
"Kalau kau mau aku cepat keluar, makanya kau balik ke rumah Anne, dan kembali bekerja pada Anne. Setelah itu cari lah surat rumah Anne dan balik namakan lah atas nama mu. Aku punya teman yang akan membantu mu membalik namakan surat itu. Setelah itu kau jual rumah itu dan hasil penjualan rumah itu bisa kau jadikan jaminan untuk membebaskan ku. Kau paham?"
"Breng•sek kalian berdua!!!" Teriak Anne.
Sontak saja, teriakkan Anne itu membuat Nick dan Tere terkejut bukan main.
"Nyonya Anne.. Anne." Pekik Tere dan Anne bersamaan.
"Jadi selama ini kalian berdua ada main di belakang ku, hah!!" Tanya Anne dengan tatapan membunuhnya.
"Dan kau Tere!!" Kini mata Anne tertuju pada Tere.
"Teganya kau melakukan ini pada majikan mu sendiri!! Saya sudah menganggap mu seperti keluarga, tapi apa yang kau balas? Kau malah menjadi musuh dalam selimut, kau malah menjadi wanita perusak rumah tangga majikan mu, bahkan kau sampai hamil anak dari suami majikan mu!! Tega kau Tere!!!" Teriak Anne histeris.
Dan teriakkan Anne itu membuat beberapa sipir baik sipir pria dan sipir wanita berdatangan ke ruang besuk. Yang memang saat itu hanya Nick lah yang mendapat tamu.
"Ada apa ini?" Tanya sipir pria.
"Tenang Nyonya, jangan membuat keributan disini!!" Ucap sipir pria yang lainnya.
Sedangkan sipir wanita langsung menarik tangan Anne agar keluar dari ruang besuk.
"Lepas!!! Urusan saya dengan dua pengkhianat ini belum selesai!" Anne langsung menyentak tangan sipir wanita yang ingin membawanya keluar.
"Kalau Nyonya masih seperti ini, kami akan memasukkan Nyonya ke dalam sel. Tapi kalau Nyonya bisa bersikap tenang dan tidak meledak-ledak, kami akan memberikan sedikit waktu untuk Nyonya menyelesaikan masalah Nyonya."
"Tenang saja, saya tidak akan meledak-ledak. Maaf, tadi saya hanya kaget saja karena mengetahui kalau suami yang selama ini saya bela-bela di depan putri saya, ternyata tega menyelingkuhi saya dengan seorang pembantu. Bahkan pembantunya, pembantu di rumah saya sendiri!!" Sindir Anne sambil melirik Nick lalu Tere.
Sipir wanita dan sipir pria yang ada di situ pun terdiam.
"Tak usah berlama-lama lagi, karena saya juga jijik berada lama-lama di satu ruangan yang sama dengan kalian!!" Lanjut Anne.
Anne pun mengeluarkan selembar surat pernyataan yang tadi ia bawa dan mengeluarkan pena, lalu memberikannya pada Nick.
"Kedatangan ku kesini, hanya untuk meminta tanda tangan mu. Tanda tangan lah!!" Ucap Anne.
"Apa ini?"
"Kau kan punya mata, bacalah sendiri!" Perintah Anne sarkas.
Dengan tangan yang terkunci borgol, Nick mengambil selembar kertas yang Anne berikan, lalu membaca isi yang tertulis dalam kertas itu.
Mata Nick membelalak saat membaca isi kertas itu.
"Apa kau serius An?" Raut wajah kaget Nick tak bisa ia tutupi.
"Apa aku terlihat sedang bercanda, Nick?! Cepat lah tanda tangan!!"
"Tapi An..."
"Kenapa, kau tidak mau tanda tangan dan masih mengelak dengan bukti percobaan pemerkosaan yang ingin kau lakukan terhadap Freya dan sekarang aku mendapat bukti baru lagi kalau ternyata kau berselingkuh dengan Tere bahkan Tere sampai hamil sekarang."
__ADS_1
Mata Tere membelalak saat mendengar kalau Nick melakukan percobaan pemerkosaan pada Freya dan yang paling mencengangkan, Anne mengatakan memiliki bukti. Yang Tere tau Nick masuk penjara karena tindakan kriminal, itu pun Anne yang mengatakannya sendiri. Dan saat Tere menanyakan pada Nick, Nick mengatakan kalau dirinya di jebak oleh Freya dan kekasihnya. Tere sama sekali tidak tau kasus yang menimpa Nick.
"Aku tidak berselingkuh dengannya Anne. Dia yang menggoda ku!! Dia menjebak ku, memasukkan obat tidur ke dalam minuman ku, lalu ketika aku bangun, aku sudah ada dalam kamarnya dalam keadaan kami polos. Dan sekarang dia datang minta pertanggung jawaban ku."
Mata Tere semakin membulat kala Nick menyudutkan dirinya.
"Bohong!! Saya tidak pernah melakukan itu Nyonya. Nick lah yang menggoda saya, dan memohon-mohon pada saya untuk menjadi kekasih saya. Bahkan Nick juga berjanji ingin menceraikan Nyonya dan menikahi saya setelah Nick berhasil mengubah kepemilikan rumah dan kafe anda, Nyonya."
"Jangan percaya dengan wanita ular ini sayang. Kau harus percaya pada ku. Tidak mungkin kan, aku mau begitu saja tidur dengan pembantu jika bukan si pembantu ini yang menggoda ku!!" Sangkal Nick. Ia semakin menyudutkan Tere.
"Diam!! Brisik!! Aku tidak perlu tau siapa yang benar diantara kalian berdua!! Aku tidak butuh itu!! Yang aku butuhkan sekarang tanda tangan mu, Nick!!" Teriak Anne menengahi aksi saling membela diri masing-masing Nick dan Tere.
"Aku tidak mau menandatangani ini." Tolak Nick.
"Tidak jadi masalah. Ada atau tidak adanya tanda tangan mu, aku pastikan kita akan tetap bercerai!!" Setelah mengatakan itu Anne pun pergi dari tempat itu meninggalkan Nick dan Tere yang sepertinya akan perang karena tadi Nick menyudutkan dan merendahkan Tere di depan Anne.
*****
Kembali ke kampus.
Jam mata kuliah Eldrick telah selesai, sedangkan Freya masih ada dua SKS lagi.
Setelah dosen mata kuliah terakhir selesai, Eldrick pun cepat-cepat keluar dari dalam kelasnya untuk menuju kelas Freya. Ia ingin mengajak Freya makan siang sebelum jam mata kuliah Freya yang terakhir di mulai.
Namun tinggal beberapa langkah lagi ia sampai di kelas Freya, tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundaknya dari belakang.
Eldrick pun menoleh ke belakang.
"Ada apa?!" Tanya Eldrick pada laki-laki yang menepuk pundaknya dari belakang itu.
"Jauhi Freya! Aku tau kau punya niat tidak bagus dengan Freya!" Tanpa basa-basi Mike langsung memberi peringatan pada Eldrick.
"Cih!!! Siapa kau berani melarang ku!! Orangtua ku saja tidak berani melarang ku seperti itu!!" Jawab Eldrick sambil berlalu pergi dari hadapan Mike.
Dan bertepatan juga Freya keluar dari dalam kelas.
Melihat Freya keluar dari dalam kelas, Eldrick pun tersenyum licik. Terlintas dalam otaknya untuk membuat Mike semakin kebakaran jenggot.
"Fe sayang.." panggil Eldrick.
Mendengar Eldrick memanggil Freya dengan panggilan sayang, jelas saja Mike terkejut. Bukan hanya Mike, tapi Freya dan mahasiswa lain yang baru keluar dari kelas itu pun ikut terkejut mendengar Eldrick memanggil Freya dengan panggilan sayang.
Dengan senyum yang terus mengembang di pipi Eldrick, Eldrick berjalan mendekati Freya. Dan ketika Eldrick sudah berada di samping Freya, Eldrick langsung merangkul pundak Freya lalu mencium mesra pipi Freya, seolah ingin memberi tahu pada semua orang yang sedang memandang mereka, bahwa Freya adalah miliknya.
Dan aksi Eldrick itu pun di lihat oleh Mike. Bahkan sangking terkejutnya, Mike sampai menghentikan langkah kakinya dan mematung di tempatnya.
"Apa mereka berpacaran?!" Mike bertanya-tanya dalam hati.
"Apa yang kau lakukan El?!" Cicit Freya pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Eldrick.
"Apa yang seharusnya aku lakukan terhadap kekasih ku." Jawab Eldrick dengan suara yang sengaja ia besarkan, agar semua orang yang masih memandang ke arah mereka mendengar.
__ADS_1
Jelas saja jawaban Eldrick barusan membuat Freya semakin menunduk malu, seandainya Freya punya jurus menghilang ala ninja, sudah pasti saat ini ia menggunakan jurusnya itu.
Sedangkan reaksi orang-orang yang mendengar jawaban Eldrick itu saling berbisik satu sama lain. Sepertinya mereka siap untuk saling menyebar gosip tentang hubungan Freya dan Eldrick. Dan bisa di pastikan akan banyak gosip simpang siur yang condong menjelek-jelekkan Freya.
"Fe.." panggil Mike begitu Freya dan Eldrick melintas di depannya.
Freya yang menunduk langsung mendongakkan wajahnya dan berniat melepas tangan Eldrick yang sedang merangkul pundaknya. Tapi sayangnya, Eldrick yang tau kalau Freya ingin melepaskan tangannya dari pundak Freya, makin menekan rangkulannya di pundak Freya dan menarik Freya untuk berjalan lebih cepat.
"Lepas El, kau mau membawa ku kemana?!" Tanya Freya sambil memukul lengan Eldrick.
"Makan siang! Apa kau tidak lapar, hah?!"
"Aku bisa makan siang di kantin! Lepas!"
"Kau ingin makan siang dengan si Miki Mouse itu, hah?!"
"Namanya Mike bukan Miki Mouse!" Ralat Freya.
"Masa bodo siapapun namanya!"
"Ya sudah kalau kau masa bodo! Cepat lepaskan tangan mu!"
"Tidak mau! Aku mau mengajak mu makan siang ke suatu tempat."
"Tapi aku masih ada mata kuliah satu jam lagi, El!"
"Tenang saja, sebelum mata kuliah di mulai, aku akan mengantar mu kembali ke kampus." Jawab Eldrick enteng.
Freya menghela nafasnya pasrah, mau tak mau ia harus mau mengikuti kemauan Eldrick si pemaksa.
*****
Kini Eldrick sudah berada di sebuah kafe yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus.
Ternyata tujuan Eldrick membawa Freya ke kafe ini selain untuk mengisi perut mereka, Eldrick juga ingin memamerkan hubungannya dengan Freya yang telah resmi berpacaran pada Greg dan Bram. Untuk apa di pamerkan kalau bukan untuk menagih janji Greg dan Bram yang akan mengerjakan semua tugas-tugas Eldrick. Kalau Greg dan Bram yang mengerjakan tugas kampusnya, itu berarti Eldrick bisa punya banyak waktu pacaran dengan Freya.
Karena saat mata kuliah berlangsung tadi, Eldrick mengirim pesan pada Greg dan Bram untuk datang ke kafe yang ada di dekat kampus pada saat jam makan siang, kafe yang memang biasa mereka tempati untuk nongkrong saat mereka masih sama-sama kuliah. Tapi Eldrick tak memberitahu Greg dan Bram tujuan Eldrick meminta mereka berdua datang, karena Eldrick ingin memberikan kejutan pada Greg dan Bram.
Sama seperti saat berada di kampus, dimana Eldrick tak melepaskan rangkulannya dari pundak Freya, saat hendak masuk ke kafe pun Eldrick juga terus merangkul pundak Freya mulai dari parkiran kafe sampai kini mereka sudah berada di dalam kafe.
"El.." panggil Greg saat melihat Eldrick dan Freya ada di depan pintu.
"Itu mereka, Ayo." Ucap Eldrick pada Freya. Dan mereka pun berjalan menghampiri Greg dan Bram yang duduk di bagian paling dalam kafe itu.
"Kau mengajak teman-teman mu juga?!"
Eldrick menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tidak bilang, kalau tau begitu, aku juga mengajak teman ku tadi."
"Memangnya kau punya teman di kampus?!" Balas Eldrick menyepelekan Freya. Karena memang setau Eldrick, dikampus Freya memang tidak memiliki teman wanita yang sangat akrab, yang Eldrick tau teman Freya hanya lah Mike.
__ADS_1
"Sialan kau!" Umpat Freya sambil memukul lengan Eldrick.
to be continued...