
Waktu menunjukkan pukul satu dini hari. Dan di waktu ini lah biasanya Eldrick terbangun karena mimpi buruknya.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, malam ini pun Eldrick kembali bermimpi tentang masa lalunya yang menyakitkan.
"Mai...Maia.." lirih Eldrick mengigau.
Freya yang mendengar suara Eldrick mengigau pun terbangun dan mendekatkan dirinya pada Eldrick.
"El.. bangun El ." Ucap Freya sambil menepuk pipi Eldrick.
Mata Eldrick pun mengerjap.
"Fe.." Ucap Eldrick dengan nafas yang terengah-engah.
"Kau gak pa-pa El? Apa mimpi itu datang lagi?" Tanya Freya yang khawatir. Jika sebelumnya Freya cemburu Eldrick menyebut nama wanita lain dalam mimpinya, tapi kali ini justru Freya menjadi khawatir dan sedih. Sedih karena melihat Eldrick yang keringat dingin saat mimpi itu datang.
"Aku gak pa-pa Fe, selama kau ada disamping ku, aku akan baik-baik saja. Terimakasih sudah membangunkan ku." Ucap Eldrick sambil menarik tangan Freya kemudian menciumi punggung tangan Freya berulang-ulang.
"Sebentar, aku ambilkan kau minum dulu, biar kau lebih tenang."
Eldrick menggelengkan kepalanya.
"Jangan kemana-mana Fe, tetap lah disamping ku. Hanya itu yang bisa membuat ku lebih tenang." Jawab Eldrick.
"Sini, berbaring di samping ku." Eldrick membaringkan Freya disampingnya lalu memeluk tubuh Freya dengan erat.
"Biar lah seperti ini Fe, sampai aku tertidur." Ucap Eldrick lagi.
Freya tak bisa menolak keinginan Eldrick, ia pun menganggukkan kepalanya dalam pelukan Eldrick.
Dan mereka berdua pun tertidur dalam posisi yang saling memeluk.
*****
Keesokan paginya.
Waktu sudah menunjukkan pukul enam subuh. Eldrick terbangun lebih dulu dari pada Freya.
Begitu bangun hal yang pertama Eldrick lakukan adalah membuatkan sarapan untuk Freya. Bukan sarapan mewah yang memporak-porandakan dapur seperti waktu itu.
Eldrick hanya membuatkan roti isi telur, daging dan sayuran serta membuatkan segelas susu hangat untuk mereka sarapan.
Setelah semua selesai, Eldrick pun menaruh dua roti isi dan dua gelas susu di atas meja makan. Setelah itu, baru lah Eldrick kembali ke kamar untuk membangunkan Freya.
"Fe... Bangun, sudah jam setengah tujuh." Ucap Eldrick sambil mengelus pipi Freya.
Mata Freya pun mengerjap merasakan sentuhan tangan Eldrick di pipinya.
"Good morning my girl." Sapa Eldrick begitu Freya membuka matanya sempurna.
"Good morning El." Balas Freya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Eldrick pun mendekatkan wajahnya ke wajah Freya dan hendak memberikan morning kiss. Tapi sayangnya, Freya langsung mendorong wajah Eldrick.
"Jangan mendekat, mulut ku pasti bau naga." Ucap Freya.
Bukannya ilfeel setelah mendengar kata-kata Freya, Eldrick malah tersenyum gemas. Menurutnya ucapan Freya barusan benar-benar membuatnya semakin gemas dengan Freya.
"Aku tak peduli." Jawab Eldrick. Eldrick pun menarik tangan Freya yang sedang menutupi mulutnya lalu mencium bibir kekasihnya itu dengan lembut.
__ADS_1
Freya yang masih tak percaya diri, tak membalas ciuman Eldrick, ia menutup bibirnya rapat-rapat, karena takut kalau ia membuka bibirnya, aroma tak sedap khas orang baru bangun tidur menguat dari dalam mulutnya.
Dan aksi diam Freya itu membuat Eldrick kesal. Tapi Eldrick tak kehilangan akal untuk membuat Freya membuka mulutnya dan membalas ciumannya. Eldrick menggigit bibir bawah Freya pelan agar Freya membuka mulutnya. Dan begitu Freya membuka mulutnya, lidah Eldrick pun langsung menerobos masuk dan melilit lidah Freya.
Mau tak mau karena mulutnya sudah terbuka dan lidahnya juga sudah di belit oleh lidah Eldrick, Freya pun membalas ciuman Eldrick.
Setelah tiga menit mereka berciuman panas dan setelah Eldrick merasakan ada tanda-tanda anakondanya bangun, Eldrick pun melepas tautan bibir mereka.
"Selama itu bibir mu, sekalipun kau tidak gosok gigi seminggu pun, aku tidak akan pernah merasa jijik untuk mencium mu." Ucap Eldrick sambil menyeka sisa saliva di bibir Freya.
Blush. Pipi Freya merona seketika mendengar gombalan Eldrick.
"Sekarang kau bangun dan kita sarapan. Aku sudah membuatkan sarapan untuk kita."
"Apa kau menghancurkan dapur lagi El?!" Tanya Freya menyelidik.
"Hei!! Kau pikir aku setiap membuat makanan akan selalu menghancurkan dapur?" Jawab Eldrick sambil mencubit pipi Freya gemas.
"Aku hanya membuat roti isi dan susu hangat. Jadi tidak akan menghancurkan dapur. Sudah ayo bangun, nanti kita telat ke kampus." Eldrick pun menarik tangan Freya agar bangun dari tempat tidur.
*****
Setelah mengisi perut mereka di pagi hari, mereka pun masuk ke dalam kamar mandi. Freya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar, sedangkan Eldrick masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Kini mereka berdua sudah siap untuk berangkat kuliah.
"Ayo kita berangkat bersama." Ajak Eldrick.
"Tidak perlu El, biar aku naik angkutan umum saja."
"Kenapa? Kita kan ke kampus yang sama."
"Memangnya kenapa kalau satu kampus tau tentang hubungan kita? Kalau perlu nanti aku buat spanduk pemberitahuan kalau kita sudah berpacaran."
"Hish!! Yang benar saja kau itu!! Jangan yang aneh-aneh!! Awas saja kalau kau sampai melakukan itu!!"
"Makanya kalau kau tidak mau aku melakukan itu, jadi lakukan saja apa yang ku katakan. Kalau ku katakan kita berangkat bersama yah kau harus mau. Kan sudah ku katakan, tidak perlu memperdulikan omongan orang. Jika ada yang berani membicarakan hal jelek tentang mu, maka aku sendiri yang akan turun tangan merobek mulut orang itu!!"
"Tapi El .."
"Gak ada tapi-tapian!!! Ayo ikut dengan ku!! Kita berangkat bersama!!" Tak ingin mendengar alasan Freya lagi, Eldrick langsung menarik tangan Freya keluar dari studionya.
Setelah sampai di luar studio, Eldrick langsung memasangkan helm di kepala Freya dan langsung menaikkan Freya ke atas motornya setelah itu barulah Eldrick naik ke atas motornya dan mengendarai motornya menuju kampus.
Kini motor yang Eldrick kendarai sudah berada di parkiran kampus.
Eldrick yang datang lebih awal setengah jam dari biasanya membuat orang-orang yang Eldrick lewati terbengong-bengong. Ditambah lagi Eldrick membonceng seorang perempuan yang mereka tidak tau siapa karena si perempuan memakai helm. Tak ada yang tau kalau perempuan yang Eldrick bonceng itu Freya, apalagi kakak tingkat Freya, tidak ada yang mengenal Freya karena di kampus Freya bukan lah gadis populer.
Tapi ada dua orang yang menyadari kalau itu Freya. Orang yang pertama adalah Mike dan orang yang kedua adalah Cindy.
Mike dan Cindy melihat kedatangan Eldrick dan Freya dari arah yang berbeda.
"Yang di bonceng itu kan Freya. Kenapa bisa Freya datang bersama laki-laki itu?!" Mike bertanya-tanya dalam hati.
"Dasar perempuan gatal!! Berani-beraninya kau merayu El agar mau membonceng mu!!" Umpat Cindy.
Setelah motor Eldrick terparkir sempurna. Cepat-cepat Freya turun dari motor dan melepaskan helmnya lalu memberikan helm itu pada Eldrick. Setelah itu, cepat-cepat ia berlari meninggalkan Eldrick yang baru mau melepas helmnya.
"Hei Fe!!! Kenapa kau kabur?!" Teriak Eldrick.
__ADS_1
"Aku kebelet!!" Jawab Freya berbohong. Padahal sebenarnya ia tak mau sampai ada teman-teman seangkatannya yang melihat dirinya di bonceng Eldrick. Bisa-bisa nanti dirinya akan jadi bahan gosip dan ia tidak mau ada gosip yang tidak-tidak tentang dirinya.
Ya meskipun Eldrick bilang akan menghabisi orang yang berani mengatakan hal yang tidak-tidak tentang dirinya, tetap saja Freya merasa tidak tenang.
"Cih kebelet!! Bilang saja kau tidak mau ada yang tau hubungan kita!! Lihat saja kau Fe, semakin kau ingin merahasiakan hubungan kita, aku akan semakin mengumbar kemesraan dengan mu!!" Lirih Eldrick. Ia tahu kalau Freya membohonginya.
Eldrick pun turun dari motornya dan berjalan menuju kelasnya.
*****
Di rumah Mama Freya.
Semenjak Nick di jebloskan di dalam penjara, semenjak hari itu juga Tere pergi dari rumah Anne, tanpa pamit. Entah kemana Tere pergi, Anne juga tidak tau, pasalnya Anne mendapatkan Tere dari lembaga penyedia asisten rumah tangga .
Tak ada pikiran negatif tentang Tere, di pikiran Anne, mungkin Tere pergi karena ada situasi yang darurat dan ingin izin tapi tidak enak hati karena masalah yang di hadapi Anne.
Dan hari ini, Anne berniat menjenguk Nick di rumah tahanan, bukan menjenguk ingin berbaikan melainkan menjenguk sekalian ingin meminta tanda tangan Nick di surat persetujuan bercerai.
Tak ada buah tangan yang Anne bawa, hanya amplop coklat yang berisi selembar surat pernyataan yang ia bawa ke rumah tahanan.
Kini Anne sudah berada di rumah tahanan tempat Nick di tahan.
"Ingin membesuk siapa Nyonya?" Tanya sipir penjara.
"Nick Caroll." Jawab Anne.
"Oh.. Nick Caroll sedang ada tamu yang membesuk."
"Ada yang membesuk Nick?" Lirih Anne pelan tapi masih bisa di dengar sipir penjara.
"Iya Nyonya. Seorang wanita."
"Siapa?"
"Disini di tulis namanya Teresia."
"Teresia? Apakah itu Tere?!" Gumam Anne dalam hati.
"Oh.. Tere. Ternyata dia sudah disini lebih dulu." Cicit Anne berpura-pura agar sipir penjara itu mengijinkan Anne untuk masuk ke ruang besuk.
"Kami sudah janjian kesini pak, ternyata dia sudah masuk lebih dulu. Apa boleh saya menyusul teman saya itu ke dalam pak?"
"Boleh Nyonya. Tapi kita periksa dulu yah Nyonya."
Anne pun menyerahkan tas dan amplop coklat yang ia bawa dan merentangkan kedua tangannya untuk di periksa oleh sipir wanita.
Setelah dirasa Anne tak membawa benda-benda terlarang, sipir pun mengijinkan Anne untuk masuk.
Langkah Anne melambat ketika dirinya sudah hampir sampai ruang besuk. Begitu sampai di depan pintu ruang besuk, Anne tidak langsung masuk, melainkan ia berhenti di depan pintu, Anne mengintip dan menguping pembicaraan Nick dengan wanita yang sedang membesuknya.
"Benar itu Tere." Gumam Anne dalam hati saat melihat sosok Tere.
"Sedang apa Tere disini? Apa hubungan Tere dengan Nick?" Gumam Anne lagi bertanya-tanya dalam hatinya.
"Kau harus segera keluar diri sini Nick, anak ini membutuhkan mu." Isak Tere. Dan isakan Tere itu terdengar sampai ke telinga Anne.
JEDUAAAAAR. Bak petir di siang bolong, begitulah kagetnya Anne saat mendengar isakan Tere.
to be continued...
__ADS_1