Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Nona Muda.


__ADS_3

Di antara mereka bertiga, jelas hanya Freya yang tidak tau siapa yang datang.


Freya yang tidak tau langsung berdiri dari duduknya dan setengah berlari keluar dari dalam ruang tamu.


Ceklek. Bram membuka pintu.


Dan saat Bram membuka pintu, saat itu juga lah Freya sampai di depan pintu.


"Kau.." Ucap Freya dan Bram bersamaan.


Bram pun menatap Freya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.


Benar yang di katakan Greg, kalau Freya memakai pakaian Eldrick. Dan itu membuat pikiran Bram kemana-mana.


"Sampai kapan kalian mau berdiri di depan pintu? Cepat masuk!!!" Teriak Eldrick dari ruang tamu karena Freya dan Bram tak kunjung masuk ke ruang tamu.


Mendengar teriakan Eldrick, Freya pun memutar tubuhnya dan kembali melangkah ke ruang tamu. Kemudian di susul Bram dari belakang Freya.


Eldrick langsung menarik tangan Freya agar duduk di sebelahnya di sofa yang sama. Ia tak mau Freya duduk bersebelahan dengan Bram di sofa yang sama. Karena tinggal satu sofa panjang yang kosong di ruang tamu itu, sedangkan Greg, ia duduk di single sofa.


"Ish..!" Geram Freya sambil memukul lengan Eldrick karena asal menarik tangannya.


"Diam kau dan duduk yang tenang. Jangan bicara sebelum aku menyuruh mu bicara!" Bisik Eldrick.


Freya memutar bola matanya malas mendengar perintah Eldrick yang memaksa.


"Woah..woah..woah. Ternyata ada yang baru pacaran." Ucap Bram sambil bertepuk tangan kemudian mendudukkan dirinya di satu-satunya sofa yang kosong.


"Cepat juga ternyata pergerakan mu yah El." Sindir Bram.


Eldrick mengernyitkan keningnya, ia masih belum mengerti dengan maksud perkataan Bram. Eldrick masih belum ingat perihal taruhan mereka.


"Cih..tidak usah memasang ekspresi wajah pura-pura bodoh kau El!!" Omel Bram.


Bram pun berdiri dari tempat duduknya, dan memberi kode melalui lirikan matanya pada Greg. Greg yang paham pun ikut berdiri. Lalu mereka sama-sama menarik tangan Eldrick.


"Apa-apaan kalian ini!!! Lepas!!" Protes Eldrick.

__ADS_1


"Ayo, ada yang harus kita luruskan." Ucap Bram sambil memiting leher Eldrick agar tidak banyak protes.


Bram dan Greg membawa Eldrick masuk ke dalam ruang musik yang ada di depan ruang tamu. Meninggalkan Freya yang sedang terheran-heran dengan kelakuan ketiga lelaki di hadapannya.


Padahal sewaktu di club, Bram dan Greg terlihat casanova sekali, tapi sekarang, Bram dan Greg terlihat seperti remaja tanggung.


Kini Eldrick, Bram dan Greg sudah ada di dalam ruang musik. Bram pun cepat-cepat mengunci pintu ruang musik agar Freya tidak bisa masuk. Karena sekarang Bram ingin membahas masalah taruhan dengan Eldrick dan meminta konfirmasi dari Eldrick langsung, apakah keberadaan Freya di studio Eldrick ada hubungannya dengan taruhan mereka. Ruang musik ini sangat lah aman dari tukang nguping, karena ruang musik ini sudah di pasangi dengan peredam suara.


"Katakan, apa kau dan gadis itu sudah menjalin hubungan?" Tanya Bram dengan tatapan menyelidik.


Eldrick memicingkan matanya, sekali lagi ia memikirkan kenapa Bram sangat ingin tau apa yg hubungan dirinya dengan Freya.


Tiba-tiba mata Eldrick membulat sempurna, ia ingat sekarang tentang taruhan yang sudah ia sanggupi. Senyum licik pun mengembang di pipi Eldrick.


"Kenapa? Apa sekarang kau ingin mangkir dari perjanjian, hah?" Eldrick malah balik bertanya.


"Cih.. justru aku sudah tidak sabar membantu mu menyelesaikan kuliah mu tahun ini, agar kau bisa cepat-cepat mengambil alih Puth Corp. Kalau kau sudah menjadi Presdir Puth Corp, aku kan kecipratan juga." Jawab Bram sambil menarik turunkan alisnya.


"Cih.." Eldrick berdecih sambil memutar bola matanya malas.


"Jadi apa kau sudah menjalin hubungan dengan gadis itu?" Tanya Bram sekali lagi.


"Enak saja kau!!! Kau yang pacaran kau yang kerja rodi. Kau pacaran dulu dengannya baru kami membantu mu." Tolak Greg mentah-mentah.


"Ya sudah kalau tidak mau, aku juga tidak mau menjalin hubungan dengan gadis itu. Biar saja aku tidak usah lulus tahun ini dan di keluarkan dari kartu keluarga." Ancam Eldrick. Eldrick merasa menang saat mengatakan ancaman itu. Tapi pikiran Eldrick salah, justru Greg melempar kembali boomerang yang Eldrick lempar ke arahnya.


"Oke, kalau kau tidak mau. Kalau gitu biar aku dan Bram saja yang memainkan taruhan ini." Greg mengancam Eldrick balik.


Dan ancaman Greg itu berhasil membuat Eldrick ketar-ketir. Ia lupa kalau alasan dirinya ikut taruhan, karena ia tidak mau Freya jatuh ke dalam pelukan Bram dan Greg.


"Aish...!!! Baiklah, kita lihat saja satu minggu lagi kalian berdua akan mendapat kabar tentang hubungan ku dan Freya." Jawab Eldrick dengan raut wajah kesal karena ucapan Greg.


Tok...tok...tok. Tiba-tiba saja suara pintu ruang musik terketuk.


"El...ada yang mencari mu." Teriak Freya dari depan pintu.


"Apa kau punya teman lain selain kami El?" Tanya Bram menyelidik. Karena setau Bram teman Eldrick ya hanya dirinya, Greg, Sam dan Lynch.

__ADS_1


Eldrick menggeleng.


"Itu pasti Trent." Jawab Eldrick sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Trent? Apa ada masalah yang serius sampai-sampai Trent muncul kepermukaan?" Tanya Bram lagi.


"Ada." Jawab Eldrick sambil melototkan matanya.


"Kalian berdua lah masalah seriusnya, dan aku menyuruh Trent datang untuk mengangkut kalian dari dalam studio ku." Lanjut Eldrick sambil melangkah ke arah pintu.


"Haish!!!" Bram dan Greg kompak meninju udara setelah Eldrick berlalu dari hadapan mereka.


Ceklek. Eldrick membuka pintu dan keluar dari dalam ruang musik. Setelah Eldrick keluar, Bram dan Greg juga ikut keluar.


Eldrick masuk ke ruang tamu, dimana Trent sudah duduk manis di sofa ruang tamu.


"Sedang apa kau?" Tanya Eldrick pada Freya yang sedang membuatkan teh untuk Trent.


"Membuatkan teh untuk pria tampan itu." Jawab Freya. Ia tidak tau kalau Trent adalah bodyguardnya.


"Tidak perlu!!! Kau buatkan saja kopi untuk ku!" Perintah Eldrick kesal, karena Freya ingin membuatkan teh untuk Trent.


Freya tak menjawab dan hanya mencebikkan sudut bibirnya.


Setelah memberi perintah pada Freya, Eldrick pun mendudukkan dirinya di sofa dimana Greg dan Bram sudah duduk lebih dulu.


"Sudah kau dapatkan buktinya?" Tanya Eldrick.


"Maaf Tuan Muda, kami tidak mendapatkan buktinya. Karena saat kami mengecek cctv, ternyata laki-laki yang menyerang kos-kosan Nona Muda sudah lebih dulu merusak cctv sehari sebelum ia melancarkan aksinya. Dan laki-laki itu juga lah yang sudah memutuskan kabel listrik di meteran, agar kos-kos an itu menjadi gelap." Jawab Trent.


"Cih..benar-benar licik." Geram Eldrick.


Bram dan Greg mengernyitkan keningnya, mereka kompak tidak mengerti apa yang sedang Trent dan Eldrick bicarakan. Apalagi Trent menyebut kata Nona Muda. Memangnya siapa sosok Nona Muda itu?


"Siapa Nona Muda yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Bram penasaran.


Trent tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya mendelikkan matanya ke arah Freya yang sedang berjalan ke arah mereka dengan satu cangkir kopi hanya untuk Eldrick.

__ADS_1


"OOO" Bram dan Greg pun mengangguk-anggukkan kepalanya kompak, mereka tau sekarang topik pembahasan Trent dan Eldrick.


to be continued...


__ADS_2