Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Kericuhan Ruang VIP Dua.


__ADS_3

Tiba-tiba saja seorang dari antara mereka berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke belakang Freya. Bola mata Freya melirik ke arah si lelaki yang berdiri itu. Freya pikir si lelaki hendak keluar dari ruangan itu, tapi ternyata pikiran Freya salah. Ternyata lelaki itu berdiri di belakang Freya dan mendorong bokong Freya dengan benda tumpul miliknya.


Jelas saja aksi lelaki itu membuat Freya kaget.


"Apa yang kau lakukan Tuan, jangan seperti ini.!" Bentak Freya sambil menjauhkan tubuhnya pada lelaki itu.


"Hei nona, kami sudah membayar mahal untuk di layani, jadi kau harus melayani kami dengan baik." Jawab lelaki itu.


"Maaf Tuan, saya hanya melayani membawa minuman saja. Kalau tuan-tuan ingin pelayanan yang lain, tuan-tuan sekalian bisa mencari di lantai bawah." Jawab Freya masih berusaha bersabar.


"Tapi kami mau nya kau yang melayani kami nona." Jawab si lelaki sambil berjalan mendekati Freya.


Nafas Freya memburu, tangannya mengepal. Ia sudah siap meninju laki-laki mesum yang berjalan ke arahnya itu.


Tanpa Freya duga satu lelaki lagi berdiri dan langsung memeluk Freya dari belakang.


"Akh...lepas!!! Lepas breng•sek!!!" Teriak Freya.


Sayangnya teriakan Freya tak di hiraukan ke empat lelaki mesum itu. Dua lelaki yang tadi masih duduk pun ikut berdiri. Sekarang tiga lelaki sekaligus berjalan mendekati Freya dan siap menggagahi Freya.


Tapi mereka tak tahu kalau Freya bukan lah wanita lemah yang bisa dengan mudah di gagahi.


BUGH..


Freya menjedotkan kepala belakangnya ke kepala si lelaki yang memeluknya dari belakang. Freya pun terlepas dari kungkungan si lelaki yang memeluknya dari belakang.


BUGH..BUGH..BUGH..


Freya pun meninju ketiga lelaki lainnya.


Lalu berlari keluar dari dalam ruang VIP dua.


Tapi ternyata ke empat lelaki itu mengejar Freya. Mereka tidak boleh gagal melakukan tugas mereka, karena mereka sudah di bayar mahal oleh seseorang yang menaruh dendam pada Freya tapi sayangnya tidak bisa membalas dendamnya secara langsung.


"Aakh.." Freya jatuh tersungkur saat ia baru mau menuruni anak tangga karena ia berlari dengan menggunakan sepatu heels.


Dan karena itu membuat Freya tertangkap. Salah satu lelaki yang mengejar Freya pun langsung menggotong Freya seperti karung beras kembali menuju ruang VIP dua.


"Dasar gadis nakal, harus dengan cara kasar ternyata meminta mu melayani kami, hah!!!" Teriak salah seorang lelaki saat Freya sudah berhasil di bawa masuk ke VIP dua.


"Jangan mimpi!!!" Balas Freya tak kalah berteriak.


PLAK. Tamparan keras mendarat di pipi Freya.


"Jangan berteriak!! Kau baru boleh berteriak saat kami memasuki mu." Teriak laki-laki yang menampar Freya.

__ADS_1


"Minggir, biar aku duluan yang memasukki gadis nakal ini." Ucap si lelaki itu pada lelaki yang sedang memegangi tangan Freya.


Lelaki yang memegangi tangan Freya pun langsung melempar Freya ke sofa.


Sedangkan si lelaki yang mengatakan ingin memasuki Freya terlebih dulu, menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas sebelum berjalan mendekati Freya.


Dengan gelas berisi minuman beralkohol, si lelaki itu berjalan mendekati Freya.


Lelaki itu menindih tubuh Freya dan tangan besarnya mencengkram rahang Freya dan hendak memaksa Freya menenggak minuman beralkohol itu.


Freya menutup mulutnya rapat-rapat sambil meronta-ronta.


BRAAK. Tiba-tiba pintu ruang VIP terbuka kasar.


Orang yang membuka pintu adalah Eldrick.


Eldrick sengaja datang ke club itu untuk melihat Freya. Saat matanya sedang berkeliling mencari keberadaan Freya, tiba-tiba saja ia melihat Freya sudah di gotong laki-laki bertubuh besar.


Melihat Freya dalam masalah, Eldrick pun berlari menuju anak tangga untuk mengejar Freya. Tapi ternyata tak semudah itu, karena pengunjung club yang mulai banyak membuat Eldrick agak susah keluar dari kerumunan orang yang sedang berdansa di lantai dansa yang letaknya dekat dengan tangga.


Setelah bersusah payah, Eldrick akhirnya berhasil keluar dari kerumunan orang-orang yang berdansa.


Eldrick pun berlari menapaki anak tangga, setelah sampai di lantai dua, ia pun mencari keberadaan Freya.


Mendengar teriakan seorang laki-laki di ruang VIP dua, Eldrick yakin kalau Freya ada di ruangan itu.


"Eldrick..." Lirih Freya saat melihat Eldrick berdiri di depan pintu.


Melihat penampakan di depannya, dimana seorang lelaki sedang menindih tubuh Freya, jelas saja Eldrick meradang.


Dengan rahang mengeras dan tangan terkepal, Eldrick mendekati lelaki itu, siap melayangkan bogem mentah nya.


Tapi ternyata tak semudah itu, tiga lelaki menghadang langkah Eldrick.


Tanpa basa-basi tiga lelaki itu pun menyerang Eldrick bergantian, tapi sayangnya kemampuan bela diri tiga lelaki itu tak sebanding dengan kemampuan bela diri Eldrick.


"Hei siapa kau! Kenapa tiba-tiba masuk dan menyerang kami!!" Teriak laki-laki yang masih menindih Freya pada Eldrick.


BUGH. Satu bogem mentah Freya daratkan di wajah laki-laki yang menindihnya.


Saat si laki-laki lengah karena melihat Eldrick, di saat itu lah Freya meninju laki-laki yang menindihnya.


Laki-laki itu pun tersungkur di lantai. Freya pun cepat-cepat bangun dari atas sofa dan berlari mendekati Eldrick.


"Kau tidak pa-pa?" Tanya Eldrick.

__ADS_1


Freya menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba saja suara botol pecah mengalihkan kekhawatiran Eldrick pada Freya.


Ternyata lelaki yang menindih tubuh Freya tadi memecahkan botol minuman dan hendak menusuk Eldrick menggunakan botol yang terpecah itu.


Eldrick tak takut dan malah mendekati lelaki itu. Menendang perut lelaki itu sampai lelaki itu terjerembab di atas sofa.


Memukul lengan lelaki itu yang sedang memegang botol yang terpecah sehingga botol itu terlepas dari tangan lelaki itu.


Melihat temannya dalam kesulitan, tiga orang yang tadi sudah mendapat bogeman dari Eldrick, kembali menyerang Eldrick, tapi sayang aksi itu di gagalkan Freya. Freya yang juga bisa bela diri langsung memukuli tiga lelaki itu secara bergantian.


Aksi pukul-pukulan pun terjadi empat lawan dua. Meski bela diri Freya tak sehebat Eldrick paling tidak, Freya bisa membantu Eldrick.


Dan kericuhan yang ada di ruang VIP dua itu pun terdengar sampai ke telinga manager club.


Manager club pun masuk ke ruang VIP dua dengan empat tim keamanan club.


"Berhenti!!!!" Teriak manager club.


Sontak ke enam orang yang sedang adu kekuatan itu pun menghentikan aksi nya.


"Ada apa ini? Kenapa ruangan VIP ini berubah menjadi ring tinju?" Tanya sang manager.


"Karyawan mu tidak becus melayani kami Tuan. Dan kami menegurnya, tapi karyawan mu ini tidak terima dengan teguran dari kami, malah karyawan mu ini mematok uang tips pada kami. Kalau kami tidak memberikan uang tips seperti yang dia mau, maka dia akan melaporkan kami dengan tuduhan pelecehan seksual. Jelas saja kami marah, eh..tiba-tiba laki-laki ini masuk dan menghajar kami. Sepertinya mereka komplotan Tuan." Jawab salah satu lelaki yang ingin berbuat senonoh pada Freya, berbohong.


Mata Freya membulat, karena lelaki itu mengatakan kebohongan.


"Benar itu Fe?" Tanya sang manajer.


"Tidak pak, itu bohong. Kejadiannya tidak seperti itu. Justru mereka lah yang lebih dulu ingin berbuat senonoh pada saya." Jawab Freya.


"Dia yang berbohong Tuan. Kalau memang kami ingin berbuat yang senonoh, seharusnya kami sudah masukkan obat tidur kedalam minuman mu. Lagi pula di lihat dari luka-luka yang kami alami, sudah terlihat jelas bahwa mereka lebih brutal dari kami."


"Kau!!!" Teriak Freya geram karena lelaki itu terus mengatakan kebohongan.


Freya yang geram pun hendak melayangkan bogeman ke wajah lelaki yang terus berbohong itu.


"Freya, hentikan.!!!" Teriak sang manager.


"Kalian berdua ikut saya." Perintah sang manager pada Freya dan Eldrick.


"Dan kalian, urus ganti rugi untuk ke empat orang ini." Perintah sang manager pada tim keamanan yang ada di belakangnya.


Manager club pun keluar dari dalam ruang VIP dua menuju ruangannya dan diikuti Freya dan Eldrick.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2