
"Jadi lah kekasih ku Fe." Dengan nada lembut Eldrick meminta Freya menjadi kekasihnya. Sungguh hal yang tak di sangka-sangka Freya.
Mata Freya membulat sempurna.
"Hah!!! Apa, kekasih? Apa pukulan ku di kepalanya tadi membuat dia jadi gila seperti ini?" Gumam Freya dalam hati.
"Minggir. Jangan bercanda!" Ucap Freya sambil mendorong tubuh Eldrick.
Tapi dorongan tangan Freya tak berarti apa-apa untuk Eldrick dan malah sekarang Eldrick malah mengencangkan lingkaran tangannya di pinggang Freya.
"Aku tidak bercanda Fe, aku serius." Ucap Eldrick dengan sorot mata penuh keseriusan. Eldrick memang serius meminta Freya menjadi kekasihnya.
Melihat sorot mata Eldrick, Freya bisa merasakan keseriusan itu, tapi ia masih tak percaya kenapa tiba-tiba Eldrick meminta dirinya untuk menjadi kekasih Eldrick.
"Apa kepala mu terlalu banyak terisi angin, hah? Sampai-sampai kau meminta ku menjadi kekasih mu."
"Entah lah, mungkin saja. Jadi apa kau mau menjadi kekasih ku?"
"Sebutkan tiga alasan mengapa kau ingin aku jadi kekasih mu."
Eldrick mengernyitkan keningnya nampak memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan atas pertanyaan Freya.
"Yang pertama karena aku menyukai mu." Jawab Eldrick.
"Yang kedua?" Tanya Freya.
"Yang kedua karena aku tidak mau kau di miliki laki-laki lain."
"Lalu yang ketiga?"
"Yang ketiga karena..." Eldrick menggantung jawabannya.
"Karena apa?" Tanya Freya penasaran.
"Karena aku ingin merasakan bibir mu setiap hari." Jawab Eldrick dan langsung menarik tengkuk Freya dan menyambar bibir Freya yang sudah membuatnya candu.
Bukan hanya sekedar menempelkan bibirnya, tapi Eldrick juga melahap bibir itu dengan sangat rakus seperti orang yang kelaparan.
"Hemph...hemph.." Freya mendorong dan memukul-mukul dada Eldrick agar bisa terlepas dari lahapan bibir Eldrick, tapi usahanya sia-sia, Eldrick malah semakin menahan tengkuknya.
Freya pun diam bukan untuk menikmati lahapan bibir Eldrick, melainkan berpikir bagaimana caranya agar bisa.
Akhirnya Freya menemukan cara untuk membuat Eldrick jera menciumnya.
Freya membalas lahapan bibir Eldrick. Dan itu membuat Eldrick semakin buas dan rakus, tangan kiri Eldrick menahan tengkuk Freya dan tangan kanannya makin mempererat kunciannya di pinggang Freya.
Lu•matan dan decapan semakin mengganas. Freya merasakan Eldrick sudah mulai hilang kesadaran karena permainan bibir mereka yang semakin memanas, dan disaat itu lah Freya melancarkan aksinya.
Freya menggigit bibir bawah Eldrick.
Dan berhasil, Eldrick melepaskan bibir mereka yang sedang bertautan.
"Aaauw.." ringis Eldrick sambil memegang bibirnya yang baru saja kena gigit Freya.
__ADS_1
Gigitan yang Freya berikan lumayan keras hingga membuat bibir bawah Eldrick sedikit terluka.
"Apa kau zombie, hah!! Bisa-bisanya kau menggigit bibir ku sampai berdarah!"
"Rasakan! Itu akibatnya karena kau selalu mencium bibir ku!!" Bukannya kasihan, Freya malah balik membentak Eldrick.
Freya berjalan ke arah pintu hendak keluar dari dalam kamar. Tapi ternyata Eldrick mengambil kunci pintu dan memasukkan kunci di dalam saku celananya.
"Apa kau mencari ini?" Tanya Eldrick sambil menunjukkan kunci pintu yang ada di tangannya.
"Berikan itu, aku mau keluar!"
Eldrick menggelengkan kepalanya.
"Obati dulu luka bibir ku, baru aku akan memberikan kunci ini pada mu."
"Kenapa harus aku yang mengobatinya? Obati sendiri, jangan manja."
Tak terima dengan jawaban Freya, Eldrick yang pemaksa itu pun berjalan mendekati Freya dan langsung menggotong Freya seperti karung beras.
"Akh...turunkan aku El!!!" Ronta Freya. Tapi sayangnya Eldrick sama sekali tidak memperdulikan rontaan Freya.
Eldrick terus berjalan ke arah ranjang dan langsung menjatuhkan tubuh Freya di atas ranjang.
"Kau mau apa, hah!!!!" Tanya Freya saat melihat Eldrick membuka kaosnya.
"Aku mau minta biaya pengobatan bibir ku. Apa kau tau kalau bibir ku adalah aset yang sangat di idam-idamkan para wanita di luar sana. Tapi dengan sadisnya kau membuat cacat bibir idaman ini." Jawab Eldrick sambil naik ke atas ranjang.
"Biaya pengobatan apa? Lagian bibir mu itu hanya terluka bodoh bukan cacat!" Balas Freya sambil menurunkan kakinya dari atas ranjang, berniat untuk kabur.
Eldrick langsung mengukung tubuh Freya di bawah tubuhnya. Tangan Freya Eldrick naikkan ke atas kepala Freya, kaki Freya juga Eldrick buka lebar agar Freya tidak menendang aset berharganya.
"Kau mau apa El? Jangan macam-macam, aku mohon." Mohon Freya dengan wajah memelas.
CLETAK. Eldrick menyentil kening Freya.
"Buang pikiran kotor mu itu! Aku tidak akan melakukan lebih dari ciuman, kecuali..."
"Kecuali apa?" Tanya Freya menyelidik.
"Kecuali aku khilaf." Jawab Eldrick dengan tatapan liar.
"Gi•la kau!! Lepaskan aku El, aku mohon lepaskan aku!!" Teriak Freya sambil meronta-ronta.
"Diam jangan banyak gerak, gerakan mu yang seperti ini membuat ku ingin khilaf!!" Ucap Eldrick dengan nada meninggi.
Sontak Freya pun diam.
"Aku hanya meminta kau mengganti rugi kecacatan bibir ku."
"Bibir mu tidak cacat El, itu hanya luka. Besok juga sembuh!"
"Tetap saja kau harus mengobatinya. Sekarang kau mau mengobatinya atau tidak? Kalau kau tidak mau mengobatinya, tak akan ku biarkan kau keluar dari kamar ini."
__ADS_1
Freya menelan salivanya susah payah.
"Oke, aku obati. Lepaskan tangan mu, biar aku ambil obatnya."
Eldrick menggeleng.
"Obatnya ada pada mu my girl."
"Maksudnya?"
"Tutup mata mu."
"Untuk?"
"Tutup saja cepat!"
Mau tak mau Freya pun menutup matanya.
Jika tadi Freya yang menelan salivanya kasar, sekarang justru Eldrick lah yang menelan salivanya susah payah karena melihat bibir Freya.
"Buka bibir mu sedikit." Perintah Eldrick lagi.
Freya pun membuka sedikit bibirnya.
Tak ingin menunggu lebih lama untuk melahap bibir Freya, Eldrick langsung me•lumat bibir bawah Freya dengan sangat lembut selama lima detik.
"Balas Fe, seperti yang barusan aku lakukan pada mu." Bisik Eldrick.
Freya menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa El."
"Harus bisa, kalau kau mau keluar dari dalam kamar ini."
Eldrick kembali me•lumat bibir bawah Freya dengan sangat lembut. Dan mau tak mau Freya membalas lu•matan bibir Eldrick.
Permainan bibir mereka semakin memanas, bahkan sekarang lidah mereka juga saling membelit.
Freya yang tadinya terpaksa melakukan permintaan Eldrick, lama kelamaan menjadi terbawa suasana.
Saat lu•matan semakin memanas, tiba-tiba saja Eldrick melepaskan tautan bibir mereka dan turun dari atas ranjang kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Untuk apalagi kalau bukan untuk menenangkan anakondanya yang sudah terbangun.
Setelah Eldrick masuk ke kamar mandi, Freya memegang jantungnya yang berdetak sangat cepat.
"Apa yang sudah ku lakukan barusan? Kenapa aku menikmatinya?" Gumam Freya.
"Ah..sepertinya ada yang salah dengan otak ku.!!" Gumam Freya lagi sambil memukul-mukul kepalanya.
Puas merutukki kebodohannya sendiri, Freya langsung turun dari atas ranjang lalu merapihkan rambutnya yang sudah acak-acakkan karena ulah Eldrick.
Saat sedang merapihkan rambutnya, samar-samar Freya mendengar suara desauan dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
to be continued...