Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Racauan Eldrick.


__ADS_3

"Kau...!!!" Bentak Freya, tangannya pun hendak membogem mentah pada Eldrick. Tapi gerakan tangan Eldrick lebih cepat dari tangan Freya, Eldrick langsung menangkap tangan Freya.


"Lain kali seperti itu cara mengucapkan selamat malam padaku. Paham kau!" Ucap Eldrick penuh tekanan.


"Sudah sana kau tidur!" Ucap Eldrick lagi sambil mendorong tubuh Freya sampai ke depan pintu kamar.


Setelah sampai di depan pintu kamar, cepat-cepat Eldrick masuk kembali ke ruang tamu dengan gaya angkuhnya.


"Hish..!!!" Freya hanya bisa meninju udara setelah Eldrick pergi. Niatnya ingin marah-marah tidak bisa karena aura tegas Eldrick terlalu dominan dan mampu membuat Freya tak berkutik.


Freya pun masuk ke dalam kamar.


Mereka pun mengistirahatkan tubuh mereka setelah seharian lelah memicu adrenalin.


*****


Jam masih menunjukkan pukul dua dini hari, Freya terbangun karena merasa tenggorokannya kering.


"Aku lupa ambil minum lagi." Gumam Freya saat melihat gelas yang ada di nakas sebelah tempat tidur kosong."


Freya pun berdiri dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamar.


Karena dapur di studio Eldrick terhubung dengan ruang tamu, mau tak mau Freya harus melewati Eldrick yang sedang tertidur ruang tamu.


Setelah mengisi air ke dalam gelas yang ia bawa dari dalam kamar, Freya pun melangkahkan kembali ke dalam kamar. Namun langkah kakinya itu terhenti karena samar-samar mendengar suara Eldrick yang sedang mengigau.


Freya yang penasaran pun berjalan mendekati Eldrick yang tidur sofa.


"Maia.. Maia.. Maia.." racau Eldrick mengigau.


"Maia?" Lirih Freya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Ada rasa cemburu dalam dada Freya saat mendengar Eldrick menyebut nama wanita lain dalam mimpinya.


"Maia.." racau Eldrick lagi tapi kali ini air mata juga mengalir dari sudut mata Eldrick yang masih tertutup.


Merasa kesal, Freya pun tak memperdulikan Eldrick yang sedang meracaukan nama wanita lain dan melanjutkan langkah kakinya ke kamar.


Sesampainya di kamar, Freya mendudukkan dirinya kasar di pinggiran ranjang.


"Siapa Maia? Kenapa Eldrick sampai menyebut namanya dalam tidur?" Lirih Freya bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia masih penasaran dengan nama wanita yang Eldrick racaukan.

__ADS_1


Rasa penasaran yang begitu besar, membuat Freya nekat mencari petunjuk di dalam kamar Eldrick.


Freya pun berdiri dari pinggiran ranjang dan berjalan menuju ruang ganti untuk mencari secercah petunjuk di ruang ganti itu.


Ia membuka lemari Eldrick, membuka tumpukan baju, dan membuka laci. Tapi ia tak menemukan apa-apa di dalam lemari.


Tapi itu tak membuat Freya putus asa, ia masih gigih mencari petunjuk.


Mata Freya pun tak sengaja melihat sebuah kotak berwarna abu-abu berukuran 30 x 30 x 30 di atas lemari Eldrick.


"Kotak apa itu?" Gumam Freya.


Freya pun mengambil kursi agar dapat menjangkau kotak abu-abu itu, lalu menurunkan kotak itu dan meletakkannya di meja yang ada di ruang ganti, kemudian membuka kotak itu perlahan.


Mata Freya membulat sempurna saat melihat foto dalam bingkai foto berwarna putih, foto mesra Eldrick dengan seorang wanita. Foto dengan posisi Eldrick dan si wanita saling berhadapan dan lengan si wanita melingkar di leher Eldrick.


Dari foto yang Freya lihat sepertinya mereka sedang ada di pantai, karena Eldrick hanya memakai celana pantai dan si wanita memakai bi•ki•ni.


"Apa wanita ini yang bernama Maia? Dia sangat cantik." Lirih Freya. Tiba-tiba rasa insecure merayap dalam diri Freya melihat wanita yang sedang memeluk mesra Eldrick di dalam foto.


Mata Eldrick pun beralih ke buku yang ada di dalam kotak.


Freya pun membuka buku itu, membaca tulisan lebar per lembar.


Dari tulisan-tulisan yang Freya baca, tersirat jelas bahwa Eldrick sangat mencintai wanita yang di ketahui bernama Maia itu. Bahkan saat hubungan mereka berakhir, Eldrick masih menulis bahwa dirinya masih sangat menyayangi Maia meski luka hati yang Maia torehkan dalam hati Eldrick begitu dalam.


Entah kenapa hati Freya terasa terbakar saat membaca curhatan hati Eldrick yang berbentuk tulisan itu.


"Bisa-bisa nya ia meminta ku menjadi kekasihnya disaat ia masih mencintai wanita lain!!" Gerutu Freya.


"Cih...apa kau pikir bisa mempermainkan ku!!" Gerutu Freya lagi.


Freya pun kembali menutup kotak itu dan mengembalikan kotak itu di atas lemari.


Ia pun kembali ke kamar tidur dan melanjutkan tidurnya.


*****


Keesokan paginya


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

__ADS_1


Freya juga sudah pergi kuliah setengah jam yang lalu. Saat Freya pergi, Eldrick masih tertidur pulas di sofa ruang tamu.


Freya sengaja tak membangunkan Eldrick, karena ia masih sangat kesal dengan Eldrick.


Eldrick mengerjapkan matanya.


"Eeewgh..." Lenguh Eldrick sambil merentangkan kedua tangan dan membusurkan dadanya.


"Jam berapa nih." Lirih Eldrick dengan suara serak ciri khas orang yang baru bangun tidur.


Eldrick mendudukkan dirinya lalu mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja untuk melihat jam yang tertera di layar ponselnya.


"Jam delapan." Lirih Eldrick.


"Apa Fe sudah pergi ke kampus? Kenapa dia tidak pamit pada ku?" Gumam Eldrick bertanya-tanya sendiri.


Eldrick pun berdiri dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Eldrick langsung memutar handle pintu kamarnya.


Kosong. Eldrick tak melihat Freya di kamarnya.


"Hish!!! Awas kau Fe, pergi tanpa pamit pada ku!" Geram Eldrick.


Eldrick yakin kalau Freya sudah pergi ke kampus, karena ia masih melihat koper Freya teronggok di dalam kamarnya.


Eldrick pun meneruskan langkah kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena hari ini dirinya di minta mengisi acara suatu event yang di adakan di satu kafe.


Eldrick masih belum menyadari kalau semalam dirinya menyebut nama Maia, sang mantan kekasih dalam tidurnya.


Sedangkan di kampus, ada Freya yang sejak tadi tidak fokus dengan materi yang di berikan dosen. Pikirannya kemana-mana, di tambah lagi dirinya yang kurang tidur karena memikirkan tentang Eldrick dan wanita yang bernama Maia itu.


"Aku harus keluar dari studio El, lebih baik aku kembali ke rumah mama ku. Apa bedanya tinggal di rumah mama atau di studio El, semua sama-sama berbahaya!! Yang satu licik dan yang satu lagi playboy!!" Gumam Freya dalam hati.


Bel pun berbunyi.


Setelah enam jam lebih di kampus, akhirnya tiga mata kuliah hari ini pun selesai.


Freya pun kembali pulang ke studio Eldrick.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2