
Satu bulan sudah Freya dan Eldrick resmi berpacaran.
Semua mahasiswa di kampus pun juga sudah tau tentang hubungan Eldrick dan Freya.
Awalnya banyak mulut-mulut yang membicarakan hal-hal yang tidak-tidak tentang Freya apalagi semua mahasiswa juga tau kalau Freya dan Eldrick juga tinggal bersama di studio Eldrick.
Tapi omongan jelek tentang Freya hanya sebentar saja, karena Eldrick turun tangan langsung membungkam mulut orang-orang yang berani bergosip hal jelek tentang Freya. Dan sejak saat itu tak ada lagi gosip tentang Freya.
Meski Eldrick sudah membungkam mulut orang-orang itu, tapi tetap saja masih ada orang yang bergosip tentang Freya tapi tidak di kampus, melainkan di luar kampus. Kalau sudah di luar kampus, Eldrick sudah tidak perduli, karena Freya pasti juga tidak mendengar. Lagi pula kalau orang-orang itu bergosip di luar kampus dan berita jelek tentang Freya menjadi tranding topik di media, mereka bukan lagi berurusan dengan Eldrick melainkan dengan orangtua Eldrick.
Hari ini hari malam Minggu, seperti biasa Eldrick selalu menjemput Freya dari tempat Freya bekerja. Karena besok Freya tak ada kuliah, jadi sepulang bekerja Eldrick mengajak Freya menonton Net*Lix di studio mereka.
Sebelum pulang pun mereka singgah membeli pizza dan minuman soda untuk modal mereka begadang.
Kini mereka sudah sampai di studio.
Freya langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Eldrick masuk ke dalam ruang tamu untuk menyalakan televisi dan membuka saluran Ne*Lix.
Tak sampai dua puluh menit, Freya pun masuk ke ruang tamu.
"Film apa yang mau kita tonton?" Tanya Freya sambil berjalan mendekati Eldrick yang sedang bingung mencari film yang akan mereka tonton, pasalnya hampir semua film di saluran itu sudah Eldrick tonton. Tapi Eldrick tidak mau memberitahu Freya kalau hampir semua film di saluran itu sudah Eldrick tonton, takutnya nanti Freya jadi malas menonton. Padahal Eldrick sangat ingin nonton berdua dengan Freya.
"Aku juga bingung. Kau saja lah yang pilih." Jawab Eldrick.
Freya pun duduk di samping Eldrick dan mengambil alih remote dari tangan Eldrick, lalu mencari-cari film yang ingin mereka tonton.
"Bagaimana kalau film yang ini?" Tanya Freya sambil menunjuk salah satu film bergenre romantis yang sedang tranding di saluran itu.
Eldrick mengernyitkan keningnya mengingat alur cerita film yang di pilih Freya. Tak lama ia menelan salivanya susah payah karena ia ingat kalau film itu ada adegan dewasanya.
"Apa kau yakin?" Tanya Eldrick gugup.
Freya menganggukkan kepalanya yakin.
"Kenapa, apa filmnya tidak bagus?"
"Iya sepertinya begitu." Jawab Eldrick. Ia berharap Freya mau mengubah filmnya.
Tapi ternyata harapan Eldrick itu tidak terwujud, karena ternyata Freya kekeh ingin menonton film yang ia tunjuk itu.
"Aku jadi penasaran. Ayo kita tonton yang ini saja." Ucap Freya bersemangat.
"Astaga. Kenapa kau ingin sekali menonton film ini, hah?"
"Karena pemainnya ganteng." Jawab Freya realistis.
"Kalau kau ingin lihat yang ganteng-ganteng, cukup lihat aku saja." Balas Eldrick cemburu.
"Sesekali aku juga harus cuci mata dong El dengan melihat laki-laki tampan selain dirimu." Gombal Freya yang tau kalau saat ini Eldrick sedang cemburu karena ucapannya.
__ADS_1
Bukannya senang, Eldrick malah memutar bola matanya malas, ia sudah terlanjur cemburu.
Melihat wajah Eldrick yang tak kunjung berubah dari cemberutnya, Freya pun mengancam Eldrick.
"Kau ngambek? Ya sudah deh kalau kau ngambek, kita tidur saja." Ancam Freya. Ia pun hendak berdiri dari tempat duduknya.
Melihat Freya mulai mengangkat bokongnya dari sofa, cepat-cepat Eldrick menarik tangan Freya.
"Eiits, oke.. oke, aku gak ngambek lagi." Ucap Eldrick.
"Kau ingin nonton yang ini kan? Ya sudah, ayo kita tonton." Ucap Eldrick lagi.
Eldrick pun menekan film yang Freya pilih.
Sedangkan Freya tersenyum tipis melihat Eldrick yang akhirnya mengalah juga.
Film pun mulai di putar, mereka menonton dengan seriusnya sambil memakan pizza dan meminum minuman soda yang mereka beli tadi.
Lampu ruang tamu dan dapur juga Eldrick matikan, Eldrick juga menyambungkan suara televisinya ke speaker agar suara yang di hasilkan lebih ngebass seperti suara di bioskop. Dengan mesranya juga Freya menaruh kepalanya ke pundak Eldrick. Lengkap lah sudah impian Eldrick nonton berdua dengan Freya seperti sedang nonton di bioskop. Hanya bedanya, di bioskop mereka tidak hanya berdua karena pasti ada pengunjung yang lain yang ikut menonton bersama mereka.
Di awal-awal film Eldrick dan Freya masih biasa-biasa saja, maklum saja adegan panas belum keluar. Masuk di pertengahan film sudah mulai ada adegan ciuman panas persis seperti yang rutin mereka lakukan sebulan terakhir ini, dan karena adegan itu gelagat mereka pun sudah tidak enak sampai-sampai Freya mengangkat kepalanya dari pundak Eldrick.
Berulang kali Freya berdehem untuk menghidupkan suasana, tapi percuma saja suasana semakin memanas seiring adegan panas di atas ranjang yang di suguh kan di film itu. Apalagi suara desauan yang keluar dari mulut pemain yang terdengar jelas di telinga Eldrick dan Freya, membuat suasana hati keduanya ikut memanas. Nampaknya Eldrick menyesal sudah menyambungkan suara televisinya ke speaker.
Eldrick dan Freya pun mematung tapi mata mereka tak berkedip menonton adegan tiap adegan yang ada. Jangankan suara deheman, suara nafas mereka pun mereka tahan sangking gugupnya.
Merasakan celananya mulai menyempit, Eldrick pun terpaksa membuka suaranya terlebih dulu.
"Ya kau benar, ayo kita tidur." Balas Freya.
Eldrick dan Freya yang sedang dalam keadaan sama-sama gugup pun sama-sama mengambil remote untuk mematikan televisi.
"Ah.. ini. Kau saja yang matikan." Ucap Freya mengalah saat tangannya dengan tangan Eldrick saling bertumpuk kan di atas remote.
"Kau saja, kau yang lebih dulu memegangnya." Balas Eldrick dan menyerahkan remote itu pada Freya lagi
"Kau saja." Freya melempar kembali ke Eldrick.
"Baik lah kalau begitu." Eldrick pun mengalah. Ia pun mematikan televisinya.
Saat Eldrick sudah mematikan televisinya, Freya pun berdiri dari tempat duduknya. Namun sangking gugupnya, saat Freya berdiri dan hendak berjalan meninggalkan Eldrick, kakinya malah tersandung kaki Eldrick.
Melihat Freya yang ingin terjatuh, cepat-cepat Eldrick menarik tangan Freya sehingga membuat Freya terduduk di pangkuannya. Dan saat Freya duduk di pangkuan Eldrick, terasalah oleh Freya sesuatu yang mengeras di tempat yang ia duduk i.
Mata Freya membulat saat merasakan sesuatu yang mengeras itu, Freya pun cepat berdiri lagi. Tapi sayangnya, Eldrick kembali menarik tangan Freya dan membaringkan tubuh Freya diatas sofa. Akibat Freya yang duduk di pahanya, Eldrick jadi tidak bisa menahan hasratnya, kini jiwa dan pikiran Eldrick sudah di kuasai hasrat yang menggebu-gebu minta dituntaskan.
"El..." Lirih Freya.
"I love you Fe." Balas Eldrick, suaranya sudah serak dan sangat berat, mata Eldrick juga sangat sayu.
__ADS_1
Dan tanpa banyak bicara lagi, Eldrick langsung menempelkan bibirnya di bibir Freya dan mereka pun saling mengadu bibir mereka dengan lembut.
Perang bibir pun semakin sengit, sampai-sampai lidah pun ikut membelit di dalam rongga mulut keduanya. Mereka saling bertukar Saliva dengan ganasnya.
Permainan yang semakin panas itu membuat Eldrick semakin menggila, sama seperti Eldrick, Freya pun ikut menggila dan hampir hilang kesadaran karena terbuai dengan perang bibir dan lidah mereka.
Tapi itu hanya sesaat, karena begitu tangan Eldrick yang sudah mulai tidak terkontrol menyusup masuk ke balik piyama yang Freya pakai, kesadaran Freya pun kembali seratus persen. Dengan cepat Freya menangkap tangan Eldrick yang hampir menyentuh susu gantungnya.
Lalu Freya pun mendorong tubuh Eldrick sehingga membuat tautan bibir mereka terlepas.
"Jangan El." Lirih Freya dengan nafas yang terengah-engah.
Eldrick menutup matanya sambil menghela nafasnya kasar. Ia pun berdiri dari sofa tempat ia menindih tubuh Freya lalu berjalan menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
BRAAK. Eldrick menutup pintu kamar mandi kasar.
Sangking kasarnya sampai-sampai membuat Freya terkejut.
"Shiiit!! Shiiit!! Shiiit!!" Umpat Eldrick berkali-kali sambil membuka celananya dan mengeluarkan anakonda dari dalam sarang kainnya.
Eldrick kesal bukan karena Freya tak mau disentuh olehnya, tapi ia kesal pada dirinya sendiri yang bisa-bisanya di kuasai hasrat yang menggebu-gebu.
Eldrick bukan lah laki-laki seperti laki-laki seumurannya yang sembarangan menabur benih di sembarang lahan. Seumur hidup anakondanya belum pernah sama sekali menyemburkan air liurnya ke sarang mana pun kecuali sarang toilet. Dia tetap memegang teguh prinsipnya untuk tidak mempertontonkan dan menunjukkan aksi terbaik anakondanya pada wanita yang bukan istrinya.
Terbukti saat dengan Maia, Eldrick belum pernah menunjukkan anakondanya pada Maia dan belum pernah juga merasakan susu gantung Maia. Yah.. walaupun bibir dan lidahnya Maia sudah habis Eldrick cecap setiap hari.
"Kenapa kau nakal sekali, hah!! Apa kau ingin beratraksi di depan Freya, hah?!" Omel Eldrick pada anakondanya sambil lima jarinya memijat-mijat lembut si anakonda yang sudah mulai nakal.
"Ingat yah kau hanya boleh beratraksi di depan wanita yang menjadi istri ku kelak! Freya belum menjadi istri ku, jadi kau belum boleh beratraksi di depan Freya!" Lanjut Eldrick.
Sedangkan di ruang tamu, Freya menjadi merasa bersalah saat Eldrick membanting pintu kamar mandi.
Freya pikir, Eldrick marah padanya karena dirinya menolak untuk di sentuh Eldrick.
"Bagaimana ini? Bagaimana kalau Eldrick marah pada ku?" Lirih Freya.
"Aaargh.. aku harus bagaimana?!" Lirih Freya lagi sambil mengacak-acak rambutnya.
Sama seperti laki-laki seumuran Eldrick, di negara itu, wanita seumuran Freya pun juga sudah banyak yang merasakan nikmatnya ber•cinta. Bahkan banyak juga yang memilih untuk tinggal bersama seperti yang sedang di jalani Freya dan Eldrick. Kalau di negara lain namanya kumpul kebo.
Kalau sudah tinggal bersama sudah di pastikan mereka bukan hanya sekedar tidur bersama di atas ranjang dan berciuman panas, pasti mereka juga melakukan adegan seperti adegan yang ada di film tadi. Bahkan ada juga yang menghasilkan anak dari hubungan tanpa pernikahan itu. Dan itu semua adalah hal biasa di negara itu.
Tapi ada sebagian yang memilih melanjutkan ke jenjang pernikahan dan ada juga yang memilih untuk tetap menjalani hubungan seperti itu. Tapi ada juga beberapa yang memilih untuk berpisah, sekalipun sudah ada anak di tengah-tengah mereka.
Tapi Freya sepertinya belum siap untuk mengikuti jejak orang-orang itu yang tinggal bersama dengan kekasih mereka. Bukan karena dirinya tidak mencintai Eldrick melainkan karena dirinya masih belum siap jika suatu saat hubungan mereka harus kandas di tengah jalan.
Tak mau pusing berlama-lama, Freya pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Manatau setelah membasuh wajahnya rasa panas di wajahnya karena memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk hubungannya dengan Eldrick bisa menghilang.
Ini semua gara-gara film tadi. Seandainya Freya tidak ngotot ingin menonton film itu, pasti kejadian tadi tidak akan terjadi, Freya dan Eldrick pun tidak sepusing ini.
__ADS_1
to be continued...