Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Dua Garis Merah.


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Tak terasa hubungan Eldrick sudah masuk yang ke enam bulan. Eldrick pun juga sudah selesai sidang meja hijau. Tinggal menunggu waktu wisuda yang akan diadakan akhir bulan depan.


Karena tak ada lagi jadwal kuliah, Eldrick pun diminta Tuan Puth untuk bekerja di perusahaannya. Yah, hitung-hitung belajar sebelum Eldrick benar-benar memegang perusahaan ayahnya.


Lalu bagaimana hubungan Freya dengan mamanya? Hubungannya sudah membaik, tapi Freya memilih untuk tetap tinggal bersama Eldrick, namun sesekali ia mengunjungi sang mama di kafe atau dirumah.


Meski Eldrick sudah mulai bekerja dengan Tuan Puth dan sebentar lagi mereka akan menikah, tapi Freya masih bekerja di Sky Garden Restoran, dan sampai sekarang pun Freya masih belum tau kalau tempat ia bekerja itu adalah milik ibunda Eldrick.


Hari ini hari Sabtu, dan kebetulan hari ini Eldrick, Greg dan Bram mendapat tawaran manggung di sebuah kafe di kota sebrang.


Berhubung mereka sudah lama tidak manggung, jadi mereka pun memutuskan untuk menerima tawaran job itu.


"Selamat pagi sayang." Ucap Eldrick sambil memeluk tubuh Freya dari belakang lalu mengecupi leher Freya.


Sekarang mereka sedang ada di dapur dan Freya sedang membuatkan sarapan untuk mereka berdua.


"Minggir El, jangan mengganggu ku." Freya menggedikkan bahunya agar Eldrick berhenti menciumi lehernya.


"El, kau dengar tidak! Kalau kau begini kerjaan ku tidak akan selesai, El!! Aku harus pergi ke kampus." Omel Freya lagi.


"Kau benar-benar tidak mau ikut dengan ku? Kemungkinan aku besok baru pulang." Tanya Eldrick. Ini bukan lah pertama kalinya Eldrick bertanya pada Freya, karena Eldrick sangat ingin Freya ikut dengannya ke kota sebrang. Jarak dari kota tempat tinggal mereka dengan kota sebrang memakan waktu kurang lebih empat-lima jam.


"Kan sudah ku bilang dari kemarin kalau aku tidak bisa El. Hari ini aku ada persentase." Jawab Freya.


"Hish.. ya sudah lah." Balas Eldrick dengan nada kecewa sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Freya.


"Kau mau aku bawakan apa dari sana?" Meski kecewa karena Freya tidak bisa ikut, tapi tetap saja Eldrick tidak bisa marah pada kekasihnya itu.


"Apa saja. Apapun yang kau belikan untukku pasti aku suka." Jawab Freya.


Freya pun selesai membuatkan sarapan untuk mereka.


"Ayo kita sarapan dulu." Ucap Freya sambil membawa dua piring yang berisi sarapan untuk mereka ke meja makan.


Eldrick pun mengikuti Freya dari belakang.


Mereka pun duduk di meja makan dan mulai menikmati sarapan mereka.


Eldrick sangat menyukai semua masakan yang Freya buatkan, begitu juga dengan sarapan yang Freya buat saat ini. Eldrick begitu lahap memakan makanan yang Freya masak.


Lain Eldrick, lain juga Freya. Entah kenapa akhir-akhir ini selera makan Freya turun drastis. Sama seperti pagi ini, Freya nampak tidak berselera memakan makanan yang ia masak itu.


"Apa itu enak El?" Tanya Freya saat melihat Eldrick yang sangat lahap.


"Enak." Jawab Eldrick saat mulutnya masih penuh dengan makanan.

__ADS_1


Melihat Eldrick yang sangat lahap, Freya pun kembali menyendokkan makanan ke dalam mulutnya dengan malas.


"Kenapa rasanya tidak enak?" Gumam Freya dalam hati.


"Kau kenapa?" Tanya Eldrick saat melihat wajah Freya yang aneh.


"Tidak pa-pa." Jawab Freya.


"Apa kau mau tambah?" Tanya Freya saat melihat makanan yang ada dalam piring Eldrick hampir habis.


"Memangnya masih ada?"


"Tidak ada. Tapi kalau kau mau, makan saja punya ku. Aku sudah kenyang." Jawab Freya sambil menyodorkan piringnya ke hadapan Eldrick.


"Kau baru makan sedikit tapi sudah bilang kenyang. Makan lah, habiskan itu." Tolak Eldrick. Sebenarnya ia sangat ingin memakan milik Freya tapi ia tau kalau Freya masih memakan sedikit makanannya.


"Tadi waktu aku masak, aku sudah banyak mencoba makanya aku kenyang sekarang." Ucap Freya beralasan.


"Benarkah? Baik lah kalau begitu, sini aku makan dari pada terbuang di tempat sampah, lebih baik terbuang di perut ku." Balas Eldrick. Eldrick pun menarik piring yang Freya sodorkan lalu menghabiskan makanan yang ada di piring Freya tersebut.


Saat Eldrick sedang makan, Freya berdiri dari tempat duduknya.


"Aku mandi dulu. Nanti habis makan, tolong bersihkan semuanya." Ucap Freya.


Eldrick hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat Freya.


Di dalam kamar mandi ia tak langsung mandi, melainkan menatap pantulan dirinya di cermin.


"Aku merasa ada yang tidak beres dengan diri ku. Tapi apa?" Monolog Freya di depan cermin.


"Apa jangan-jangan aku.." Freya berpikir kalau saat ini dirinya sedang hamil.


Freya pun keluar dari dalam kamar mandi dan mengambil ponselnya. Ia membuka aplikasi kalender untuk melihat kapan terakhir kali ia datang bulan. Karena semenjak ia berhubungan intim dengan Eldrick, ia selalu menulis note di tanggal dirinya datang bulan.


"Astaga. Ternyata sudah hampir dua bulan aku tidak datang bulan." Lirih Freya.


"Kenapa aku bisa lupa sih!!" Freya menepuk keningnya pelan.


"Aku harus membeli alat tes kehamilan." Monolog Freya lagi.


Freya pun meletakkan ponselnya dan kembali masuk ke dalam kamar mandi. Ia pun membuka semua kain yang menempel di tubuhnya dan berjalan menuju shower. Dengan air yang mengalir dari shower, Freya pun mulai membersihkan tubuhnya.


"Apa benar di dalam sini sudah ada kehidupan?" Gumam Freya sambil memegang perutnya.


Jika wanita dengan budaya timur sangat takut kalau sampai hamil di luar nikah, beda dengan budaya barat. Mereka seakan tidak memusingkan hal-hal seperti itu. Begitu pun Freya, nampak tidak ada ketakutan dan penyesalan dalam dirinya, malahan Freya merasa sangat senang dan berharap dirinya memang sedang hamil anak Eldrick. Toh Freya dan Eldrick sebentar lagi juga akan menikah.


*****

__ADS_1


Kini Freya sudah siap berangkat ke kampus. Karena Freya ingin singgah di apotik, jadi Freya memohon pada Eldrick untuk tidak mengantarnya. Dan untungnya Eldrick mau, karena Greg dan Bram sebentar lagi akan datang dan mereka ingin latihan terlebih dahulu di studio Eldrick sebelum berangkat ke kota sebrang.


"Aku pergi yah El." Pamit Freya.


"Apa kau benar-benar tidak ingin diantar?" Tanya Eldrick sekali lagi.


"Iya sayang. Aku sudah lama tidak berangkat sendiri. Jadi izinkan aku berangkat sendiri hari ini, oke."


"Oke. Baik lah." Jawab Eldrick.


Sebelum Freya pergi, tak lupa Eldrick mencium bibir kekasihnya itu dengan lembut.


"Nanti sebelum berangkat, aku akan singgah ke kampus." Ucap Eldrick.


Freya menganggukkan kepalanya.


"Aku pergi." Pamit Freya.


"Hati-hati."


"Iya sayang." Jawab Freya.


Dan Freya pun keluar dari dalam studio.


Tujuan pertama Freya adalah apotik. Sengaja memang dirinya tidak memberitahu Eldrick tentang apa yang sedang ia rasakan, karena rencananya ia ingin memberi kejutan pada Eldrick setelah Eldrick pulang dari kota sebrang, itupun kalau dirinya memang benar-benar hamil.


Kini alat tes kehamilan pun sudah di tangan Freya. Karena bingung harus membeli alat tes kehamilan dengan merk apa, Freya pun memutuskan untuk membeli alat tes kehamilan dengan lima merk berbeda. Setelah itu Freya pun kembali melanjutkan tujuannya menuju kampus.


Tak sampai sepuluh menit, Freya pun tiba di kampus. Karena masih ada waktu dua puluh menit lagi, jadi Freya memutuskan untuk langsung memakai alat tes kehamilan itu.


Freya pun berjalan menuju toilet kampus dan masuk ke dalam bilik, lalu menampung air seni di wadah kecil yang di berikan pihak apotik.


Setelah air seni tertampung, baru lah Freya mencelupkan kelima alat tes kehamilan itu dalam wadah, lalu membiarkannya satu sampai tiga menit sesuai petunjuk yang ada di balik bungkus alat tes kehamilan itu.


Jantung Freya berdetak kencang, ia gugup menunggu alat tes kehamilan itu berubah warna.


Dan tak sampai tiga menit, alat tes kehamilan itu pun berubah warna.


Mata Freya tak berkedip memandangi satu garis merah keluar dari lima alat tes kehamilan itu. Tak lama kemudian, dua alat tes kehamilan kembali menunjukkan satu garis merah lagi. Makin membulat saja mata Freya melihat dua garis merah di dua alat tes kehamilan itu. Dan tak lama lagi, tiga alat tes kehamilan menyusul menambah satu garis merah lagi. Kini kelima alat tes kehamilan yang Freya beli sudah sama-sama menunjukkan dua garis merah. Dan itu artinya Freya positif hamil.


"Aku hamil." Lirih Freya.


"Aku tak percaya, ada buah cinta ku dengan Eldrick di dalam sini." Ucap Freya lagi sambil mengelus perutnya. Ia bahagia.


"Ini akan menjadi kejutan untuk Eldrick." Freya pun mengambil kelima alat tes kehamilan dari wadah dan menyekanya dengan tissue toilet lalu memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu Freya pun keluar dari dalam toilet dan berjalan menuju kelasnya.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2