Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Resmi.


__ADS_3

"Atas dasar apa kau memilihku untuk membantu mengobati luka hati mu?"


Eldrick meraih tangan Freya dan meletakkannya di dadanya.


"Atas dasar kata hati ku Fe. Apa kau tidak merasakan hati ku yang meminta mu dengan tulus?"


"El..." Lirih Freya. Hatinya seketika meleleh dengan kata-kata Eldrick.


"Jadi lah kekasih ku Fe, bantulah aku keluar dari rasa benci ku yang terlalu dalam. Bantu lah aku untuk kembali bermimpi indah." Mohon Eldrick dengan raut wajah sungguh-sungguh.


Air mata Freya lolos begitu saja dari bola matanya tanda ia sangat terharu dengan permintaan Eldrick yang sangat tulus.


Tanpa berpikir panjang lagi dan karena Freya juga mulai menyukai Eldrick, Freya pun menganggukkan kepalanya.


"Iya El, aku mau membantu mu." Jawab Freya sambil memeluk erat tubuh Eldrick.


"Apa kau serius Fe?" Tanya Eldrick yang masih belum percaya.


Freya tak menjawab dengan kata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih Fe, terimakasih." Ucap Eldrick penuh rasa syukur.


Tak puas hanya berpelukan untuk mengucapkan rasa terimakasih, Eldrick pun menjauhkan tubuh Freya dari tubuhnya, kemudian menangkup wajah Freya dengan kedua tangannya lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Freya. Lu•matan lembut Eldrick berikan di bibir itu.


Merasakan perlakuan yang lembut dari Eldrick, Freya pun memejamkan matanya dan membalas lu•matan yang Eldrick berikan. Makin lama peraduan bibir yang tadi nya lembut makin lama makin memanas, kini bukan hanya bibir yang beradu, lidah mereka pun ikut beradu.


Eldrick pun mengangkat kedua kaki Freya ke pinggangnya, hingga kini posisi Freya seperti anak koala yang ada dalam gendongan ibunya. Eldrick membawa Freya menuju ranjang tanpa melepas tautan bibir mereka, membaringkan Freya dengan lembut di atas ranjang lalu menindihnya dan makin memperdalam peraduan bibir dan lidah mereka.


Saat paraduan bibir dan lidah semakin panas, tiba-tiba saja Eldrick melepas tautan bibirnya dari bibir Freya dan langsung berdiri dari posisinya yang sedang menindih Freya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Ia merasakan anakondanya mengamuk dan minta segera di tenangkan, makanya cepat-cepat ia melepas peraduan bibir dan lidahnya dengan Freya sebelum hasrat sang anakonda menguasai jiwa dan raganya.


Begitu Eldrick masuk ke dalam kamar mandi, Freya langsung ternganga. Bukan karena kesal Eldrick meninggalkannya saat permainan sedang panas-panasnya, melainkan ternganga karena tidak menyangka kalau ia membalas ciuman Eldrick tak kalah ganasnya dari Eldrick.


"Astaga!!!! Apa itu tadi?? Kenapa aku membalas ciuman Eldrick dengan ganas?" Ucap Freya kala ia menyadari ciuman panasnya dengan Eldrick.


"Bagaimana kalau nanti Eldrick berpikir yang macam-macam tentang aku?!" Lirih Freya lagi.


"Aaah...bagaimana ini???!! Aku malu... Aku malu.. aku malu..!!" Rengek Freya sambil menendangkan kakinya di udara.


Meninggalkan Freya yang sedang menyesali perbuatannya, ada Eldrick yang sedang berusaha menenangkan sang anakondanya.


"Ssshhh... Aaarh..." Desau Eldrick sambil memijat anakondanya dengan cepat dan kasar.


"Kenapa kau bangun di saat momen romantis ku dengan Freya, hah!!! Kau mengganggu saja!!" Umpat Eldrick pada anakondanya yang menurut Eldrick bangun di saat yang tidak tepat.


"Aku aneh dengan mu, dulu saat bersama si pengkhianat, kau tidak pernah mengganggu ku seperti ini, kau sangat baik dan tidak pernah bangun saat momen romantis ku dengan si pengkhianat. Tapi kenapa giliran dengan Freya kau malah terus mengganggu ku? Apa kau tidak suka aku berhubungan dengan Freya, hah?!" Tanya Eldrick pada anakondanya lagi.


Karena memang benar, dulu saat dirinya berpacaran dengan Maia, anakondanya selalu tidur tenang saat Eldrick dan Maia berciuman panas. Makanya Eldrick tidak pernah melakukan lebih dari ciuman panas saat berpacaran dengan Maia. Tapi kenapa dengan Freya, anakondanya selalu bangun dan mengganggu momen romantisnya yang baru beberapa menit? Entah lah, hanya anakondanya yang tau jawabannya.


Setelah hampir setengah jam Eldrick di kamar mandi, akhirnya Eldrick pun keluar dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Selain menenangkan anakondanya, Eldrick juga sekalian membersihkan tubuhnya untuk yang kedua kalinya.


Dan mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, cepat-cepat Freya menarik selimutnya sampai di kepalanya dan pura-pura tidur. Ia malu untuk bertatap muka langsung dengan Eldrick karena kejadian tadi.


Melihat Freya yang tidur sambil menutupi seluruh tubuhnya, Eldrick tau kalau Freya hanya pura-pura tidur. Ia hanya tersenyum kecil melihat tingkah gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.


Eldrick meneruskan langkah kakinya menuju ruang ganti dan memakai pakaiannya, setelah itu baru lah ia menghampiri Freya yang sedang pura-pura tidur di atas ranjang.


Eldrick ikut naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Freya lalu menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Freya.

__ADS_1


"Tidak usah pura-pura tidur. Cepat buka mata mu, atau aku akan mencium mu lagi." Ancam Eldrick.


Dan ancaman Eldrick itu pun berhasil membuat Freya membuka matanya.


Setelah Freya membuka matanya, Eldrick pun menarik tubuh Freya agar lebih dekat dengannya. Dengan bertumpu pada satu tangannya, Eldrick menatap wajah Freya dan mengelus pipi kekasihnya itu.


Mendapat tatapan mesra dan perlakuan lembut dari Eldrick, jelas saja jantung Freya semakin berdetak tak karuan.


"Apa aku boleh tidur bersama mu, Fe?" Tanya Eldrick.


"Hah?!" Freya ternganga dengan pertanyaan Eldrick.


"Apa aku boleh tidur disini bersama mu? Aku ingin kau segera menyadarkan ku saat aku mulai bermimpi tentang si pengkhianat itu."


"Tapi El..."


"Kenapa? Apa kau takut aku berbuat macam-macam pada mu?"


Freya tak menjawab, padahal memang itu lah yang ia takutkan.


"Tenang saja Fe, aku tidak akan pernah menyentuh mu, tanpa seijin dari mu. Aku benar-benar ingin kau membangunkan ku saat aku mulai bermimpi tentang si pengkhianat itu. Bukan kah kau tadi mengatakan mau membantu ku untuk keluar dari mimpi buruk ku? Kalau aku tidur di ruang tamu, bagaimana kau bisa membangunkan ku saat mimpi itu datang lagi?"


Freya terdiam sejenak memikirkan kata-kata Eldrick.


"Baik lah. Kau boleh tidur disini. Tapi..."


"Tapi apa?"


"Harus ada guling di tengah-tengahnya, dan kau jangan coba-coba melewati batas guling itu."


Eldrick tersenyum kecil dengan syarat yang di ajukan Freya. Tapi ia juga tak menolak syarat yang di ajukan Freya. Pikirnya kalau sudah tidur, siapa yang tau kalau guling yang di jadikan pembatas itu nantinya akan berpindah tempat.


Dan mereka pun mulai menyusun dua guling di tengah-tengah mereka.


Kini mereka sudah berbaring menatap langit-langit kamar dengan guling sebagai pemisah.


"Fe..." Panggil Eldrick memecah keheningan.


"Hemh."


"Apa kau sudah mendapat pekerjaan?" Tanya Eldrick pura-pura, padahal ia sudah sangat tau kalau Freya pasti langsung diterima bekerja.


"Ya. Aku sudah mendapatkan pekerjaan. Dan apa kau tau El, aku langsung di tempatkan di bagian kantor." Jawab Freya bersemangat.


"Benar kah? Wah.. selamat Fe, aku turut senang." Balas Eldrick.


"Tapi kalau kau di bagian kantor, bagaimana dengan kuliah mu?"


"Mereka mengizinkan ku untuk masuk pukul enam dan pulang pukul sebelas malam."


"Oh.." mulut Eldrick hanya membulat menanggapi jawaban Freya.


"Tapi aku belum mendapat kos-kos'an." Ucap Freya lagi.


Dan ucapan Freya itu sanggup membuat Eldrick terkejut dan mendudukkan dirinya.


"Apa kau serius ingin pindah dari sini?!"


Freya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak!! Aku tidak mengizinkannya!!" Tolak Eldrick tegas.


Kini giliran Freya yang mendudukkan dirinya mendengar penolakan Eldrick.


"Atas dasar apa kau tidak mengizinkan ku pindah dari sini?" Tanya Freya dengan nada meninggi.


Dan perdebatan pun di mulai.


"Aku rasa tidak perlu atas dasar apa-apa untuk tidak memberi mu izin keluar dari studio ku ini. Intinya kalau kau sudah tinggal disini, itu berarti kau tidak bisa keluar dari sini."


"Enak saja!! Siapa kau berani melarang ku untuk keluar dari tempat ini!!"


"Kekasih mu!! Pokoknya kalau aku bilang tidak bisa yah tidak bisa. Titik!!"


"Tidak bisa begitu El! Apa kata orang nanti kalau tau kita tinggal bersama tanpa ikatan apa-apa?!"


"Siapa bilang kita tidak punya ikatan apa-apa?! Kan sudah ku bilang, aku kekasih mu dan kau adalah milikku. Itu lah ikatan kita! Lagi pula siapa yang berani bicara macam-macam tentang kita yang tinggal seatap? Mau ku robek mulutnya!!"


"Okelah kau tidak memperdulikan kata-kata orang. Tapi bagaimana tanggapan orangtua mu? Pasti orangtua mu akan memandang rendah diri ku, El!"


"Kau tenang lah, orangtua ku itu urusan ku. Lagi pula mereka tidak akan pernah memandang rendah pada mu, justru mereka akan sangat berterimakasih pada mu."


"Maksud mu?" Tanya Freya sambil mengernyitkan keningnya.


"Sudah lah, nanti kau juga akan tau jawabannya." Jawab Eldrick. Ia malas menjelaskannya pada Freya.


"Sudah tak perlu di pikirkan. Lebih baik kita tidur." Eldrick pun kembali merebahkan dirinya.


Melihat Eldrick merebahkan dirinya, Freya pun ikut merebahkan dirinya.


"Oh iya aku kelupaan sesuatu." Ucap Eldrick tiba-tiba. Ia kembali mendudukkan dirinya.


"Kelupaan apa?" Tanya Freya.


"Kita belum berciuman selamat tidur." Jawab Eldrick sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Freya.


Mata Freya berkedip-kedip melihat wajah Eldrick yang sangat dekat dengannya.


"El.. tapi kita tadi kan sudah..." Freya tak sanggup melanjutkan kata-katanya, ia terlalu malu untuk mengatakan kalau tadi mereka sudah berciuman panas.


"Itu beda sayang, ciuman yang tadi sebagai tanda kalau kita resmi menjadi pasangan kekasih. Sedangkan untuk yang ini adalah ciuman selamat tidur." Jawab Eldrick. Ia tau apa yang ingin Freya katakan.


"Ta.." belum sempat Freya mengutarakan penolakannya, Eldrick sudah mendaratkan bibirnya ke bibir Freya dan melu•mat bibir bawah Freya dengan lembut.


Freya bisa apa kalau sudah di perlakukan lembut seperti itu oleh Eldrick, sekarang Freya malah membalas lu•matan yang di berikan Eldrick. Dan lu•matan yang tadi nya lembut berubah menjadi kasar dan ganas bahkan.


Lagi dan lagi Eldrick tiba-tiba melepas tautan bibir mereka sepihak saat peraduan bibir mereka sedang panas-panasnya.


Cup. Eldrick mengecup kening Freya.


"Selamat tidur Fe." Ucap Eldrick sebelum ia kembali membaringkan tubuhnya di sebelah Freya dengan posisi telungkup.


Kenapa telungkup? Karena sekarang si anakonda sudah bangun dari tidurnya. Apalagi Eldrick hanya menggunakan celana boxer, kalau ia tidur terlentak, takutnya nanti Freya melihat cetakan anakonda yang meronta-ronta di balik celananya.


Ingin menenangkan si anakonda ke kamar mandi, Eldrick sudah malas harus berurusan dengan sabun cair.


"Selamat tidur juga El" jawab Freya pelan. Ia pun membelakangi Eldrick lalu mengambil remote untuk mematikan lampu kamar kemudian mematikan lampu tidur yang ada di sebelahnya.


Kamar pun gelap seketika karena dari awal Eldrick memang tidak menyalakan lampu tidurnya.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2