kamera ke wajahnya.
"Fe, percaya pada ku, suara yang kau dengar itu bukan aku dan Cindy. Tapi suara mereka berdua. Percaya lah pada ku Fe. Aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu. Aku sangat mencintai Fe. Aku tidak sungguh-sungguh dengan ancaman ku tadi Fe. Mari kita bicarakan lagi hal ini baik-baik. Aku tunggu di studio." Ucap Eldrick di akhir video itu.
"Sepertinya ini hanya salah paham Fe. Apa kau mau pulang sekarang dan membicarakan baik-baik dengan Eldrick? Kalau iya, biar ku antar kau pulang. Tapi kalau kau tidak mau, kau bisa menenangkan pikiran mu disini." Ucap Mike yang juga ikut menonton video itu.
"Sepertinya aku harus pulang sekarang Mike. Tapi maaf, biar aku pulang sendiri. Aku tidak mau menambah keruh suasana kalau Eldrick melihat kau mengantar ku pulang." Jawab Freya.
"Oke, baiklah. Aku mengerti." Balas Mike.
Mereka pun berdiri dari tempat duduk mereka dan keluar dari ruang tamu rumah Mike. Mike hanya mengantar Freya sampai Freya mendapatkan taksi. Setelah Freya sudah pergi dengan taksi, baru lah Mike kembali kerumahnya.
*****
Kini Freya sudah sampai di depan studio Eldrick.
Sudah ada motor Eldrick terparkir di depan studio, itu menandakan Eldrick sudah ada di dalam studio.
"Masuk, tidak, masuk, tidak." Freya terlihat mondar-mandir di depan pintu.
Ceklek. Tiba-tiba saja pintu studio terbuka. Eldrick lah yang membuka pintu.
Bukan suatu kebetulan Eldrick membuka pintu, itu semua karena Trent yang memberitahu Eldrick kalau Freya sudah ada di depan pintu studio dan sedang mondar-mandir, seperti sedang ragu untuk masuk.
Tak ingin Freya lari, tak perlu menunggu Freya membuka pintu, cepat-cepat Eldrick membuka pintu studionya.
"Fe..." Lirih Eldrick.
"El.." balas Freya.
"Masuk lah, kita bicarakan di dalam." Ucap Eldrick.
Eldrick pun membuka pintunya lebar-lebar dan mempersilahkan Freya masuk terlebih dahulu.
Freya pun masuk ke dalam studio. Setelah Freya masuk, Eldrick pun menutup pintu studionya dan menguncinya dari dalam.
Freya langsung berjalan ke ruang tamu dan diikuti Eldrick dari belakang. Mereka pun duduk bersebelahan di sofa panjang.
__ADS_1
"Fe, aku minta maaf karena sudah menuduh mu berselingkuh. Pikiran ku kacau Fe saat melihat mu duduk bersebelahan dengan laki-laki lain. Aku masih sangat trauma dengan perselingkuhan. Sekali lagi maafkan aku." Ucap Eldrick.
Freya tak menjawab, ia masih menutup mulutnya rapat-rapat.
"Dan soal suara yang kau dengar di belakang kampus. Aku berani sumpah itu bukan aku dan dua orang yang tadi ku kirimkan videonya pada mu itu lah pelaku aslinya. Tadi sewaktu aku datang ke belakang kampus, dua orang itu memang sedang berhubungan intim, tapi aku menyuruh mereka pindah tempat, tak lama setelah itu tiba-tiba saja Cindy datang. Sepertinya dia ingin merayuku, tapi aku berani sumpah, aku sama sekali tidak termakan rayuan Cindy." Ucap Eldrick lagi.
Freya masih saja diam.
Keterdiaman Freya itu di artikan Eldrick kalau Freya masih marah padanya. Tapi sebenarnya Freya hanya sedang gengsi saja karena malu telah menuduh Eldrick melakukan hal yang tidak-tidak dengan Cindy.
"Fe.." lirih Eldrick sambil mengambil tangan Freya.
"Maafkan aku." Ucap Eldrick lalu mencium tangan kekasihnya itu.
Freya masih diam dan hanya melirik ke arah Eldrick.
"Maafkan aku sayang." Ucap Eldrick sekali lagi karena Freya masih saja diam. Eldrick kembali mencium tangan Freya tapi kali ini ciumannya semakin naik.
Eldrick terus meminta maaf sambil mencium tangan Freya semakin naik. Dan sampai lah ciuman itu di pundak Freya.
"El stop." Ucap Freya saat Eldrick mencium pundaknya.
"Aku tak akan berhenti sebelum kau memaafkan ku sayang." Jawab Eldrick, ia pun kembali mencium Freya, tapi kali ini di leher Freya.
"El.. stop. Kau curang!" Ucap Freya sambil berusaha menjauhkan wajah Eldrick pada lehernya.
Tapi Eldrick malah makin menekan kepalanya di leher Freya, bahkan perlahan Eldrick mulai membaringkan Freya di atas sofa. Kini Freya sudah berada dalam kungkungan Eldrick.
"Maafkan aku sayang, aku mohon." Ucap Eldrick lagi. Tapi kali ini suaranya sudah serak dan berat, tangannya juga mulai menaikkan baju Freya perlahan.
"Kau curang El, kenapa meminta maaf dengan cara seperti ini, hah?"
"Benarkah kau menyesal?"
"Ya sayang, sangat."
"Aku akan memaafkan mu, kalau kau berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi."
"Aku tidak janji sayang. Tapi akan aku usahakan untuk mengontrol emosiku."
"Baik lah kalau begitu, aku memaafkan mu." Jawab Freya.
"Dan aku juga minta maaf pada mu El, karena sudah menuduh mu yang tidak-tidak." Ucap Freya.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama sayang kalau aku di posisi mu." Jawab Eldrick.
"Tapi percayalah Fe, hanya kau lah satu-satunya untuk ku."
"Benarkah? Tapi sepertinya kau seorang pemain?" Tanya Freya menyelidik.
"Aku ini laki-laki Fe, aku hanya menggunakan insting ku sebagai laki-laki. Kenapa? Apa kau masih tidak percaya kalau kau itu wanita pertama yang merasakan atraksi anakonda ku, hah?"
Freya menganggukkan kepalanya. Bukan karena tidak percaya, tapi Freya hanya sedang menggoda Eldrick saja.
"Baik lah kalau kau tidak percaya. Kalau begitu tutup mata mu."
Freya pun menutup matanya.
__ADS_1
Saat Freya sudah menutup matanya, tangan Eldrick pun makin menaikkan baju Freya sebatas dada. Lalu mencium perut Freya dengan sangat lembut.
"Sssh..." Desis Freya.
"Rasakan cinta ku dari setiap sentuhan ku pada tubuh mu sayang." Ucap Eldrick. Eldrick pun kembali mencium perut Freya semakin naik.
Nafas Freya sudah tak beraturan saat merasakan sentuhan bibir Eldrick.
Kini bibir Eldrick sudah sampai di depan dada Freya, Eldrick menarik wajahnya sesaat untuk mengatakan kata cinta pada Freya dan tangannya pun mulai beralih ke punggung Freya untuk membuka pengait penutup buah kenyal milik Freya.
"I love you Freya." Ucap Eldrick. Seiring dengan pengait yang berhasil Eldrick buka.
Setelah pengait terbuka, Eldrick pun menarik penutup buah kenyal itu dan membuangnya ke sembarang arah.
Freya terus menutup matanya, ia pasrah dengan apa yang akan Eldrick perbuat padanya.
Setelah membuang penutup buah kenyal, kini tangan Eldrick kembali ke dada Freya dan memilin puncak buah kenyal itu dengan sangat lembut.
"Ssh..ough.." desau Freya. Tubuhnya pun menggelinjang karena pilinan jari Eldrick di puncak buah kenyalnya.
"Apa kau sudah merasakan rasa cinta ku sayang?" Bisik Eldrick dengan suara tak kalah seksi di telinga Freya.
Freya hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa kau mau merasakan rasa cinta ku yang lebih besar lagi sayang?"
Freya kembali menganggukkan kepalanya.
Melihat Freya mengangguk, Eldrick oun mendaratkan bibirnya di bibir Freya dan mulai mel•umat bibir Freya dengan lembut. Dan Freya pun melingkarkan tangannya pada leher Eldrick.
Ciuman pun semakin panas. Eldrick pun berhasil membuka semua kain yang menempel di tubuh Freya dan di tubuhnya. Eldrick dan Freya pun sudah sama-sama polos sekarang.
"Apa kau mencintai ku Fe?" Tanya Eldrick sebelum ia memasukkan anakondanya ke dalam lembah lembab milik Freya.
"Aku mencintai mu, El. Sangat mencintai mu." Jawab Freya dengan nafas yang sudah tak beraturan.
"Katakan, hanya aku satu-satunya untuk mu." Pinta Eldrick.
"Kau satu-satunya El." Jawab Freya.
"Selamanya?" Tanya Eldrick.
"Ya selamanya." Jawab Freya.
"Ayo lah El, aku sudah sangat frustasi." Ucap Freya yang sudah tak sabaran Eldrick memasukkan anakondanya ke dalam lembah lembabnya.
"Aku datang sayang." Jawab Eldrick. Eldrick pun mengarahkan anakondanya menuju pintu lembah lembab.
"Aaakkh.." desau Freya saat anakonda Eldrick terbenam sempurna di dalam lembah lembabnya.
Eldrick pun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan.
"Ough Freya, aku mencintai mu." Racau Eldrick.
"Ssh.. ough El, Aku juga mencintai mu."
"Hanya aku satu-satunya untuk Fe, selamanya." Ucap Eldrick lagi di tengah-tengah gerakan maju mundurnya.
__ADS_1
Dan masalah mereka pun selesai diatas sofa dengan kata cinta yang tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka.
to be continued...