
Ceklek. Manager membuka pintu ruangannya.
"Duduk." Perintah sang manager pada Freya dan Eldrick.
Freya dan Eldrick pun duduk di sofa yang ada di ruangan sang manager.
"Saya sangat menyayangkan sikap mu pada tamu Fe. Apalagi tamu di ruang VIP." Ucap manager club.
"Tapi pak, mereka duluan yang kurang ajar." Jawab Freya membela diri.
"Kan saya sudah pernah katakan kalau ada tamu yang kurang ajar, kamu bisa melapor ke tim keamanan yang berjaga."
"Bagaimana mungkin dia melapor kalau tim keamanannya ada di bawah. Baru keluar ruangan saja, sudah langsung di tarik lagi ke dalam ruangan." Tiba-tiba saja Eldrick menyeletuk.
Dan celetukan Eldrick itu membuat sang manager mati kutu.
"Kau harus membayar kerugian yang terjadi malam ini. Gaji mu saya potong." Ucap manager memberi ultimatum.
Mata Freya membelalak, mulutnya pun ikut menganga mendengar ultimatum sang manager.
"Kok begitu pak? Kan disini saya korban. Seharusnya saya menerima ganti rugi, bukan malah membayar ganti rugi." Protes Freya.
"Kalau kau tidak terima gaji mu saya potong, kau bisa keluar dari club ini." Ancam sang manager. Sengaja sang manajer memberi ancaman seperti itu karena yakin Freya tidak akan berani keluar dari club itu.
Freya yang kesal dan geram karena tak mendapat keadilan dari managernya pun berdiri dari tempat duduknya.
"Baik. Saya akan keluar dari club ini. Tapi saya minta, bulan ini gaji saya di bayar penuh. Karena saya tidak sudi memberikan hasil keringat saya pada orang-orang yang mau berbuat senonoh pada saya!!" Ucap Freya tegas, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan sang manager.
Sedangkan Eldrick tersenyum puas, karena Freya mengambil keputusan untuk berhenti bekerja di club.
Eldrick pun berdiri dari tempat duduknya hendak menyusul Freya yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu. Dan sebelum Eldrick keluar, Eldrick mengeluarkan kartu nama sang ayah dari dalam dompetnya.
"Ambil uang ganti rugi nya disini. Dan jangan pernah memotong gaji Freya satu perak pun untuk membayar ganti rugi. Awas saja kalau berani, ku ratakan tempat ini!!!" Ancam Eldrick sambil memberikan kartu nama sang ayah, lalu berjalan keluar dari ruangan si manager.
Manager club melihat nama yang tertera di dalam kartu nama.
"Hendrick Puth." Lirih sang manager.
Jelas saja sang manager bingung kenapa Eldrick memberinya kartu nama salah satu konglomerat di negara ini. Dan apa hubungannya dengan Eldrick.
__ADS_1
Manager pun berdiri dari tempat duduknya dan berlari keluar mengejar Eldrick.
Untungnya Eldrick belum terlalu jauh meninggalkan ruangannya.
"Hei anak muda, kenapa kau memberikan kartu nama Tuan Puth pada ku? Apa hubungan mu dengan Tuan Puth?" Teriak sang manager.
"Katakan saja pada ayah ku, anakmu Eldrick Puth membuat onar di club." Jawab Eldrick sambil terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Mendengar jawaban Eldrick, jelas saja mata sang manager membelalak. Tubuhnya bergetar.
Tidak mungkin baginya meminta ganti rugi pada Tuan Puth, ayah Eldrick, apalagi kalau mengatakan anaknya berbuat onar. Bisa-bisa ia yang kena pecat oleh atasannya karena ketahuan tidak memberikan pelayanan terbaik pada anak si pemilik saham terbesar Dark Night Club.
Ya, Tuan Puth adalah salah pemilik saham terbesar di Dark Night Club. Tapi sayangnya, tidak ada yang tau kalau Eldrick yang sering keluar masuk club itu adalah anak pemilik saham terbesar di club itu.
Manager pun mengejar Eldrick untuk meminta maaf dan berniat ingin membuat ke empat orang yang ada di ruang VIP dua meminta maaf pada Freya.
"Tuan muda, saya minta maaf atas ketidaktauan saya akan identitas Tuan muda. Saya akan menyuruh ke empat orang itu meminta maaf pada Freya dan akan memberikan ganti rugi pada Freya. Saya mohon Tuan muda, jangan laporkan saya pada Tuan Puth." Mohon sang manager.
"Cih..dasar penjilat!! Dimana kau tinggalkan kesombongan dan ketidakadilan mu tadi, hah?!!" Sindir Eldrick.
"Saya tidak akan melapor pada ayah ku. Tapi saya harap di setiap titik ada tim keamanan yang berjaga agar tidak ada kejadian seperti ini. Dan satu lagi, Freya akan tetap keluar dari club ini, jadi jangan coba-coba memohon pada Freya untuk tetap bekerja di tempat ini!!" Lanjut Eldrick tegas.
"Ba-baik Tuan muda." Jawab sang manager.
Eldrick tersenyum penuh kemenangan.
"Bodoh." Gumam Eldrick dalam hati. Karena jika saja sang manager benar-benar datang ke kantor ayahnya, maka dirinya lah yang habis di hajar sang ayah karena pergi ke club dan membuat onar.
Eldrick pun berjalan menghampiri Freya yang sedang berganti pakaian di ruang ganti pekerja club. Ia menunggui Freya di depan pintu ruang ganti itu.
Saat Freya keluar dari ruang ganti, tanpa basa-basi Eldrick langsung menarik tangan Freya.
"Lepas!! Mau apa kau!!" Teriak Freya seraya memukul-mukul lengan Eldrick agar Eldrick melepaskan tangannya.
"Diam. Kita bicara di luar!" Jawab Eldrick dengan nada dinginnya.
Freya pun diam dan pasrah Eldrick menarik tangannya keluar dari dalam club.
Sesampainya di luar club, Eldrick masih terus menarik Freya menuju motornya.
__ADS_1
"Pakai ini." Eldrick memberikan helm nya untuk Freya.
"Kita mau kemana? Dan kenapa aku harus memakai ini?!" Protes Freya.
"Banyak tanya. Cepat pakai saja." Perintah Eldrick sekali lagi karena Freya terlalu banyak tanya.
"Cih." Decih Freya. Tapi tetap saja ia memakai helm yang di berikan Eldrick.
"Naik." Perintah Eldrick.
"Jawab dulu, kita mau kemana!"
"Sudah naik saja, nanti kau juga akan tau!"
Freya mencebik mendengar jawaban Eldrick tapi tetap naik ke atas motor.
Melihat Freya naik ke atas motornya dengan wajah kesal, Eldrick tersenyum penuh kemenangan.
"Dasar wanita, mulut dan gerak tubuh tidak pernah sinkron." Ejek Eldrick pada Freya dalam hati.
"Pegangan yang kuat." Eldrick memberi peringatan.
"Sudah jalan saja!!!" Perintah Freya. Ia tidak mau berpegangan pada tubuh Eldrick.
Dan itu membuat Eldrick memiliki ide untuk mengerjai Freya. Tiba-tiba Eldrick menggas motornya sehingga membuat Freya hampir terpental kebelakang, tapi untungnya tangan Freya cepat menarik jaket yang Eldrick pakai.
"Kau!! Kau mau aku jatuh kebelakang, hah!!!" Bentak Freya.
"Makanya peluk aku!!!" Balas Eldrick dengan suara yang tak kalah meninggi.
Mau tak mau, Freya pun memeluk Eldrick.
Setelah Freya memeluk erat pinggangnya, barulah Eldrick melakukan motornya keluar dari area club malam.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. Sepasang mata itu adalah milik Cindy.
Lagi dan lagi, Cindy kesal karena rencananya untuk membuat hidup Freya hancur gagal. Ya, orang yang membayar ke empat orang yang ingin berbuat senonoh pada Freya adalah Cindy.
Cindy tidak menyangka kalau Eldrick tiba-tiba datang dan menyelamatkan Freya.
__ADS_1
to be continued...