
Kini Eldrick sudah sampai di kampus. Ia sampai di kampus bertepatan dengan bunyi bel masuk.
Dengan gaya angkuhnya Eldrick berjalan menyusuri lorong menuju kelasnya.
Sesampainya di depan kelas, bola mata Eldrick langsung mencari keberadaan Freya, setelah bola matanya mendapatkan keberadaan Freya, Eldrick pun berjalan menuju tempat duduk dimana Freya duduk.
Cindy yang menyadari kemana langkah kaki Eldrick tertuju, cepat-cepat menghampiri Eldrick dan menarik tangan Eldrick.
"Hai El..aku sudah mengosongkan bangku di sebelahku, ayo sini duduk di sebelah ku." Ajak Cindy sambil menarik tangan Eldrick.
"Lepaskan!!" Eldrick langsung menyentak tangan Cindy dari tangannya dan hendak berjalan kembali menuju tempat Freya duduk.
Namun baru satu langkah, dosen mata kuliah itu masuk ke dalam kelas. Dan itu menjadi kesempatan bagi Cindy untuk kembali menarik Eldrick agar duduk di sebelahnya.
Eldrick tak bisa berbuat apa-apa, karena dosen sudah ada di dalam kelas, mau tak mau ia duduk disebelah Cindy. Meski ia duduk di sebelah Cindy tapi matanya selalu tertuju pada Freya.
Dari tempat duduknya, Freya pun sesekali melirik ke arah Eldrick dan Cindy. Tak di pungkiri hatinya memanas saat melihat Cindy yang sedang berusaha menarik perhatian Eldrick.
"Menyebalkan!!!" Kesal Freya dalam hati.
Setelah sembilan puluh menit, akhirnya mata kuliah pertama pun berakhir.
Freya pun membereskan buku-buku yang ada di atas meja dan memasukkan kembali ke dalam tas.
Sama dengan Freya, Eldrick pun melakukan hal yang sama. Setelah memasukkan buku-bukunya, Eldrick cepat-cepat menghampiri Freya yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
"El..." Cindy langsung menarik tangan Eldrick saat Eldrick hendak berjalan menghampiri Freya.
"Minggir!!" Tanpa belas kasihan, Eldrick langsung mendorong Cindy hingga Cindy terduduk kembali di bangkunya.
Eldrick tak memperdulikan Cindy dan langsung berlari menghampiri Freya yang sudah berada di dekat pintu kelas.
"El...Eldrick!!" Teriak Cindy tak terima dengan perlakuan Eldrick.
Tetap saja Eldrick tak menghiraukan Cindy.
"Fe...tunggu." teriak Eldrick.
Freya tak menghiraukan teriakan Eldrick dan terus berjalan keluar dari dalam kelas.
Melihat Freya yang tak menghiraukannya, membuat Eldrick semakin penasaran apa sebenarnya yang terjadi pada Freya.
"Hei... Kau kenapa?" Tanya Eldrick saat ia berhasil menangkap tangan Freya.
"Lepas! Aku sedang tidak ingin bicara dengan mu!" Freya menyentak tangan Eldrick dari tangannya.
"Iya tapi kenapa? Apa aku buat salah pada mu? Katakan kalau aku buat salah pada mu."
Freya tak menjawab, ia hanya memberi tatapan tajam pada Eldrick. Entah bagaimana caranya ia harus mengatakan pada Eldrick kalau dirinya cemburu Eldrick menyebut nama wanita lain dalam mimpinya.
"Freya.." tiba-tiba saja suara lelaki yang sangat familiar di telinga Freya memecah ketegangan diantara Freya dan Eldrick. Suara siapa lagi kalau bukan suara Mike.
Freya pun menoleh ke arah Mike.
"Ayo, kita ada kelas di ruang C2." Ajak Mike pada Freya.
"Ayo." Jawab Freya sambil melingkarkan tangannya ke dalam lengan Mike.
Dan tanpa berkata apa-apa lagi, Freya langsung meninggalkan Eldrick dan berjalan bersama Mike ke ruang C2.
Eldrick ternganga melihat Freya yang melingkarkan tangannya ke dalam lengan Mike dan pergi meninggalkannya tanpa berbicara apapun.
__ADS_1
"Apa-apaan dia, berani-beraninya dia menggandeng laki-laki lain di hadapan ku!!" Geram Eldrick.
Eldrick yang tak terima dengan perlakuan Freya berniat ingin mengejar Freya dan Mike. Tapi sayangnya niatnya itu ia urungkan karena Trent yang tiba-tiba menelpon dan mengingatkan Eldrick untuk masuk ke dalam kelas selanjutnya.
"Shiiit!!!" Umpat Eldrick saat niatnya terhalang dengan jam mata kuliah yang lainnya.
Mau tak mau Eldrick pun berjalan menuju ruang kelas yang berbeda dengan kelas Freya.
*****
Jam mata kuliah Eldrick pun selesai, tapi tidak dengan jam mata kuliah Freya. Karena Freya masih tingkat pertama, membuat jam mata kuliah Freya lebih banyak di banding jam mata kuliah Eldrick.
Dengan setia Eldrick menunggu Freya di taman kampus sampai mata kuliah Freya selesai.
Setelah satu setengah jam Eldrick menunggu, akhirnya jam mata kuliah Freya untuk hari ini pun selesai.
Cepat-cepat Eldrick berdiri dari bangku taman, dan menunggu Freya tepat di depan kelas Freya.
Begitu dosen di dalam kelas keluar, Eldrick pun menyerobot masuk untuk mencari Freya.
"Ayo ikut aku." Paksa Eldrick sambil menarik tangan Freya.
"Apa-apaan kau!!! Lepas!!" Tolak Freya.
"Ikut aku atau ku cium kau disini!" Bisik Eldrick mengancam.
Mata Freya membulat mendengar ancaman Eldrick.
"Hei kau!! Lepaskan tangan Freya!" Bentak Mike saat melihat Eldrick menggenggam erat tangan Freya.
"Diam kau! Aku tidak punya urusan dengan mu!!" Balas Eldrick dingin.
Eldrick membawa Freya ke halaman belakang kampus, ia tak bisa lagi menahan hasratnya untuk memberi hukuman pada Freya karena berani menggandeng laki-laki lain di depannya.
"Kemana kau akan membawa ku El?"
"Diam kau ikuti saja kemana aku membawa mu!!"
Kini Eldrick dan Freya sudah berada di halaman belakang yang sepi. Eldrick langsung mendorong Freya ke tembok dan tanpa basa-basi langsung menarik tengkuk Freya dan mel•umat bibir Freya dengan sangat rakus.
"Hemph.. hemph.." ronta Freya sambil memukul-mukul lengan Eldrick. Tapi percuma saja, usahanya untuk lepas dari Eldrick sia-sia. Justru Eldrick makin menekan tengkuk Freya untuk memperdalam lu•matan bibirnya.
Eldrick baru melepaskan bibirnya dari bibir Freya, saat dirinya merasakan asupan oksigen dalam paru-parunya mulai menipis.
PLAAAK. Untuk pertama kalinya Freya berhasil menampar pipi Eldrick.
"Kau!!!" Pekik Eldrick sambil memegang pipinya yang panas karena tamparan Freya.
"Apa!! Kenapa kau selalu berbuat sesuka mu pada ku!! Kita tidak memiliki hubungan apa-apa, tapi kenapa kau selalu mencium ku dengan paksa!! Apa kau mau menjadikan ku pemuas naf•su bibir mu, hah!!!" Teriak Freya.
Eldrick mengernyitkan keningnya mencoba mencerna kata-kata Freya.
"Apa maksud mu? Kenapa kau menuduh ku seperti itu? Apa menurut mu aku ada tampang untuk mempermainkan perempuan dan menjadikan pemuas naf•su bibir ku saja?"
"Lalu ini namanya apa?! Kau selalu berbuat seperti itu pada ku!! Dan aku yakin, selain diri ku pasti sudah banyak perempuan yang kau jadikan pemuas naf•su bibir mu!!"
"Jangan menuduh ku seperti itu Freya, aku tidak seperti yang ada di pikiran mu!!"
"Oh.. ya? Lalu apa maksud mu melakukan itu pada ku, hah?!"
"Karena aku menyukai mu!! Aku juga sudah meminta mu menjadi kekasih ku. Tapi kau yang tak pernah merespon permintaan ku." Jawab Eldrick dengan suara yang meninggi.
__ADS_1
"Baik lah. Sekarang aku akan memberi jawaban. Jawabannya TIDAK!! Aku tidak mau menjadi kekasih mu. Aku tidak mau menjalin hubungan dengan lelaki playboy seperti mu!"
"Hah???!!" Eldrick ternganga dengan jawaban Freya.
"Kau pikir aku bodoh!! Aku tau kau memiliki kekasih, dan kau hanya ingin mempermainkan perasaan ku!!"
"Hah?!" Eldrick masih ternganga dengan kata-kata Freya.
"Aku akan mencari pekerjaan dan kos-an, dapat tidak dapat besok aku akan pindah dari studio mu." Ucap Freya.
Setelah mengatakan itu, Freya pun berlalu dari hadapan Eldrick, meninggalkan Eldrick yang masih termangu dengan penolakan Freya. Jawaban Freya tadi benar-benar di luar ekspektasinya.
Freya berlari sekencang-kencangnya dari halaman belakang menuju toilet wanita.
Sesampainya di toilet, Freya langsung masuk ke dalam bilik dan menangis sambil menggigit tali tasnya agar suara tangisnya tidak terdengar keluar.
"Aku benci kamu El, aku benci!!" Lirih Freya.
Sedangkan di halaman belakang, Eldrick yang sudah sadar dari rasa terkejutnya langsung mencari Freya, ia ingin meminta penjelasan pada Freya kenapa Freya menuduhnya memiliki kekasih dan hanya ingin mempermainkan Freya. Ia masih belum menyadari kalau selama ini setiap ia bermimpi, ia selalu menyebutkan nama Maia.
Meninggalkan Eldrick yang sedang sibuk mencari Freya hingga akhirnya Eldrick berpikir Freya sudah pulang ke studionya, ada Freya yang baru saja selesai menata hatinya.
Freya pun keluar dari dalam bilik toilet dan mencuci mukanya di wastafel.
"Ayo Freya semangat!" Ucap Freya memberi semangat pada dirinya sendiri.
Setelah kekuatan dan semangat nya terkumpul kembali, Freya pun keluar dari dalam toilet. Tujuannya kini adalah mencari pekerjaan sembari mencari kos-kos'an.
Kini Freya sudah berada di depan gerbang kampusnya, ia sedang menunggu taksi konvensional lewat di depan kampusnya. Saat sedang menunggu, tiba-tiba saja ada seorang wanita membagikan selebaran pada Freya.
"Ini nona, silahkan di lihat, mana tau anda berminat." Ucap wanita itu.
Freya pun mengambil selebaran itu. Setelah Freya mengambil selebaran itu, wanita yang memberikan selebaran itu pun pergi dari hadapan Freya.
"Nona Lala, saya sudah memberikan selebaran itu pada target." Ucap wanita yang memberikan selebaran itu pada Freya melalui alat handy talky mininya.
"Bagus, sekarang lakukan tugas B." Perintah Lala.
Ternyata wanita yang memberikan selebaran pada Freya adalah orang suruhan Lala, asisten Nyonya Puth. Dan ini adalah misi untuk memberi pekerjaan untuk Freya dengan cara yang smooth.
Setelah wanita yang memberikan selebaran pergi, Freya pun membaca dengan seksama isi selebaran.
"Wah..apa ini yang namanya rejeki?!" Gumam Freya saat membaca isi selebaran itu sambil tersenyum sumringah.
Saat sedang bergumam sendiri, tiba-tiba saja taksi konvensional berhenti tepat di hadapannya dan turun lah seorang wanita dari dalam.
Melihat wanita itu turun, Freya pun cepat-cepat berjalan mendekati taksi dan masuk kedalam taksi.
"Mau kemana nona?" Tanya supir taksi.
"Tolong antar saya ke alamat ini." Jawab Freya sambil memberikan selebaran yang ia pegang ke supir taksi.
Supir taksi pun mengambil selebaran dari tangan Freya dan membaca alamat yang tertera di selebaran.
"Baik nona." Jawab si supir taksi.
Supir taksi pun melajukan mobilnya menuju alamat yang diberikan Freya.
Dan ini lah tugas B yang di perintahkan Lala. Menyediakan taksi konvensional tepat di depan Freya dan mengantarkan Freya sampai ke restoran Nyonya Puth yang jaraknya tak jauh tapi juga tak dekat dengan kampus Freya.
to be continued...
__ADS_1