
Waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh. Eldrick sudah bangun lebih dulu dari Freya karena ia sudah memasang alarm di otaknya agar bangun di jam segitu. Bukan tanpa sebab ia memasang alarm di otaknya jam segitu, itu semua karena Eldrick ingin menunjukkan sesuatu yang indah yang mungkin belum pernah Freya lihat sebelumnya.
"Fe.. bangun sayang." Bisik Eldrick lembut sambil mengusap pipi kekasihnya itu.
Mata Freya pun mengerjap saat merasakan sentuhan tangan Eldrick di pipinya.
"Eugh." Freya melenguh.
"Ayo bangun. Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada mu." Ucap Eldrick.
"Jam berapa ini?"
"Masih jam lima."
"Astaga El, memangnya apa yang mau kau tunjukkan sepagi ini, hah?"
"Makanya bangun, dan lihat sendiri." Paksa Eldrick.
"Aku masih sangat mengantuk El, biarkan aku tidur dua atau tiga jam lagi, oke."
"Tidak bisa Fe, harus sekarang." Paksa Eldrick lagi
Freya tak memperdulikan paksaan Eldrick dan malah menutup matanya kembali.
"Fe, ayo bangun!!! Kau mau bangun atau aku akan melakukan seperti yang tadi malam lagi." Ancam Eldrick.
Sontak Freya membuka matanya kembali, ancaman Eldrick berhasil membuat Freya ketakutan. Bagaimana tidak ketakutan kalau tadi malam Eldrick bukan hanya melakukannya satu kali melainkan tiga kali. Makanya Freya masih sangat mengantuk karena Eldrick baru benar-benar selesai mencurahkan kasih sayangnya pada Freya pukul dua dini hari.
"Memangnya apa sih yang mau kau tunjukkan sepagi ini El?" Tanya Freya kesal.
"Pokoknya sesuatu yang sangat indah."
"Memangnya ada yang lebih indah dari pada kau, hah?" Rayu Freya.
"Sudah pintar kau merayu sekarang yah. Tapi sayangnya aku tak termakan rayuan mu. Jadi sekarang cepat kau bangun." Balas Eldrick sambil menarik tangan Freya agar Freya terduduk.
Setelah Freya duduk, Eldrick pun memungut kemejanya yang teronggok di lantai.
"Pakai ini." Eldrick pun memakaikan kemeja itu pada Freya. Karena tidak mungkin juga ia memakaikan gaun yang semalam Freya pakai.
__ADS_1
Setelah memakaikan kemejanya pada Freya, Eldrick pun mengambil segitiga berenda milik Freya dari atas lantai juga.
Melihat Eldrick membawa segitiga berendanya, cepat-cepat Freya merampas segitiga berenda itu dari tangan Eldrick.
"Sini biar ku pakai sendiri." Ucap Freya.
Namun saat Freya hendak menurunkan satu kakinya ke lantai tiba-tiba saja Freya meringis.
"Ssh.. auw." Ringis Freya.
Dan ringisan Freya itu berhasil membuat Eldrick panik.
"Kenapa?" Tanya Eldrick.
"Tidak pa-pa. Hanya sedikit perih di bagian miss vigie ku." Jawab Freya.
"Coba ku lihat."
"Tidak usah."
"Tidak pa-pa, biar ku lihat." Paksa Eldrick.
"Aku bilang tidak usah El."
"Sini biar ku lihat, jangan menolak!!" Eldrick pun berjongkok tepat di depan Freya dan membuka kaki Freya lebar-lebar untuk melihat keadaan miss vigie.
"Astaga, kenapa bisa bengkak begini Fe?" Tanya Eldrick kaget.
"Benarkah?" Tanya Freya tak kalah kaget dari Eldrick.
"Apa karena aku semalam melakukannya lebih dari satu kali atau karena cara main ku yang kasar?" Tanya Eldrick menerka-nerka. Ia jadi merasa bersalah pada Freya.
"Mungkin karena kedua-duanya. Tadi malam kau benar-benar seperti orang kerasukan." Jawab Freya.
"Benarkah? Kenapa kau tidak mengingatkan ku?"
"Cih.. sudah berkali-kali aku mengingatkan mu, tapi kau selalu bilang "tahan sayang, sebentar lagi keluar." Jawab Freya sambil menirukan gaya bicara Eldrick semalam.
Eldrick menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku baru pertama kali merasakan sensasi itu, jadi rasanya sangat candu bagiku. Tapi aku janji lain kali tidak akan seperti itu lagi." Balas Eldrick.
"Nanti aku tanya pada Greg dan Bram, kira-kira obat apa yang harus di berikan pada miss vigie mu."
"Apa kau mau bercerita pada teman-teman mu tentang kita yang.."
"Tidak mungkin lah sayang. Paling nanti aku akan bilang ada Trent atau Damian atau Asher yang bertanya pada ku, gampang kan." Jawab Eldrick.
"Sudah ayo kita keluar, tidak usah kau pakai segitiga berenda mu itu, tutupi saja tubuh mu dengan selimut." Ucap Eldrick lagi sambil memakai boxer dan celana panjangnya kemudian jas yang ia pakai semalam.
Freya pun menarik selimut yang tadi menutupi tubuhnya dan memakai selimut itu menutupi tubuhnya.
"Apa kau bisa jalan?" Tanya Eldrick.
"Ya. Tenang saja." Jawab Freya. Freya pun mulai berdiri dan melangkah, tapi langkahnya harus tertatih karena perih yang ia rasakan di bagian miss vigie nya.
Melihat itu Eldrick jadi tidak tega. Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab, ia pun langsung menggendong Freya ala bridal style.
"Apa yang kau lakukan El, turunkan aku, aku bisa jalan sendiri!"
"Apa kau yakin mau berjalan seperti pinguin keluar vila? Bisa-bisa kau menjadi pusat perhatian oleh para bodyguard ku." Jawab Eldrick.
Eldrick pun menggendong Freya menuju belakang vila.
Begitu sampai di belakang vila, mata Freya membelalak sempurna saat melihat kabut tebal yang menyerupai awan di bawah mereka. Freya merasa seperti sedang ada di negri diatas awan.
"Indah sekali El." Ucap Freya takjub.
"Bagaimana? Apa sekarang kau sudah mengakui kalau tempat ini indah? Dan kau sudah merubah pemikiran ku kalau aku ini adalah orang yang romantis."
"Ya, aku akui tempat ini indah, tapi kalau merubah pemikiran ku tentang kau yang romantis sepertinya belum seratus persen, tapi masih tiga puluh persen lah." Jawab Freya.
"Memangnya apa yang kau harapkan dari ku Fe? Mungkin aku bukan lah laki-laki romantis seperti yang kau idam-idamkan, yang mengajak mu makan malam berdua di restoran mahal atau memberikan mu bunga setiap hari dengan surat cinta di dalamnya atau mengirimkan coklat berbentuk hati di meja mu atau menyewa satu bioskop untuk nonton berdua dengan mu. Secara ekonomi, memang aku bisa melakukan semua itu, tapi jujur, itu bukan aku Fe. Aku bukan laki-laki seperti itu. Begini lah cara ku menunjukkan rasa cinta ku pada mu. Aku harap kau mau menerima laki-laki anti-mainstream ini apa adanya."
"El.." lirih Freya. Ia pun memeluk lelaki nya itu karena terharu dengan ucapan Eldrick.
"Terimakasih El karena sudah menunjukkan rasa cinta mu pada ku dengan cara mu. Maaf kalau aku terlalu banyak menuntut menjadi laki-laki romantis seperti yang aku idam-idam kan. Tapi jauh dalam lubuk hati ku, kau lah laki-laki terbaik dalam hidup ku." Ucap Freya.
Mereka pun berciuman sesaat kemudian kembali memandang keindahan alam yang tersaji di depan mereka.
__ADS_1
Perayaan hari jadi yang ketiga bulan hubungan Eldrick dan Freya pun usai. Perayaan hari jadi yang sangat berkesan untuk keduanya, karena di hari itu selain Freya menerima lamaran Eldrick, Freya juga mempercayakan mahkota kesuciannya pada Eldrick. Hal yang sangat Eldrick dan Freya tak sangka-sangka karena semua mengalir begitu saja. Meski begitu tak ada rasa penyesalan dalam diri Freya karena telah menyerahkan mahkota kesuciannya pada Eldrick. Begitu pun Eldrick, ia juga tak menyesal karena tak bisa menahan dirinya untuk menjadikan Freya menjadi miliknya seutuhnya. Eldrick pun berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadikan Freya satu-satu nya wanita dalam hidupnya, ia tak ingin ada wanita lain selain Freya.
to be continued...