
"Tuan Muda ini air hangat nya." Ucap Trent.
Eldrick pun mengambil gelas yang berisi air hangat kemudian menyerahkannya pada Freya.
"Minum lah, biar perut mu terasa lebih baik." Ucap Eldrick.
Freya pun mengambil gelas yang Eldrick sodorkan dan menenggak air hangat yang ada di dalam gelas sampai tandas. Lalu memberikan gelas itu pada Trent.
"Ayo masuk, kita istirahat sebentar. Nanti malam aku akan menunjukkan sesuatu yang akan membuat mu merubah pemikiran mu tentang diri ku." Ucap Eldrick sambil menarik tangan Freya masuk ke dalam Vila.
Sesampainya di dalam Vila mata Freya membelalak takjub melihat dekorasi di dalam Vila. Meski terbuat dari kayu, tapi dekorasi di dalamnya sangat lah klasik elegan.
"Apa ini Vila mu?" Tanya Eldrick.
"Bukan. Ini Vila orangtua ku." Jawab Eldrick.
"Sebenarnya ini adalah rumah kakek ku dari ibu ku." Lanjut Eldrick.
"Oh." Freya hanya membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita ke kamar kita." Ajak Eldrick sambil menarik tangan Freya.
"Eh.. apa kau bilang kamar kita? Memangnya di vila ini hanya ada satu kamar?"
"Tidak, ada dua kamar di vila ini. Kenapa? Bukan kah kita sering tidur sekamar, jadi kenapa ekspresi mu seperti orang yang baru pertama kali tidur sekamar dengan ku, hah?! Sudah ayo!" Eldrick kembali menarik tangan Freya menuju kamar mereka.
Karena tubuhnya memang sudah pegal-pegal dan kepalanya juga masih pusing, mau tak mau Freya tidak melanjutkan perdebatan dan mengikuti Eldrick menuju kamar yang sudah Eldrick tetapkan menjadi kamar mereka.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Eldrick sudah bangun satu jam lebih awal dari Freya yang baru saja bangun karena Eldrick ingin menyiapkan kejutan romantis untuk hari jadi yang ke tiga bulan mereka.
"Eugh..." Lenguh Freya sambil merentangkan kedua tangannya di atas kepala.
"Kau sudah bangun?" Tanya Eldrick yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Dari mana kau?" Bukannya menjawab, Freya malah bertanya balik.
"Berkeliling." Jawab Eldrick singkat.
"Kenapa tidak mengajak ku?" Tanya Freya sambil mendudukkan dirinya dan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang.
"Aku tidak tega membangunkan mu, tidur mu nyenyak sekali." Jawab Eldrick.
"Aku ingin mandi. Apa kau tidak mau mandi bersama ku?" Goda Eldrick sambil membuka kaosnya.
"Dasar gi•la!! Pergi kau sana!" Umpat Freya sambil melemparkan bantal ke arah Eldrick.
Eldrick tertawa tipis melihat ekspresi Freya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Eldrick masuk ke dalam kamar mandi, Freya pun keluar dari dalam kamar, niatnya ingin mengambil minum tapi karena tadi ia belum melihat pemandangan di sekelilingnya, jadi setelah mengambil minum, ia pun keluar dari dalam vila untuk melihat pemandangan sekitar vila.
Lima belas menit kemudian, Eldrick pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia tak melihat Freya di tempat tidur.
Cepat-cepat Eldrick mengambil pakaian dari tas yang ia bawa, ia takut Freya akan menemukan tempat dimana ia sudah menyiapkan kejutan untuk Freya.
Pertama Eldrick mencari keberadaan Freya di dalam vila, tapi Eldrick tak menemukan Freya disana. Eldrick pun keluar dari vila dan mencari keberadaan Freya di halaman vila.
__ADS_1
Setelah melihat Freya tak jauh dari vila, Eldrick pun menghela nafasnya, karena Freya tidak ke tempat dimana ia sudah menyiapkan kejutan.
Eldrick pun berjalan mendekati Freya. Mungkin karena Freya terlalu menikmati pemandangan yang ada di bawahnya, Freya sampai tidak sadar kalau Eldrick sedang berjalan mendekatinya.
Eldrick melingkarkan tangannya di pinggang Freya.
"Apa sekarang kau suka dengan tempat ini?" Tanya Eldrick.
"Astaga. Kau mengagetkan ku saja!" Kaget Freya sambil menepuk lengan kokoh Eldrick yang melingkar di pinggangnya.
"Aku tak menyangka kalau pemandangan yang di suguhkan seindah ini." Jawab Freya.
"Memandang dari atas gunung memang jauh lebih indah sayang. Tapi ada pemandangan yang jauh lebih indah dari ini, yang hanya bisa di lihat di pagi hari buta."
"Benarkah? Apa?" Tanya Freya penasaran.
"Air liur yang mengalir dari mulut mu yang menganga saat kau tidur." Jawab Eldrick di telinga Freya.
"Hish!!! Sialan kau!! Sana kau, jangan menyentuh ku!!" Kesal Freya sambil memukul lengan Eldrick.
Eldrick hanya tertawa terbahak-bahak melihat kekasihnya itu kesal.
"Sudah sana kau mandi, ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan pada mu."
"Aku tidak mau! Paling kau mau mengerjai ku lagi." Jawab Freya ketus.
"Tidak. Aku serius. Sudah sana mandi. Atau kau mau aku mandikan, hah?" Tanya Eldrick dengan tatapan menggoda.
"Jangan mimpi kau!" Jawab Freya sambil berlalu dari hadapan Eldrick. Freya pun masuk kembali ke dalam vila dan berjalan menuju kamar. Setelah di dalam kamar, Freya pun mengambil pakaiannya dari dalam tas sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat Freya sudah masuk ke dalam vila, Eldrick merogoh kantong celananya untuk menghubungi Trent yang sedang berjaga di tempat Eldrick menyiapkan kejutan.
"Sudah Tuan Muda." Jawab Trent.
"Bagus. Nanti begitu aku datang, kalian harus mengosongkan tempat itu, jangan ada dari kalian yang menampakkan wajah di tempat itu, aku tidak mau momen romantis ku rusak karena wajah sangar kalian."
"Baik Tuan Muda." Jawab Trent.
Eldrick pun mengakhiri panggilannya dengan Trent, lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong celananya, setelah itu baru lah Eldrick masuk ke dalam vila menyusul Freya. Ia ingin memastikan Freya sudah membersihkan dirinya.
Ceklek. Eldrick membuka pintu kamar.
Mendengar bunyi gemericik air dari dalam kamar mandi, Eldrick yakin kalau Freya sudah mandi.
Eldrick pun duduk di pinggiran ranjang untuk menunggu Freya keluar dari dalam kamar mandi.
Baru lima menit Eldrick duduk, tiba-tiba Eldrick mendengar nada pesan masuk di ponsel Freya.
Eldrick mencari keberadaan ponsel Freya yang ternyata Freya taruh di bawah bantal. Ia mengambil ponsel itu dan melihat nama Mike yang mengirimkan pesan. Untungnya ponsel Freya tidak memiliki password, jadi dengan mudah Eldrick membuka pesan yang Mike kirimkan.
Rasa penasaran yang begitu tinggi membuat Eldrick pun lancang membuka pesan dari Mike itu.
Fe, aku mohon tinggalkan lah laki-laki itu, dia tidak pantas untuk mu Fe, percayalah laki-laki itu hanya ingin mempermainkan mu.
Begitu lah isi pesan Mike pada Freya.
Membaca pesan Mike itu jelas saja darah Eldrick mendidih.
__ADS_1
"Berani-beraninya dia mempengaruhi Fe dan ingin merusak hubungan ku dengan Fe!! Akan ku pastikan, Freya hanya akan menjadi milikku seorang!!" Lirih Eldrick menggeram.
Mendengar bunyi pintu kamar mandi yang hendak terbuka, cepat-cepat Eldrick menghapus pesan dari Mike dan meletakkan kembali ponsel Freya di bawah bantal.
"Sedang apa kau disitu? Apa kau sedang menunggui ku dan berharap aku keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk, hah?" Tanya Freya ketus. Sepertinya ia masih kesal karena Eldrick menggodanya tadi.
Bukannya marah dengan tuduhan yang Freya lontarkan padanya, Eldrick malah tersenyum licik karena terpancing untuk menggoda Freya lagi.
"Iya, itu kau tau." Jawab Eldrick sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Freya.
"Tapi meski kau keluar sudah memakai pakaian lengkap, tidak jadi masalah, aku bisa membukanya lagi." Ucap Eldrick lagi dengan tatapan menggoda.
Mata Freya membulat mendengar ucapan Eldrick, ia juga menelan salivanya susah payah karena melihat tatapan Eldrick yang tak biasa.
"Jangan macam-macam kau El, aku akan menghajar mu jika berani berbuat macam-macam pada ku!!" Ancam Freya dengan wajah ketakutan.
Melihat wajah ketakutan Freya yang luar biasa, lagi dan lagi Eldrick merasa menang sudah mengerjai Freya. Eldrick tak sanggup melanjutkan akting penuh gairahnya pada Freya, ia pun tertawa terbahak-bahak karena merasa sudah puas melihat wajah ketakutan Freya.
Melihat Eldrick tertawa, raut wajah Freya yang ketakutan tadi berubah menjadi raut wajah kekesalan. Kesal karena lagi dan lagi Eldrick berhasil mengerjainya.
PLAAK. Freya memukul lengan Eldrick dengan sangat keras sangking kesalnya.
"Aaauw." Rintih Eldrick sambil mengusap lengannya yang panas dan pedih karena pukulan Freya.
"Rasakan!! Makanya jangan suka mengerjai ku dengan hal-hal seperti itu!" Ucap Freya.
"Salah mu, kenapa juga kau selalu punya pikiran jelek tentang ku!" Balas Eldrick.
Freya memutar bola matanya malas menanggapi kata-kata Eldrick. Lalu berlalu dari hadapan Eldrick dan mengambil sling bag nya lalu membawa sling bag nya itu ke meja rias.
Melihat Freya ingin merias wajahnya, Eldrick pun keluar dari dalam kamar, dan mengambil kotak yang ia sembunyikan di dalam mobil Jeep yang Trent kendarai, kotak yang berisi gaun yang akan di pakai Freya untuk acara kejutan malam ini. Ia juga mengambil hairdryer yang sudah Trent siapkan sesuai perintah Eldrick.
Dengan kotak dan hairdryer di tangannya, Eldrick pun berjalan kembali menuju kamar.
Melihat Eldrick masuk lagi ke dalam kamar dengan membawa sebuah kontak dan hairdryer, Freya pun memutar tubuhnya untuk melihat Eldrick.
"Darimana kau mendapat hairdryer itu?" Tanya Freya.
"Trent yang membawanya, sepertinya dia tau kalau benda ini sangat kau butuhkan." Jawab Eldrick. Ia malu mengakui kalau dirinya lah yang menyuruh Trent untuk membawa hairdryer.
"Sini, berikan pada ku." Pinta Freya.
Eldrick pun memberikan hairdryer itu pada Freya.
"Kalau kotak itu, apa isinya?" Tanya Freya yang penasaran dengan isi kotak yang ada di tangan Eldrick. Di lihat dari kotaknya, pasti isi di dalamnya barang mahal, karena kotak itu saja sudah tertera merk brand mahal.
"Ini." Eldrick memberikan kotak itu pada Freya tidak ada romantis-romantisnya.
"Untuk ku?"
"Iya, memangnya untuk siapa lagi."
Freya yang sudah sangat penasaran, buru-buru membuka kotak itu.
Mata Freya membelalak saat melihat gaun merah berbahan satin yang sangat indah dan Freya yakin kalau harga gaun itu juga sangat fantastis.
"Pakai lah gaun itu, aku akan membawa mu ke suatu tempat yang akan membuat mu merubah pemikiran mu tentang ku." Ucap Eldrick sambil berlalu dari hadapan Freya. Kaki dan tangan Eldrick sudah gemetaran sangking gugupnya saat Freya membuka kotak itu. Ini pertama kali dalam hidupnya memberikan gaun mahal pada seorang wanita dan ini juga pertama kalinya Eldrick merencanakan kejutan romantis untuk seorang wanita. Mudah-mudahan rencana Eldrick malam ini di restui alam karena tempat Eldrick menyiapkan kejutan romantis ada di luar ruangan.
__ADS_1
to be continued...