
Mendengar cerita Freya, darah Eldrick mendidih. Tangannya mengepal keras.
"Breng•sek!!! Harusnya tak ku lepaskan si ke•parat itu!!!" Maki Eldrick dalam hati.
"Makanya aku memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri. Ternyata semua tak semudah yang ku bayangkan. Mencari pekerjaan yang tidak bentrok dengan kuliah ku serta upah yang bisa memenuhi semua kebutuhan ku. Makanya ketika ada lowongan di club aku langsung menjatuhkan lamaran pekerjaan, tidak peduli apapun resiko pekerjaannya. Selama itu tidak mengganggu kuliah ku dan upah yang ku terima bisa memenuhi semua kebutuhan ku."
Eldrick menghela nafasnya. Ia menatap wajah Freya yang sedang bercerita tentang kehidupannya yang berat. Benar feeling Eldrick, gadis di depannya berbeda dengan gadis lain. Freya bukanlah gadis manja dan gadis yang lemah.
"Aku akan suruh orang mengurusnya. Jadi kau bisa menunjukkan pada mama mu seperti apa suami brondongnya itu." Ucap Eldrick yang sudah sangat geram.
"Malam ini kau tidur disini saja. Aku takut kalau ayah tiri mu itu datang lagi ke kos an mu. Disini kau aman bersama ku." Lanjut Eldrick.
"Kau tinggal disini juga?" Tanya Freya.
Eldrick mengangguk.
"Terus mau mu aku tinggal dimana?"
"Aku pikir anak konglomerat seperti mu tinggal di istana atau apartemen mewah. Tapi kenapa kau hanya tinggal di studio ini?"
"Aku lebih suka tinggal disini. Daripada harus tinggal di apartemen mewah atau di mansion orangtua ku. Terlalu banyak peraturan di mansion orang tua ku." Jawab Eldrick.
Eldrick meletakkan kantong kompres di atas meja.
"Ayo." Eldrick menarik tangan Freya sampai membuat Freya berdiri dari tempat duduknya.
"Ish..!!! Apa kau tidak bisa lembut sedikit!! Asal main tarik saja." Omel Freya sambil memukul lengan Eldrick.
Eldrick tak menjawab dan terus menarik tangan Freya keluar dari ruang tamu dan membawa Freya masuk ke dalam kamarnya.
"Tidur lah disini." Ucap Eldrick saat mereka sudah berada di kamar tidur Eldrick.
Setelah mengatakan itu, Eldrick berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil celana pendek dan kaos oblong miliknya untuk Freya pakai tidur, serta mengambil selimut untuk ia pakai tidur. Rencananya Eldrick akan tidur di ruang tamu.
Meninggalkan Freya yang pikirannya sudah traveling kemana-mana.
Saat Eldrick keluar dengan selimut serta pakaian ganti untuk Freya, ia melihat Freya masih terpaku di tempat saat Eldrick meninggalkannya ke ruang ganti.
Eldrick tau apa yang ada dalam pikiran Freya.
__ADS_1
PLUG. Tiba-tiba saja Eldrick melempar pakaian ganti yang ia bawa untuk Freya.
"Buang pikiran kotor mu itu!! Dan ganti lah pakaian mu. Aku akan menyuruh orang untuk mengambil pakaian mu dari kos an mu!!" Ucap Eldrick.
Freya yang sedang sibuk dengan pemikirannya, langsung tersadar.
Ia jadi malu sendiri karen Eldrick tau apa yang ia pikirkan saat ini.
"Tidak usah memikirkan hal kotor, aku bukan laki-laki seperti itu. Kalau pun aku mau melakukan itu, aku akan melakukannya dengan wanita yang ku cintai." Ucap Eldrick lagi.
Freya mencebikkan sudut bibirnya.
"Aku akan tidur di ruang tamu. Kau kunci saja kamar ini jika kau tidak percaya dengan ucapan ku." Lanjut Eldrick sambil berjalan keluar dari kamar.
Setelah Eldrick keluar dari kamar, cepat-cepat Freya menutup dan mengunci pintu kamar Eldrick.
"Cih..dia benar-benar mengunci pintu kamar." Decih Eldrick.
Dengan membawa selimut, Eldrick pun berjalan menuju ruang tamu.
Sesampainya di ruang tamu, Eldrick merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.
Ia melakukan panggilan ke nomor Trent, bodyguard bayangan untuk Eldrick yang di perintah Tuan Puth untuk menjaga anak semata wayangnya yang sangat susah di atur.
"Baik Tuan Muda." Jawab Trent di seberang telepon.
Trent tidak akan pernah bergerak jika Eldrick belum memberi perintah apa-apa. Karena itu lah yang di inginkan Eldrick, kecuali jika Eldrick dalam keadaan terancam, tanpa menunggu perintah dari Eldrick, Trent dan lima orang bodyguard bayangan Eldrick langsung keluar dari persembunyiannya.
Setelah memberikan perintah pada Trent, Eldrick pun mengakhiri panggilannya. Ia melempar ponselnya ke atas sofa, setelah itu baru lah ia membaringkan tubuhnya di sofa.
Eldrick memejamkan matanya, tapi bukan untuk tidur melainkan memikirkan pekerjaan untuk Freya tapi Freya tidak perlu tau kalau pekerjaan itu hasil rekomendasinya.
"Aku akan menemui mommy besok. Dan meminta mommy memperkerjakan Freya di restorannya." Gumam Eldrick kala menemukan ide agar Freya tidak curiga padanya.
*****
Keesokan harinya.
Jarum jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi Eldrick sudah mengendarai motornya menuju mansion orangtuanya. Meninggalkan Freya yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
Setelah hampir dua puluh menit berkendara dengan kecepatan penuh, akhirnya Eldrick sampai di mansion orangtuanya.
"Selamat datang Tuan Muda." Sambut Maria, kepala pelayan di mansion orangtuanya.
"Mommy mana?" Tanya Eldrick tanpa basa-basi.
"Nyonya.."
"Apa kau datang hanya mencari mommy mu? Kau tidak ingin mencari daddy mu ini?" Tiba-tiba saja suara bariton Tuan Puth menggelegar, memotong bibi Maria yang ingin menjawab pertanyaan Eldrick.
"Saya permisi Tuan Muda." bibi Maria pun undur diri dari tengah-tengah Tuan Besar dan Tuan Muda mansion itu.
"Aku ada perlu dengan mommy, jadi aku tidak perlu mencari mu, dad." Jawab Eldrick ketus.
"Kau pikir, kau bisa bertemu dengan mommy mu tanpa seizin ku, hah? Apa kau lupa kalau mommy mu itu istri ku."
"Tenang lah, aku selalu ingat akan hal itu. Dan perlu daddy ingat juga kalau aku adalah hasil dari pergulatan kalian." Jawab Eldrick tak mau kalah.
Begitulah percakapan ayah dan anak itu jika sudah bertemu, selalu berdebat dan tidak ada yang mau mengalah. Mereka baru berhenti berdebat ketika Nyonya Puth datang.
"Apa kalian berdua ingin mengawali hari kalian dengan berdebat? Kalau iya, jangan di mansion ini. Lebih baik kalian pergi ke ring tinju dan melanjutkan perdebatan kalian disana." Untung saja pagi ini Nyonya Puth datang lebih cepat dari biasanya.
Karena biasanya, Nyonya Puth baru muncul di tengah-tengah perdebatan anak dan suaminya jika dua lelaki beda generasi itu sudah sama-sama mengeluarkan suara yang menggelegar.
Melihat mommy nya muncul, Eldrick pun berjalan menghampiri sang mommy lalu memeluk dan mencium mommy nya itu.
"Cih..pasti ada maunya." Decih Tuan Puth saat melihat anak semata wayangnya bermanja-manja dengan istrinya.
"Apa yang membawa mu datang sepagi ini ke mansion? Biasanya juga mommy harus marah-marah dulu baru kau datang ke sini." Tanya Nyonya Puth sambil memicingkan matanya.
"Karena aku merindukan mu mom." Jawab Eldrick manja.
Melihat itu Tuan Puth memutar bola matanya malas.
"Bermanja-manja lah kau sampai puas, nanti kalau daddy selesai bermain golf, jangan harap kau bisa bermanja-manja dengan istri ku." Ucap Tuan Puth.
Tuan Puth pun keluar dari ruang tamu. Ia akan bermain golf di belakang mansionnya.
Meski selalu terlihat ketus dengan anaknya sendiri, tapi di lubuk hati Tuan Puth yang paling dalam, ia sangat menyayangi anak semata wayangnya itu. Terbukti dengan ia memberikan bodyguard bayangan untuk menjaga Eldrick. Dan didikan yang tegas untuk Eldrick merupakan bentuk kasih sayangnya untuk Eldrick.
__ADS_1
Jika anak konglomerat lainnya di beri jalan yang mudah oleh orangtuanya untuk menempuh pendidikannya, tak peduli si anak pintar atau bodoh, rajin atau malas, si orangtua pasti akan menyogok dosen agar anak-anak mereka lulus tepat waktu. Sangat berbanding terbalik dengan cara Tuan Puth mendidik anaknya dalam segi pendidikan, Tuan Puth tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk membuat Eldrick lulus tepat waktu, malahan Tuan Puth meminta pada semua dosen yang ada di kampus tempat Eldrick kuliah, agar memberikan nilai sesuai kemampuan Eldrick. Makanya sampai saat ini, Eldrick masih menyandang status mahasiswa.
to be continued...