
Setelah Bram dan Trent keluar dari dalam studio, Eldrick pun keluar dari ruang tamu dan berniat menyusul Freya di kamar, tapi ternyata Freya mengunci pintu kamarnya.
"Haish.." Kesal Eldrick sambil menendang pintu.
"Buat apa dia mengunci pintu segala? Apa dia pikir aku akan mengintipnya yang sedang mandi!" Gerutu Eldrick.
Eldrick pun masuk ke dalam ruang musik dan duduk di depan piano.
Ting..Ting..Ting. Eldrick mulai mendentingkan piano nya. Satu buah lagu dari John Mayer yang berjudul You're Gonna Live Forever In Me, Eldrick lantunkan sambil memainkan piano nya.
A great big bang and dinosaurs
Fiery raining meteors
It all ends unfortunately
But you're gonna live forever in me
I guarantee, just wait and see
Parts of me were made by you
And planets keep their distance too
The moon's got a grip on the sea
And you're gonna live forever in me
I guarantee, it's your destiny
Life is full of sweet mistakes
And love's an honest one to make
Time leaves no fruit on the tree
But you're gonna live forever in me
I guarantee, it's just meant to be
And when the pastor asks the pews
For reasons he can't marry you
I'll keep my word and my seat
__ADS_1
But you're gonna live forever in me
I guarantee, just wait and see...
Tanpa Eldrick sadari ada sepasang mata dan sepasang telinga yang melihat dan mendengar permainan piano dan suara yang jauh dari kata false milik Eldrick.
Siapa lagi pemilik sepasang mata dan sepasang telinga itu kalau bukan milik Freya.
Setelah ia mandi dan berpakaian, ia keluar dari kamar berniat untuk menghampiri Eldrick yang ia pikir masih ada diruang tamu, tapi begitu ia membuka pintu kamar, melihat pintu ruang musik yang terbuka dan terdengar lah suara piano yang Eldrick mainkan.
Merasa penasaran, Freya pun berjalan ke arah ruang musik dan berdiri menonton gratis penampilan Eldrick.
Ting... Dentingan panjang dari piano Eldrick, tanda kalau Eldrick sudah menyelesaikan satu lagunya.
PROK..PROK..PROK. Freya bertepuk tangan sambil berjalan mendekati Eldrick.
Sontak Eldrick pun menoleh.
"Sejak kapan kau disitu?" Tanya Eldrick sambil menutup pianonya.
"Sepertinya sejak kau bernyanyi di bagian reff." Jawab Freya.
"Aku tidak menyangka, ternyata kau bisa memainkan piano. Aku pikir kau hanya bagian pegang setrum saja." Ejek Freya.
"Cih.." Eldrick berdecih sambil memutar bola matanya malas.
"Jadi kau bisa memainkan semua alat musik ini?"
Eldrick mengangguk.
"Lalu kenapa kau tidak mengambil jurusan musik? Kenapa harus mengambil jurusan bisnis? Aku rasa kalau kau mengambil jurusan musik, kau tidak akan menjadi mahasiswa abadi seperti saat ini."
"Cerewet!! Kau pikir aku menjadi mahasiswa abadi karena otak ku tidak mampu, hah!! Aku menjadi mahasiswa abadi karena aku tidak mau buru-buru menyelesaikan kuliah ku. Lagi pula kalau aku tidak menjadi mahasiswa abadi, kau tidak akan bertemu aku, penyelamat mu." Jawab Eldrick dengan sombongnya.
"Cih..penyelamat apa!! Justru hidup ku sekarang makin terancam karena berurusan dengan mu." Balas Freya.
"Jadi kau tidak mengakui kalau aku ini penyelamat mu? Coba kau ingat-ingat lagi kejadian semalam, mulai dari club sampai ke kos-an mu, kalau bukan karena aku yang mempunyai indera superhero, pasti sekarang kau sedang menangis sesenggukan dan ingin mengakhiri hidup mu." Protes Eldrick.
Freya terdiam, karena memang benar apa yang di katakan Eldrick. Kalau bukan karena Eldrick yang datang tepat waktu saat di kos-kos'annya, mungkin saat ini Freya sudah memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Eldrick berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Freya.
"Sudah tidak usah terharu, ayo kita habiskan hari Minggu ini dengan memicu adrenalin." Ucap Eldrick sambil menarik tangan Freya ke dalam kamar.
Karena Eldrick menariknya ke dalam kamar, jelas otak Freya berpikir yang tidak-tidak, apalagi baru-baru Eldrick mengatakan ingin menghabiskan waktu dengan memicu adrenalin.
__ADS_1
"Hah..memicu adrenalin? Jangan-jangan..." Gumam Freya dalam hati, di pikirnya dengan memicu adrenalin adalah dengan saling bertumpuk di atas ranjang.
"Eeeh...stop!!" Teriak Freya sambil memukul tangan Eldrick.
"Apa maksud mu dengan memicu adrenalin, hah?! Apa kau mengajak ku..." Freya menggantung kata-katanya tapi matanya melirik ke arah ranjang, seperti memberi kode pada Eldrick.
CLETAK. Tau apa yang ada di otak Freya, Eldrick langsung menyentil kening Freya.
"Ssh..auw.." ringis Freya kesakitan sambil mengusap keningnya.
"Apa kau tidak bisa sedikit lembut dengan perempuan, hah!! Kalau aku geger otak karena sentilan mu bagaimana!!" Bentak Freya.
"Untuk apa aku berlembut-lembut dengan gadis mesum seperti mu!! Bisa-bisa nya kau berpikir aku mau mengajak mu bercocok tanam.!" Balas Eldrick tak mau kalah.
"Lalu untuk apa kau mengajak ku kekamar dan tadi kau juga mengatakan ingin menghabiskan waktu dengan memicu adrenalin! Jadi wajar lah kalau aku berpikir negative!!"
"Hish..Bodoh!!" Umpat Eldrick sambil menoyor kepala Freya.
"Aku mengajak mu ke kamar, karena aku ingin mencarikan ku yang cocok di tubuh mu! Aku ingin mengajak mu ke taman bermain." Lanjut Eldrick.
"Apa kau tidak mau pakai jaket? Biar kulit mu jadi belang-belang?" Tanya Eldrick.
Mendengar ucapan Eldrick, wajah Freya memerah karena malu. Malu karena sudah menuduh Eldrick yang tidak-tidak.
"Ayo sini, ikut aku!" Eldrick kembali menarik tangan Freya menuju ruang ganti.
Sesampainya di ruang ganti, Eldrick membuka lemarinya dan mencari jaket yang tidak terlalu besar di tubuh Freya. Karena kalau mencari yang pas di tubuh Freya itu tidak mungkin.
*****
Kini Eldrick dan Freya sudah sampai di taman bermain yang memicu adrenalin.
Mata Freya membulat sempurna saat mereka telah sampai di tempat itu. Di pikir Freya, taman bermain yang Eldrick maksud adalah taman bermain seperti taman bermain pada umumnya, yang menyediakan wahana kora-kora atau ontang-anting atau rollercoaster. Tapi ternyata pikiran Freya salah, karena ternyata taman bermain yang Eldrick maksud adalah sebuah tebing yang menyediakan wahana untuk bungee jumping, gantole, flying fox, dan arung jeram.
"Apa ini yang kau maksud dengan taman bermain, El?" Tanya Freya, matanya masih membulat, kakinya juga sudah gemetaran.
Eldrick menganggukkan kepalanya tanpa dosa.
"Kenapa kau membawa ku kesini? Apa kau berencana mau membu•nuh ku dengan menjatuhkan diri ku ke jurang?"
Eldrick menoleh melihat wajah Freya.
Melihat raut wajah Freya yang ketakutan, naluri kejahilan Eldrick menjadi berkobar-kobar.
"Itu kau tau." Bisik Eldrick di telinga Freya kemudian berjalan meninggalkan Freya yang menganga terkejut.
__ADS_1
to be continued...