Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Mobil Goyang.


__ADS_3

Jantung Freya berdegup kencang mendengar bisikan Eldrick. Ketakutannya semakin menjadi-jadi.


Perlahan Freya berjalan mundur menjauhi Eldrick yang sudah beberapa langkah di depannya.


Eldrick yang tau Freya berjalan mundur, cepat-cepat mendekati Freya kembali lalu menarik jaket yang Freya kenakan.


"Aaakkh..." Jerit Freya saat kedapatan ingin kabur.


"Mau kemana kau, hah?!"


"El..lepaskan aku El, aku mohon, aku belum mau mati. Aku belum membongkar kebusukan ayah tiri ku. Kuliah ku juga baru semester satu, tabungan ku juga belum banyak untuk ku warisi pada mama ku. Aku mohon El, jangan jatuhkan aku ke jurang." Mohon Freya.


Suara Freya yang cukup besar membuat kini mereka menjadi pusat perhatian. Orang-orang yang menonton mereka pasti berpikir kalau Eldrick benar-benar akan menjatuhkan Freya ke jurang.


Eldrick langsung membungkam mulut Freya dengan tangannya dan menarik tubuh Freya menaikki anak tangga ke tempat pemakaian alat keselamatan sebelum bungee jumping.


"Emh..emh..emh.." Freya meronta-ronta sambil memukul tangan Eldrick yang membekap mulutnya agar Eldrick melepas bekapannya. Tapi Eldrick tak menghiraukan rontaan Freya dan malah terus menarik Freya untuk menaikki tangga.


Setelah sampai di atas baru lah Eldrick melepas bekapan tangannya dari mulut Freya.


"El..aku mohon El.."


"Kau bisa diam tidak!! Kau itu bodoh atau apa, hah! Kalau memang aku ingin membu•nuh mu, buat apa aku bawa kau ketempat ramai! Bodoh!!" Umpat Eldrick kesal.


"Ayo sini." Eldrick kembali menarik tangan Freya menuju instruktur bungge jumping yang akan memasangkan sabuk keselamatan.


"Apa kau mau mencobanya?" Tanya Eldrick.


Tanpa ragu-ragu, Freya langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak pa-pa, ini aman." Bujuk Eldrick meyakinkan.


Freya tetap menggelengkan kepalanya.


"Hei. Lihat aku." Eldrick merangkum wajah Freya agar bisa menatapnya.


Kini mata mereka saling menatap.


"Percaya pada ku, ini aman. Kalau kau takut, kita akan melakukannya berdua. Bagaimana?" Eldrick masih berupaya meyakinkan Freya.


Dan berhasil.


Freya menganggukkan kepalanya.


"Good girl." Ucap Eldrick sambil mengusap kepala Freya.


"Ayo, kita taklukkan rasa takut." Ucap Eldrick lagi sambil menarik tangan Freya menuju instruktur.


"Kami ingin melakukannya berdua." Ucap Eldrick pada sang instruktur.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Petugas pun mulai memasangkan sabuk keselamatan di tubuh Freya dan Eldrick, sambil petugas memasangkan sabuk keselamatan. Sang instruktur memberi tahu cara-cara yang benar saat melakukan bungee jumping.


"Apa kalian paham?" Tanya sang instruktur setelah menjabarkan cara-cara bungee jumping.


"Iya kami paham." Hanya Eldrick yang menjawab. Karena memang hanya Eldrick yang paham, sedangkan Freya hanya pasrah, entah kenapa jiwa dan raganya sangat mempercayai ucapan Eldrick.


Sang instruktur pun meminta Freya memeluk Eldrick.


"Baik lah. Bersiap-siap, kosongkan pikiran, relaks, ringankan tubuh kalian." Sang instruktur memberi aba-aba.


"Tenang Fe. Ringankan tubuhmu. Peluk aku erat-erat." Bisik Eldrick di telinga Freya.


Freya pun memeluk Eldrick dengan sangat erat, begitu pun Eldrick, ia membalas pelukan Freya juga dengan sangat erat.


"Satu... Dua... Tiga..." Instruktur langsung mendorong Eldrick dan Freya yang berpelukan.


"Aaaaaaakkkkh.." teriak keduanya.


Dada mereka terasa kosong begitu mereka berteriak dengan sangat kencang, seolah beban di dalam dada mereka terpental begitu saja.


"Bagaimana apa kau puas?" Tanya Eldrick setelah mereka selesai bermain bungee jumping.


"Woaaah itu benar-benar gi•la El. Tapi aku juga sangat puas, aku merasa beban di dada ku menghilang saat kita terjun tadi." Jawab Freya dengan mata berbinar.


Eldrick tersenyum saat melihat Freya menceritakan apa yang sedang ia rasakan.


"Sekarang kau percaya pada ku kan?"


"Cih.." decih Eldrick sambil tersenyum kecut.


"Sekarang kita bermain flying fox." Eldrick menarik tangan Freya menuju arena flying fox.


Tak seperti waktu bermain bungee jumping yang ketakutan sampai membuat heboh orang-orang yang ada disana, kini Freya terlihat lebih berani dan senang. Sepertinya Eldrick sudah berhasil meracuni Freya dengan olahraga ekstrim yang memicu adrenalin itu.


Setelah bermain flying fox, mereka melanjutkan ke arena gantole. Sebenarnya mereka ingin melanjutkan ke bermain arung jeram, tapi petugas melarang karena cuaca yang sudah mendung.


Eldrick dan Freya pun memutuskan untuk menyudahi acara bermain mereka hari ini dan lanjut mengisi perut mereka yang kosong. Karena terlalu asyik bermain, mereka sampai lupa mengisi perut mereka.


Mereka pun mengisi perut mereka di restoran yang jauh dari kata mewah, setelah selesai mengisi perut mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang.


Namun sayang saat di tengah jalan hujan deras tiba-tiba mengguyur kota itu. Mau tidak mau mereka pun harus berteduh di halte bus karena mereka pergi bukan menggunakan mobil.


Freya saling menggosokkan telapak tangannya agar lebih hangat.


Melihat itu, Eldrick langsung berinisiatif mengambil tangan Freya dan memasukkan kedua tangan Freya ke dalam jaketnya, hingga membuat posisi mereka berpelukan.


"Apa yang kau lakukan El?!" Tanya Freya.


"Menghangatkan mu." Jawab Eldrick.


"Tidak perlu, aku bisa menghangatkan tubuh ku sendiri." Freya menolak niat baik Eldrick.

__ADS_1


"Diam lah, tidak usah banyak protes!" Omel Eldrick.


Freya pun diam dan tak lagi mengeluarkan kata-kata protesnya.


"El.."


"Hemh.."


"Bukankah kau anak konglomerat. Tapi kenapa kau tidak memakai mobil?" Pertanyaan yang sudah lama ingin Freya tanyakan.


"Karena aku tidak punya mobil."


"Cih.. mana mungkin anak konglomerat seperti mu tidak memiliki mobil."


"Yang kaya orangtua ku, bukan aku. Aku tidak suka memakai uang orangtua ku untuk membeli barang-barang yang kusukai."


"Oh..ya?? Jadi motor itu hasil keringat mu?"


Eldrick mengangguk.


"Studio musik mu juga!" Tanya Freya lagi.


"Bodoh!!! Apa kau tidak bisa berpikir!! Mana mungkin studio musik ku itu ku beli pakai uang ku sendiri, sedangkan aku hanya pengamen kafe." Jawab Eldrick merendah.


"Studio musik ku itu hadiah ulang tahun dari mommy ku enam tahun yang lalu. Ia sengaja menghadiahkan ku studio musik, agar aku bisa terus bermusik meski jurusan yang ku ambil bukan lah jurusan musik." Jawab Eldrick.


"Oo .." Freya hanya membulatkan mulutnya menanggapi jawaban Eldrick.


"Lagi pula aku juga tidak terlalu suka menggunakan mobil." Ucap Eldrick.


"Kenapa?"


"Aku sedikit parno jika sedang mengendarai mobil."


"Parno kenapa? Apa ada hal yang tidak mengenakkan yang pernah kau alami?"


Eldrick mengangguk.


"Aku sudah beberapa kali melihat mobil goyang. Apalagi di tempat-tempat sepi dan gelap."


"Mobil goyang? Apa mobil itu berhantu? Apa kau melihat jelas hantunya makanya kau jadi parno?" Freya makin penasaran. Ia tidak mengerti arti kata mobil goyang.


"Apa kau tidak mengerti maksud mobil goyang?"


Freya menggelengkan kepalanya polos.


Eldrick menghela nafasnya.


"Nanti lah aku kasih tunjuk. Nanti kau juga akan tau, alasan yang membuat ku sedikit parno." Jawab Eldrick.


to be continued...

__ADS_1


__ADS_2