
Setelah Tuan Puth pergi, Nyonya Puth menggiring Eldrick untuk masuk ke ruang keluarga.
Mereka pun duduk bersebelahan di sofa panjang di ruangan itu.
"Katakan apa yang membuat mu datang sepagi ini? Apa ada masalah?" Tanya Nyonya Puth.
"Eldrick rasa mommy sudah tau apa alasan Eldrick datang ke mansion sepagi ini."
"Apa? Mommy tidak tau."
"Ayo lah mom, tidak usah berpura-pura. Pasti Trent sudah melapor kan pada paman Billy dan paman Billy sudah melapor pada daddy?"
"Soal di club tadi malam? Yang kau menolong seorang gadis?"
Eldrick menganggukkan kepalanya.
"Lalu, kau mau mommy berbuat sesuatu untuk gadis itu?"
Eldrick menganggukkan kepalanya kembali.
"Kau mau mommy melakukan apa untuk gadis itu?"
"Pekerjakan lah Fe di restoran mommy. Tapi jangan sampai Fe tau kalau itu restoran mommy, pokoknya El mau semua berjalan smooth dan alami." Ucap Eldrick.
"Apa kau menyukai gadis itu El?" Selidik Nyonya Puth sambil memicingkan matanya.
Eldrick menggelengkan kepalanya gelagapan.
"Fe hanyalah teman ku, dan dia butuh pekerjaan untuk membiayai hidup nya dan membayar uang kuliahnya. Jadi El ingin membantunya sebagai teman. Itu saja tidak lebih." Jawab Eldrick. Ia masih saja menyangkal isi hatinya.
"Ya baik lah." Jawab Nyonya Puth, ia tak ingin memaksa Eldrick untuk mengakui perasaannya. Akan ada saatnya Eldrick akan terbuka dengan perasaannya pada Freya.
"Nanti mommy suruh Lala untuk mengurusnya." Ucap Nyonya Puth lagi.
Lala adalah asisten pribadi Nyonya Puth yang menangani bisnis perhiasan dan restoran miliknya.
"Apa kau sudah sarapan? Ayo kita sarapan bersama dulu." Ajak Nyonya Puth.
Eldrick menggelengkan kepala.
"Tidak usah mom, El masih ada urusan lagi." Tolak Eldrick.
"Urusan apa? Ini hari minggu El." Protes Nyonya Puth karena Eldrick menolak sarapan bersama dengannya.
"Banyak mom, jangan karena El ini pengangguran, mommy pikir El tidak punya urusan. Memangnya hanya suami mommy tercinta saja yang super sibuk. El juga sibuk mom."
"Suami ku itu daddy mu, El. Memangnya kau sibuk apa?"
"Sibuk memikirkan bagaimana membuat tekanan darah suami mu itu naik." Jawab Eldrick bergurau.
"Kau.."
Cup. Belum selesai sang mommy mengomel, cepat-cepat Eldrick mengecup pipi sang mommy.
"Eldrick pergi dulu. Eldrick tunggu kabar Fe bekerja di restoran mommy. Dan salam untuk suami mu yang menyebalkan dan pemaksa itu Nyonya Puth. Bye. Muah." Ucap Eldrick sambil keluar dari ruang keluarga dan memberikan ciuman jarak jauh pada sang mommy.
__ADS_1
Nyonya Puth menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya melihat kelakuan sang anak. Sifatnya sangat persis dengan suaminya, pemaksa dan keras kepala tapi menyayangi dalam tindakan bukan kata-kata.
*****
Studio Musik Eldrick.
"El...Eldrick." panggil Freya yang baru bangun dari tidurnya setengah jam setelah Eldrick keluar dari studio musiknya.
Tok...tok...tok. Freya mengetuk pintu kamar mandi yang ada di dekat dapur. Freya pikir Eldrick sedang ada di kamar mandi.
"El..apa kau di dalam?" Tanya Freya sambil menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.
Tak ada jawaban ataupun suara air dari dalam kamar mandi.
Karena tak mendengar suara apapun, Freya pun berinisiatif membuka pintu kamar mandi.
Ceklek.
Kosong. Tak Eldrick di dalam kamar mandi itu.
BIP...BIP...BIP...BIP...BIP...BIP.
Suara orang memencet tombol password pintu.
Freya pikir itu adalah Eldrick. Freya pun berjalan menuju pintu.
Ceklek.
Saat Freya tiba di depan pintu ruang tamu, disaat itu juga pintu depan studio Eldrick terbuka.
"Kau..." Mata si pembuka pintu membelalak saat melihat sosok Freya ada di studio milik Eldrick.
Si pembuka pintu bukan lah Eldrick melainkan Greg. Greg yang sedang berlari pagi, memutuskan untuk singgah ke studio milik Eldrick karena rute lari paginya melewati studio Eldrick.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Greg sambil memicingkan matanya.
"Ah...itu, aku...mm.." Freya gugup, tak tau harus mengatakan apa pada Greg. Laki-laki yang ia kenal adalah teman saat datang ke club.
"Ah sudah lah. Nanti saja kita bicara. Perut ku sakit, aku mau ke toilet." Greg pun berjalan masuk ke ruang tamu kemudian masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Huft.." Freya menghela nafasnya saat Greg sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan di dalam kamar mandi, cepat-cepat Greg menyalakan kran air lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana jogernya.
Greg melakukan panggilan ke nomor Bram.
"Ayo Bram, angkat Bram." Monolog Greg sambil menggigit kuku jarinya.
"Hemh..." Suara serak dan berat ciri khas orang bangun tidur terdengar di seberang telepon.
"Bram, cepat kau datang ke studio El." Perintah Greg dengan suara berbisik.
Tapi untungnya masih bisa di dengar oleh Bram.
"Apa kau gi•la menyuruh ku datang pagi-pagi ke studio El."
__ADS_1
"Ini penting Bram, kau harus melihatnya sendiri!!"
"Apa yang penting? Apa yang harus ku lihat sendiri? Jangan bermain teka-teki dengan ku Greg, ini masih pagi! Nyawa ku saja belum terkumpul semua, kau sudah mengajak ku bermain teka-teki! Bicara yang jelas!" Omel Bram.
"Kalau aku bicara lewat telepon pasti kau tidak percaya, makanya kau datang kesini dan lihat sendiri."
"Katakanlah Greg yang sebenarnya, jangan membuatku penasaran.!"
"Sepertinya mulai besok kita ada pekerjaan tambahan."
"Maksudnya?" Tanya Bram yang masih belum mengerti.
"Freya disini Bram!! Gadis yang di sukai Eldrick yang kita jadikan bahan taruhan pura-pura kita! Sekarang ia ada disini. Dan yang lebih mencengangkan, gadis itu memakai pakaian El. Kau sudah bisa bayangkan kan, apa yang terjadi pada El dan gadis itu?"
Mendengar informasi dari Greg, sontak Bram mendudukkan dirinya terkejut.
"Apa kau yakin? Mana mungkin El bisa secepat itu membawa Freya tinggal bersamanya."
"Makanya kau datang kesini dan lihat sendiri! Sudah lah aku malas bicara dengan mu, nanti aku kirimkan foto penampakan Freya yang memakai pakaian Eldrick."
Greg pun langsung mengakhiri panggilan teleponnya dengan Bram. Kemudian menutup kran air lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Begitu ia keluar dari dalam kamar mandi, ternyata Freya sedang memasak di dapur.
"Kau bisa memasak?" Tanya Greg sambil berjalan mendekati Freya.
Freya mengangguk.
"Tapi hanya ada spaghetti disini, jadi hanya ini yang bisa ku masak."
"Oh.. El mana? Apa dia masih tidur?" Tanya Greg sambil berjalan mendekati kursi yang ada di dapur. Lalu diam-diam memfoto Freya yang sedang memasak untuk ia kirimkan pada Bram.
"Aku tidak tau, waktu aku bangun, Eldrick sudah tidak ada."
"Apa kalian tidur bersama?"
Freya menggeleng.
"Eldrick tidur di ruang tamu. Dan aku tidur di kamarnya."
"Ooh.." mulut Greg membulat sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Disaat aku bangun, El sudah tidak ada di ruang tamu. Lalu anda datang dan langsung menumpang ke toilet." Ucap Freya lagi.
"Panggil aku Greg." Balas Greg.
"Apa kau dan El sedang berpacaran?" Tanya Greg penasaran.
"Tidak. Kami musuhan dan aku disini hanya sementara, karena tadi malam ada penyusup masuk ke dalam kamar kos ku." Jawab Freya.
"Hah?" Greg menganga tidak mengerti maksud perkataan Freya.
"Ah..sudah lah, biar Eldrick saja yang menjelaskannya nanti." Ucap Freya yang malas menjelaskan kejadian rincinya pada Greg.
Greg pun diam dan duduk tenang sambil menunggu Freya selesai memasak spaghetti.
__ADS_1
to be continued...