Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Masih Pamer.


__ADS_3

Sedangkan dari mejanya, Bram dan Greg sampat-sempatnya bergibah saat melihat Eldrick dan Freya berjalan menghampiri meja mereka.


"Apa kali ini El sudah benar-benar pacaran dengan Fe?!" Tanya Bram lirih pada Greg.


"Entah lah. Sepertinya tujuan El menyuruh kita datang kesini salah satunya adalah untuk memberitahu itu." Terka Greg.


Greg dan Bram pun berdiri saat Eldrick dan Freya sudah sampai di meja mereka.


"Hai Fe, lama tidak jumpa." Sapa Bram.


"Lama tidak jumpa, baru beberapa hari, kau bilang lama!!" Sindir Eldrick.


"Sana kau, jangan berani-berani menyapa pacar ku seperti itu!!" Ucap Eldrick lagi sekaligus memberitahu pada Bram dan Greg kalau dirinya sudah resmi berpacaran dengan Freya.


"Woaah.. jadi kalian sudah pacaran?" Tanya Bram.


"Apa kau tidak mau menjawab pertanyaan bocah ini sayang?" Tanya Eldrick sambil melirik Bram sekilas.


Freya memutar bola matanya malas, ia malas menanggapi tingkah Eldrick yang sangat kekanak-kanakan daritadi.


"Ayo cepat pesan makanannya, aku sudah lapar." Ucap Freya sambil mendudukkan dirinya di kursi.


"Baik sayang." Jawab Eldrick.


Eldrick pun menjentikkan jarinya untuk memanggil pelayan.


Tak lama pelayan pun datang dengan membawa buku menu nya, lalu memberikan buku menu pada Eldrick, Freya, Bram dan Greg.


"Pesan lah yang banyak dan yang paling mahal sayang. Karena menerima cinta dari ku juga membutuhkan banyak tenaga sayang." Ucap Eldrick pada Freya.


Mendengar itu pelayan yang menunggu mereka memesan makanan menggelembungkan pipinya menahan tawa.


Berbeda dengan si pelayan yang menggelembungkan pipi menahan tawa, sedangkan Bram dan Greg menggelembungkan pipi menahan muntah.


"Makin kesini, El semakin gi•la." Bisik Bram pada Greg.


"Biar lah, asalkan dia senang." Balas Greg.


"Kalian berdua juga boleh memesan yang paling mahal, biar aku yang traktir." Ucap Eldrick pada Bram dan Greg.


"Memang seharusnya kau yang traktir, kan kau yang menyuruh kami datang kesini." Jawab Bram malas.


Mereka pun menyebut makanan pesanan mereka pada pelayan dan si pelayan pun menuliskan makanan dan minuman pesanan mereka berempat.


"Itu saja?!" Tanya pelayan.


"Apa kau tidak ingin memesan makanan yang lain sayang?!" Tanya Eldrick pada Freya.


Freya menghela nafasnya lalu menggelengkan kepalanya. Ia sudah benar-benar malas menanggapi Eldrick.


"Tidak ada. Itu saja." Eldrick menjawab pertanyaan si pelayan.


Pelayan pun pergi dari meja itu untuk menyiapkan makanan dan minuman pesanan mereka berempat.


*****


Setelah selesai makan siang dengan Bram dan Greg sekaligus memamerkan hubungannya dengan Freya, Eldrick pun kembali mengantar Freya ke kampus, karena Freya masih ada mata kuliah, sedangkan Eldrick dengan setianya ia menunggu Freya sampai selesai kuliah.


"Fe.." panggil Mike.


Mata kuliah terakhir ini, Mike dan Freya satu kelas.


"Hai Mike." Jawab Freya sambil tersenyum tipis.


"Apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu, Fe?" Todong Mike.


"Tentang apa?" Freya malah bertanya balik pura-pura tidak tau.


"Tentang kau dan..." Mike tidak melanjutkan kata-katanya karena ternyata Eldrick sedang memantau mereka dari depan pintu kelas.

__ADS_1


Freya mengikuti arah pandang Mike.


"Dengan Eldrick?" Tanya Freya.


Mike menganggukkan kepalanya.


"Kami berpacaran." Jawab Freya jujur. Sengaja ia mengatakan yang sebenarnya pada Mike agar Mike tidak menyimpan harapan pada Freya.


Mendengar jawaban Freya, hati Mike seketika hancur.


Sedangkan di depan pintu, Eldrick yang sedari tadi memberi tatapan tajam pada Mike, kesal sendiri karena Mike tidak takut dengan tatapan tajam yang Eldrick berikan, Eldrick pun masuk ke dalam kelas yang belum ada dosen itu.


Eldrick menarik kerah Mike dan membawanya jauh dari Freya.


Mike sama sekali tidak berkutik ketika Eldrick menarik kerahnya.


"Kau duduk disini!! Dan jangan coba-coba mendekati Freya ku!! Jaga jarak!! Freya milikku sekarang!" Ucap Eldrick tegas sambil mendudukkan Mike di bangku terdepan.


Setelah memastikan Mike jauh dari Freya, baru lah Eldrick keluar lagi dari dalam kelas dan menunggui Freya di depan kelas.


"Kenapa harus dia Fe? Kenapa?" Mike bertanya-tanya dalam hatinya.


"Harusnya kau memilih aku Fe bukan dia!!" Gumam Mike lagi dalam hati.


Sembilan puluh menit kemudian, akhirnya kelas Freya pun berakhir.


Setelah dosen keluar, Eldrick langsung menyerobot masuk ke dalam kelas dan menghampiri Freya, Eldrick takut keduluan Mike.


Sesampainya di meja Freya, Eldrick membantu Freya membereskan buku-bukunya.


"Ayo." Eldrick langsung menarik tangan Freya keluar dari dalam kelas.


"Mike aku.." Niatnya Freya ingin pamit pada Mike begitu mereka melintas di depan Mike.


Tapi Eldrick langsung melarangnya.


"Kau tidak boleh begitu pada Mike, El, biar bagaimanapun Mike itu teman ku." Omel Freya saat mereka sudah berada di luar kelas.


"Apa kau pikir laki-laki itu benar-benar murni menganggap mu teman?" Jangan bodoh Fe! Aku tau laki-laki itu menyukai mu. Dan aku tidak suka kalau ada laki-laki yang menyukai mu ada di dekat mu!"


Freya hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafasnya melihat keposesifan Eldrick.


Mereka pun terus melangkah menuju parkiran tempat Eldrick memarkir motornya.


Karena jam belum menunjukkan pukul lima sore, jadi Eldrick mengantar Freya pulang ke studio dulu untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu baru Eldrick akan mengantar Freya pergi bekerja di restoran sang mommy.


Sepertinya sekarang Eldrick memiliki profesi baru, yaitu tukang ojek pribadi Freya.


Setengah jam kemudian Freya pun selesai bersiap-siap berangkat bekerja. Eldrick pun mengantar Freya ke tempat kerjanya dengan motornya.


Kini Freya sudah berada di Sky Garden Restoran.


Sarah pun langsung menunjukkan meja kerja Freya yang ada di lantai atas dan mengajari Freya pekerjaan yang harus ia kerjakan.


Setelah Freya naik ke lantai atas bersama Sarah, Eldrick pun menghubungi Bram dan Greg dan meminta Bram dan Greg untuk datang ke studionya setelah mereka pulang bekerja. Eldrick ingin menagih janji Bram dan Greg yang akan mengerjakan semua tugas-tugas Eldrick jika Eldrick berhasil pacaran dengan Freya.


Setelah menghubungi Bram dan Greg, baru lah Eldrick melajukan kembali motornya kembali ke studio musiknya.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


Akhirnya yang di tunggu Eldrick datang juga, siapa lagi yang di tunggu Eldrick kalau bukan Greg dan Bram.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Eldrick kesal karena hampir dua jam menunggu.


"Kami kan harus pulang dulu El, masa iya kami pulang kerja langsung kesini." Jawab Bram.


"Ada apa kau menyuruh kami kesini?" Tanya Greg to the point.

__ADS_1


"Aku ingin menagih janji kalian."


"Janji apa?"


"Kalian pura-pura lupa, hah?! Janji untuk mengerjakan semua tugas kuliah ku dan membantu ku untuk lulus tahun ini."


"Hei apa kau juga lupa kalau kau harus bisa tinggal dengan Freya minimal enam bulan, baru kami akan membantu mu lulus tahun ini. Ini baru pacaran satu hari saja sudah menagih janji. Jangan-jangan kau mengancam Freya agar mau menjadi kekasih mu!" Balas Bram.


"Enak saja!! Kami pacaran karena memang dia menyukai ku." Balas Eldrick lagi.


"Jadi benar kalian memang pacaran?" Tanya Greg memastikan.


"Kenapa? Apa kau masih tidak percaya?"


"Baik lah, kami akan membantu mengerjakan tugas-tugas mu." Tidak seperti Bram, Greg malah menyetujui untuk mengerjakan tugas kuliah Eldrick.


Mata Bram melotot.


"Greg!!" Geram Bram.


"Sudah kita kerjakan saja, kalau dia cepat selesai, kan itu juga baik untuk karir kita."


Bram tak lagi berkutik, ia membuang nafasnya pasrah.


"Baik lah, terserah kau saja." Pasrah Bram.


"Mana Fe? Kok aku tidak melihatnya?" Tanya Greg.


"Dia sedang bekerja."


"Apa dia masih bekerja di club?"


Eldrick menggelengkan kepalanya.


"Apa kau pikir aku akan membiarkan Fe tetap bekerja di club setelah menjadi kekasih ku?!" Tanya Eldrick balik.


"Freya kerja di restoran mommy ku. Tapi aku menyuruh orang-orang mommy ku untuk merahasiakan kalau restoran tempat Fe bekerja adalah milik mommy ku. Tadinya aku melarang Fe bekerja, dan akan membiayai kebutuhan hidupnya dan membiayai kuliahnya, tapi Fe tidak mau."


"Oh.." mulut Bram dan Greg kompak membulat bersamaan.


"Lalu bagaimana dengan ayah tiri Fe? Apa kau sudah membongkar kebusukannya?"


"Dia sudah di penjara."


"Benarkah? Bagaimana bisa?"


"Aku yang memasukkannya ke penjara, karena sudah berani melakukan percobaan pemerkosaan pada Fe."


"Kalau ayah tiri Fe sudah di penjara, itu berarti hubungan Fe dengan mama nya juga sudah membaik?"


Eldrick menggeleng.


"Justru makin memburuk. Karena sebelum Fe memberi bukti percobaan pemerkosaan yang di lakukan laki-laki itu, ayah tiri Fe sempat-sempatnya memfitnah Fe, dan bodohnya mamanya Fe percaya dengan omongan suami brondongnya. Fe pun ditampar oleh mamanya, bahkan mamanya juga mengatakan malu memiliki anak seperti Fe. Itu yang membuat Fe semakin sakit hati dengan mamanya."


"Orangtua macam apa itu! Lebih percaya orang lain yang baru masuk dalam keluarga di banding anak yang sudah ia lahirkan." Geram Bram.


"Ngomong-ngomong, apa orangtua mu tau tentang Fe?" Tanya Bram.


"Apa menurut mu aku bisa menyimpan rahasia dengan orangtua ku?" Tanya Eldrick balik.


"Iya juga yah." Jawab Bram sambil menggaruk tengkuknya.


Mereka pun mengganti topik pembahasan mereka mulai dari rencana untuk tampil di kafe pada weekend minggu depan sampai membahas tentang liburan.


Tak terasa sangking asyiknya mengobrol, waktu sudah berlalu dan menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


Eldrick pun mengusir Bram dan Greg dari studionya karena Eldrick ingin menjemput Freya.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2