
"Ayah tiri Nona Muda ternyata memiliki selingkuhan. Dan selingkuhannya ternyata masih seumuran dengan Nona Muda dan bekerja sebagai SPG di salah satu toko tas branded." Jawab Trent.
"Sudah ku duga! Si teng•ik itu pasti memiliki selingkuhan! Dasar benalu! Menikahi mama ku agar bisa numpang hidup!" Geram Freya.
"Apa kau yakin?"
"Sangat yakin Tuan, karena informasi ini saya dapatkan dari Asher yang sedang membuntuti ayah tiri Nona Muda dengan selingkuhannya." Jawab Trent.
"Ini buktinya Tuan." Trent memberikan ponselnya pada Eldrick untuk menunjukkan foto-foto yang di kirimkan Asher, salah satu bodyguard bayangan khusus menjaga Eldrick.
Freya yang penasaran pun menggeser duduknya hingga berdekatan dengan Eldrick untuk melihat foto-foto yang ada di ponsel Trent.
Mata Freya membulat saat melihat foto Nick, sang ayah tiri sedang berciuman dengan seorang gadis yang seumuran dengannya.
"Breng•sek!! Akan ku beri pelajaran kau Nick!" Geram Freya dengan sorot mata tajam.
"Dimana mereka sekarang?!" Tanya Freya pada Trent.
"Mmm...itu.." Trent nampak ragu memberitahu Freya dimana posisi ayah tiri Freya.
"Dimana!!!!" Bentak Freya.
"Mereka sedang di hotel sekarang Nona Muda."
"Apaaaaa!!!!!" Pekik Freya.
"Hotel mana? Cepat katakan!! Akan ku hancurkan kepalanya!" Geram Freya sambil berdiri dari tempat duduknya.
Baru saja Freya ingin melangkah, Eldrick sudah menahan tangannya terlebih dahulu.
"Tenang lah, mengatasi orang licik seperti ayah tiri mu, kita juga harus menggunakan cara licik. Sikap gegabah mu ini, hanya akan membuat mama mu semakin marah pada mu." Ucap Eldrick sambil menarik tangan Freya hingga terduduk kembali di sofa.
"Apa kau masih belum belajar dari masalah mu? Kau melapor pada mama mu tentang ayah tiri mu yang ingin memperkosa mu saja, mama mu tidak percaya karena ayah tiri mu pintar membalikkan fakta. Apalagi kau mengatakan kalau ayah tiri mu itu memiliki selingkuhan." Lanjut Eldrick.
__ADS_1
"Tapi sekarang kita punya bukti El. Foto ini bisa kita jadikan bukti! Dan mumpung Nick dan selingkuhannya ada di hotel, jadi aku akan menyuruh mama untuk datang ke hotel itu, agar mama bisa melihat langsung kebusukan suami barunya itu."
"Ayah tiri mu itu licik Fe. Sedangkan kemaren saja, satu hari sebelum ia melancarkan aksinya, ayah tirimu sudah merusak cctv kos-kosan mu terlebih dulu. Aku yakin kalau sekarang, ia juga sudah menyiapkan alibi yang kuat jika saja ayah tiri mu itu terciduk check-in di hotel dengan wanita lain. Kita harus memikirkan cara yang tepat untuk membongkar kebusukan ayah tirimu."
Freya diam sejenak memikirkan kata-kata Eldrick. Tak lama ia mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan ucapan Eldrick.
Menghadapi manusia licik dengan seribu satu alibi, mereka juga harus memikirkan cara yang matang untuk membongkar kebusukan sang ayah tiri.
Melihat Freya mengangguk, Eldrick tersenyum penuh arti.
"Yes. Berhasil." Sorak sorai Eldrick dalam hati karena sudah berhasil mencuci otak Freya.
Sebenarnya bisa saja mereka melakukan cara Freya, menunjukkan foto itu pada mama Freya dan menggerebek ke hotel. Tapi setelah Eldrick pikir-pikir lagi, kalau kebusukan ayah tiri Freya cepat terungkap, otomatis hubungan Freya dan mama nya akan membaik. Kalau hubungan Freya dan mama nya membaik, berarti Freya akan kembali tinggal dengan sang mama. Dan Eldrick tidak mau itu sampai terjadi. Ia ingin Freya tetap tinggal bersamanya, bukan untuk memenangkan taruhan, tapi murni karena ia ingin Freya terus ada di sampingnya.
Makanya Eldrick sengaja mencuci otak Freya dan membuat keadaan seolah-olah runyam dengan alasan ayah tiri Freya yang licik. Padahal Eldrick lah si raja licik.
Bram yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Eldrick paham maksud temannya itu. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir, bisa-bisanya di saat seperti ini, Eldrick mencuci otak Freya dan yang paling tak habis pikir lagi alasan yang Eldrick buat seolah-olah Eldrick tidak memiliki kekuasaan untuk menguliti orang-orang seperti ayah tiri Freya.
"Mending kau mandi sana! Lanjutkan lah fantasi liar mu yang tadi tertunda." Perintah Eldrick sambil mengingatkan tentang sosis gantung.
BUGH. Freya langsung memukul kepala Eldrick dengan bantal karena kesal Eldrick membahas masalah sosis gantung di depan Trent dan Bram.
Freya yang sudah sangat malu keluar dari ruang tamu dan masuk ke dalam kamar.
BRAAAK. Freya membanting pintu kamar dengan sangat keras.
PROK..PROK..PROK. Bram bertepuk tangan begitu mendengar Freya membanting pintu kamar.
"Ternyata ini hasil yang kau dapatkan selama enam tahun lebih kau kuliah, hah? Pintar mencuci otak gadis polos."
"Siapa bilang dia polos!! Dia itu gadis mesum, bisa-bisa nya ia langsung masuk ke kamar mandi setelah melihat anakonda ku." Jawab Eldrick.
"Apa kau bilang? Fe sudah melihat anakonda mu?!" Tanya Bram memastikan ucapan Eldrick yang barusan ia dengar.
__ADS_1
"Akh...sudah jangan membahas itu!!! Mengingat itu, aku jadi malu sendiri."
"Sin•ting kau, El!! Harusnya Fe yang mengatakan itu, bukan kau!!" Balas Bram geram.
"Suruh Asher tetap awasi laki-laki itu. Akan ku hajar laki-laki itu dengan tangan ku sendiri di waktu yang tepat nanti." Perintah Eldrick pada Trent. Ia tak memperdulikan ucapan Bram.
"Baik Tuan Muda."
"Dan kau, pulang lah! Jangan mengganggu waktu berduaan ku dengan Freya, atau akan ku buat kau jadi pengangguran!!" Ancam Eldrick.
"Baik lah aku akan pulang, tapi setelah kau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
"Kau tanya saja pada Trent. Aku malas membuang-buang ludah ku bercerita dengan mu." Jawab Eldrick.
"Haish!!!" Geram Bram sambil menaikkan tangannya ke udara.
"Ayo Trent, kita keluar. Kau laporkan pada Nyonya Puth kalau anaknya mengurung seorang gadis di studionya. Biar mampus anak song•ong ini!!"
"Tanpa Anda suruh, saya juga sudah melaporkannya Tuan Bram." Jawab Trent.
Mendengar jawaban Trent, Bram pun mati kutu.
Eldrick menggelembungkan pipinya menahan tawa karena Trent membuat Bram mati kutu.
"Bodoh!! Jangankan aku mengurungnya, aku menciumnya saja mommy ku pasti sudah tau. Apa kau lupa kalau Trent, Asher dan Damian, selain menjadi bodyguard bayangan ku, mereka juga adalah paparazi mommy ku." Ucap Eldrick.
"Sudah sana keluar!! Dan persiapkan waktu kalian untuk mengerjakan tugas kuliah ku, karena sebentar lagi aku dan Freya resmi berpacaran." Lanjut Eldrick.
"Terserah kau!" Balas Bram sambil berdiri dari tempat duduknya.
Bram pun keluar dari studio Eldrick dan diikuti Trent dari belakang.
to be continued...
__ADS_1