Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Mobil Goyang 2.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan, setelah satu jam lebih berteduh di halte bus, akhirnya hujan pun reda. Mereka pun kembali naik ke atas motor.


Dan seperti yang sudah Eldrick janjikan pada Freya yang ingin menunjukkan mobil goyang, Eldrick pun mengendarai motornya ke tempat-tempat sepi yang gelap. Bukan untuk memburu hantu melainkan untuk memburu mobil goyang.


Dapat. Ada satu mobil yang sedang bergoyang di tempat sepi dan gelap yang mereka datangi.


"Kau lihat mobil itu Fe, itu lah mobil goyang." Tunjuk Eldrick dari kejauhan.


"Apa kau mau lihat apa yang membuat mobil itu bergoyang?" Tanya Eldrick.


Sepertinya Eldrick tidak mau parno sendirian, ia ingin mengajak Freya merasakan hal yang sama seperti dirinya saat pertama kali melihat mobil goyang.


"Apa tidak kenapa-kenapa kalau kita mendekat?" Tanya Freya dengan polosnya.


"Tidak kenapa-kenapa. Asalkan kau tidak mengeluarkan suara mu, apalagi kalau sampai berteriak. Nanti kita bisa di lempar sepatu karena dianggap mengganggu ritual mereka."


"Baik lah, aku paham." Jawab Freya.


Mereka pun turun dari atas motor dan jalan mengendap-endap.


Namun tinggal beberapa langkah mereka tiba di samping mobil tiba-tiba Freya menghentikan langkahnya.


"Ssh..aah..emh..uuh." begitulah suara yang Freya dengar.


"Ayo." Ajak Eldrick tanpa mengeluarkan suara.


"Tunggu." Jawab Freya dengan menggunakan bahasa tubuh.


Eldrick pun memundurkan langkahnya mendekati Freya.


"Kenapa?" Tanya Eldrick berbisik.


"Aku seperti mendengar suara-suara orang merintih kesakitan." Bisik Freya lalu kembali menajamkan pendengarannya mencari sumber suara. Freya belum sadar kalau suara rintihan yang ia dengar bersumber dari dalam mobil.


"Cih...ku kira kenapa!" Decih Eldrick.


"Itu suara dari dalam mobil. Lagian itu bukan suara orang merintih karena kesakitan."


"Lalu?"


"Ayo sini. Temukan sendiri jawabannya." Eldrick kembali menarik tangan Freya dan berjalan mendekati mobil yang masih bergoyang.


Kondisi tempat yang gelap, membuat mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam mobil dari jarak jauh.


Entah karena usilnya Eldrick atau karena ingin memberitahu pada Freya definisi mobil goyang, Eldrick malah meminta Freya mengintip sendiri apa yang sedang terjadi di dalam mobil.


Mata Freya membelalak sempurna saat melihat dua orang yang berbeda jenis kelamin dalam keadaan polos dengan posisi si perempuan di atasnya.


Sontak Freya kembali berjongkok.

__ADS_1


PLAK. Freya yang kesal karena merasa sudah kena tipu Eldrick langsung memukul pundak Eldrick.


"Kau sedang mengerjai ku, hah!!!" Geram Freya dengan suara yang ia tahan sebisa mungkin di dalam tenggorokannya.


"Kan kau yang bertanya, dari pada aku capek-capek menjelaskan, yah lebih baik aku tunjukkan langsung." Jawab Eldrick.


"Ayo lah kita pulang. Bikin sakit mata saja!!!" Kesal Freya. Ia pun jalan membungkuk dan mengendap-endap melewati Eldrick yang sepertinya ingin mencuci mata terlebih dahulu.


Melihat itu, ide jahil Freya pun muncul.


"Saatnya pembalasan." Gumam Freya dalam hati sambil tersenyum licik.


Freya mengambil batu kecil lalu melemparkan batu itu ke arah mobil.


PLAAANG. Bunyi batu yang mendarat keras di atap mobi goyang.


Sontak Eldrick dan penghuni yang ada di dalam mobil kaget dengan bunyi itu.


Eldrick pun langsung mengeluarkan jurus kaki seribu ya sebelum penghuni dalam mobil keluar dari dalam mobil.


Sedangkan Freya ia sudah kencang berlari begitu ia melemparkan batu kecil itu.


"Sialan kau Fe!!" Gerutu Eldrick sambil berlari menuju motornya dimana Freya sudah sampai terlebih dahulu.


Sedangkan dari tempatnya Freya sudah tertawa geli melihat Eldrick yang kocar-kacir berlari.


"Sialan kau! Kau mau aku di cap tukang ngintip, hah!!!" Umpat Eldrick pada Freya dengan nafas yang terengah-engah.


"Hei kalian!!!" Teriak seorang pria dari arah mobil yang baru mereka intip.


Mendengar itu, Eldrick dan Freya pun cepat-cepat naik ke atas motor kemudian menyalakan mesin motor lalu kabur dari tempat itu dengan kecepatan penuh.


Setelah dirasa cukup jauh, Eldrick pun mulai melambatkan laju motornya.


"Hampir saja kita di kejar orang yang kena tanggung gara-gara ulah mu." Ucap Eldrick.


"Tapi ini seru El." Jawab Freya sambil tertawa.


"Bagaimana kalau kita mencari mobil goyang lagi dan kita lempar mobil itu?" Bukannya kapok, Freya malah menganggap ini permainan yang mengasyikkan.


Sontak Eldrick menghentikan motornya. Lalu memutar setengah tubuhnya ke belakang untuk melihat Freya.


"Apa kau gi•la hah?!"


"Ini seru El. Ayo lah."


Melihat wajah Freya yang kegirangan, Eldrick yang menganggap ide Freya itu adalah hal gila, berubah menjadi menyetujui ide Freya.


"Oke kalau begitu. Asalkan kau senang." Jawab Eldrick.

__ADS_1


Eldrick pun kembali mengendarai motornya dan mereka pun kembali mencari mobil goyang.


Sepasang anak muda jahil tak punya perasaan itu pun menghabiskan malam mereka dengan mencari mobil goyang untuk mereka ganggu.


****


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Eldrick dan Freya baru kembali ke studio musik.


Setelah membersihkan diri mereka masing-masing, Eldrick pun keluar dari dalam kamarnya menuju ruang tamu dimana Freya sedang menunggu Eldrick keluar dari dalam kamar.


"Kau sudah selesai?" Tanya Freya saat melihat Eldrick masuk di ruang tamu.


Eldrick mengangguk.


"Kau tidur lah, besok kau kan harus kuliah." Jawab Eldrick.


"Memangnya besok kau tidak kuliah?"


Eldrick menggelengkan kepalanya.


"Besok aku harus mengisi acara di sebuah kafe."


"Kau sudah izin?"


"Aku tidak perlu izin kepada siapapun. Sudah kau tidak usah cerewet seperti daddy ku, pergi sana tidur!"


Freya pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Eldrick yang akan tidur di ruang tamu.


"Hei..." Panggil Eldrick saat Freya meninggalkannya tanpa sepatah kata apapun.


"Apa?" Tanya Freya sambil memutar tubuhnya.


"Apa kau tidak mau mengucapkan selamat malam atau selamat tidur pada ku?"


Freya menghela nafasnya sambil memutar bola matanya malas.


Mau berdebat tapi sudah tidak punya tenaga lagi, raganya sudah sangat lelah.


"Selamat malam El, mimpi indah." Ucap Freya terpaksa.


"Kau pikir aku ini teman mu, hah!! Kenapa kau hanya mengucapkan selamat malam hanya seperti itu!!" Protes Eldrick.


Freya mengernyitkan keningnya bingung dengan ucapan Eldrick.


"Begini cara yang benar mengucapkan selamat malam pada ku." Eldrick berjalan mendekati Freya yang ada di depan pintu ruang tamu.


Tanpa Freya sangka-sangka, Eldrick langsung menarik tengkuk Freya dan me•lumat bibir manis Freya.


"Hemph..hemph..hemph.." Freya meronta-ronta mendapat serangan dadakan dari Eldrick.

__ADS_1


Eldrick tak menghiraukan rontaan Freya dan malah terus me•lumat bibir itu dengan rakus. Saat merasakan asupan oksigen dalam paru-parunya berkurang, barulah Eldrick melepaskan bibirnya dari bibir Freya.


to be continued...


__ADS_2