
Semua mata kuliah Freya hari ini pun sudah selesai. Freya memasukkan buku-bukunya dan bersiap untuk pulang.
"Fe.." panggil Mike dari depan pintu kelas dimana Freya berada.
Mata kuliah terakhir hari ini tidak sama dengan mata kuliah terakhir Mike hari ini.
"Hai." Freya melambaikan tangannya menyahut panggilan Mike.
Setelah buku sudah masuk kedalam tas nya, Freya pun berjalan menuju pintu menghampiri Mike.
"Fe, apa kau punya rencana malam ini?" Tanya Mike sembari kaki mereka melangkah keluar dari kampus.
"Ya, aku harus bekerja." Jawab Freya.
"Yah..padahal malam ini aku ingin mengajak mu makan malam di rumah ku."
"Oh..ya. Apa hari ini kau ulang tahun?"
Mike menggeleng.
"Lalu, untuk apa kau mengundang ku makan malam di rumah mu?"
"Orangtua ku sangat penasaran dengan mu, aku sering bercerita tentang mu pada orangtua ku. Jadi mereka meminta ku untuk mengundang mu malam ini."
Freya menggigit bibir bawahnya. Ia bisa menangkap apa maksud dari undangan makan malam Mike malam ini. Mike menyukainya, itulah yang Freya tangkap.
"Em. Maaf Mike, tapi aku tidak bisa, aku harus bekerja." Tolak Freya halus.
"Ayolah Fe, kau kan bisa minta izin satu malam saja. Kau sudah tiga bulan bekerja di Club itu, dan belum pernah satu hari pun kau izin, jadi aku rasa manager mu akan mengizinkan mu untuk libur hari ini." Mohon Mike.
"Mike, kau lupa ini malam Minggu? Akan lebih banyak orang datang di malam Minggu, dan manager ku pasti tidak memberikanku izin. Mengerti lah Mike. Begini saja, nanti aku tanya manager ku kapan beliau memberikan ku izin untuk libur, setelah mendapatkan harinya, aku akan memberitahu mu dan akan berkunjung ke rumah mu. Bagaimana?"
Meski kecewa tapi Mike menyetujui saran yang di berikan Freya.
Mike menganggukkan kepalanya.
"Baik lah, karena kita tidak searah, kita pisah disini. Aku pulang. Bye." Ucap Freya saat mereka sudah sampai di depan pintu gerbang kampus.
"Fe.." panggil Mike saat Freya hendak meninggalkannya.
Freya pun menoleh.
"Hemh."
__ADS_1
Dan tanpa Freya sangka-sangka Mike langsung mengecup bibirnya singkat.
"Bye." Ucap Mike setelah mengecup bibir Freya. Lalu meninggalkan Freya yang masih ternganga dengan aksi dadakan Mike.
"Apa-apaan itu, kenapa Mike mengecup bibir ku tanpa izin!!! Itu ciuman pertama ku!!!" Lirih Freya pelan dengan raut wajah yang masih terkejut.
Dan ternyata lirihan Freya itu masih bisa di dengar oleh Eldrick.
Eldrick sudah mengikuti Freya sejak Freya keluar dari dalam kelas dan berjalan beriringan dengan Mike.
Sebenarnya niat Eldrick tadi ingin menjemput Freya di kelas terakhir Freya, namun karena Mike sudah lebih dulu memanggil Freya, maka Eldrick pun mundur teratur dan hanya bisa mengikuti Freya dan Mike dari belakang.
Namun saat di gerbang kampus, hati Eldrick memanas saat dirinya melihat Mike mengecup bibir Freya. Yang Eldrick yakini kecupan yang di berikan Mike tidak di sukai Freya, karena terlihat jelas di wajah Freya.
Saat Mike pergi setelah mengecup Freya tanpa izin, Eldrick berjalan mendekati Freya dan mendengar gerutuan Freya yang sangat pelan itu.
"Bodoh!! Yang seperti itu tidak bisa di sebut ciuman!" Ucap Eldrick sambil menoyor kepala Freya.
Freya pun menoleh ke arah Eldrick yang tengah berdiri di sampingnya.
"Kalau yang begitu tidak bisa di sebut ciuman, lalu mau disebut apa?" Protes Freya.
"Itu namanya kecupan. Ciuman itu seperti ini.."
Eldrick pun langsung menarik tengkuk Freya dan mendaratkan bibirnya di bibir Freya. Mel*umat bibir itu tipis-tipis.
Dan berhasil. Eldrick pun melepaskan lu•matan bibirnya.
Freya yang kesal karena Eldrick yang tiba-tiba menciumnya, menaikkan tangannya ke udara hendak menampar Eldrick.
Sayangnya gerakan Eldrick lebih cepat, Eldrick menangkap tangan Freya, karena sebelum Eldrick melakukan itu pada Freya, Eldrick sudah lebih dulu mengantisipasinya.
"Kau!! Kenapa kau mencium ku seperti itu!!" Teriak Freya emosi.
"Aku hanya ingin memberitahu mu perbedaan antara kecupan dan ciuman. Dan yang ku lakukan tadi adalah ciuman, yah..walau ciuman yang sebenarnya harus ada aksi balas-membalas, tapi kira-kira begitu lah gambaran orang berciuman. Sedangkan yang di lakukan bocah bau susu tadi hanya lah sebuah kecupan." Jawab Eldrick santai.
"Apa kau mau aku ajari cara berciuman?" Bisik Eldrick menggoda.
"Jangan mimpi kau!! Lepas!!" Freya pun menghentakkan tangannya dari cengkraman tangan Eldrick.
Bugh. Freya menendang tulang kering Eldrick.
"Auw.." ringis Eldrick sambil mengusap tulang keringnya.
__ADS_1
"Rasakan!!!" Geram Freya.
Freya pun langsung pergi meninggalkan Eldrick yang sedang kesakitan.
Lagi dan lagi, ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Freya dan Eldrick. Ya, sepasang mata itu adalah Cindy.
Api kecemburuan Cindy pada Freya makin berkobar setelah melihat Eldrick mencium Freya.
"Awas kau Freya!!!" Geram Cindy dari tempatnya memandang.
*****
Malam ini seperti biasa, Freya harus pergi bekerja. Tidak seperti anak muda yang lainnya, menghabiskan uang orangtua untuk bersenang-senang. Seandainya hubungan Freya dengan ibu dan ayah tiri brondongnya itu baik-baik saja, mungkin weekend ini mereka akan makan malam di luar layaknya keluarga bahagia lainnya. Sayangnya semua itu hanya lah sebuah impian bagi Freya, memiliki keluarga yang harmonis.
"Fe, bawa minuman ini di VIP dua yah." Perintah manager club.
"Baik pak." Jawab Freya.
Dengan membawa nampan berisi dua botol minuman beralkohol dan empat gelas kosong, Freya pun melangkah ke ruang VIP dua.
Tak ada firasat apa-apa saat Freya melangkah menuju ruangan itu. Ia tak tahu, hal tidak mengenakkan akan terjadi padanya di ruangan itu.
Tok..tok..tok. Freya mengetuk pintu ruangan itu sebelum membukanya.
Dan tanpa perintah apapun dari dalam ruangan, Freya pun langsung membuka pintu ruangan itu.
Nampak lah empat laki-laki bertubuh kekar dan berwajah sangar.
Freya pun menelan salivanya susah payah, saat melihat keempat laki-laki itu, hati Freya mulai tak tenang, firasat buruk pun baru muncul dalam benak Freya.
Tapi Freya harus tetap tenang dan tetap profesional. Freya berjalan mendekati meja dengan senyum yang sangat ia paksa sambil berdoa dalam hati.
"Satu botol Chivas Regal dan satu botol Batavia Blanded." Tanya Freya sebelum meletakkan dua botol minuman beralkohol dan empat gelas kosong itu di atas meja.
"Iya cantik." Jawab salah seorang lelaki itu.
Freya pun berbungkuk untuk meletakkan dua botol minuman beralkohol dan empat gelas kosong di atas meja.
"Bokong mu bagus juga yah cantik." Ucap salah seorang lelaki yang lain.
"Terimakasih Tuan." Jawab Freya sambil tersenyum tapi jantungnya serasa ingin meledak.
"Payu•dara mu juga sangat menggoda." Ucap lelaki yang lain.
__ADS_1
Sontak Freya melirik kearah bawahnya untuk melihat apa kancing seragamnya terbuka, karena ucapan si lelaki itu yang membahas susu cap nona nya. Dan ternyata tertutup. Freya pun melanjutkan membuka tutup botol minuman beralkohol itu.
to be continued...