
Freya dan Nyonya Puth pun selesai mengisi perut mereka, meskipun tidak menghabiskan semua makanan yang tersaji, dan pelayan pun sudah membersihkan meja mereka.
"Bagaimana hubungan mu dengan Eldrick? Apa Eldrick tidak menyusahkan mu?" Tanya Nyonya Puth tanpa basa-basi.
"Kami baik-baik saja Nyonya. Yah walaupun kami sering bertengkar. Ah.. bukan sering lagi, melainkan setiap hari." Jawab Freya.
"Jangan panggil Nyonya, panggil aku mommy."
"Maaf Nyonya, saya tidak pantas memanggil anda dengan sebutan itu." Tolak Freya halus.
"Hei... Kenapa tidak pantas? Kau itu wanita yang dicintai anak ku, sudah sepantasnya kau memanggil aku mommy."
Wajah Freya memerah mendengar ucapan Nyonya Puth.
"Aku dengar Eldrick sudah melamar mu dan berencana akan menikahi mu setelah ia selesai wisuda. Benarkah begitu?" Tanya Nyonya Puth.
Freya menganggukkan kepalanya malu-malu.
"Aku senang mendengarnya. Sepertinya sebentar lagi dia akan segera di wisuda, karena dari laporan yang ku dapat, Eldrick sudah tidak pernah mengambil job manggung dan fokus dengan skripsinya." Ucap Nyonya Puth lagi.
Lagi-lagi Freya hanya menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih karena sudah membuat Eldrick kembali menjadi Eldrick yang hangat seperti dulu lagi." Ucap Nyonya Puth sambil menggenggam tangan Freya.
"Saya tau, kau adalah wanita yang baik dan tulus pada Eldrick. Saya harap kamu tetap berada disamping Eldrick. Sebagai ibu nya Eldrick, saya meminta maaf karena Eldrick sudah banyak menyusahkan mu dengan segala tingkahnya yang absurd dan sifatnya yang pemaksa."
"Nyonya..." Lirih Freya, ia merasa tersentuh dengan ucapan Nyonya Puth.
*****
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dan selama itu juga Freya dan Nyonya Puth menghabiskan waktu dengan saling mengobrol. Banyak yang mereka bahas, mulai dari Eldrick kecil, remaja dan dewasa. Semua aib dan tingkah absurd Eldrick di masa-masa itu di bongkar semua oleh Nyonya Puth.
"Senang bisa mengobrol dengan mu. Kalau ada waktu mu datang lah bersama Eldrick ke rumah, kau juga harus berkenalan dengan daddy nya Eldrick." Ucap Nyonya Puth sebelum mereka berpisah.
"Iya Nyonya, akan saya usahakan." Jawab Freya.
"Sudah berapa kali ku bilang, jangan memanggil ku Nyonya. Bukan kah kita sudah berteman sekarang? Jadi jangan lah canggung seperti ini."
"Iya mommy."
Nyonya Puth tersenyum senang saat Freya memanggilnya Mommy.
"Ya sudah, mommy pulang dulu. Sampaikan salam ku untuk Eldrick." Pamit Nyonya Puth sambil memeluk dan cepika-cepiki dengan Freya.
Setelah itu Nyonya Puth pun masuk ke dalam mobilnya.
Freya melambaikan tangannya begitu mobil Nyonya Puth pergi dari lobi restoran.
Sedangkan dari tempat lain ada Eldrick yang melihat keakraban Freya dan sang Mommy. Freya tidak mengetahui ada Eldrick di sekitaran mereka karena Eldrick menjemput Freya menggunakan mobil Trent. Motornya tiba-tiba saja ngadet, mesinnya tidak mau menyala.
"Kenapa mereka akrab sekali?" Gumam Eldrick dalam hati.
Dan setelah mobil sang mommy pergi, baru lah Eldrick keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekati Freya yang sedang melambaikan tangan pada mobil Nyonya Puth.
"Wah... Wah... Sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi nomor dua." Ucap Eldrick.
Mendengar suara Eldrick, Freya pun menoleh ke arah sumber suara.
"Kau sudah daritadi disini? Lalu mana motor mu?" Tanya Freya sambil matanya berkeliling mencari motor Eldrick.
"Mesin motor ku tidak mau menyala. Jadi aku pakai mobil Trent untuk menjemput mu." Jawab Eldrick.
"Apa yang di katakan mommy ku?"
"Kau tau aku baru bertemu mommy mu?"
Eldrick menganggukkan kepala.
"Aku melihat kau dan mommy ku begitu mesra. Dan itu membuat aku cemburu sayang."
__ADS_1
"Hish.. kau ini, dengan mommy sendiri saja cemburu." Freya mendorong pelan tubuh Eldrick.
"Jelas lah. Kalau kau dan mommy ku sudah akrab, bisa-bisa kau melupakan ku."
"Biar saja. Blweee." Freya menjulurkan lidahnya, lalu pergi dari hadapan Eldrick.
Eldrick tersenyum kecil mendapat ejekan dari Freya. Lalu memutar tubuhnya untuk mengejar Freya.
"Hei Nona, apa kau mau aku rantai, hah!! Lihat saja, kalau kau berani mengacuhkan ku dan menjadikan aku yang kedua, akan ku rantai kau di studio!" Ancam Eldrick bercanda.
"Kalau begitu, sebelum kau merantai ku, akan ku laporkan kau terlebih dulu pada mommy, biar mommy yang akan merantai mu duluan." Balas Freya.
"Woooah... Sepertinya kau sudah benar-benar akrab dengan istri Tuan Puth itu. Kalau begitu mulai sekarang aku harus berada 2x24 jam disamping mu, sebelum istri Tuan Puth itu mendahului ku mengambil kau dari ku."
"Cih.. kau itu satpam atau kekasih ku, hah?" Balas Freya.
Sangking asyiknya berdebat sambil jalan, mereka sampai tidak sadar kalau mereka melewati mobil Trent.
"Hei.. mobil kita disana." Ucap Eldrick saat menyadari kalau mereka melewati mobil Trent.
Eldrick dan Freya pun memutar tubuh mereka dan berjalan menuju mobil Trent.
*****
"Apa saja yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Eldrick.
Kini mereka sudah berada dalam mobil.
"Rahasia." Jawab Freya.
"Oh.. jadi kau ingin main rahasia-rahasian dengan ku, hah?" Ucap Eldrick sambil menoel lengan Freya.
"Apa mommy ku mengatakan sesuatu yang buruk tentang ku?" Tanya Eldrick lagi.
"Memangnya ada kelakuan mu yang baik? Bukankah sikap mu memang selalu buruk?" Freya malah balik bertanya dan mengejek Eldrick.
"Sialan kau! Tapi kau cinta kan?" Goda Eldrick.
"Benarkah? Apa yang mommy ku katakan?"
"Mommy mu bilang kalau semenjak dengan ku, kau mulai berubah menjadi pria yang hangat."
"Ya sepertinya memang begitu, aku pun merasakannya."
"Terimakasih." Ucap Freya.
"Terimakasih untuk apa?" Tanya Eldrick sambil melirik Freya sesaat.
"Terimakasih karena sudah mencintai ku." Jawab Freya.
Eldrick tersenyum tipis mendengar kata-kata Freya, lalu mencari tempat sepi dan menepikan mobilnya.
"Kenapa berhenti disini?" Tanya Freya saat Eldrick menepikan mobilnya.
"Karena aku tak tahan ingin mencium mu." Jawab Eldrick lalu menarik tengkuk Freya dan mencium bibir Freya dengan lembut dan Freya pun membalas ciuman Eldrick. Setelah beberapa detik mereka berciuman, Eldrick pun melepaskan bibirnya dari bibir Freya.
"Harusnya aku yang berterimakasih pada mu karena sudah membalas cinta ku, mengisi kekosongan hati ku dan membantu ku keluar dari rasa sakit hati ku." Ucap Eldrick sambil menyeka sisa saliva mereka dari bibir Freya.
"Aku sangat mencintai mu Fe." Ucap Eldrick lagi.
"Aku juga sangat mencintai mu El." Balas Freya.
Dan mereka pun kembali beradu bibir dengan sangat lembut.
Peraduan bibir yang tadinya lembut lama kelamaan semakin memanas, tangan Eldrick pun menarik kemeja yang Freya pakai dan menjalarkan tangannya di punggung Freya. Sama dengan Eldrick, tangan Freya juga sudah menjalar ke paha Eldrick. Hasrat mereka semakin memburu dan minta dilepaskan.
"Fe stop." Eldrick menangkap tangan Freya yang hendak memegang anakondanya dan melepaskan ciuman panas mereka.
"Kita lanjutkan dirumah." Ucap Eldrick.
__ADS_1
Eldrick pun menarik rem tangan dan kembali melajukan mobilnya.
Tapi Freya yang sudah cenat-cenut, tak sabar menunggu mereka sampai dirumah. Tangan Freya pun kembali menjalar di paha Eldrick.
"Jangan lakukan itu Fe, aku sedang berkendara." Ucap Eldrick memberi peringatan.
"Berkendara lah. Aku hanya ingin bermain-main sebentar dengan anakonda mu sebelum sampai rumah." Jawab Freya nakal. Pelan tapi pasti, Freya pun berhasil membebaskan sang anakonda dari dalam penjara.
Eldrick menghela nafasnya berkali-kali mencoba mengontrol hasratnya yang hampir di ubun-ubun.
Sedangkan Freya, setelah sang anakonda berhasil di keluarkan, tangan Freya pun mengelus kepala botak sang anakonda dan memijat pelan daging tak bertulang itu.
"Ssh..ough.." desau Eldrick saat anakondanya mendapat pijatan lembut dari Freya.
Mendengar desauan Eldrick, Freya semakin nakal saja. Sekarang bukan hanya tangan yang bermain dengan sang anakonda, melainkan mulut Freya pun bermain dengan sang anakonda.
"Ssh.. ah.. Fe.. apa yang kau lakukan? Hentikan itu Fe, itu terlalu enak Fe." Ucap Eldrick sambil menarik kepala Freya dengan satu tangannya.
Freya tak menghiraukan kata-kata Eldrick dan tetap melanjutkan kegiatannya bermain dengan sang anakonda.
"Ough sayang. Aku mohon hentikan, ini bahaya Fe, kau mengacaukan konsentrasi ku." Sekali lagi Eldrick memberi peringatan pada Freya.
Dan Freya pun tetap tak menghiraukan kata-kata Eldrick.
Eldrick sudah tidak tahan lagi, hasratnya yang sudah di ubun-ubun meminta untuk segera di lepaskan. Ia pun mengendarai mobilnya menuju tempat yang sepi. Setelah mendapatkan tempat yang sepi, Eldrick pun menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobil.
"Kau benar-benar nakal sayang!" Ucap Eldrick sambil menarik kepala Freya dan langsung memberikan ciuman membabi buta ke bibir Freya.
Apa Freya menolak? Jawabannya tidak. Freya malah membalas ciuman Eldrick tak kalah membabi buta.
"Aku tak tahan lagi El." Ucap Freya.
"Aku juga sayang." Balas Eldrick.
"Apa kau mau kita mencobanya di dalam mobil?" Tanya Freya.
"Tak ada salahnya sayang. Sesekali kita juga harus membuat mobil bergoyang." Jawab Eldrick.
Dan Freya pun menurunkan segitiga berendanya lalu menaikkan roknya. Setelah itu baru lah ia berpindah tempat duduk menjadi ke pangkuan Eldrick.
"Ooouuggh..." Desau keduanya saat anakonda berhasil terbenam sempurna di dalam lembah lembab milik Freya.
Freya pun mulai meliak-liukkan pinggulnya.
"Ssh... Ough El.." racau Freya.
"Ssh.. ah . Ya sayang." Balas Eldrick.
"Ini sangat enak El."
"Apa kau suka?"
"Ya, aku sangat suka."
"Kalau begitu, sering-sering lah memimpin sayang."
"Ya, sepertinya aku akan sering-sering memimpin sekarang." Jawab Freya.
Lima belas menit kemudian liukkan tubuh Freya yang tadinya pelan dan lembut pun semakin cepat dan kasar. Tanda kalau Freya sudah hampir sampai di puncak kenikmatan.
"Ayo lebih cepat sayang." Racau Eldrick, karena dirinya juga hampir sampai di puncak kenikmatan.
Freya pun makin mempercepat gerakan pinggulnya, dan tiga menit kemudian mereka pun sama-sama mengerang panjang, tanda kalau mereka sudah sampai di puncak kenikmatan bersama-sama.
Freya pun langsung memeluk Eldrick karena lemas.
"Kau makin pintar sayang." Ucap Eldrick dengan nafas yang terengah-engah.
"Aku hanya menggunakan naluri kewanitaan ku saja sayang." Balas Freya dengan nafas yang terengah-engah juga.
__ADS_1
Setelah merasakan anakonda sudah kembali tertidur, Freya pun pindah ke tempat duduknya semula dan mengambil beberapa lembar tissue untuk membersihkan cairan kental yang anakonda Eldrick semburkan dari sekitaran miss Vigie nya. Sama dengan Freya, setelah Freya pindah dari atas pangkuannya, Eldrick pun mengambil beberapa lembar tissue untuk membersihkan cairan kental yang belepotan di sekitaran hutan gambutnya.
to be continued...