
Gedung Puth Corp.
"Bagus Lala. Pokoknya jangan sampai gadis itu tau kalau itu adalah restoran milik keluarga Puth." Ucap Nyonya Puth pada Lala melalui ponselnya.
"Baik Nyonya." Jawab Lala dari seberang telepon.
Nyonya pun mengakhiri panggilannya dengan sang asisten.
"Kenapa kau senyum-senyum sendiri sayang?" Tanya Tuan Puth sambil berjalan mendekati sang istri yang sedang duduk di sofa ruang kerjanya.
"Gadis itu. Dia sedang dalam perjalanan menuju restoran." Jawab Nyonya Puth.
"Benarkah? Apa Lala melakukan tugasnya dengan baik?"
"Pastinya sayang. Dia adalah asisten terbaik ku." Jawab Nyonya Puth membanggakan sang asisten.
Tuan Puth hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan sang istrinya.
"Lalu pekerjaan apa yang sudah kau siapkan untuk gadis itu?"
"Entah lah, aku juga masih bingung. Lala harus memeriksa nilai akademiknya, kalau bagus mungkin gadis itu akan di tempat kan di bagian administrasi tapi kalau tidak sesuai dengan kriteria, mungkin gadis itu akan di tempatkan di bagian waiters. Tapi aku takut Eldrick tak terima kalau gadis itu di tempatkan di bagian waiters." Jawab Nyonya Puth.
"Kau kan bisa mengatakan pada putra kesayangan mu itu kalau gadis itu harus mulai dari bawah, kalau tidak nanti gadis itu akan di bully oleh karyawan yang lain." Ucap Tuan Puth memberi saran.
"Ya kau benar juga sayang." Balas Nyonya Puth.
"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Nyonya Puth pada suaminya.
"Sedikit lagi sayang."
"Cepatlah selesaikan, aku ingin kau menemani ku berbelanja, sudah hampir satu bulan aku tidak berbelanja."
"Baik lah sayang. Kau ingin belanja dimana? Biar aku suruh Billy mengosongkan tempat yang akan kau datangi."
"Tidak usah berlebihan sayang. Pengamanan dari bodyguard saja sudah cukup."
"Baik lah kalau begitu. Aku akan menambahi sepuluh personil bodyguard lagi untuk mengawal kita nanti."
"Terserah kau." Balas Nyonya Puth pasrah dengan keputusan suaminya.
*****
Studio Musik Eldrick.
Karena di kampus Eldrick tak menemukan Freya, Eldrick pun memutuskan pulang ke studio musiknya, ia pikir Freya pasti pulang ke studio musiknya. Tapi nyatanya, saat ia sampai di studio musiknya, Freya tak ada di studio musiknya.
"Kemana dia?" Gumam Eldrick resah.
Eldrick pun mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan ke nomor Trent.
"Ya Tuan Muda." Jawab Trent di seberang telepon.
"Cari Freya." Perintah Eldrick.
"Nona Muda sedang berada dalam perjalanan menuju restoran Nyonya Besar, Tuan Muda." Jawab Trent.
"Benar kah?" Tanya Eldrick.
"Benar Tuan Muda. Kalau tidak percaya silahkan Tuan Muda lacak sendiri." Jawab Trent.
"Iya juga yah, kenapa gak kepikiran." Gumam Eldrick.
Otak Eldrick ngeblank seketika karena penolakan Freya tadi, jadi ia tidak kepikiran untuk melacak keberadaan melalui gps.
Eldrick pun mengakhiri panggilannya dengan Trent.
Setelah mengakhiri panggilannya dengan Trent barulah Eldrick melacak keberadaan Freya. Dan ternyata benar, Freya sudah berada di restoran milik sang Mommy saat Eldrick melacak keberadaan Freya.
Eldrick pun berencana untuk menyusul Freya kesana, tapi niatnya itu ia urungkan karena takut nanti Freya curiga kalau restoran itu milik mommy nya. Jadi Eldrick hanya berdiam diri di studionya sambil menunggu Freya pulang.
*****
Sky Garden Restoran.
__ADS_1
Taksi yang membawa Freya ke restoran milik Nyonya Puth telah sampai tepat di depan restoran. Sebelum turun dari dalam taksi tak lupa Freya memberikan sejumlah uang sesuai tarif taksi.
Freya berdiri tepat di depan restoran dan melihat bentuk restoran.
"Ini sih restoran bintang lima." Gumam Freya.
"Apa mungkin restoran bintang lima seperti ini menyebar selebaran untuk mencari karyawan?!" Gumam Freya lagi. Tiba-tiba rasa curiga memenuhi kepalanya.
"Ada yang bisa di bantu Nona?" Tanya seorang wanita. Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Lala. Kini saatnya Lala yang beraksi, berpura-pura sebagai pemilik restoran.
Dan pertanyaan Lala itu berhasil membuyarkan rasa curiga yang menghantui pikiran Freya.
"Akh.. ini Nyonya, saya penasaran dengan selebaran yang baru saya terima. Di selebaran ini ditulis kalau restoran ini sedang membuka lowongan pekerjaan. Tapi kok saya gak yakin yah." Ucap Freya.
"Benar Nona, restoran ini memang sedang membutuhkan karyawan." Jawab Lala.
"Benarkah?" Tanya Freya lagi yang masih tak percaya.
"Iya Nona. Ayo masuk." Ajak Lala.
Lala pun berjalan lebih dulu masuk ke dalam restoran.
Freya pun menganggukkan kepalanya dan menyusul Lala dari belakang.
Sesampainya di dalam, Lala memberi kode pada manager restoran untuk melakukan dramanya menyambut Freya.
"Sarah, tolong kau interview Nona ini." Perintah Lala.
"Baik Nyonya." Jawab Sarah.
"Mari Nona, ikut dengan saya." Ucap Sarah.
Sarah pun berjalan terlebih dulu menuju ruang kerjanya. Dan Freya mengikuti Sarah dari belakang.
Kini Freya sudah berada di ruang kerja Sarah.
"Silahkan duduk Nona..." Sarah menggantung kalimatnya pura-pura tidak tau nama Freya.
"Freya." Freya yang tau kenapa Sarah menggantung kalimatnya langsung menjulurkan tangannya dan memperkenalkan namanya.
"Silahkan duduk Nona Freya." Ucap Sarah sekali lagi.
Freya pun duduk di kursi depan meja kerja Sarah.
"Apa Nona Freya membawa surat lamaran kerja serta persyaratan yang di minta lainnya?" Tanya Sarah.
Freya menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak membawa apa-apa. Saya pikir ini bukan restoran bintang lima, jadi begitu saya mendapat selebaran ini, saya langsung datang kesini."
"Oh.. Tidak pa-pa, itu bisa menyusul." Balas Sarah.
Kalau saja Freya bukan orang spesial, sudah di pastikan Freya disuruh pulang dan datang kembali membawa persyaratan yang diminta seperti yang ditulis di selebaran.
"Kita lanjut tes akademik saja kalau gitu. Setelah itu kita wawancara."
"Test akademik?"
"Iya Nona. Tujuan test akademik ini agar kami bisa tau di bagian mana kami akan menempatkan anda."
"Oh."
"Tunggu sebentar, saya print kan soalnya." Sarah pun memprint soal yang akan di kerjakan Freya.
Setelah soal ter print, Sarah pun memberikan lembaran soal itu pada Freya.
"Silahkan di kerjakan Nona, dalam waktu tiga puluh menit." Ucap Sarah.
"Seperti ujian akhir sekolah saja." Gumam Freya dalam hati saat mengambil soal itu dari tangan Sarah.
Freya pun membuka lembaran soal untuk melihat ada berapa pertanyaan yang harus ia jawab dalam waktu setengah jam.
Mata Freya pun membulat sempurna, karena ternyata ada seratus lima puluh soal yang harus ia jawab dalam waktu setengah jam.
__ADS_1
"Astaga." Kaget Freya.
"Apa sudah bisa di mulai Nona Freya?" Tanya Sarah.
"Ah.. iya." Jawab Freya gugup.
Sarah pun menyetel jam alarm tiga puluh menit dari sekarang.
Begitu Sarah menyetel alarm, tiba-tiba saja suasana ruangan menjadi dingin. Freya makin gugup.
"Tenang Fe...tenang. Kamu bisa, harus bisa!!" Freya mencoba menguatkan dirinya sendiri dalam hati.
Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan sebelum memulai mengerjakan soal.
Tak terasa waktu setengah jam pun usai, alarm pun berbunyi, tanda Freya harus meletakkan alat tulisnya dan berhenti mengerjakan soal.
Untungnya Freya berhasil menjawab seratus lima puluh soal.
Tok.. Tok.. Tok. Suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Sarah.
"Masuk." Jawab Sarah mempersilahkan orang yang mengetuk pintu ruangannya untuk masuk.
Ternyata yang mengetuk pintu adalah pelayan yang membawa minuman untuk Freya.
"Taruh saja disini Dalila." Ucap Sarah pada Dalila, nama si pelayan itu.
Dalila pun berjalan mendekati meja kerja Sarah dan meletakkan segelas orange jus di depan Freya.
"Silahkan di minum Nona." Ucap Dalila pada Freya.
"Terimakasih." Jawab Freya.
Dalila pun keluar dari ruang kerja Sarah.
Sama seperti Sarah, Dalila juga sudah di setting Lala. Tapi kali ini peran Dalila cukup penting, karena Dalila di perintahkan Lala untuk menjadi teman Freya selama bekerja di Sky Garden Restoran. Dalila sendiri sebenarnya adalah tim keamanan untuk Nyonya Puth, tapi karena Nyonya Puth meminta satu orang untuk menjaga keamanan sekaligus menjadi teman Freya, maka tugas Dalila sekarang adalah berada di sekitaran Freya jika Freya sedang tidak bersama Eldrick. Maka dari itu, Lala meminta Dalila menyamar menjadi pelayan restoran.
"Diminum dulu Nona Freya, biar tidak terlalu tegang." Ucap Sarah.
Freya pun menuruti perkataan Sarah dan meminum orange jus yang di bawakan Dalila tadi.
"Apa kita sudah bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya Nona Freya?"
Freya menganggukkan kepalanya. Ketengangan terlihat jelas di wajah Freya.
"Tidak usah tegang Nona, santai saja. Wawancara ini hanya mengenai kehidupan pribadi anda." Ucap Sarah.
Sarah pun menyalakan rekaman dari ponselnya.
"Apa wawancara sudah bisa di mulai Nona Freya?" Tanya Sarah sebelum ia menekan tombol untuk memulai rekaman.
Freya menganggukkan kepalanya tanda ia sudah siap untuk wawancara.
Sarah pun menekan tombol untuk merekam kemudian pertanyaan mengenai latar belakang Freya pun di mulai.
Hanya butuh waktu setengah jam, wawancara pun berakhir.
Sarah pun mengakhiri sesi interviewnya dengan Freya.
"Mari Nona ikut saya ke taman sambil menunggu hasil interview anda."
Freya pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Sarah dari belakang menuju taman restoran dengan berbagai macam view yang biasa di jadikan spot foto oleh anak-anak muda yang datang ke restoran. Tempat ini sangat cocok untuk orang-orang yang tidak suka suasana formil seperti suasana yang ada di bagian dalam restoran.
"Silahkan duduk Nona. Biar saya memberikan hasil test anda pada Nyonya Lala."
"Nyonya Lala?"
" Iya Nona. Nyonya Lala, wanita yang tadi meminta saya untuk menginterview anda. Beliau lah pemilik restoran ini." Jawab Sarah.
"Oh.." Freya membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya.
Sarah pun pergi dari hadapan Freya dan berjalan menuju ruangan Lala untuk memberikan hasil tes Freya pada Lala.
Test yang di lakukan hanya sekedar formalitas. Karena bagaimana pun hasilnya Freya akan tetap bekerja di restoran itu. Hanya saja agar Lala tau dimana harus menempatkan Freya, ia harus mengetahui nilai akademik Freya melalui soal yang ia berikan. Sedangkan rekaman wawancara, akan ia berikan pada Nyonya Puth, karena pertanyaan yang di berikan saat wawancara, adalah pertanyaan dari Nyonya Puth.
__ADS_1
to be continued...