Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Perkara Sosis.


__ADS_3

Freya yang penasaran pun berjalan mendekati pintu kamar mandi dan menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


"Ssh...ah..ssh..ah.." begitulah suara yang Freya dengar dari dalam kamar mandi.


"Sedang apa dia?" Gumam Freya.


Tok..tok..tok. Sedang asyik menguping, tiba-tiba suara pintu kamar terketuk.


"Tuan Muda, ada informasi yang ingin saya sampaikan." Teriak seseorang dari depan pintu kamar.


"El, ada yang mengetuk pintu kamar. Katanya ada informasi yang ingin di sampaikan." Teriak Freya dari depan pintu kamar mandi.


"Suruh tunggu." Jawab Eldrick dari dalam kamar mandi. Ia belum selesai dengan ritual menenangkan anakondanya.


Freya pun berjalan menuju pintu kamar.


"Tunggu saja di ruang tamu." Jawab Freya dari dalam kamar.


"Fe..tolong ambilkan handuk!" Teriak Eldrick dari dalam kamar mandi.


"Ish!!" Geram Freya. Tapi ia tetap berjalan menuju ruang ganti untuk mengambilkan handuk untuk Eldrick.


Dengan handuk di tangannya, Freya berjalan kembali menuju kamar mandi.


Tok..tok..tok. Freya mengetuk pintu kamar mandi.


"Ini El handuknya."


Ceklek. Eldrick membuka pintu kamar mandi sedikit lalu mengambil handuk yang Freya sodorkan.


*****


Setelah hampir lima belas menit di kamar mandi, akhirnya Eldrick keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk terlilit di pinggangnya.


Melihat penampakan Eldrick itu, mata Freya membulat sempurna, jantungnya yang tadi sudah mulai berdetak normal, kini berdetak dengan sangat cepat.


"Apa kau lihat-lihat? Mau sentuh? Sini sentuh."


"Hish.." Freya memutar bola matanya malas kemudian memalingkan wajahnya.


Eldrick tersenyum puas karena merasa sudah berhasil membuat Freya malu-malu kucing.

__ADS_1


Eldrick pun berjalan ke ruang ganti.


Tau Eldrick sudah masuk ke dalam ruang ganti, Freya pun memutar lagi pandangannya ke arah pintu ruang ganti.


"El..mana kunci?" Teriak Freya.


"Ambil lah sini." Jawab Eldrick. Ia menjawab seperti itu karena ingin menggoda Freya saja, ia tak yakin kalau Freya akan benar-benar mendatanginya ke ruang ganti.


Tapi ternyata pikiran Eldrick itu salah, karena Freya malah mendatangi Eldrick di ruang ganti. Niatnya Freya yang begitu besar ingin keluar dari kamar Eldrick membuat Freya tak berpikir kalau Eldrick hanya ingin menggodanya.


"Aaaakh.." teriak Freya dengan mata yang membulat sempurna saat melihat tubuh polos Eldrick.


Mendengar teriakkan Freya, Eldrick pun memutar tubuhnya, ia tidak mengira kalau kini Freya sudah ada di depan pintu ruang ganti.


"Aaakkh..." Teriak keduanya bersamaan.


Freya berteriak karena melihat sosis menggelantung di antara semak belukar, sedangkan Eldrick berteriak karena kaget ternyata Freya ada di belakangnya.


Mereka berdua pun kompak membalikkan tubuh mereka. Freya pun cepat-cepat pergi dari depan pintu ruang ganti dan berlari ke dalam kamar mandi. Sedangkan Eldrick cepat-cepat memakai pakaian dalam dan pakaian luarnya.


"Shiiit.!!! Anakonda ku sudah tak misterius lagi gara-gara kau Fe!!" Gerutu Eldrick sambil memakai pakaian dalamnya.


Sama dengan Eldrick yang menggerutu, di dalam kamar mandi, Freya juga tak henti-hentinya menggerutu dan mengumpat Eldrick.


Dor..Dor..Dor. Eldrick menggedor pintu kamar mandi.


"Kau mau terus di dalam atau mau keluar? Biar ku kunci lagi pintu kamar ini!!" Teriak Eldrick dari depan pintu.


"Keluar lah duluan, aku menyusul!!" Jawab Freya dari dalam.


"Kenapa? Apa di dalam sana kau sedang berimajinasi liar dengan anakonda ku, hah?!" Tuduh Eldrick.


Mendengar tuduhan yang Eldrick lontarkan padanya, Freya pun berang. Dia membuka pintu kamar mandi dengan kasar.


"Apa kau bilang? Aku berimajinasi liar dengan sosis gantung? Jangan mimpi kau!! Kau tau, di dalam aku sedang mencuci mata ku karena sudah melihat sosis gantung mu itu. Aku takut mata ku jadi katarak karena melihat sosis gantung mu itu!!"


"Apa kau bilang, sosis gantung? Kau belum tau saja kalau dia marah, dia akan berubah menjadi anakonda yang sangat mengerikan." Balas Eldrick tak terima dengan perkataan Freya.


"Apa kau mau lihat transformasinya? Biar ku suruh anakonda mu membuat mata mu merem melek dan membuat seluruh tubuh mati lemas!" Lanjut Eldrick lagi.


"Cih..anakonda dari mana!!! Sekalipun sosis gantung mu itu bertransformasi, dia tidak akan menjadi anakonda, paling-paling hanya sebesar es lilin!!" Ejek Freya.

__ADS_1


"Woaaah, benar-benar menantang kau yah!!" Balas Eldrick tak percaya anakondanya di hina sebesar es lilin.


Dor..Dor..Dor. Suara gedoran pintu kamar.


"Woi, apa yang kalian lakukan? Kenapa lama sekali? Mau sampai kapan kami menunggu kalian disini? Apa kalian mau kami menunggu sampai kalian selesai empat putaran?!" Teriak seseorang dari depan pintu kamar.


Eldrick mengenal jelas suara yang sedang berteriak itu. Bram, itu suara Bram.


"Kenapa pengganggu itu masih ada disini!!" Gumam Eldrick.


Eldrick pun berhenti berdebat dengan Freya dan berjalan ke arah pintu kamar.


Ia memasukkan kunci yang ada di tangannya ke dalam lubang kunci, lalu memutar kunci itu agar pintu kamar terbuka.


Ceklek. Ekdrick membuka pintu kamarnya.


"Sedang apa kau disini? Bukannya sudah ku usir kau dari sini hah?!" Bentak Eldrick pada Bram setelah pintu kamar terbuka lebar.


"Maaf Tuan Muda, saya terpaksa memanggil kedua teman Tuan Muda ini untuk membuka pintu studio ini. Karena saya tidak tau password-nya Tuan Muda. Saya ingin melaporkan hal yang penting." Malah Trent yang menjawab.


"Bleeeee." Bram memeletkan lidahnya mengejek Eldrick.


PLAAK. Sontak Bram mendapat pukulan di kepalanya dari Eldrick.


"Informasi penting apa?" Tanya Eldrick sambil masuk ke dalam ruang tamu.


"Ini mengenai ayah tiri Nona Muda." Jawab Trent sambil mengekori langkah kaki Eldrick dari belakang.


"Hah...mengenai ayah tiri ku?!" Teriak Freya. Freya yang sejak tadi hanya berdiri beberapa langkah dari Eldrick yang ada di depan pintu, langsung menyerobot Bram yang ada di belakang Trent begitu mendengar Trent ingin memberikan informasi tentang ayah tirinya itu.


Melihat Freya yang berjalan tepat disamping Trent, Eldrick langsung menarik tangan Freya dan menggiring Freya duduk di sofa panjang. Setelah mendudukkan Freya, baru lah Eldrick mendudukkan dirinya.


"Jangan mencoba-coba genit dengan Trent! Awas kau!" Bisik Eldrick di telinga Freya.


Freya memutar bola matanya malas mendengar ancaman Eldrick.


"Memangnya kita punya hubungan apa sampai-sampai kau terus mengancam ku!!" Gerutu Freya dalam hati.


"Informasi apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Eldrick to the point pada Trent setelah Trent dan Bram sudah mendudukkan dirinya.


Tidak ada Greg, karena Greg memilih untuk pulang kerumah.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2